^ Scroll to Top

Tuesday, January 6, 2009

Kehamilan Maryam

Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al-Qur'an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur, maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. Maryam berkata, "Sesungguhnya, aku berlindung darimu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa." Ia (Jibril) berkata, "Sesungguhnya, aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci."
(Surat Maryam: 16-19)


Sebagaimana yang diberitahukan dalam ayat di atas, setelah selesai satu tahap pelatihannya, Maryam menarik diri dari masyarakatnya ke wilayah bagian timur dan menghabiskan beberapa waktu hidupnya di sana. Tidak beberapa lama waktu berselang, malaikat Jibril (Gabriel) menampakkan diri pada mayam atas perintah Allah.

Maryam, yang merupakan seorang wanita yang mulia dan menjaga kehormatan, benar-benar merasa terganggu melihat seorang yang asing. Malaikat Jibril menerangkan bahwa dia adalah seorang malaikat yang diutus Allah untuk memberikan kabar bahagia tentang seorang anak laki-laki:

(Ingatlah) ketika Malaikat berkata, "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) dari-Nya, namanya Al-Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan salah seorang di antara orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)." (Surat Ali Imran: 45)


Mendengar kabar ini, Maryam mengajukan pertanyaan tentang bagaimana mungkin ia dapat mempunyai seorang putra, padahal tidak seorang laki-laki pun yang pernah menyentuhnya:

Maryam berkata, "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!" Jibril berkata, "Demikianlah." Tuhanmu berfirman, "Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan." Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh'. (Surat Maryam: 20-22)



Maryam berkata, "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-laki pun." Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril), "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya, 'Jadilah' lalu jadilah dia. (Surat Ali Imran: 47)


Selama Maryam tinggal di "tempat yang jauh" yang disebutkan dalam ayat di atas, Allah mendukungnya, baik secara fisik maupun materi. Ia benar-benar berada dalam lindungan dan perawatan-Nya selama masa mengandungnya. Semua kebaikannya secara khusus dipenuhi oleh Allah. Sementara itu, dengan menempatkannya di suatu tempat yang tersembunyi, Allah telah mencegah semua kejahatan orang-orang yang sama sekali tidak memahami situasi ini yang mungkin akan menculiknya.






"Serulah ke jalan Tuhanmu (wahai Muhammad) dengan hikmah kebijaksanaan dan nasihat pengajaran yang baik, dan berbahaslah dengan mereka (yang engkau serukan itu) dengan cara yang lebih baik; sesungguhnya Tuhanmu Dialah jua yang lebih mengetahui jalan orang yang sesat dari jalan-Nya, dan Dialah jua yang lebih mengetahui akan orang yang mendapat hidayah petunjuk."
(Surah an-Nahl: ayat 125)

Kelahiran Maryam & Kehidupannya

Assalammualaikum w.b.t dan salam sejahtera.

Alhamdulillah Syukur kehadrat Allah S.W.T, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang Selawat dan Salam bagi Rasulullah s.a.w dan Ahlul Baitnya.

Maryam, yang telah terpilih untuk melahirkan Yesus (Isa a.s.), terlahir pada saat terjadinya kekacauan, yaitu ketika Bani Israel mengharapkan sekali kedatangan Sang Messiah. Tanpa menyadari dirinya menjadi pusat pengharapan, Maryam secara khusus telah dipilih Allah untuk menerima tugas yang mahamulia ini dan sekaligus menjalaninya. Maryam berasal dari sebuah keluarga yang mulia, keluarga Imran. Allah telah melebihkan keluarga ini di atas seluruh umat manusia.

Seluruh anggota keluarga Imran terkenal mempunyai keimanan yang tinggi kepada Allah. Mereka berpaling kepada Allah dalam melakukan segala bentuk kebajikan dan dengan sangat cermat mematuhi semua perintah-Nya. Pada saat istri Imran mengetahui bahwa dirinya sedang mengandung, ia segera berpaling kepada Sang Penciptanya dan berdo'a, dan ia mempersembahkan apa yang ada dalam rahimnya untuk menjadi "pelayan Allah". Allah memberikan sebuah catatan dalam Al-Qur'an:

(Ingatlah) ketika istri Imran berkata, 'Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dariku. Sesungguhnya, Engkaulah yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui'. Maka tatkala Istri Imran melahirkan anaknya dia pun berkata, 'Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkan seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya, aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada pemeliharaan Engkau dari setan yang terkutuk."
(Surat Ali Imran: 35-36)


Ketika Maryam lahir, Istri Imran tetap hanya mencari keridhaan Allah. Ia berpaling kepada Allah dan mendo'akan Maryam serta keturunannya di bawah perlindungan Allah dari godaan setan yang terkutuk. Dikarenakan keikhlasan dan do'anya, Allah menganugrahkan pada Maryam sifat-sifat yang mulia. Dalam Al-Qur'an Allah menerangkan bagaimana Maryam tumbuh dan berkembang dalam perlindungan dan perawatan-Nya yang amat cermat. "Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik..." (Surat Ali Imran: 37) Zakariya menjadi pelindung Maryam. Selama Maryam berada bersamanya, ia menyadari bahwa Maryam telah dianugrahi sifat-sifat yang luar biasa. Terlebih Allah memberikannya banyak kenikmatan "tanpa perhitungan":

Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata, "Hai Maryam dari mana engkau memperoleh (makanan) ini?" Mayam menjawab, "Makanan itu dari sisi Allah". Sesungguhnya, Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. (Surat Ali Imran: 37)


Sebagaimana Allah telah memilih keluarga Imran, Dia juga memilih Maryam, seorang anggota keluarga Imran dan memberikan karunia yang luar biasa. Allah menyucikan Maryam dan telah melebihkan dari seluruh wanita pada masanya. Sifat-sifat yang dimilikinya tertulis dalam Al-Qur'an:

Dan (ingatlah) ketika malaikat (Jibril) berkata, "Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang ada di masa kamu). Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku'lah bersama orang-orang yang ruku'." (Surat Ali Imran: 42-43)


Dalam masyarakat di mana ia tinggal, Maryam telah menjadi seorang yang terkenal mempunyai loyalitas dan keikhlasan terhadap Allah. Khususnya, ia dikenal sebagai seorang wanita "yang menjaga kehormatannya". Dalam surah at-Tahariim, kita dapat menemukan sebuah catatan: 'Dan (ingatlah) Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari (roh) ciptaan Kami; dan Dia membenarkan kalimat Tuhannya dan kitab-kitab-Nya; dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat.' (Surat at-Tahriim: 12)






"Serulah ke jalan Tuhanmu (wahai Muhammad) dengan hikmah kebijaksanaan dan nasihat pengajaran yang baik, dan berbahaslah dengan mereka (yang engkau serukan itu) dengan cara yang lebih baik; sesungguhnya Tuhanmu Dialah jua yang lebih mengetahui jalan orang yang sesat dari jalan-Nya, dan Dialah jua yang lebih mengetahui akan orang yang mendapat hidayah petunjuk."
(Surah an-Nahl: ayat 125)

BACALAH SURAH YASSIN

RASULULLAH s.a.w telah bersabda yang bermaksud :

"Bacalah surah Yassin kerana ia mengandungi keberkatan", iaitu
:

1. Apabila orang lapar membaca surah Yaasin, ia boleh menjadi
kenyang.

2. Jika orang tiada pakaian boleh mendapat pakaian.

3. Jika orang belum berkahwin akan mendapat jodoh.

4. Jika dalam ketakutan boleh hilang perasaan takut.

5. Jika terpenjara akan dibebaskan.

6. Jika musafir membacanya, akan mendapat kesenangan apa yang
dilihatnya.


7. Jika tersesat boleh sampai ke tempat yang ditujuinya.

8. Jika dibacakan kepada orang yang telah meninggal dunia, Allah
meringankan siksanya.

9. Jika orang yang dahaga membacanya, hilang rasa hausnya.

10. Jika dibacakan kepada orang yang sakit, terhindar daripada
penyakitnya.


11. Rasulullah s.a.w bersabda : "Sesungguhnya setiap sesuatu
mempunyai hati dan hati al-Quran

itu ialah Yassin. Sesiapa membaca surah Yassin,
nescaya Allah menuliskan pahalanya seperti

pahala membaca al-Quran sebanyak 10 kali.

12. Sabda Rasulullah s.a.w lagi, "Apabila datang ajal orang yang suka
membaca surah Yassin pada

setiap hari, turunlah beberapa malaikat berbaris
bersama Malaikat Maut. Mereka berdoa dan

meminta dosanya diampunkan Allah, menyaksikan ketika
mayatnya dimandikan dan turut

menyembahyangkan jenazahnya".

13. Malaikat Maut tidak mahu memaksa mencabut nyawa orang yang suka
membaca
Yaasin

sehingga datang Malaikat Redwan dari syurga membawa
minuman untuknya. Ketika dia

meminumnya alangkah nikmat perasaannya dan dimasukkan
ke dalam kubur dengan rasa

bahagia dan tidak merasa sakit ketika nyawanya diambil.

14. Rasulullah s.a.w bersabda selanjutnya: "Sesiapa bersembahyang
sunat dua rakaat pada malam

Jumaat, dibaca pada rakaat pertama surah Yaasin dan
rakaat kedua Tabaroka, Allah jadikan

setiap huruf cahaya di hadapannya pada hari kemudian
dan dia akan menerima suratan

amalannya di tangan kanan dan diberi kesempatan membela
70 orang daripada ahli rumahnya

tetapi sesiapa yang meragui keterangan ini, dia adalah
orang-orang yang munafik.

Sesiapa yang menerima mesej ini tolong forwardkan kepada teman seagama
yang lain.

Untuk renungan semua,

Siapakah orang yang sibuk ?

Orang yang sibuk adalah orang yang tidak mengambil berat akan waktu
solatnya
seolah-olah ia

mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s

Siapakah orang yang manis senyumannya?

Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa
musibah
lalu dia kata

"Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil berkata,"Ya
Rabbi Aku redha dengan ketentuanMu ini",

sambil mengukir senyuman.

Siapakah orang yang kaya?

Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan
tidak
lupa akan kenikmatan

dunia yang sementara ini.

Siapakah orang yang miskin?

Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada
sentiasa

menumpuk-numpukkan harta.

Siapakah orang yang rugi?

Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun
masih
berat untuk

melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan.

Siapakah orang yang paling cantik?

Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?

Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati
membawa
amal-amal

kebaikan di mana kuburnya akan diperluaskan saujana mata memandang.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit?

Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak
membawa
amal-amal

kebaikkan lalu kuburnya menghimpitnya.

Siapakah orang yang mempunyai akal?

Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni syurga
kelak
kerana telah

mengunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari seksa neraka.

Siapakah org yg KEDEKUT ?

Orang yg kedekut ialah org yg membiar atau membuang email ini begitu
sahaja,
malah dia tidak akan

menyampaikan pula pada org lain.

Sebaik-baik manusia itu adalah mereka yang memberi manafa'at kepada
manusia






"Serulah ke jalan Tuhanmu (wahai Muhammad) dengan hikmah kebijaksanaan dan nasihat pengajaran yang baik, dan berbahaslah dengan mereka (yang engkau serukan itu) dengan cara yang lebih baik; sesungguhnya Tuhanmu Dialah jua yang lebih mengetahui jalan orang yang sesat dari jalan-Nya, dan Dialah jua yang lebih mengetahui akan orang yang mendapat hidayah petunjuk."
(Surah an-Nahl: ayat 125)

12 BARISAN MANUSIA MENUJU KE AKHIRAT

Barisan pertama:

Diiringi dari kubur dlm keadaan tidak bertangan & berkaki.

Keadaan ini dijelaskan melalui seruan Allah swt : "mereka orang2
yg menyakiti hati jiran sewaktu

hidup mereka, mereka yg sombong & tidak berbuat kebaikan kepada jiran
tetangga akan mendapat

kehinaan di dunia maupun di akhirat". Firman Allah "aku
akan memalingkan hati orang yg sombong

serta takbur di muka bumi ini dengan tiada alasan yg benar dari
(memahami)
ayat2 ku (yg

menunjukkan kekuasaan ku), itulah balasan & tempat kembali mereka
adalah
neraka"

Barisan ke-2:

Diiringi dari kubur dlm bentuk babi hutan.

Datang seruan Allah "mereka orang yg meringan2kan solat sewaktu
hidup, sesungguhnya orang yg

memelihara solat 5 waktu akan dihindari dari siksa kubur sebaliknya,
mereka
yg mengabaikan maka

waktu dia mati, mayatnya akan dihimpit oleh liang lahat sehingga
berselisih
tulang rusuk". Rasulullah

saw bersabda "sesungguhnya seorang hamba apabila dia berdiri untuk
bersolat, maka diletakkan

semua dosanya di atas kepala & kedua2 bahunya, maka setiap kali dia
rukuk atau sujud,

berjatuhanlah dosa2 itu

Barisan ke-3:

Di iringi dari kubur dgn bentuk keldai & perut penuh ular serta kala
jengking.

"Mereka adalah orang yg enggan membayar zakat ketika hidupnya walaupun
pada ketika itu

mereka tergolong dlm orang yg berkemampuan. Inilah balasannya &
tempat kembali mereka

adalah neraka"

Barisan ke-4:

Diiringi dari kubur dlm keadaan darah memancut keluar dari mulut

"Mereka adalah antara orang yg suka berdusta ketika berjual beli.
Berniagalah dengan jujur serta

amanah agar hasil yg diperoleh datang dari sumber yg halal".

Barisan ke-5:

Diiringi dari kubur dalam keadaan berbau busuk seperti bangkai

Ketika itu Allah menurunkan angin sehingga bau busuk itu menganggu
ketenteraman
padang

mahsyar "mereka ini adalah orang yang menyembunyikan perlakuan
derhaka, takut diketahui oleh

manusia tetapi tidak pula takut kepada Allah. Inilah balasannya &
tempat mereka juga adalah

neraka.

Barisan ke-6
:

Diiringi dari kubur dengan keadaan kepala terputus dari badan

Mereka adalah orang yg dahulunya menjadi saksi palsu.

Barisan ke-7:

Diiringi dari kubur tanpa lidah tetapi mengalir darah & nanah dari
mulut

Mereka-mereka ini adalah orang yg enggan memberi kesaksian kebenaran

Barisan ke-8:

Diiringi dari kubur dlm keadaan terbalik,kepala ke bawah & kaki ke
atas

Mereka adalah orang yg melakukan zina. Tempat mereka juga adalah
di neraka. Sabda Rasulullah

"tiada bersunyi2an antara seorang lelaki & wanita, melainkan wujudnya
syaitan sebagai orang ketiga

antara mereka"

Barisan ke-9:

Diiringi dari kubur dengan wajah hitam & bermata biru, sementara dlm
diri mereka penuh

dengan api gemuruh

Mereka adalah orang yg makan harta anak yatim dengan cara yang tidak
sepatutnya

Barisan ke-10:

Diiringi dari kubur dlm keadaan tubuh berpenyakit sopak & dipenuhi
kusta

Mereka ini adalah orang yg derhaka kepada ibu bapa sewaktu hidupnya.

Barisan ke-11:

Diiringi dari kubur dlm keadaan buta, gigi panjang seperti tanduk
lembu jantan bibir

terjuih hingga ke dada & lidah terjulur hingga ke perut serta keluar
pelbagai kotoran yg

menjijikkan.

Mereka ini adalah orang yg minum arak sewaktu hidupnya.

Barisan ke-12:

Diiringi dari kubur dengan wajah bersinar2 seperti bulan purnama,
mereka
melalui titian

siratulmustakim seperti kilat.

Datang suara dari sisi Allah yang memaklumkan "mereka semasa hidupnya
adalah orang yg

beramal salih & melakukan kebaikan. Mereka juga menjauhi perbuatan
derhaka, memelihara solat

lima waktu, & meninggalkan dunia dalam keadaan bertaubat.. Inilah
balasan mereka & tempat

kembali mereka adalah syurga, beroleh keampunan,kasih sayang &
keredhaan
Allah swt."







"Serulah ke jalan Tuhanmu (wahai Muhammad) dengan hikmah kebijaksanaan dan nasihat pengajaran yang baik, dan berbahaslah dengan mereka (yang engkau serukan itu) dengan cara yang lebih baik; sesungguhnya Tuhanmu Dialah jua yang lebih mengetahui jalan orang yang sesat dari jalan-Nya, dan Dialah jua yang lebih mengetahui akan orang yang mendapat hidayah petunjuk."
(Surah an-Nahl: ayat 125)

Membina Istana Di Syurga

Daripada Uthman bin`Affan katanya sesungguhnya saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesiapa yang membina masjid ikhlas kerana Allah, Allah akan membina untuknya rumah seperti itu di dalam syurga. (al-Bukhari: 439, Muslim: 533)



Setiap orang mengimpikan untuk memiliki kediaman sendiri yang indah dan selesa supaya dia dapat merehatkan diri dan mendapat ketenangan. Bagaimana pun sesetengah orang, disebabkan kemampuan kewangan yang tidak mencukupi tidak dapat memenuhi impiannya. Yang hanya dimiliki adalah tenaga. Membina masjid dalam hadis di atas merangkumi pembinaan dengan modal benda dan modal tenaga manusia. Masing-masing mempunyai peranan dan sumbangan.



Di sini Rasulullah s.a.w. menarik perhatian umatnya supaya melihat ke hadapan yang lebih jauh lagi. Bagaimana sepatutnya setiap mukmin itu memiliki istananya sendiri di dalam syurga. Kekecewaan dengan kehidupan dunia tidak sepatutnya menghalang seseorang berusaha untuk kehidupan akhirat.



Rumah atau istana di syurga tentunya tidak akan dapat ditandingi oleh mana-mana istana di dunia. Keindahan dan kemewahan syurga yang tidak dapat dibayangkan

Hadis ini mengandungi isyarat supaya orang mukmin mengingati negeri asal sendiri. Dari mana kita datang ke situlah kita akan kembali. Oleh kerana itu, Allah s.w.t. sentiasa menyeru hamba-hamba-Nya kepada kembali ke syurga. Allah s.w.t.. berfirman:



(Itulah dia kesudahan kehidupan dunia) dan sebaliknya Allah menyeru manusia ke tempat kediaman yang selamat sentosa dan Dia sentiasa memberi petunjuk hidayatNya kepada sesiapa yang dikehendakiNya (menurut undang-undang peraturanNya) ke jalan yang betul lurus (yang selamat itu).

(Surah Yunus: 25)



Dalam riwayat yang lain, Rasulullah s.a.w. menyebutkan tujuan pembinaan masjid. Masjid hendaklah dibina sebagai tanda mengingati Allah, memakmurkannya dengan ibadat dan ketaqwaan bukan untuk berbangga dan bermegah-megah. Sabda baginda:



Daripada Umar bin al-al-Khattab katanya saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesiapa yang membina masjid yang diingati padanya nama Allah, Allah akan binakan untuknya sebuah rumah di dalam syurga. (Ibn Majah, no: 735)



Sebagaimana jumlah tidak menjadi syarat dalam bersedekah begitu juga dalam pembinaan masjid, saiz bukan menjadi ukuran tetapi keikhlasan. Sabda baginda:



Daripada Jabir bin Abdullah bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesiapa yang membina masjid kerana sebesar sarang burung atau lebih kecil lagi, Allah akan binakan untuknya sebuah rumah di dalam syurga. (Ibn Majah, no: 738)



Hadis ini bukan untuk menyatakan saiz sebesar itu bagi masjid kerana ruang sekadar itu tidak boleh untuk bersembahyang di dalamnya. Apa yang ditekankan oleh hadis ini ialah pahala membina masjid tetap sabit walaupun masjid itu kecil, biar sebanyak mana sumbangan kita.



Hadis-hadis di atas juga mengisyaratkan di sebalik pahala sebegitu besar ini adanya peranan institusi masjid dalam sesebuah masyarakat. Oleh kerana itulah, setibanya Rasulullah s.a.w. ke Madinah, baginda merencanakan untuk mendirikan masjid sebagai pusat kegiatan umat Islam. Setelah mempersaudarakan antara Muhajirin dan Ansar, baginda mengukuhkan lagi ikatan masyarakat baru itu dengan tautan aqidah, syariat dan akhlak. Semua ini terpancar dari roh dan sinar masjid. Persaudaraan bertambah erat dengan pertemuan sesama sendiri sekurang-kurang lima kali sehari tanpa ada pembeza dari segi darjat, keturunan dan kekayaan. Semuanya sama-sama datang sebagai hamba Allah. Mereka berada di peringkat yang sama dalam mengabdikan diri kepada Allah s.w.t. Bermula dari masjid dapat dirancang pelbagai kegiatan keilmuan, perekonomian dan kemasyarakatan.



Selain itu, ada beberapa hadis yang lain menyebutkan amalan-amalan lain yang membolehkan seseorang itu mendapat istana di dalam syurga. Antaranya ialah sembahyang sunat rawatib.



Daripada Ummu Habibah katanya saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesiapa bersembahyang 12 rakaat dalam sehari dan semalam, dibina untuknya sebuah rumah di dalam syurga. (Muslim, no: 728)

Dalam riwayat Aishah 12 belas rakaat itu adalah sunat rawatib.



Daripada `Aishah daripada Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesiapa sentiasa melazimi sembahyang 12 rakaat dalam sehari dan semalam, Allah s.w.t. akan binakan untuknya sebuah rumah di dalam syurga. 4 rakaat sebelum zuhur, 2 rakaat selepas zuhur, 2 rakaat selepas maghrib, 2 rakaat selepas isya’ dan 2 rakaat sebelum subuh. (Riwayat al-Nasai’i no: 1795, al-Tirmizi, no: 414,Ibn Majah, no: 1140)



Amalan lain yang membolehkan kita memperolehi rumah di dalam syurga ialah meninggalkan perbalahan, berdusta dan melazimkan diri dengan akhlak yang mulia.



Daripada Abi Umamah katanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Saya menjadi penjamin terhadap rumah di pinggir syurga kepada orang meninggalkan perbalahan walaupun dia yang betul, terhadap rumah di tengah-tengah syurga bagi sesiapa yang meninggalkan berdusta walaupun dalam bergurau senda dan terhadap rumah di bahagian atas syurga bagi sesiapa yang memperelokkan pekertinya. (Abu Daud, no: 4800)








"Serulah ke jalan Tuhanmu (wahai Muhammad) dengan hikmah kebijaksanaan dan nasihat pengajaran yang baik, dan berbahaslah dengan mereka (yang engkau serukan itu) dengan cara yang lebih baik; sesungguhnya Tuhanmu Dialah jua yang lebih mengetahui jalan orang yang sesat dari jalan-Nya, dan Dialah jua yang lebih mengetahui akan orang yang mendapat hidayah petunjuk."
(Surah an-Nahl: ayat 125)

 
Dear Diary Blogger Template