^ Scroll to Top

Sunday, June 28, 2009

Tentang maut, Alam Kubur & Seksaannya

Di era peradaban manusia, seringkali kita terlupa akan hakikat sebenar bahawa suatu hari nanti kita akan menemui ajal, yang akan datang mengikut kehendakNya. persoalan demi persoalan memungkinkan dan bermain di minda kita selama ini, persoalan yang memerlukan perungkaian yang tepat dan total bagi membangkitkan lagi keimanan kita pada Maha Pencipta. Persoalan-persoalan ini akan terjawab dengan sendirinya jika kita mempunyai keimanan yang jitu terhadap Maha Esa. Lihat saja persoalan-persoalan ini :

1) Apa yang dialami oleh orang yang sakaratul maut?

2) Yang dialami atau dijalani oleh orang yang meninggal tersebut di alam kubur?

3) Bagaimanakah bentuk seksaan kubur?

4) Apa yang harus dilakukan oleh anak setelah ibubapanya wafat?

Alhamdulillah, dengan berkat Allah S.W.T yang telah memberi sedikit ilmu dengan saya kupas serta cedukkan dari buku-buku serta kitab-kitab rujukan saya, saya lampirkan olahan perungkaian persoalan tersebut untuk tatapan umum bagi memberi satu ibrah yang sangat-sangat berguna untuk diri dan generasi kita yang mendatang. Insya-Allah.

1. Yang dialami oleh orang yang sakaratul maut.
Di dalam Al-Quran Al-Karim, Allah SWT telah menceritakan bagamana malaikat didatangkan kepada orang yang akan dicabut nyawanya. Dan khusus orang yang zalim, perlakuan malaikat memang cukup kasar dan menciutkan nyali.
Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya,:

Keluarkanlah nyawamu Di hari ini kamu dibalas dengan seksa yang sangat menghinakan, kerana kamu selalu mengatakan terhadap Allah yang tidak benar dan kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya..

Sedangkan kepada orang yang beriman kepada Allah SWT dan menjadi calon penghuni syurga. Mereka demikian ramah dan baik hati. Kepada mereka Allah SWT mengatakan:

Hai jiwa yang tenang, Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diredhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku..

Sedangkan secara umum dan dari penampilan fasikh, ada hadits Rasulullah SAW yang menceritakan bagaimana keadaan orang yang sedang dicabut nyawanya:

Sesungguhnya pandangan seorang mayyit mengikuti ruhnya ketika dicabut.

2. Yang dialami orang yang meninggal di alam kubur.

Ruh itu lalu naik ke langit dan diperlakukan sesuai dengan amalnya di dunia. Bila ruh itu berasal dari orang yang beriman, maka pintu langit akan dibukakan untuknya dan disambut dengan hangat. Sebaliknya, bila ruh itu dari orang kafir, zalim dan berlumur dosa, maka pintu langit akan tertutup untuknya dan mendapat perlakuan yang hina.

Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.
.
Bahkan ruh itu akan dicampakkan dari pintu langit sebagaimana firman Allah SWT:

Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh. .

Dua ayat inilah yang diucapkan oleh Rasulullah SAW di dalam hadits shahih yang panjang ketika menjelaskan bagaimana ruh orang beriman dan ruh orang jahat. Salah satu potongannya kami nukilkan berikut ini:

Rasulullah SAW bersabda,

”…Lalu ruh jahat itu dikembalikan ke dalam jasadnya dan dua malaikat mendatanginya seraya bertanya, ”Siapakah rabb-mu? Orang itu menjawab,”hah..hah..aku tidak tahu”. Malaikat itu bertanya lagi,”Siapakah manusia yang diutus kepada kalian?”. “hah..hah..aku tidak kenal”, jawabnya. Lalu diserukan suara dari langit bahwa dia telah mendustakan hamb-Ku. Maka dekatlah dengan neraka dan dibukakan pintu neraka hingga panas dan racunnya sampai kepadanya. Lalu kuburnya disempitkan hingga tulang-tulang iganya saling bersilangan. Dan didatangkan kepadanya seorang yang wajahnya buruk, pakaiannya buruk dan baunya busuk dan berkata kepadanya,”Berbahagialah dengan amal jahatmu. Ini adalah hari yang kamu pernah diingatkan. Dia bertanya,”siapakah kamu, wajahmu adalah wajah orang yang membawa kejahatan?” “Aku adalah amalmu yang buruk”. “Ya Tuhan, jangan kiamat dulu”..

3. Bagaimanakah Bentuk Siksa kubur
Pertanyaan di dalam kubur dan seksanya ada disebutkan di dalam Al-Quran.

Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki...

Dalam asbabun nuzul secara shahih diriwayatkan bahwa yang dimaksud dengan ‘Allah SWT meneguhkan orang beriman dengan ucapan yang teguh’ adalah bahwa mayat orang beriman di kubur itu mampu menjawab dengan mantap tiga pertanyaan malaikat dalam kubur, iaitu tentang siapa tuhanmu, siapa nabimu dan apa agamamu.

Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah SAW bersabda,

”Sesungguhnya seorang hamba ketika diletakkan di kuburnya dan ditinggalkan oleh teman-temannya, maka dia masih mendengar suara selipar mereka. Imam Bukhari menambahkan,”Sedangkan orang munafik dan kafir diserukan kepada mereka,”

4. Apa yang harus dilakukan oleh anak setelah kedua ibubapanya wafat
Yang paling utama adalah mendoakannya, kerana doa anak yang soleh adalah hal yang secara sharih disebutkan sangat bermanfaat bagi ibubapanya yang sudah meninggal. Tentu saja anak itu harus anak yang soleh, beriman dan bertaqwa. Kerana hanya doa orang yang dekat dengan tuhannya saja yang akan didengar. Jadi kalau anaknya jarang solat, tidak pernah mengaji, buta ajaran agama dan asing dengan syariat Islam, lalu tiba-tiba berdoa, bagaimana Allah SWT akan mendengarnya. Sementara makanannya makanan haram, bajunya haram, mulutnya tidak lepas dari yang haram.

Selain itu anak yang soleh boleh mengeluarkan infaq, shadaqah dan ibadah maliyah lainnya yang diniatkan untuk disampaikan pahalanya kepada orang tuanya. Tentang sampainya pahala ibadah maliyah dari orang yang masih hidup untuk orang yang sudah wafat, ada banyak dalilnya. Di antaranya adalah:

”Seseorang tidak boleh melakukan solat untuk menggantikan orang lain, dan seseorang tidak boleh melakukan shaum untuk menggantikan orang lain, tetapi ia memberikan makanan untuk satu hari sebanyak satu mud gandum. .

Dari Abdullah bin Abbas ra bahwa Saad bin Ubadah ibunya meninggal dunia ketika ia tidak ada ditempat, lalu ia datang kepada Nabi SAW unntuk bertanya:

” Wahai Rasulullah SAW sesungguhnya ibuku telah meninggal sedang saya tidak ada di tempat, apakah jika saya bersedekah untuknya bermanfaat baginya? Rasul SAW menjawab: Ya, Saad berkata:” saksikanlah bahwa kebunku yang banyak buahnya aku sedekahkan untuknya”

Bahkan sebahagian ulama mengatakan bahawa bukan hanya ibadah maliyah saja yang boleh disampaikan pahalanya kepada orang wafat, namun ibadah badaniyah pun boleh dikrimkan pahalanya untuk orang yang sudah wafat. Dalilnya adalah nash berikut:

Dari ‘Aisyah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda,

” Barang siapa yang meninggal dengan mempunyai kewajiban shaum maka keluarganya berpuasa untuknya”

Hadits ini adalah hadits shahih yang menyebutkan bahwa pahala puasa sebagai ibadah badaniyah boleh dikirimkan untuk orang yang sudah wafat. Selain itu pahala itu adalah hak orang yang beramal. Jika ia menghadiahkan kepada saudaranya yang muslim, maka hal itu tidak ada halangan sebagaimana tidak dilarang menghadiahkan harta untuk orang lain di waktu hidupnya dan membebaskan hutang setelah wafatnya.

Wallahu a’lam,






"Serulah ke jalan Tuhanmu (wahai Muhammad) dengan hikmah kebijaksanaan dan nasihat pengajaran yang baik, dan berbahaslah dengan mereka (yang engkau serukan itu) dengan cara yang lebih baik; sesungguhnya Tuhanmu Dialah jua yang lebih mengetahui jalan orang yang sesat dari jalan-Nya, dan Dialah jua yang lebih mengetahui akan orang yang mendapat hidayah petunjuk."
(Surah an-Nahl: ayat 125)

No comments:

 
Dear Diary Blogger Template