^ Scroll to Top

Thursday, July 31, 2008

Renungan








"Serulah ke jalan Tuhanmu (wahai Muhammad) dengan hikmah kebijaksanaan dan nasihat pengajaran yang baik, dan berbahaslah dengan mereka (yang engkau serukan itu) dengan cara yang lebih baik; sesungguhnya Tuhanmu Dialah jua yang lebih mengetahui jalan orang yang sesat dari jalan-Nya, dan Dialah jua yang lebih mengetahui akan orang yang mendapat hidayah petunjuk."
(Surah an-Nahl: ayat 125)

Tuesday, July 29, 2008

Kisah Benar : 7 kali menunaikan Haji tidak melihat Kaabah

Sebagai seorang anak yang berbakti kepada orang tuanya, Hasan (bukan
nama sebenarnya), mengajak ibunya untuk menunaikan rukun Islam yang
kelima.Sarah (juga bukan nama sebenarnya), sang Ibu, tentu senang dengan
ajakan anaknya itu. Sebagai muslim yang mampu secara material,mereka
memang berkewajiban menunaikan ibadah Haji. Segala kelengkapan sudah
disiapkan.
Ibu dan anak ini akhirnya berangkat ke tanah suci. Keadaan keduanya
sihat walafiat, tak kurang satu apapun. Tiba harinya mereka melakukan
thawaf dengan hati dan niat ikhlas menyeru panggilan Allah, Tuhan
Semesta Alam. "Labaik Allahuma labaik, aku datang memenuhi seruanMu
ya Allah".
Hasan menggandeng ibunya dan berbisik, "Ummi undzur ila Ka'bah (Bu,
lihatlah Ka'bah)." Hasan menunjuk kepada bangunan empat persegi
berwarna hitam itu. Ibunya yang berjalan di sisi anaknya tak beraksi dia
terdiam.
Perempuan itu sama sekali tidak melihat apa yang ditunjukkan oleh
anaknya.
Hasan kembali membisiki ibunya. Ia tampak bingung melihat raut wajah
ibunya. Di wajah ibunya tampak kebingungan. Ibunya sendiri tak
mengerti mengapa ia tak bisa melihat apapun selain kegelapan. beberapakali ia
mengusap-usap matanya, tetapi kembali yang tampak hanyalah kegelapan.
Padahal, tak ada masalah dengan kesihatan matanya. Beberapa minit
yang lalu dia masih melihat segalanya dengan jelas, tapi mengapa memasuki
Masjidil Haram segalanya menjadi gelap gulita. Tujuh kali Haji Anak
yang sholeh itu bersimpuh di hadapan Allah. Ia shalat memohon
ampunan-Nya.
Hati Hasan begitu sedih. Siapapun yang datang ke Baitulah, mengharap
rahmatNYA.Terasa hampa menjadi tamu Allah, tanpa menyaksikan segala
kebesaran-Nya, tanpa merasakan kuasa-Nya dan juga rahmat-Nya.
Hasan tidak berkecil hati, mungkin dengan ibadah dan taubatnya yang
sungguh-sungguh, Ibundanya akan dapat merasakan anugerah-Nya, dengan
menatap Ka'bah, kelak. Anak yang soleh itu berniat akan kembali
membawa
ibunya berhaji tahun depan. Ternyata nasib baik belum berpihak
kepadanya.
Tahun berikutnya kejadian serupa terulang lagi. Ibunya kembali
dibutakan
didekat Ka'bah, sehingga tak dapat menyaksikan bangunan yang
merupakan simbol persatuan umat Islam itu. Wanita itu tidak dapat melihat
Ka'bah.
Hasan tidak patah arang. Ia kembali membawa ibunya ke tanah suci
tahun berikutnya.
Anehnya, ibunya tetap saja tak dapat melihat Ka'bah. Setiap berada
di Masjidil Haram, yang tampak di matanya hanyalah gelap dan gelap.
Begitulah keganjilan yang terjadi pada diri Sarah. hingga kejadian
itu berulang sampai tujuh kali menunaikan ibadah haji.Hasan tak habis
fikir, dia tak mengerti, apa yang menyebabkan ibunya menjadi buta di depan
Ka'bah.
Padahal, setiap kali berada jauh dari Ka'bah, penglihatannya selalu
normal. Dia bertanya-tanya, apakah ibunya punya kesalahan sehingga
mendapat azab dari Allah SWT ?. Apa yang telah diperlakukan ibunya,
sehingga mendapat musibah seperti itu ? Segala pertanyaan berkecamuk
dalam dirinya. Akhirnya diputuskannya untuk mencari seorang alim
ulama, yang dapat membantu permasalahannya.
Beberapa saat kemudian ia mendengar ada seorang ulama yang terkenal
kerana kesohlehannya dan kebaikannya di Abu Dhabi (Uni Emirat).
Tanpa kesulitan bererti, Hasan dapat bertemu dengan ulama yang dimaksud.
Ia pun mengutarakan masalah kepada ulama yang soleh ini. Ulama itu
mendengarkan dengan saksama, kemudian meminta agar Ibu Hasan perlu
menelefonnya.Anak yang berbakti ini pun pulang. Setibanya di tanah
kelahirannya, dia meminta ibunya untuk menghubungi ulama di Abu
Dhabi tersebut. Beruntung, sang Ibu mau memenuhi permintaan anaknya. Ia pun
menelefon ulama itu, dan menceritakan kembali peristiwa yang dialaminya di
tanah suci. Ulama itu kemudian meminta Sarah introspeksi, mengingat
kembali, mungkin ada perbuatan atau peristiwa yang terjadi padanya di masa
lalu, sehingga ia tidak mendapat rahmat Allah. Sarah diminta untuk
bersikap terbuka, mengatakan dengan jujur, apa yang telah dilakukannya. "Anda
harus berterus-terang kepada saya, karana masalah anda bukan masalah
senang," kata ulama itu pada Sarah. Sarah terdiam sejenak. Kemudian
dia meminta waktu untuk memikirkannya. Tujuh hari berlalu, akan tetapi
ulama itu tidak mendapat sebarang khabar dari Sarah.
Pada minggu kedua setelah percakapan pertama mereka, akhirnya Sarah
menelefon. "Ustaz, waktu masih muda, saya bekerja sebagai jururawat
di rumah sakit," cerita Sarah akhirnya.
"Oh, bagus..... Pekerjaan jururawat adalah pekerjaan mulia," potong
ulama itu. "Tapi saya mencari wang sebanyak-banyaknya dengan berbagai cara, tidak peduli, apakah cara
saya itu halal atau haram," ungkapnya terus terang. Ulama itu terkejut.
Ia tidak menyangka wanita itu akan berkata demikian.
"Disana...." sambung Sarah, "Saya sering kali menukar bayi, karana
tidak semua ibu senang dengan bayi yang telah dilahirkan. Kalau ada yang
menginginkan anak laki-laki, padahal bayi yang dilahirkannya
perempuan, dengan imbuhan wang, saya tukar bayi-bayi itu sesuai dengan
keinginan mereka."
Ulama tersebut amat terkejut mendengar penjelasan Sarah.
"Astagfirullah......" betapa tega wanita itu menyakiti hati para ibu yang diberi amanah

Allah untuk melahirkan anak.bayangkan, betapa banyak keluarga
yang telah dirosaknya, sehingga tidak jelas nasabnya. Apakah Sarah
tidak tahu, bahawa dalam Islam menjaga nasab atau keturunan sangat
penting. Jika seorang bayi ditukar, tentu nasabnya menjadi tidak jelas.
Padahal, nasab ini sangat menentukan dalam perkawinan, terutama
dalam masalah mahram atau muhrim, iaitu orang-orang yang tidak boleh
dinikahi."Cuma itu yang saya lakukan," ucap Sarah. "Cuma itu ?"
tanya ulama terperanjat.
"Tahukah anda bahawa perbuatan anda itu dosa yang luar biasa,
betapa banyak keluarga yang sudah anda hancurkan!". ucap ulama dengan nada
tinggi."Lalu apa lagi yang Anda kerjakan?
"tanya ulama itu lagi sedikit kesal. "Di rumah sakit, saya juga
melakukan tugas memandikan orang mati."
"Oh bagus, itu juga pekerjaan mulia," kata ulama. "Ya, tapi saya
memandikan orang mati karana ada kerja sama dengan tukang sihir."
"Maksudnya?" tanya ulama tidak mengerti. "Setiap saya bermaksud
menyengsarakan orang, baik membuatnya mati atau sakit, segala
perkakas sihir itu sesuai dengan syaratnya, harus dipendam di dalam tanah.
Akan tetapi saya tidak menguburnya di dalam tanah, melainkan saya
masukkan benda-benda itu ke dalam mulut orang yang mati."
"Suatu kali, pernah seorang alim meninggal dunia. Seperti biasa,
saya memasukkan berbagai barang-barang tenung seperti jarum, benang dan
lain-lain ke dalam mulutnya. Entah mengapa benda-benda itu seperti
terpental, tidak hendak masuk, walaupun saya sudah menekannya
dalam-dalam. Benda-benda itu selalu kembali keluar. Saya cuba lagi begitu
seterusnya berulang-ulang. Akhirnya, emosi saya memuncak, saya masukkan benda
itu dan saya jahit mulutnya. Cuma itu dosa yang saya lakukan." Mendengar
pertuturan Sarah yang datar dan tanpa rasa dosa, ulama itu berteriak
marah.

"Cuma itu yang kamu lakukan ?". "Masya Allah....!!! Saya tidak dapat
bantu anda. Saya angkat tangan".Ulama itu amat sangat terkejutnya mengetahui
perbuatan Sarah. Tidak pernah terbayang dalam hidupnya ada seorang
manusia, apalagi dia adalah wanita, yang memiliki nurani begitu
tega, begitu keji.Tidak pernah terjadi dalam hidupnya, ada wanita yang melakukan perbuatan
sekeji itu. Akhirnya ulama itu berkata, "Anda harus memohon ampun
kepada Allah, kerana hanya Dialah yang dapat mengampuni dosa Anda."


Bumi menolaknya. Setelah beberapa lama, sekitar tujuh hari kemudian
ulama tidak mendengar khabar selanjutnya dari Sarah. Akhirnya ia
mendapat tahu dengan menghubunginya melalui telepon. Ia berharap
Sarah telah bertaubat atas segala yang telah diperbuatnya. Ia berharap
Allah akan mengampuni dosa Sarah, sehingga Rahmat Allah datang
kepadanya.Kerana tak juga memperoleh khabar, ulama itu menghubungi
keluarga Hasan di Mesir.

Kebetulan yang menerima telepon adalah Hasan sendiri. Ulama
menanyakan khabar Sarah,ternyata khabar duka yang diterima ulama itu. "Ummi
sudah meninggal dua hari setelah menelefon ustad," ujar Hasan. Ulama itu
terkejut mendengar khabar tersebut. "Bagaimana ibumu meninggal,
Hasan?". tanya ulama itu.

Hasan pun akhirnya bercerita : Setelah menelefon ulama, dua hari
kemudian ibunya jatuh sakit dan meninggal dunia. Yang mengejutkan
adalah peristiwa penguburan Sarah.


Ketika tanah sudah digali, untuk kemudian dimasukkan jenazah atas
izin Allah, tanah itu rapat kembali, tertutup dan mengeras. Para penggali
mencari lokasi lain untuk digali. Peristiwa itu berulang kembali.
Tanah yang sudah digali kembali menyempit dan tertutup rapat. Peristiwa
itu berlangsung begitu cepat, sehingga tidak seorangpun penghantar
jenazah yang menyedari bahawa tanah itu kembali rapat.

Peristiwa itu terjadi berulang-ulang. Para penghantar yang
menyaksikan peristiwa itu merasa ngeri dan merasakan sesuatu yang aneh
terjadi. Mereka yakin, kejadian tersebut pastilah berkaitan dengan
perbuatan si mayat.
Waktu terus berlalu, para penggali kubur putus-asa kerana pekerjaan
mereka tak juga selesai. Siang pun berlalu, petang menjelang, bahkan
sampai hampir maghrib, tidak ada satu pun lubang yang berhasil
digali. Mereka akhirnya pasrah, dan beranjak pulang. Jenazah itu dibiarkan
saja tergeletak di hamparan tanah kering kerontang.

Sebagai anak yang begitu sayang dan hormat kepada ibunya, Hasan
tidak tega meninggalkan jenazah orang tuanya ditempat itu tanpa dikubur.
Kalaupun dibawa pulang, rasanya tidak mungkin. Hasan termenung di
tanah perkuburan seorang diri. Dengan izin Allah, tiba-tiba berdiri
seorang laki-laki yang berpakaian hitam panjang, seperti pakaian khusus
orang Mesir. Lelaki itu tidak tampak wajahnya, kerana terhalang tutup kepalanya
yang menjorok ke depan. Laki-laki itu mendekati Hasan kemudian berkata
padanya,"

Biar aku tangani jenazah ibumu, pulanglah!". kata orang itu.
Hasan lega mendengar bantuan orang tersebut, Ia berharap laki-laki
itu akan menunggu jenazah ibunya. Syukur-syukur menggali lubang dan
kemudian mengebumikan ibunya. "Aku minta supaya kau jangan menengok
ke belakang, sampai tiba di rumahmu, "pesan lelaki itu. Hasan
mengangguk, kemudian ia meninggalkan pemakaman. Belum sempat ia di luar lokasi
pemakaman,terselit keinginannya untuk mengetahui apa yang terjadi dengan
jenazah ibunya.

Sedetik kemudian ia menengok ke belakang. Betapa pucat wajah Hasan,
melihat jenazah ibunya sudah dililit api, kemudian api itu menyelimuti
seluruh tubuh ibunya. Belum habis rasa herannya, sedetik kemudian
dari arah yang berlawanan, api menerpa wajah Hasan. Hasan
ketakutan.Dengan langkah seribu, dia pun bergegas meninggalkan tempat itu. Demikian
yang diceritakan Hasan kepada ulama itu. Hasan juga mengaku, bahwa
separuh wajahnya yang tertampar api itu kini berbekas kehitaman kerana
terbakar.

Ulama itu mendengarkan dengan seksama semua cerita yang diungkapkan
Hasan. Dia menyarankan, agar Hasan segera beribadah dengan khusyuk
dan meminta ampun atas segala perbuatan atau dosa-dosa yang pernah
dilakukan oleh ibunya. Akan tetapi, ulama itu tidak menceritakan kepada Hasan,
apa yang telah diceritakan oleh ibunya kepada ulama itu. Ulama itu
meyakinkan Hasan, bahwa apabila anak yang soleh itu memohon ampun
dengan sungguh-sungguh, maka bekas luka di pipinya dengan izin Allah akan
hilang.


Benar saja, tak berapa lama kemudian Hasan kembali memberitahu ulama
itu, bahawa lukanya yang dulu amat terasa sakit dan panas luar biasa,
semakin hari bekas kehitamannya hilang. Tanpa tahu apa yang telah dilakukan
ibunya selama hidup, Hasan tetap mendoakan ibunya. Ia berharap,
apapun perbuatan dosa yang telah dilakukan oleh ibunya, akan diampuni oleh
Allah SWT.

Semoga kisah nyata dari Mesir ini bisa menjadi pelajaran bagi kita
semua. Wang $50.000 atau $50 kelihatan begitu besar bila dibawa ke
kotak derma masjid, tetapi begitu kecil bila kita bawa ke supermarket. 45
minit terasa terlalu lama untuk berzikir tapi betapa pendeknya waktu
itu untuk pertandingan bola sepak. Semua insan ingin memasuki syurga
tetapi tidak ramai yang berfikir dan berbicara tentang bagaimana untuk
memasukinya. Kita mengirimkan ribuan 'jokes' dan 'surat berantai' melalui e-mail
tetapi bila mengirimkan yang berkaitan dengan ibadah seringkali
berfikir 2 atau 3 kali.









"Serulah ke jalan Tuhanmu (wahai Muhammad) dengan hikmah kebijaksanaan dan nasihat pengajaran yang baik, dan berbahaslah dengan mereka (yang engkau serukan itu) dengan cara yang lebih baik; sesungguhnya Tuhanmu Dialah jua yang lebih mengetahui jalan orang yang sesat dari jalan-Nya, dan Dialah jua yang lebih mengetahui akan orang yang mendapat hidayah petunjuk."
(Surah an-Nahl: ayat 125)

Kesan dengki

Sekurang-kurangnya ada tujuh kesan buruk daripada sifat dengki.

  • terhapusnya amalan baik yang dilakukan.
  • mendorong membuat kemungkaran dan penderhakaan terhadap allah
  • kehilangan syarat untuk menerima syafaat pada hari kiamat
  • akan dihumban kedalam neraka, jika tidak bertaubat
  • menyebabkan kesusahan dan kesulitan kepada pemiliknya
  • menghalang pintu hati sesorang daripada memahami secara benar ilmu agama
  • sentiasa tehalang daripada mendapat kebaikan dan keuntungan

kesimpulannya, hasad dengki hanya akan menyebabkan kerugian kepada orang yang memilikinya dan agama islam.
ketakwaan seseorang hamba akan menjadikan sesorang itu menginsafi akan kewujudannya di muka bumi ini.

Fikirkanlah......









"Serulah ke jalan Tuhanmu (wahai Muhammad) dengan hikmah kebijaksanaan dan nasihat pengajaran yang baik, dan berbahaslah dengan mereka (yang engkau serukan itu) dengan cara yang lebih baik; sesungguhnya Tuhanmu Dialah jua yang lebih mengetahui jalan orang yang sesat dari jalan-Nya, dan Dialah jua yang lebih mengetahui akan orang yang mendapat hidayah petunjuk."

(Surah an-Nahl: ayat 125)

Monday, July 28, 2008

AMALAN TERBAIK DALAM HIDUP

  • 1. Sesiapa yang berwuduk saat ingin tidur dan meminta supaya ALLAH berikan kebaikan dunia dan akhirat pasti akan di kabulkan - Tirmizi. Sunat tidur dalam keadaan berwuduk.
  • 2. Sesiapa yang berselawat tidak kiralah banyak mana hitunganya setiap hari akan dapat keberkatan dalam apa jua dengan syarat ia berusaha mencari keredhaanNya.
  • 3. Sesiapa yang berselawat 41 kali sehari, insyaALLAH, akan dihindarkan daripada sifat tercela seperti hasad dengki, riak dsbnya dalam dirinya.
  • 4. Berselawat 33 kali sehari dapat menjernihkan hati, mudah memahami akan sesuatu ilmu yang diajarkan, di samping beroleh ketenangan fikiran.
  • 5. ALLAH akan hapuskan dosa-dosa kecil dengan kita mengamalkan berselawat sebanyak 11 kali tiap kali selesai menunaikan solat fardu.
  • 6. Sewaktu menghadapi hidangan, Nabi membiasakan diri dengan mengambil makanan yang terdekat, kemudian baru di ambil hidangan yang lainnya sebagai simbolik kesopanan.
  • 7. Amalkan membaca selawat sebanyak 1000 kali sehari, insyaALLAH akan di kurniakan kebijaksanaan pemikiran. Di samping itu berusahalah untuk menerokai pelbagai ilmu.
  • 8. Sesiapa yang berniat mandi(untuk solat jumaat) kemudian pakai pakaian terbaik & wangian lalu solat jumaat, dosanya akan diampun hingga jumaat berikutnya-Ahmad.
  • 9. Sesiapa yang mengamalkan berselawat 11 kali tiap hari, dengan izin ALLAH dirinya akan lebih dihargai oleh orang lain.
  • 10. Uthman bin Affan riwayatkan bahawa Nabi SAW apabila berwuduk, beliau membasahi janggutnya-Tirmizi
  • 11. Nabi tidak pernah mencela makanan. Jika baginda suka, dia makan dan sebaliknya beliau tinggalkan-Bukhari. Apatah lagi jika makanan itu pemberian orang lain.
  • 12. Sahabat meriwayatkan: Aku lihat Nabi SAW makandengan 3 jari(ibu jari telunjuk & tengah)-Muslim. Jarang sekali beliau makan dengan 4 @ 5 jari kecuali ada keperluan
  • 13. Menurut Sayyid Ahmad dahlan, sesiapa berselawat walau sekali pada malam jumaat, saat mautnya kelak akan dipermudahkan ALLAH seperti yang dihadapi oleh para nabi
  • 14. Setiap penyakit ada penawarnya. Bacalah selawat tujuh kali pada air dan minum. InsyaALLAH, perut yang sakit atau memulas akan sembuh
  • 15. Perbaharui wuduk tiap kali bersolat krn padanya terdapat banyak fadhilat. Hadith: Sesiapa yang berwuduk dalam keadaan suci, ALLAH catatkan 10 kebaikan baginya-Abu Dawud.
  • 16. Sesiapa yang mengamalkan membaca selawat tiga kali setiap selepas solat lima waktu akan dihilangkan kebuntuan fikiran dalam menghadapi apa jua masalah
  • 17. Nabi SAW sering menghadap kekanan sedikit setelah solat berjemaah supaya makmum dapat melihat wajahnya. Sebaiknya imam berzikir dan doa seketika bersama makmum
  • 18. Allah akan hapuskan dosa-dosa kecil dengan kita mengamalkan beselawat sebanyak 11 kali tiap kali selesai menunaikan solat fardu
  • 19. Nabi tak makan sambil bersandar-Bukhari. Ertinya, baginda makan dengan duduk condong sedikit ke hadapan bagi elakkan dirinya terlalu kenyang & mudahkan penghadaman
  • 20. Menurut Syihab Ahmad, sesiapa berselawat tiga kali tiap selesai solat subuh, Maghrib dan isyak, ALLAH akan menghindarkannya drp sebarang bencana
  • 21. Nabi sering beristinsyaq air kedalam hidung dan menghembuskannya. Selain membersihkan, ia juga mengelakkan sebarang penyakit yang berkaitan dengan hidung
  • 22. Setelah bersolat Nabi memohon ampun ( astagfirullahalaziim) tiga kali-Muslim. Dalam riwayat yang lain, Nabi adakalanya beristighfar 75 kali sehari
  • 23. Sesiapa yang amalkan berselawat sebanyak 1000 kali tiap hari, ALLAH akan memeliharanya daripada sebarang ancaman musuh serta bahaya fitnah
  • 24. Apabila Nabi tidur, ia dahulukan mengiring sebelah kanan - Bukhari. Dari segi kesihatan, cara berkenaan baik untuk jantung (yang berada di kiri badan) mengepam darah
  • 25. Amalan berselawat secara teratur setiap hari mampu membersihkan kekeruhan jiwa, dipermudahkan ALLAH segala urusan dan mendapat keampunan daripadaNYA
  • 26. Tika Nabi tidur, ia membaca surah Al-Ikhlas,Al-Falaq dan An-Naas lalu meniup telapak tangan serta menyapu keseluruh tubuh)mohon perlindunganNYA) - Bukhari
  • 27. Membaca selawat 10 kali pada setiap waktu pagi dan petang akan memperolehi keredhaan serta dijauhkan diri daripada mendapat kemurkaan ALLAH
  • 28. Wuduk dahulu jika ingin tidur sekalipun dalam keadaan junub. Nabi menyarankan, cukup dengan bersihkan kemaluan dan berwuduk tanpa perlu mandi wajib jika ingin tidur
  • 29. Munurut As-Shawi, sesiapa yang membaca selawat secara rutin, akan terpelihara hatinya daripada gangguan serta tipudaya syaitan yang melalaikan
  • 30. Silangkan kaki jika tidur di masjid. Hadith: Sahabat melihatNabi berbaring di masjid dgn satu kakinya atas kaki yang lain (krn bimbang terdedah aurat) - Bukhari
  • 31. Sesiapa yang membaca selawat sebanyak tujuh kali selama tujuh Jumaat berturut-turut, ia bakal mendapat syafaat (pertolongan) daripada baginda SAW
  • 32. Adakalanya Nabi SAW amat menyukai doa-doa yang ringkas (mudah) - Abu dawud. Baginda mementingkan kualiti doa itu sendiri dengan sedikit tetapi maknanya yang menyeluruh
  • 33. Menurut Al-Hafiz Dimyati, sesiapa yang berhajat menemui Nabi SAW dalam mimpinya maka amalkan membaca selawat sebanyak 70 kali sehari
  • 34. Setelah bersolat Nabi SAW mohon ampun (astagfirullahalaziim) tiga kali - Muslim. Dalam riwayat yang lain, Nabi adakalanya beristighfar 75 kali sehari
  • 35. Nabi seorang yang berpsikologi dalam memberi nasihat. Nabi memilih waktu yang sesuai untuk menasihati sahabat supaya mereka tidak bosan (atau tersinggung) - bukhari
  • 36. Ada riwayat yang menyatakan bahawa amalan berselawat 80 kali tiap selepas solat asar pada hari jumaat, insyaALLAH akan dihapuskan dosa-dosa kecil seseorang
  • 37. Menutup mulut dan rendahkan suara tika bersin. Hadith: Apabila Nabi bersin, beliau letakkan tangan atau pakaiannya dimulut (kerana dibimbangi terpercik) - Abu Dawud
  • 38. Jiwa yang gelisah dapat ditenangkan dengan zikir, termasuklah berselawat sekerap yang mungkin kerana ALLAH itu Maha Luas rahmatNya
  • 39. Sabda Nabi SAW: Barangsiapa yang berselawat kepadakusebanyak 100 kali pada hari jumaat, maka ia akan datang pada hari kiamat dengan keadaan bercahaya - Abu Naim
  • 40. Nabi tidak pernah menolak hadiah. Hadith: nabi selalu terima hadiah & amat menghargainya - Bukhari
  • 41. Sesiapa yang sering mengamalkan berselawat pada setiap hari, ALLAH akan bukakan pintu rahmat dan rezeki yang tidak disangka-sangka baginya
  • 42. Selalu memilih yang lebih mudah. Hadith: Mudahkan sesuatu & jangan kamu sukarkannya - Muttafaq Alaih
  • 43. Berdiri apabila melihat iringan jenazah. Hadith: Apabila kamu sekalian melihat jenazah ( yang diusung), maka berdirilah (sbg tanda penghormatan) - Muttafaq Alaih
  • 44. Ulamak berpendapat, sesiapa yang amalkan selawat saban hari tak kira berapa hitungannya, InsyaALLAH dihindarkan daripada taun & wabak penyakit berbahaya yang lain
  • 45. Bersujud syukur jika dapat khabar gembira. Nabi sering melakukannya ketikaberoleh khabar yang menyenangkan sebagai tanda syukur hamba terhadap ALLAH - Abu dawud
  • 46. Membaca selawat 1000 kali selepas Solat Hajat dua rakaat mampu meenghilangkan keresahan, rasa dukacita serta dikabulkan ALLAH akan hajatnya
  • 47. Beri salam hingga tiga kali sahaja. Bahawasanya Nabi (apabila mendatangi rumah sahabat) beri salam hingga 3 kali - Bukhari. Jika salamnya tak berjawab, beliau beredar
  • 48. Menurut para ulamak, sesiapa yang inginkan saat kematiannya dalam kesudahan yang baik, maka berselawatlah sebanyak 10 kali setiap selesai solat Maghrib
  • 49. Melakukan pekerjaan rumah. Hadith: Bantuan terhadap isterimu itu adalah sedekah-Ad-Dailami
  • 50. Para ulamak berpendapat, ALLAH sempurnakan hajat yang baik dengan senantiasa berselawat 40 hingga 100 kali setiap hari, di ikuti dengan usaha yang berterusan.






...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

99 Langkah Meningkatkan Iman

  • 01. Bersyukur apabila mendapat nikmat;
  • 02. Sabar apabila mendapat kesulitan;
  • 03. Tawakal apabila mempunyai rencana/program;
  • 04. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;
  • 05. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;
  • 06. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;
  • 07. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;
  • 08. Jangan usik dengan kekayaan orang;
  • 09. Jangan hasad dan iri atas kesuksessan orang;
  • 10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksessan;
  • 11. Jangan tamak kepada harta;
  • 12. Jangan terlalu ambitious akan sesuatu kedudukan;
  • 13. Jangan hancur karena kezaliman;
  • 14. Jangan goyah kerana fitnah;
  • 15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi
  • kemampuan diri.
  • 16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram;
  • 17. Jangan sakiti ayah dan ibu;
  • 18. Jangan usir orang yang meminta-minta;
  • 19. Jangan sakiti anak yatim;
  • 20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar;
  • 21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;
  • 22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);
  • 23. Lakukan solat dengan ikhlas dan khusyu;
  • 24. Lakukan solat fardhu di awal waktu, berjamaah di masjid;
  • 25. Biasakan shalat malam;
  • 26. Perbanyak dzikir dan do'a kepada Allah;
  • 27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;
  • 28. Sayangi dan santuni fakir miskin;
  • 29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;
  • 30. Jangan marah berlebih-lebihan;
  • 31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan;
  • 32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah;
  • 33. Berlatihlah konsentrasi pikiran;
  • 34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi;
  • 35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syaitan;
  • 36. Jangan percaya ramalan manusia;
  • 37. Jangan terlampau takut miskin;
  • 38. Hormatilah setiap orang;
  • 39. Jangan terlampau takut kepada manusia;
  • 40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala;
  • 41. Berlakulah adil dalam segala urusan;
  • 42. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;
  • 43. Bersihkan rumah dari patung-patung berhala;
  • 44. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;
  • 45. Perbanyakkan silaturrahim;
  • 46. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;
  • 47. Bicaralah secukupnya;
  • 48. Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya;
  • 49. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;
  • 50. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;
  • 51. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin;
  • 52. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;
  • 53. Makanlah secukupnya, tidak kekurangan dan tidak berlebihan;
  • 54. Hormatilah kepada guru dan ulama;
  • 55. Sering-sering bershalawat kepada nabi;
  • 56. Cintai keluarga Nabi saw;
  • 57. Jangan terlalu banyak hutang;
  • 58. Jangan terlampau mudah berjanji;
  • 59. Selalu ingat akan saat kematian dan sedar bahawa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara;
  • 60. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti bercakap-cakap yang tidak berguna;
  • 61. Bergaul lah dengan orang-orang soleh;
  • 62. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar;
  • 63. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu;
  • 64. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;
  • 65. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi;
  • 66. Jangan membenci seseorang karena pahaman dan pendiriannya;
  • 67. Jangan benci kepada orang yang membenci kita;
  • 68. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuatu pilihan
  • 69. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan.
  • 70. Jangan melukai hati orang lain;
  • 71. Jangan membiasakan berkata dusta;
  • 72. Berlaku! lah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian;
  • 73. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab;
  • 74. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan;
  • 75. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita
  • 76. Jangan membuka aib orang lain;
  • 77. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita, lihat pula orang yang lebih berprestasi dari kita;
  • 78. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana;
  • 79. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan;
  • 80. Jangan sedih karena miskin dan jangan sombong karena kaya;
  • 81. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama,bangsa dan negara;
  • 82. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain;
  • 83. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara;
  • 84. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa;
  • 85. Hargai prestasi dan pemberian orang;
  • 86. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan;
  • 87. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan.
  • 88. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-norma agama dan kondisi diri kita;
  • 89. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisikal atau mental kita menjadi terganggu;
  • 90. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana;
  • 91. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita;
  • 92. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu dan jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina;
  • 93. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut teman kita sebelum dipastikan kebenarannya;
  • 94. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban;
  • 95. Sambutlah huluran tangan setiap orang dengan penuh keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan;
  • 96. Jangan memaksa diri untuk m! elakukan sesuatu yang diluar kemampuan diri;
  • 97. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dan tentangan. Jangan lari dari kenyataan kehidupan;
  • 98. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan kerosakan;
  • 99. Jangan berjaya di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan memiskinkan orang.














...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

Hutang buat jiwa tidak tenang

ABU Hurairah berkata: “Seorang lelaki memberi hutang kepada Rasulullah SAW lalu ditagihnya secara kasar. Oleh sebab itu para sahabat tidak senang terhadap orang itu. Maka bersabda Nabi SAW: Orang yang memberi hutang berhak menagih. Belikan dia seekor unta muda kemudian berikan kepadanya. Berkata para sahabat: Tidak ada unta muda ya Rasulullah. Yang ada hanya unta dewasa dan lebih bagus daripada untanya. Sabda Baginda: Belilah, kemudian berikan kepadanya. Sesungguhnya sebaik-baik kamu ialah yang paling baik membayar hutang.” (Hadis riwayat Muslim)

Pada dasarnya, Islam tidak menggalakkan umatnya berhutang. Perkara ini dijelaskan menerusi hadis daripada Uqbah bin 'Amir yang bermaksud: “Janganlah kalian membuat takut jiwa selepas ketenangannya. Mereka berkata: Apa itu wahai Rasulullah? Baginda SAW bersabda: Hutang.”

Oleh itu Rasulullah mengajarkan sepotong doa yang bermaksud: “Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu daripada kegundahan dan kesedihan, daripada kelemahan dan kemalasan, daripada sifat pengecut dan bakhil, daripada kesempitan hutang dan penindasan orang.”

Maka dengan itu orang yang berhutang hendaklah menjelaskan hutangnya kerana Allah SWT mengetahui apa yang mereka lakukan. Membayar balik hutang sesungguhnya adalah sesuatu yang wajib dilakukan sehingga harta orang yang sudah meninggal dunia pun perlu ditolak hutang-piutang mereka terlebih dulu, sebelum diagihkan kepada waris.

Adalah dikira berdosa bagi orang yang tidak mahu membayar hutangnya dengan sengaja walau bagaimana kecil pun hutang itu. Hal ini termasuk juga hutang dengan orang bukan Islam.

Bukan itu saja, Islam juga menjanjikan bahawa jika seseorang itu berhutang dengan niat untuk membayar, Allah SWT akan memudahkan ia membayarnya. Sebaliknya, jika berhutang dan berniat tidak mahu membayar, maka Allah Maha Kaya dalam perhitungan-Nya.
Dijelaskan dalam sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah yang bermaksud: “Sesiapa yang berhutang dengan niat untuk membayar balik, Allah akan membayarkan. Tetapi, jika sesiapa berhutang dengan niat menyeleweng, Allah akan musnahkan harta bendanya.”

Maksud Allah SWT akan membayarkan di sini adalah Allah SWT akan memudahkan rezeki seseorang itu supaya dia dapat membayar hutangnya dan begitulah jika sebaliknya.

Islam sebagai agama yang sempurna menyusun beberapa langkah mengenai proses berhutang di mana hutang yang dibuat hendaklah dicatat jumlah dan masa pembayarannya serta dilantik seorang penulis yang adil sebagai saksi bagi mengelak penipuan dan penganiayaan.

Membantu orang berhutang daripada hutangnya adalah suatu perbuatan yang mulia. Ganjaran besar menanti iaitu berupa naungan Arasy di akhirat kelak.








...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

Friday, July 25, 2008

Meratap kematian di kubur menyeksakan jenazah

ISLAM menggalakkan umatnya untuk menziarahi saudara yang meninggal dunia atau menziarahi kubur bagi mengingati diri bahawa kematian juga akan datang apabila tiba waktu ditetapkan untuk mereka.

Antara adab disarankan untuk dilakukan ketika menziarahi atau menghadapi saat kematian ialah bersabar di atas kematian itu, jangan meratapi mayat, memberi ucapan takziah, menyembahyangkan mayat dan menghantar ke kubur.

Kita perlu bersabar menghadapi sesuatu kematian kerana Allah menjelaskan dalam kitab suci al-Quran bahawa setiap manusia akan sentiasa diuji keimanannya dari pelbagai aspek sama ada menerusi ketakutan, kelaparan, kesusahan, kesakitan, kekurangan harta atau kematian.


Perlu dijelaskan bahawa apabila kita ditimpa kesusahan atau musibah, kita sebagai umat Islam perlu menerimanya dengan penuh ketabahan dan kesabaran untuk memperoleh pahala, kasih sayang dan petunjuk Allah.

Firman Allah yang bermaksud: “Dan sesungguhnya akan Kami berikan cubaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Surah al-Baqarah, ayat 155)

Ucapan paling baik bagi seseorang yang ditimpa musibah seperti kematian sama ada keluarga terdekat atau sahabat handai ialah ‘Innaa Lillahi waina Illaihiraaji’uun.’ Ucapan itu disebut sebagai kalimat ‘Istirjaa’ yang bermaksud penyertaan kembali kepada Allah.

Saranan untuk membaca ucapan berkenaan apabila berhadapan sesuatu musibah, bencana sama ada kecil atau besar dijelaskan Allah dalam firman yang bermaksud: “Iaitu orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucap Ina Lillahi Wainna laihiraaji’uun - sesunguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya kami kembali.” (Surah al-Baqarah, ayat 156)

Ternyata kesabaran itu penting apabila menghadapi sesuatu kematian khususnya seseorang yang amat kita sayangi seperti ayah, ibu, isteri atau anak. Jika seseorang itu bersabar dan reda terhadap apa yang berlaku, mereka akan memperoleh pahala besar.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis qudsi yang bermaksud: “Allah berfirman yang bermaksud: “Tidak ada pembalasan bagi seseorang hambaku yang mukmin jika Aku mengambil kekasihnya di dunia, kemudian ia reda dan berserah kepadaKu melainkan syurga.” (Riwayat Imam Bukhari)

Selain, adab disaran melakukannya ketika menziarahi kematian ialah janganlah menangis terlalu kuat atau meratap kematian dengan menjerit-jerit, memukul badan atau mengoyak pakaian. Perbuatan itu dilarang sama sekali dan perlu diketahui bahawa mayat kita ratapi itu akan diseksa di kubur nanti seperti ratapan dan tangisan yang dilakukan.

Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Rasulullah SAW dalam mengambil bai’ah daripada kami wanita: Tidak boleh menangis, merintih, ketika kematian.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Adab selanjutnya yang perlu dilakukan ialah memberi ucapan takziah, iaitu ucapan atau kata-kata untuk menyabarkan dan meringankan kesusahan dideritai orang yang sedang ditimpa kesusahan, derita atau kematian.

Ucapan takziah itu disunatkan kepada semua individu yang sedang ditimpa musibah sama ada kecil, besar, lelaki atau perempuan.

Selanjutnya ialah sama-sama mendirikan sembahyang jenazah. Ternyata sekali aspek ini tidak banyak dilakukan. Amat sedih dalam masyarakat hari ini, tidak ramai solat jenazah sedangkan yang datang menziarah ramai.

Mereka berpendapat solat jenazah adalah fardu kifayah, maka memadailah sekelompok saja melakukannya. Jika yang turut menyembahyangkan jenazah seramai tiga saf, maka jenazah mendapat keampunan Allah, jika mencapai 40 orang, Allah pasti akan menerima doa mereka.

Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Tiada seorang Muslim mati, maka berdirilah menyembahyangkannya 40 orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, melainkan dapat dipastikan Allah menerima syafaat dan permintaan ampun mereka itu.”









...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

Al-Quran, amal salih peneman ketika ajal datang menjemput

SESIAPA yang tahu bilakah ajalnya datang tentu akan mengalami tekanan akal dan perasaan. Tetapi Allah menjadikan manusia bersifat lupa dan lalai terhadap kematian. Bayangkanlah jika semua manusia tahu hari atau jam berapa dia akan mati, tentu porak-peranda dunia ini.

Kematian adalah misteri yang tidak akan terpecah dengan fahaman rasional semata. Manusia perlukan iman untuk melalui perjalanan menuju kematian dengan reda dan bersedia.

Abdullah bin Mas’ud berkata, Nabi SAW melukis empat segi untuk kami. Di tengahnya Baginda membuat garisan dan dekat garisan itu Baginda melukis beberapa garisan lain. Baginda juga membuat garisan di luar kemudian bersabda yang bermaksud: “Apakah kamu tahu apa ini? Kami menjawab: Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.


Baginda bersabda: “Ini adalah insan (garisan yang di tengah), ini adalah ajal dan ia mengepungnya. Ini adalah beberapa hal baru (garisan yang di sekitarnya), ia menggigitnya. Jika luput terhadapnya ajal ini, maka manusia digigit oleh beberapa hal baru ini. Dan yang ini adalah angan-angan (beberapa garisan di luar).” (Hadis riwayat Imam al-Bukhari)

Sesungguhnya manusia sudah terkepung oleh ajalnya, tetapi mereka mengejar angan-angan yang tidak sudah. Betapa kita ditertawakan oleh takdir, ke mana saja kita pergi dan apa saja keinginan, semuanya kembali kepada qada dan qadar-Nya.

Jadi mengapa manusia melupakan kematian? Bukankah akan sampai saat matanya ditutup dan tidak boleh dibuka kembali, nafas dihirup tidak dapat dihembus lagi, saat kaki kanan melangkah dan belum pasti yang kiri akan sampai, saat menyuap rezeki yang belum tentu dapat ditelannya?

Betapa berharganya masa diberikan Tuhan kepada manusia, mungkin seminggu atau sehari lagi ajal akan datang, segala kemungkinan boleh berlaku di mana saja. Di atas jalan raya atau di pasar, di masjid atau dalam kamar, di bumi mana dia dijemput, tiada siapa yang tahu.

Jika ditanya bilakah kamu mahu membuat persediaan menghadap Allah, maka mereka menjawab: “Tunggulah hari tua nanti, sekarang aku mahu kumpulkan harta sebanyak-banyaknya supaya senang beribadah di kala tua.”

Selepas datangnya tanda mati, gugurnya gigi, tumbuhnya uban dan datang pula penyakit yang melemahkan tubuh badannya, maka orang tua ini pun berdolak-dalih: “Aku sakit, tak boleh sembahyang, tak wajib puasa, zakat dan sedekah pula tak payahlah keluarkan sebab anak aku perlukan rumah dan banyak hutang pula, lebih baik hulurkan kepada mereka hartaku ini, orang tua yang kedekut akan menerima padah nanti, bagaimana jika anak aku tidak mahu memelihara aku? Ada duit anak pun datang tak ada duit tinggallah aku keseorangan.”

Lalu dia menganggap baik kelalaian atas sebab uzur, maka dihembuslah ke dalam hatinya tipu daya syaitan yang menyuruh untuk bersangka baik kepada Allah secara yang silap, bukankah Allah maha penyayang?

Dia tidak akan menyeksa hambanya yang uzur. Atas sebab dan alasan kelemahan jasadnya dia tinggalkan amal, ketepikan ilmu dan tutup pintu hatinya untuk beribadah. Tetapi agenda memuaskan hawa nafsunya tetap berjalan, makan tidak mahu berpantang, jika berhibur mengalahkan orang muda.

Siang sampai ke malam dihabiskan di hadapan televisyen. Al-Quran dilupa, sembahyang pula tidak ingat. Datang pula penyakit hati yang biasa menyerang orang tua seperti, sedih, risau, cepat terasa hati dan menyangka buruk kepada sesiapa dikenali seperti anak atau menantu dan cucu-cicit. Begitulah belitan syaitan menguasai insan yang malang.

Allah berfirman mengenai keadaan manusia sebegini yang bermaksud: “Dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah dan kamu sudah ditipu terhadap Allah oleh syaitan yang amat penipu.” (Surah al-Hadid, ayat 14)

Kelalaian adalah penyakit yang dideritai setiap insan. Ia lebih merbahaya daripada segala penyakit di dunia ini kerana setiap penyakit ada ubatnya dan hanya memberi impak pendek serta sementara. Tetapi kelalaian akan menghasilkan penyesalan selama-lamanya pada akhirat kelak.

Bagi orang muda, biasanya kesihatan dan kenikmatan duniawi menjadi faktor membuat mereka tertipu. Semasa sihat, banyak masa kosong dan harta masih berlonggok, amat malas beribadat kerana saat itu manusia berada dalam zon selesa. Jika ujian dan musibah datang barulah hati tergerak ingat kepada dosa dan berubah taat merapati Allah.

Jika cepat sedar, alangkah bersyukurnya orang memiliki jiwa seperti ini, dia sentiasa berwaspada daripada tipu daya syaitan. Tetapi jika terlalu asyik dengan nikmat dunia hingga lupa segala-galanya, musibah sekeras apapun tak akan menggoyahkan hatinya untuk tunduk kepada Allah.

Untuk mendidik jiwa supaya sentiasa merasai pendeknya usia tentu amatlah susah melainkan dengan latihan yang terancang dengan baik. Latihan mengingati mati boleh dilakukan dengan pembacaan dan kajian yang lebih mendalam mengenainya.

Ilmu penting untuk membentuk suatu penghayatan yang sempurna. Ayat al-Quran dan hadis membincangkan hari akhirat, hidup sesudah mati dan pembalasan syurga serta seksa neraka boleh melembutkan hati manusia dan menjaganya dalam lingkungan celik iman.

Rasulullah SAW juga menyuruh umatnya untuk mengamalkan ziarah kubur. Tidaklah pelik jika kita membawa ahli keluarga bersama singgah ke tanah perkuburan bagi mengingati mati, bahkan yang pelik adalah membawa anak ke tempat melalaikan.

Di perkuburan kita disyariatkan untuk mengucapkan salam dan berdoa untuk saudara kita dengan harapan supaya keinsafan sebati dalam jiwa yang selalu lalai dan sedar atas segala kejahatan diri kerana apabila berada dalam kubur, tiada siapa boleh membantu.

Senang sungguh jika membayangkan mahu membina rumah dengan kos yang tinggi, sudah tentulah ia harus dibayar dengan jerih payah yang menyeksa jiwa, tetapi susah sangat hendak membuat persediaan membina rumah idaman di dalam kubur yang lebih indah.

Manusia boleh berbangga dengan istana yang bermandikan cahaya kristal gemerlapan, tetapi yang hanya boleh menerangi kuburnya hanyalah al-Quran dan amal salih yang dicintai ketika di dunia ini.








...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

Thursday, July 24, 2008

Peristiwa Israk Mikraj

1.Sebelum Israk dan Mikraj

Rasulullah S. A. W. mengalami pembedahan dada / perut, dilakukan oleh malaikat Jibrail dan Mika'il. Hati Baginda S. A. W.. dicuci dengan air zamzam, dibuang ketul hitam ('alaqah) iaitu tempat syaitan membisikkan waswasnya. Kemudian dituangkan hikmat, ilmu, dan iman. ke dalam dada Rasulullah S. A. W. Setelah itu, dadanya dijahit dan dimeterikan dengan "khatimin nubuwwah". Selesai pembedahan, didatangkan binatang bernama Buraq untuk ditunggangi oleh Rasulullah dalam perjalanan luar biasa yang dinamakan "Israk" itu.

2. Semasa Israk (Perjalanan dari Masjidil-Haram ke Masjidil-Aqsa):

Sepanjang perjalanan (israk) itu Rasulullah S. A. W. diiringi (ditemani) oleh malaikat Jibrail dan Israfil. Tiba di tempat-tempat tertentu (tempat-tempat yang mulia dan bersejarah), Rasulullah telah diarah oleh Jibrail supaya berhenti dan bersembahyang seba nyak dua rakaat. Antara tempat-tempat berkenaan ialah:

i. Negeri Thaibah (Madinah), tempat di mana Rasulullah akan melakukan hijrah. ii. Bukit Tursina, iaitu tempat Nabi Musa A. S. menerima wahyu daripada Allah; iii. Baitul-Laham (tempat Nabi 'Isa A. S. dilahirkan);

Dalam perjalanan itu juga baginda Rasulullah S. A. W. menghadapi gangguan jin 'Afrit dengan api jamung dan dapat menyasikan peristiwa-peristiwa simbolik yang amat ajaib. Antaranya :

§ Kaum yang sedang bertanam dan terus menuai hasil tanaman mereka. apabila dituai, hasil (buah) yang baru keluar semula seolah-olah belum lagi dituai. Hal ini berlaku berulang-ulang. Rasulullah S. A. W. dibertahu oleh Jibrail : Itulah kaum yang berjihad "Fisabilillah" yang digandakan pahala kebajikan sebanyak 700 kali ganda bahkan sehingga gandaan yang lebih banyak.

§ Tempat yang berbau harum. Rasulullah S. A. W. diberitahu oleh Jibrail : Itulah bau kubur Mayitah (tukang sisir rambut anak Fir'aun) bersama suamin ya dan anak-anak-nya (termasuk bayi yang dapat bercakap untuk menguatkan iman ibunya) yang dibunuh oleh Fir'aun kerana tetapt teguh beriman kepada Allah (tak mahu mengakui Fir'aun sebagai Tuhan).

§ Sekumpulan orang yang sedang memecahkan kepala mereka. Setiap kali dipecahkan, kepala mereka sembuh kembali, lalu dipecahkan pula. Demikian dilakukan berkali-kali. Jibrail memberitahu Rasulullah: Itulah orang-orang yang berat kepala mereka untuk sujud (sembahyang).

§ Sekumpulan orang yang hanya menutup kemaluan mereka (qubul dan dubur) dengan secebis kain. Mereka dihalau seperti binatang ternakan. Mereka makan bara api dan batu dari neraka Jahannam. Kata Jibrail : Itulah orang-orang yang tidak mengeluarkan zakat harta mereka.

§ Satu kaum, lelaki dan perempuan, yang memakan daging mentah yang busuk sedangkan daging masak ada di sisi mereka. Kata Jibrail: Itulah lelaki dan perempuan yang melakukan zina sedangkan lelaki dan perempuan itu masing-masing mempunyai ister i / suami.

§ Lelaki yang berenang dalam sungai darah dan dilontarkan batu. Kata Jibrail: Itulah orang yang makan riba`. § Lelaki yang menghimpun seberkas kayu dan dia tak terdaya memikulnya, tapi ditambah lagi kayu yang lain. Kata Jibrail: Itulah orang tak dapat menunaikan amanah tetapi masih menerima amanah yang lain.

§ Satu kaum yang sedang menggunting lidah dan bibir mereka dengan penggunting besi berkali-kali. Setiap kali digunting, lidah dan bibir mereka kembali seperti biasa. Kata Jibrail: Itulah orang yang membuat fitnah dan mengatakan sesuatu yang dia sendiri tidak melakukannya.

§ Kaum yang mencakar muka dan dada mereka dengan kuku tembaga mereka. Kata Jibrail: Itulah orang yang memakan daging manusia (mengumpat) dan menjatuhkan maruah (mencela, menghinakan) orang.

§ Seekor lembu jantan yang besar keluar dari lubang yang sempit. Tak dapat dimasukinya semula lubang itu. Kata Jibrail: Itulah orang yang bercakap besar (Takabbur). Kemudian men yesal, tapi sudah terlambat.

§ Seorang perempuan dengan dulang yang penuh dengan pelbagai perhiasan. Rasulullah tidak memperdulikannya. Kata Jibrail: Itulah dunia. Jika Rasulullah memberi perhatian kepadanya, nescaya umat Islam akan mengutamakan dunia daripada akhirat.

§ Seorang perempuan tua duduk di tengah jalan dan menyuruh Rasulullah berhenti. Rasulullah S. A. W. tidak menghiraukannya. Kata Jibrail: Itulah orang yang mensesiakan umurnya sampai ke tua.

§ Seorang perempuan bongkok tiga menahan Rasulullah untuk bertanyakan sesuatu. Kata Jibrail: Itulah gambaran umur dunia yang sangat tua dan menanti saat hari kiamat.

Setibanya di masjid Al-Aqsa, Rasulullah turun dari Buraq. Kemudian masuk ke dalam masjid dan mengimamkan sembahyang dua rakaat dengan segala anbia` dan mursalin menjadi makmum.

Rasulullah S. A. W. terasa dahaga, lalu dibawa Jibrail dua bejana yang berisi arak dan susu. Rasulullah memilih susu lalu diminumnya. Kata Jibrail: Bagin da membuat pilhan yang betul. Jika arak itu dipilih, nescaya ramai umat baginda akan menjadi sesat.

3. Semasa Mikraj (Naik ke Hadhratul-Qudus Menemui Allah):

Didatangkan Mikraj (tangga) yang indah dari syurga. Rasulullah S. A. W. dan Jibrail naik ke atas tangga pertama lalu terangkat ke pintu langit dunia (pintu Hafzhah).

. Langit Pertama: Rasulullah S. A. W. dan Jibrail masuk ke langit pertama, lalu berjumpa dengan Nabi Adam A. S. Kemudian dapat melihat orang-orang yang makan riba` dan harta anak yatim dan melihat orang berzina yang rupa dan kelakuan mereka sangat huduh dan buruk. Penzina lelaki bergantung pada susu penzina perempuan.

i. Langit Kedua: Nabi S. A. W. dan Jibrail naik tangga langit yang kedua, lalu masuk dan bertemu dengan Nabi 'Isa A. S. dan Nabi Yahya A. S.

ii. Langit Ketiga: Naik langit ketiga. Bertemu dengan Nabi Yusuf A. S. iii. Langit Keempat: Naik tangga langit keempat. Bertemu dengan Nabi Idris A. S. iv. Langit Keli ma: Naik tangga langit kelima. Bertemu dengan Nabi Harun A. S. yang dikelilingi oleh kaumnya Bani Israil.

v. Langit Keenam: Naik tangga langit keenam. Bertemu dengan Nabi-Nabi. Seterusnya dengan Nabi Musa A. S. Rasulullah mengangkat kepala (disuruh oleh Jibrail) lalu dapat melihat umat baginda sendiri yang ramai, termasuk 70,000 orang yang masuk syurga tanpa hisab.

vi. Langit Ketujuh: Naik tangga langit ketujuh dan masuk langit ketujuh lalu bertemu dengan Nabi Ibrahim Khalilullah yang sedang bersandar di Baitul-Ma'mur dihadapi oleh beberapa kaumnya. Kepada Rasulullah S. A. W., Nabi Ibrahim A. S. bersabda, "Engkau akan berjumapa dengan Allah pada malam ini. Umatmu adalah akhir umat dan terlalu dha'if, maka berdoalah untuk umatmu. Suruhlah umatmu menanam tanaman syurga iaitu lah HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH". Mengikut riwayat lain, Nabi Irahim A. S. bersabda, "Sampaikan salamku kepada umatmu dan beritahu mereka, syurga itu baik tanahnya, tawar airnya dan tanamannya ia lah lima kalimah, iaitu: SUBHANALLAH, WAL-HAMDULILLAH, WA lah ILAHA ILLALLAH ALLAHU AKBAR dan WA lah HAULA WA lah QUWWATA ILLA BILLAHIL- 'ALIYYIL-'AZHIM. Bagi orang yang membaca setiap kalimah ini akan ditanamkan sepohon pokok dalam syurga". Setelah melihat beberpa peristiwa! lain yang ajaib. Rasulullah dan Jibrail masuk ke dalam Baitul-Makmur dan bersembahyang (Baitul-Makmur ini betul-betul di atas Baitullah di Mekah).

vii. Tangga Kelapan: Di sinilah disebut "al-Kursi" yang berbetulan dengan dahan pokok Sidratul-Muntaha. Rasulullah S. A. W. menyaksikan pelbagai keajaiban pada pokok itu: Sungai air yang tak berubah, sungai susu, sungai arak dan sungai madu lebah. Buah, daun-daun, batang dan dahannya berubah-ubah warna dan bertukar menjadi permata-permata yang indah. Unggas-unggas emas berterbangan. Semua keindahan itu tak terperi oleh manusia. Baginda Rasulullah S A. W. dapat menyaksikan pula sungai Al-Kautsar yang terus masuk ke syurga. Seterusnya baginda masuk ke syurga da n melihat neraka berserta dengan Malik penunggunya.

viii. Tangga Kesembilan: Di sini berbetulan dengan pucuk pokok Sidratul-Muntaha. Rasulullah S. A. W. masuk di dalam nur dan naik ke Mustawa dan Sharirul-Aqlam. Lalu dapat melihat seorang lelaki yang ghaib di dalam nur 'Arasy, iaitu lelaki di dunia yang lidahnya sering basah berzikir, hatinya tertumpu penuh kepada masjid dan tidak memaki ibu bapanya.

ix. Tangga Kesepuluh: Baginda Rasulullah sampai di Hadhratul-Qudus dan Hadhrat Rabbul-Arbab lalu dapat menyaksikan Allah S. W. T. dengan mata kepalanya, lantas sujud Kemudian berlakulah dialog antara Allah dan Muhammad, Rasul-Nya:

Allah S. W. T : Ya Muhammad. Rasulullah : Labbaika. Allah S. W. T : Angkatlah kepalamu dan bermohonlah, Kami perkenankan. Rasulullah : Ya, Rabb. Engkau telah ambil Ibrahim sebagai Khalil dan Engkau berikan dia kerajaan yang besar. Engkau berkata-kata dengan Musa. Engkau berikan Dawud kerajaan yang besar dan dapat melembutkan besi . Engkau kurniakan kerajaan kepada Sulaiman yang tidak Engkau kurniakan kepada sesiapa pun dan memudahkan Sulaiman menguasai jin, manusia, syaitan dan angin. Engkau ajarkan 'Isa Taurat dan Injil. Dengan izin-Mu, dia dapat menyembuhkan orang buta, orang sufaq dan menghidupkan orang mati. Engkau lindungi dia dan ibunya daripada syaitan. Allah S. W. T : aku ambilmu sebagai kekasih. Aku perkenankanmu sebagai penyampai berita gembira dan amaran kepada umatmu. Aku buka dadamu dan buangkan dosamu. Aku jadikan umatmu sebaik-baik umat. Aku beri keutamaan dan keistimewaan kepadamu pada hari qiamat. Aku kurniakan tujuh ayat (surah Al-Fatihah) yang tidak aku kurniakan kepada sesiapa sebelummu. Aku berikanmu ayat-ayat di akhir surah al-Baqarah sebagai suatu perbendaharaan di bawah 'Arasy. Aku berikan habuan daripada kelebihan Islam, hijrah, sedekah dan amar makruf dan nahi munkar. Aku kurniakanmu panji-panji Liwa-ul-hamd, maka Adam dan semua yang lainnya di bawah panji-panjimu. Dan aku fardhukan atasmu dan umatmu lima puluh (waktu) sembahyang.

4. Selesai munajat, Rasulullah S. A. W. di bawa menemui Nabi Ibrahim A. S. kemudian Nabi Musa A S. yang kemudiannya menyuruh Rasulullah S. A. W. merayu kepada Allah S. W. T agar diberi keringanan, mengurangkan jumlah waktu sembahyang itu. Selepas sembilan kali merayu, (setiap kali dikurangkan lima waktu), akhirnya Allah perkenan memfardhukan sembahyang lima waktu sehari semalam dengan mengekalkan nilainya sebanyak 50 waktu juga.

5. Selepas Mikraj

Rasulullah S. A. W. turun ke langit dunia semula. Seterusnya turun ke Baitul-Maqdis. Lalu menunggang Buraq perjalanan pulang ke Mekah pada malam yang sama. Dalam perjalanan ini baginda bertemu dengan beberapa peristiwa yang kemudiannya menjadi saksi (bukti) peristiwa Israk dan Mikraj yang amat ajaib itu (Daripada satu riwayat peristiwa itu berlaku pada malam Isnin, 27 Rejab, kira-kira 18 bulan sebelum hijrah). Wallahu'alam.

(Sumber : Kitab Jam'ul-Fawaa`id) Kesimpulannya, peristiwa Israk dan Mikraj bukan hanya sekadar sebuah kisah sejarah yang diceritakan kembali setiap kali 27 Rejab menjelang. Adalah lebih penting untuk kita menghayati pengajaran di sebalik peristiwa tersebut bagi meneladani perkara yang baik dan menjauhi perkara yang tidak baik. Peristiwa Israk dan Mikraj yang memperlihatkan pelbagai kejadian aneh yang penuh pengajaran seharusnya memberi keinsafan kepada kita agar sentiasa mengingati Allah dan takut kepada kekuasaan-Nya.

Seandainya peristiwa dalam Israk dan Mikraj ini dipelajari dan dihayati benar-benar kemungkinan manusia mampu mengelakkan dirinya daripada melakukan berbagai-bagai kejahatan. Kejadian Israk dan Mikraj juga adalah untuk menguji umat Islam (apakah percaya atau tidak dengan peristiwa tersebut). Orang-orang kafir di zaman Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam langsung tidak mempercayai, malahan memperolok-olokkan Nabi sebaik-baik Nabi bercerita kepada mereka.

Peristiwa Israk dan Mikraj itu merupakan ujian dan mukjizat yang membuktikan kudrat atau kekuasaan Allah Subhanahu Wataala. Allah Subhanahu Wataala telah menunjukkan bukti-bukti kekuasaan dan kebesaran-Nya kepada Baginda Sallallahu Alaihi Wasallam.

Mafhum Firman Allah S. W. T. : "Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsa yang telah kami berkati sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebahagian dari tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat."
(Surah Al-Israa': Ayat 1).

wallahua'lam..



Mohammad's heart flowed with affection and he declared, "This day, there is no REPROOF against you and you are all free."

"This day" he proclaimed, "I trample under my feet all distinctions between man and man, all hatred between man and man."

Receive praise with reticence....That's humility!

Sabda Rasulullah SAW:- "Sebarkanlah ajaranku walau satu ayat pun"







...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

Kelebihan Surah Al-Kauthar

Surah ini paling pendek, hanya mengandungi 3 ayat & diturunkan di Makkah dan bermaksud sungai di syurga. Kolam sungai ini diperbuat daripada batu permata nan indah dan cantik. Rasanya lebih manis daripada madu, warnanya pula lebih putih daripada susu dan lebih wangi daripada kasturi.


Surah ini disifatkan sebagai surah penghibur hati Nabi Muhammad s.a.w. kerana diturunkan ketika baginda bersedih atas kematian 2 orang yang dikasihi iaitu anak lelakinya Ibrahim dan bapa saudaranya Abu Talib.


Pelbagai khasiat terkandung di dalam surah ini dan boleh kita amalkan:-

  1. Baca surah ini ketika hujan dan berdoa, mudah-mudahan Allah s.w.t. makbulkan doa kita.
  2. Jika kita kehausan dan tiada air, bacalah surah ini dan gosok di leher, Insya'Allah hilang dahaga.
  3. Jika sering sakit mata, seperti berair, gatal, bengkak, sapukan air mawar yang sudah dibacakan surah ini sebanyak 10x pada mata.
  4. Jika rumah dipercayai terkena sihir, baca surah ini 10x, mudah-mudahan Allah s.w.t. bagi ilham pada kita dimana letaknya sihir itu.
  5. Jika membacanya 1,000x rezeki kita akan bertambah.
  6. Jika rajin membacanya, hati kita akan menjadi lembut dan khusyuk ketika menunaikan solat.
  7. Jika orang teraniaya dan terpenjara membacanya sebanyak 71x, Allah s.w.t. akan memberikan bantuan kepadanya kerana dia tidak bersalah tetapi dizalimi.






...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

Kisah Seorang Bekas Paderi

BEKAS Paderi Besar Sabah, TAJUDDIN OTHMAN ABDULLAH, mengupas perbandingan yang cukup ilmiah di antara agama Islam dan Kristian berdasarkan pengkajiannya yang cukup mendalam lagi terperinci selama menjadi Paderi Besar Kristian selama 12 tahun.Iktibar Buat Mereka Yang Murtad AGAMA Kristian menurut kitab Injil yangasal jika dikaji sedalam-dalamnya maka jawapan akhir yang akan ditemuiadalah ISLAM. Hakikat ini telah dibuktikan oleh ramai orang Kristian yang akhirnya mendapat hidayah Allah dan kemudiannya memeluk agama Islam Tetapi apa yag paling menakjubkan kali ini, kita berpeluang berkongsi pengalaman hidup yang tiada tolok bandingannya bersama USTAZ TAJUDDIN OTHMAN ABDULLAH, seorang bekas paderi besar di seluruh Sabah, yang belajar sebahagian besar dalam hidupnya untuk menjadi paderi.

Beliau yang selama ini berada di tahap paling tinggi dan mulia sekali di Sabah kerana berkedudukan untuk mengampunkan segala dosa yang dilakukan oleh orang-orang Kristian Sabah contohnya orang yang paling berpengaruh ketika itu Pairin Kitingan. Pengalamannya sebagai Bekas Paderi di sekitar 80-an membuatkan beliau banyak mengetahui selok belok agama termasuk agama Islam.

Setelah puas mengkaji, akhirnya Allah memberikan hidayah kepadanya dengan memilih Islam sebagai jalan hidup. Beliau kini bertugas di Majlis Agama Islam Melaka di bahagian Unit Kristianologi. Bersama seterusnya dengan JAMILAHAINI MOHD. RAFIEI, turut hadir SUZILAWATI ROZAINOR ABBAS dengan jurufoto WAN ZAHARI WAN MOHD. SALLEH yang berdialog dengan beliau di Masjid Al-Azim(Negeri), Air Keroh, Melaka.

SEMASA Kristian saya dikenali sebagai Paderi Thomas Laiden. Saya berasal dari Sabah dan berketurunan Solok. Agama asal saya ialah Roman Katholik. Saya mendapat pendidikan di Seminary Kepaderian Vantiken Itali iaitu institusi kepaderian terulung di Itali dan dibiayai oleh Persatuan Kristian Sabah. Saya tamat pengajian pada tahun 1985 seterusnya bertugas sebagai paderi di Vantican. Seterusnya saya memohon untuk kembali ke negara asalsaya iaitu Sabah .Pada tahun 1988 saya ditukarkan ke Sabah dan berkhidmat sebagai paderi. Saya bertugas di Gereja St. Mary, Persatuan Gereja Roman Katholik Sabah seluruh Sabah yang berpusat di Kota Kinabalu. Keluarga saya terlalu kuat berpegang pada agama. Itulah sebabnya bapa menghantar saya ke Vantican, dengan harapan agar saya menjadi seorang paderi yang dikira jawatan yang terlalu mulia. Saya mempunyai ramai adik beradik tetapi kesemuanya perempuan, saya adalah anak lelaki tunggal dalam keluarga. Semasa menjadi paderi, saya banyak membuat kajian mengenai agama Kristian, Buddha, Hindu dan Islam. Ketika itu saya tidak tahu langsung tentang keindahan dan kecantikan Islam dan tidak pernah terlintas di fikiran untuk ke situ. Tambahan pula saya dibesarkan di dalam keluarga yang kuat mengamalkan agama Kristian. Saya aktif bergiat dalam dakyah Kristianisasi yang cenderung kepada banyak buku-buku Islam. Setelah banyak membuat kajian, saya terfikir apabila saya dilantik menjadi paderi, saya mendapat kesimpulan yang saya sudah mula meragui agama yang saya anuti.

Konflik Diri Yang Tidak Terbendung

Ianya ketara di sekitar 1988, apabila sebagai seorang paderi diberi tanggungjawab yang besar iaitu untuk mengampunkan dosa manusia. Timbul difikiran saya bagaimana saya sebagai manusia biasa bisa mengampunkan dosa manusia lain sedangkan para Nabi dan Rasul yang diutuskan Allah, mereka ini tidak sanggup mengampun dosa manusia dan tidak mampu mengampunkan dosa manusia. Saya mula serius membuat kajian mengenai Islam. Apabila saya diberi tanggungjawab mengampun dosa orang-orang Kristian seluruh Sabah, jadi masa itu saya rasakan seolah-olah agama ini sengaja direka-reka oleh manusia. Seterusnya pada tahun 1989 saya kembali ke Vantican untuk membuat Kursus Kepaderian di sana selama tiga tahun. Di sanasaya telah berjumpa dengan ketua paderi tertinggi seluruh dunia iaitu Pope John Paul. Saya telah berdialog dengannya dan bertanya akan perkara yang memusykilkan saya sepanjang saya menjadi paderi. Saya berkata kepadanya, "Paul, saya sekarang rasa ragu dengan agama yang kita ini". Dia terkejutdan bertanya, "Apa yang kamu ragukan?" Saya berkata, "Cuba John Paul fikirkan sendiri, kita ini seorang manusia biasa. Di negeri saya Sabah, di negeri saya sendiri setiap malam Ahad saya mengampunkan dosa orang Kristian yang beratus-ratus orang yang datang mengaku dosa. Mereka harap saya yang mengampunkan dosa mereka sedangkan para Nabi pun tidak pernah melakukannya." Beliau berkata, “Wahai Paderi Thomas, kamu ini dilantik menjadi seorang paderi, maka kamu ini seorang yang suci dan tidak mempunyai sebarang dosa," Saya katakan yang saya merasakan diri saya mempunyai dosa. Beliau seterusnya menyambung, "Memang kita manusia ini mempunyai dosa. Nabi Adam sendiri mempunyai dosa. Apabila seseorang yang telah dilantik menjadi paderi bermakna kamu ini telah dilantik oleh Jesus Christ. Jesus Christ tidak ada dosa maka kita sebagai paderi ini tidak mempunyai dosa."

Di situlah saya mula tidak percaya pada agama kristian yang mengatakan ulamak-ulamak Kristian tidak mempunyai dosa. Saya katakan pada Paul yang ulamak Kristian itu pembohong. Dia terkejutlalu berkata, "Thomas, kamu telah dihantar hingga ke peringkat tertinggi untuk menjadi paderi, kenapa kamu berkata demikian. Cuba kamu jelaskan kenapa kamu kata agama Kristian pembohong". Saya menyoalnya, "Jesus Christ itu Tuhan atau Nabi?" Beliau menjawab, "Dia Tuhan." Saya bertanya kembali, “Pernahkah orang nampak Tuhan? Bagaimana wujudnya Tuhan? Siapa Tuhan kita sebenarnya, Jesus Christ (Nabi Isa) atau Allah bapa? (Allah)."

Beliau mengatakan Jesus itu Tuhan. Saya menyoal kembali, "Apa matlamat utama Jesus Christ diutus ke dunia?" Beliau menjawab, "Untuk menebus dosa bangsa manusia, semua bangsa dan agama." Jadi saya katakan padanya kenapa perlu ada paderi tukang ampun dosa jika Jesus Christ sudah menebus dosa semua manusia. Di situ dia mula pening dan terpinga sambil berkata, "Paderi Thomas awak ini telah dimasuki iblis sehingga berani mempertikaikan Kristian." Saya katakan padanya, "Kita seorang paderi yang suci, bagaimana iblis boleh masuk?" Saya juga katakan padanya saya mempunyai ibu bapa dan adik-beradik apabila ibu bapa saya membuat dosa mereka mengaku di hadapan anak, kerana kedudukansaya ketika itu sebagai seorang paderi. Jadi saya terfikir bagaimana saya seorang anak boleh mengampunkan dosa ibu bapa. Sepatutnya seorang anak yang meminta ampun dari ibunya. Selepas perdebatan itu Pope John Paul meninggalkan saya, sebagai seorang paderi beliau tidak boleh marah kerana marah merupakan satu dosa. Di dalam Kristian mempunyai tujuh rukun iaitu:-

i. Ekaristi Pembaptisan - seseorang yang ingin memeluk Kristian merekamesti dibaptiskan air suci.
ii. Ekaristi Pengakuan - mengaku dosa di hadapan paderi
iii. Ekaristi Maha Kudus - memakan tubuh Tuhan (Khusti kudus)
iv. Ekaristi Minyak Suci - air suci
v. Ekaristi Krisma - penerima ekaristi Maha Kudus layak menerima krisma
vi. Ekaristi Imaman - menjadi paderi
vii. Ekaristi Perkahwinan - hanya untuk penganut awam (Paderi tidak menerima ekaristi ini)

Dalam Kristian air suci atau lebih dikenali sebagai Holy Water, adalah paling bernilai sekali. Untuk menjadi seorang Kristian, seseorang perlu menjalani Ekaristi Pembaptisan iaitu meminum air ini. Ia diperolehi dari proses uzlah yang dijalani sebelum menjadi paderi. Jika tidak mempunyai akidah yang benar-benar kuat, akidah boleh rosak disebabkan air ini. Contohnya ialah seperti apa yang berlaku ke atas seorang doktor perempuan Melayu di Selangor. Setelah minum, beliau langsung tidak boleh mengucap, hatinya telah tertutup. Menurutnya beliau sudah tidak yakin lagi dengan agama lain kecuali Kristian sahaja Kerana melalui Kristian beliau boleh melihat Tuhan Jesus yang turun setiap malam. Itulah permainan iblis. Sesiapa yang meminum air tersebut dapat melihat apa sahaja. Sebaik sahaja doktor tersebut meminumnya, akhirnya beliau memeluk Kristian. Saya pergi menemuinya, dia katakan kepada saya Islam tidak benar, hanya Kristian agama yang benar kerana umatnya boleh melihat Tuhan. Apabila saya tunjukkan air itu kepadanya sambil bertanya pernahkah beliau meminumnya. Beliau menjawab memang pernah meminumnya semasa beliau belajar di Indonesia; Apabila pergi ke gereja beliau akan diberi minum air tersebut. Beliau menyatakan kepada saya beliau akan hidup dan mati dalam Kristian. Saya membacakan kepadanya surah Al-Kahfi di samping memintanya mengamalkan surah tersebut setiap masa. Alhamdulillah lama-kelamaan keadaannya semakin pulih. Inilah permainan sihir sebenarnya. Tidak siapa dapat melawan ilmu Allah, hanya ilmu Allah sahaja yang berkesan menghapuskan permainan sihir. Tidak lama kemudian beliau kembali mengucap dan terus menangis. Saya katakan kepadanya saya sudah terlalu berpengalaman dengan taktik Kristian.Itulah, cara memikat orang untuk ke agama Kristian cukup mudah, tidak mengapa jika tidak percaya kepada agama Kristian, tetapi apabila minum air itu segala-galanya akan berubah.

Setelah saya mempelajari Islam barulah saya tahu rupanya iblis ini boleh menyerupai bermacam rupa. Kekuatannya hanya pegangan akidah. Tetapi Holy Water ini sekarang tidak boleh lagi diedarkan di Malaysia kerana orang yang membuatnya di biara Vantican telah memeluk Islam dan membongkar rahsia ini. Ramai orang sudah tahu mengenai air ini dan mula berhati-hati dengan setiap apa yang meragukan. Rukun yang kedua pula iaitu Ekaristi Maha Kudus bermaksud memakan tubuh Tuhan. Saya pernah berhujah dengan John Paul mengenainya. Saya katakan padanya sedangkan Firaun yang zalim itupun tidak pernah memakan tubuh tuhan kenapa pula kita sebagai ulamak Kristian boleh makan tubuh tuhan?. Saya jelaskan kepadanya, apabila semua paderi memakan Khusti Kudus (sejenis makanan yang diimport khas dari Itali) bermakna itu satu penghinaan kerana tubuh tuhan boleh dimakan. Kata beliau, itu memang sudah menjadi rukun Kristian dan tidak boleh dipertikaikan lagi. Apa yang paling merbahaya ialah Holy Water. Khusti Kudus tidak mempunyai rahsia apa-apa, ia seolah-olah seperti roti yang dicampur dengan bahan lain. Berlainan dengan Holy Water yang kesannya cukup kuat. Bayi-bayi yang baru dilahirkan pun dibaptiskan. Terdapat sesetengah klinik yang membaptiskan bayi walaupun bayi tersebut Islam. Bagi kepercayaan Kristian setiap bayi yang baru lahir wajib dibaptiskan kerana ia mempunyai dosa, ia menyimpan dosa pusaka yang ditinggalkan datuk moyang mereka. Ia berlainan dengan Islam, Islam meletakkan bayi yang baru lahir itu adalah dalam keadaan fitrah (bersih).Di dalam semua kitab tidak ada mengenai agama Kristian. Kristian ini baru sahaja berkembang oleh seorang Paul yang pertama di zaman Julius kemudian beliau mengembangkannya. Asal agama Kristian ialah dari agama Yahudi dan Nasara. Tetapi di Romawi ia dinamakan Kristianisasi. Jika kita meneliti di dalam kitab Nabi Isa (Injil) tidak ada disebut Kristian.

Sebenarnya semua mubaligh Kristian tahu mengenai kedudukan agama Islam. Pernah terjadi dalam tahun '78, semasa itu saya terjumpa kitab yang menyatakan kebenaran Nabi Muhammad. Tetapi semasa itu saya tidak begitu memperdulikannya. Di dalam kitab tersebut ada menyebut mengenai Ahmad iaitu Nabi Muhammad s.a.w. Ketika itu saya masih belajar di Vantican, oleh kerana saya kurang sihat saya tidak dapat mengikut kelas pengajian. Saya diberi tugas oleh seorang paderi untuk menjaga sakristi (perpustakaan yang terdapat di gereja) untuk menjaga kitab-kitab di situ. Paderi tersebut mengatakan kepada saya,Thomas, kamu perlu menjaga kesemua kita-kitab di sakristi ini tetapi kamu tidak boleh membuka almari. "Beliau menunjukkan kepada saya almari yang dimaksudkan. Saya hairan kerana beliau melarang saya membuka almari tersebut sedangkan kuncinya diserahkanke pada saya. Sifat manusia, apabila dilarang maka itulah yang ingin dibuatnya. Ketika itu semangat saya terlalu berkobar-kobar untuk mengetahui isi kandungan turunkan kepada Nabi Isa a.s. Saya mengambil kitab itu dan menyembunyikannya. Kitab tersebut ditulis di dalam bahasa Hebron . Ia masih saya simpan hingga ke hari ini dan saya dalam proses untuk menterjemahkannya ke dalam bahasa Melayu. Ia menjadi rujukan kepada saya, dan sebagai bukti untuk berdebat dengan orang-orang Kristian. Saya telah utarakan kepada Majlis Agama Islam Melaka, jika boleh saya ingin menterjemahkannya dan sebarkan kepada orang ramai. Pihak Majlis tidak berani melakukannya, menurut mereka ia akan mengancam nyawa saya kerana dengan pendedahan kitab tersebut rahsia Kristian akan tersebar. Isi kitab tersebut sama dengan al-Quran. Rupa-rupanya barulah saya mengetahui semasa upacara mengangkat sumpah dalam proses beruzlah pada hari yang ke 39, setiap paderi akan meletakkan tangan mereka ke atas kitab yang dibalut dengan kain putih yang diletakkan di atas bantal. Tidak siapa dibenarkan membukanya dan isi kandungannya. Berbalik kepada kisah saya mencuri kitab tersebut, selepas kehilangannya paderi yang menyerahkan kunci kepada saya dahulu memanggil saya dan bertanya apakah saya ada mengambilnya. Saya menafikan dengan mengatakan tidak pernah mengambil kitab tersebut. Hati saya nekad untuk tidak mengaku dan menyerahkannya kerana saya ingin mengkaji kitab tersebut. Disebabkan seseorang bakal paderi tidak boleh berbohong, beliau mempercayai pengakuansaya. Akhirnya pada keesokannya iaitu pada hari mengangkat sumpah,disebabkan Injil tersebut telah hilang, mereka meletakkan kitab suci al-Quran (yang dibalut dan sentiasa tersimpan di almari) sebagai ganti kitab yang hilang. Al-Quran digunakan di dalam upacara mengangkat sumpah? Semua paderi tidak tahu hal ini kecuali saya. Pada masa itu saya terfikir, apa gunanya jika kita bersumpah di atas kitab al-Quran tetapi masih tidak beriman dengannya? Bermakna semua paderi telah bersumpah di atas al-Quran tetapi kufur selepas itu.

Menyingkap saat saya didatangkan hidayah ialah ketika saya sudah tamat belajar dan bertugas di Gereja St. Mary, Sabah . Pada suatu malam Ahad pada tahun 1991, saya bersembahyang dengan cara Kristian) di hadapan tuhan-tuhan saya iaitu. Tuhan Bapa, Ibu Tuhan (Mary) dan Anak Tuhan (Jesus Christ). Ketika itu saya terfikir di dalam hati, patung-patung ini diukir oleh manusia, saya menyembahnya setiap hari di dalam bilik.' Apabila saya selesai sembahyang saya meletakkannya di bawah tempat tidur. Hati saya berkata, alangkah hinanya Tuhanku. Kenapa aku boleh meletakkannya di bawah tempat tidur yang boleh aku baringkan dan letak sesuka hatiku? Turunnya hidayah Malam itu, selesai sembahyang saya mengambil sehelai kertas dan saya tulis diatasnya, "Tuhan, di antara agama Islam, Kristian, Hindu dan Buddha aku telah mengetahui semua agama ini. Malam ini tolonglah tunjukkan kepadaku manakah di antara tiga agama ini yang benar bagiku". Setelah itu, tak tahulah saya katakan bagaimana mengantuknya mata saya yang tak pernah-pernah saya alami rasa mengantuk yang lain macam, mata saya langsung tidak boleh terangkat. Akhirnya saya tertidur.

Pada malam itu, pada saya mungkin bagi para Nabi boleh dianggap mimpi tetapi menurut saya mungkin Tuhan ingin memberikan hidayah kepada saya. Di dalam tidur, saya merasakan seolah-olah saya menaiki lif dari satu tingkat ke tingkat lain sehingga tingkat tujuh, ketika itu mata saya tidak boleh dibuka kerana di hadapansaya ada satu cahaya yang terang benderang menyuluh. Saya bertanya kepada seorang yang berdiri di hadapan saya, orangnya MasyaAllah terlalu tinggi. Jarak di antara kaki dan kepala umpama langit dan bumi. Saya bertanya kepadanya, ”Negeri apakah ini?" Beliau berkata kepada saya, "Awak tidak layak masuk ke negeri ini, ini negeri umat Nabi Muhammad s.a.w." Saya meminta keizinannya sekali lagi untuk masuk tetapi beliau tetap tidak membenarkan. Dari luar saya dapat lihat di dalamnya ada satu jalanumpamanya titi yang halusnya seperti sehelai rambut. Saya tak berani katakan ia Titian Sirat atau apa-apa kerana tidak mengetahui apa-apa ketika itu. Saya hairan kenapa orang yang berjubah dan bertudung mereka melintas jalan itu dengan mudah sedangkan saya langsung tidak boleh mengangkat kaki. Penjaga itu berkata lagi, "Awak tidak boleh masuk, tetapi awak lihatlah bagaimana keadaan mereka yang beragama Yahudi dan Nasara (Kristian)." Alangkah terkejutnya saya apabila melihat orang-orang Kristian yang kepalanya dimasukkan ke dalam api umpama dijadikan kayu api.

Saya terkejut dan sedar hanya Islam agama yang benar. Akhirnya saya tersedar seelok sahaja azan subuh dilaungkan dari masjid berhampiran. Saya bangun dan membersihkan badan saya. Saya menuju ke kereta. Pemandu telah bersedia membawa saya tetapi saya menolak pelawaannya dan katakan kepadanya saya ingin pergi ke satu tempat yang orang lain tidak boleh ikut serta. Saya memandu kereta menuju ke sebuah masjid di atas bukit. Ketika saya tiba, mereka sedang berjamaah menunaikan fardu Subuh, saya menanti seketika sebagai menghormati agama mereka. Setelah selesai, saya pergi menemui imam yang bertugas ketika itu. Saya katakan kepadanya yang saya ingin memeluk Islam hari itu juga. Beliau terkejut dan berkata kepada saya, "Awak ini dibawah Pairin Kitingan, Ketua Menteri Sabah, susah kami hendak Islamkan awak, tambahan pula awak paderi besar seluruh Sabah ."Saya katakan padanya," Awak jangan bimbang sebab dosanya saya yang ampun, hal dia tidak perlu dibincangkan. Apa yang saya mahu, hari ini saya mahu peluk Islam." Seterusnya imam tersebut berkata lagi, "Awak tak boleh masuk Islam sekarang sebab awak perlu mengisi borang, tandatangan surat akuan sumpah dahulu, baru awak boleh masuk Islam." Dengan agak kasar saya katakan kepadanya, "Kalau beginilah caranya untuk memeluk Islam, lebih baik orang masuk Kristian. Kalau masuk Kristian, hari ini terus dibaptiskan dan menjadi Kristian. Untuk masuk Islam pun perlu isi borang ke? Baiklah, jika hari ini saya turun ke bawah dan ditakdirkan tiba-tiba saya dilanggar kereta dan mati, maka apa akan jadi kepada saya dan siapa yang akan bertanggungjawab?"

Akhirnya imam tersebut menyuruh saya mengucap dua kalimah syahadah. Mak apada pagi Ahad itu saya telah sah sebagai seorang Islam.

Kekuatan diri

Setelah selesai mengucap, saya kembali ke rumah saya. Ketika saya melalui kawasan gereja, orang ramai sudah penuh menunggu saya untuk upacara pengampunan. Mereka melambai tangan ke arah saya. Saya membalas kembali lambaian mereka. Ketika itu seakan ada satu kekuatan dalam diri saya. Saya keluar dari kereta dan membuat pengumuman di hadapan mereka. Saya katakan kepada mereka, "Kamu ini jika sembahyang pun berdosa kalau tak sembahyang lagi bagus." Kemudian saya meninggalkan mereka yang kelihatan seperti kehairanan. Saya meneruskan perjalanan menuju ke rumah. Di dalam rumah semua ahli keluarga sudah bersedia menanti saya untuk ke gereja. Jubah saya sudah siap diseterika. Saya panggil semua ahli keluarga sambil bertanya apakah mereka sudah makan atau belum. Mereka katakan yang mereka sudah makan kecuali Khusti Kudus sahaja yang belum dimakan. Saya katakan itu tidak payah dimakan pun tidak mengapa kerana di kedai banyak roti untuk di makan. Saya membuat pengumuman kepada mereka, saya berkata sambil memandang ke arahbapa saya, "Saya hendak memberitahu kamu sesuatu perkara. Saya belajar di Vantican selama 12 tahun dan sudah terlalu banyak menghabiskan wang bapa. Selama 12 tahun saya belajar, saya tahu bahawa agama yang saya anut ini adalah agama yang salah, agama yang betul adalah Islam."

Ketika itu saya lihat tidak ada apa-apa riak di wajah bapa dan ahli keluarga saya, tetapi mereka semua terdiam. Saya menyambung kembali, "Tadi saya telah memeluk Islam di masjid bandar sana dan menyuruh saya mengucap. Bermakna hari ini saya sudah menjadi orang Islam." Bapa saya berkata kepada saya, "Oh! kamu sudah Islam! Tidak mengapa!" Seterusnya beliau menuju turun ke dapur. Saya ingatkan tidak ada apa-apa ketika itu. Saya tidak sedar rupa-rupanya beliau pergi mengambil parang panjang dan cuba menyerang saya. Saya yang kebetulan duduk di tepi tingkap di tingkat satu terus terjun ke bawah. Saya melompat dari tingkat atas dengan berkaki ayam. Tuhan masih mahu memanjangkan umur saya. Saya turun dan terus meninggalkan rumah sehelai sepinggang hingga ke hari ini. Dari segi pengamalan kedua ibu bapa saya yang memang cukup kuat berpegang pada agama, apabila seorang anak murtad (keluar Kristian) mereka tidak lagi mengaku anak.

Hijrah untuk Keselamatan dan Belajar

Selepas itu saya pergi ke Jabatan Agama Islam Sabah. Demi keselamatan dirisaya, salah seorang pegawai di sana menasihatkan saya agar pergi belajar dan keluar dari Sabah . Akhirnya saya merantau ke Semenanjung dan menyambung pengajian saya di Institut Dakwah Kelantan pada tahun 1992 dan seterusnya saya menyambung pula ke Nilam Puri sehingga tahun 1995. Ketika itu saya adalah pelajar yang paling tua sekali. Setelah tamat pengajian, saya menganggur sekejap. Tidak lama kemudian saya diterima bertugas di Majlis Agama Islam Melaka hingga ke hari ini. Kemungkinan juga selepas ini saya akan dipindahkan ke majlis Agama Islam Kelantan. Di sini (Melaka) saya ingin menerbitkan buku mengenai kajian Kristian. Tetapi terlalu banyak prosedur yang perlu dijalani. Kini setelah hampir sembilan tahun saya memeluk Islam dan meninggalkan Sabah, saya masih diugut dan dikecam. Namun saya tidak khuatir kerana yakin Allah tetap melindungi hamba-Nya dan yakin ajal maut itu tetap datang walaupun bersembunyi di ceruk mana sekalipun. Kini saya bahagia setelah mendirikan rumah tangga bersama isteri yang cukup memahami jiwa saya. Dalam usia 49 tahun, saya baru mempunyai seorang cahaya mata berusia satu tahun setengah. Islam tidak menyusahkan penganutnya. Jika menjadi paderi perkahwinan tidak dibenarkan tetapi setelah Islam, baru saya tahu betapa indahnya perkahwinandan zuriat yang merupakan rezeki dari Allah (SWT).

Di Vantican, orang Kristian yang keluar agama kemudian masuk ke negara tersebut, mereka akan bunuh. Bagi mereka seseorang yang murtad dianggap kotor dan mencemarkan maruah agama. Tetapi adakalanya saya terfikir, jika di sana orang Kristian murtad kenapa ianya tidak terjadi di negara yang pemerintah dan majoriti penduduknya beragama Islam. Itulah yang susahya. Saya membuat kajian hampir empat tahun baru mendapat nikmat Islam. Terlalu sukar saya mengecapi nikmat Islam tetapi orang di sini yang memang lahirnya dalam Islam dengan mudah mahu membuang Islam. Di sini saya bertanggungjawab terhadap mereka yang murtad, jika yang tidak berpengetahuan tidak mengapa tetapi yang sedihnya yang murtad ini ialah mereka yang mempunyai pendidikan hingga ke peringkat tertinggi dan mempunyai pendapatan yang melebihi dari keperluan bulanan. Pernah saya katakan kepda seorang doktor, "Doktor, suatu ketika dahulu saya menerima gaji bulanan sebanyak RM5,000 sebulan, dilengkapi dengan pembantu rumah, pemandu dan rumah serba lengkap. Kehidupan saya terlalu mewah di Sabah . Tetapi doktor, kenapa saya sanggup melepaskan itu semua semata-mata kerana Islam! Gaji doktor sekarang terlalu mencukupi tetapi mengapa perlu tinggalkan Islam?" Saya memang cukup marah dan terkilan apabila mendengar orang yang ingin murtad. Minta maaf jika saya katakan, mengapa terlalu bodoh sangat sehingga sanggup menanggung dosa besar?

Umat Islam dari segi ekonomi sebenarnya terlalu mencukupi cuma cara pelaksanaannya yang agak longgar. Kita lihat Kristian, dari segi kerjasama dan ukhuwah mereka begitu kuat. Semasa saya menjadi paderi dahulu, apabila saya masuk ke sesebuah kampung untuk berdakwah saya dibekalkan beberapa ribu wang. Ini kerana gereja diseluruh dunia bersatu padu. Meskipun dari segi politik berbeza dan bermusuh tetapi untuk menghancurkan Islam mereka mesti bersatu. Mereka berkata jika di negara Barat, penduduk penganut Kristian tidak bersembahyang pun tetapi mereka tetap Kristian. Gereja di sana setiap hari Ahad kosong kerana setiap hari Ahad diadakan acara perlawanan bola sepak di kalangan paderi. Orang ramai pergi menyaksikan acara tersebut. Itu yang mereka minat. Oleh sebab itu peruntukan untuk di sana sudah tidak ada lagi. Sebagai alternatifnya mereka akan mengalihkan peruntukan itu untuk disalurkan ke negara Asia terutamanya ke Indonesia dan Malaysia . Begitulah kuatnya kerjasama di antara mereka. Bagi mereka tidak perlu berdakwah untuk orang Barat yang sudah sedia Kristian sebab untuk mereka memeluk Islam sukar. Yang lebih penting ialah misi mengkristiankan orang Islam. Bagi pandangan saya, saya lihat orang Islam agak susah untuk bersatu. Masing-masing mempunyai fikrah yang berbeza dan hidup dalam kelompok sendiri. Kadangkala di kalangan orang Islam sendiri bergaduh. Ini berlainan dengan orang Kristian yang amat menitikberatkan soal kebajikan. Namun bukan semua orang Islam begitu, masih ramai di kalangan mereka yang bijak. Semasa saya menjadi paderi, saya memberikan tumpuan kepada orang miskin. Pernah terjadi di Perak, saya telah menghabiskan beratus ribu untuk mereka, mereka mengambil wang tersebut tetapi tidak memeluk Kristian. Selepas saya Islam, saya pergi menemui mereka, senarai nama mereka masih ada dalam simpanan saya. Setelah saya periksa rupa-rupanya mereka ini masih Islam. Walaupun pada awalnya mereka berjanji untuk memeluk Kristian. Alhamdulillah mereka tidak berdendam pada saya sebaliknya mereka membelanja saya makan setelah mengetahui saya telah memeluk Islam.

Masalah Kelemahan Pendakwah Islam

Adakalanya saya terfikir kenapa ketika Barat menjajah kita, orang Melayu tidak murtad sedangkan pada hari ini negara yang pemerintahnya Islam tetapi orang Melayu boleh murtad dengan begitu mudah sekali. Kelemahan kita ialah pendakwah Islam kadang-kadang boleh kalah dengan pendakwah Kristian. Saya beri contoh seorang kawan saya yang pernah sama-sama belajar dengan saya di Vetican dulu. "Wahai Thomas, (dia tetap memanggil saya dengannama Kristian walaupun saya telah Islam), Allah ada mengatakan di dalamsalah sebuah ayatnya yang bermaksud; Tidak akan masuk syurga melainkan orang-orang yang beragama Yahudi dan Nasara. Sekarang kami pendakwah Kristian mahu pandai membaca al-Quran, terjemahan dan hadis. Kami mempunyai kursus khusus mengkaji al-Quran dan Hadis. Awak lihatlah apa yang telah dikatakan oleh Tuhan mu itu."Saya katakan kepadanya, "Betul apa yang awak baca ini. Kami membaca al-Quran bukan seperti apa yang awak faham. Memang benar awak membaca ayat itu tetapi al-Quran ini jika awak tafsir separuh-separuh itu tidak betul.Al-Quran bukan seperti Injil yang boleh ditafsir separuh-separuh. Saya dahulu apabila belajar al-Quran mengambil masa sehingga tiga tahun baru khatam. Saya ucapkan terima kasih pada awak kerana hanya enam bulan awak sudah boleh membaca al-Quran." Saya katakan lagi padanya, "Sebenarnya awak tidak tahu tafsir al-Quran. Maksud sebenar ayat tersebut ialah "Telah berkata mereka (orang-orang Yahudi dan Nasara), tidak akan masuk syurga melainkan orang Yahudi dan Nasara, sedangkan semua itu hanyalah merupakan angan-angan kamu yang kosong." Itu bukan firman Allah, kata-kata itu adalah keluar dari mulut orang-orang Yahudi sendiri. Paderi tersebut masih belum faham lalu bertanya, "Apakah angan-angan kosongitu?" Saya katakan, "Setiap hari Ahad kamu makan tuhan kamu. Apabila kau menghadap Khudsi Kudus sambil berdoa bermakna kamu telah memakan tuhankamu. Untuk apa kamu berbuat demikian?" Beliau tidak boleh berkata apa-apawalaupun mukanya telah merah padam. Saya katakan kepadanya, "Kamu tidak boleh marah. Kalau kamu marah, siapakah yang akan mengampunkan dosa kamu?" Hal itu tidak mengapa jika diutarakan dihadapan mereka yang faham, tetapi apa yang saya bimbangkan bagaimana jika ayat itu dibacakan di hadapan mereka yang tidak faham dan rendah pengetahuan agamanya?

Siapa Sasaran Kristian

Program mereka kini ialah berdakwah kepada orang Islam yang menghabiskan masa di kaki-kaki lima terutamanya golongan remaja yang bermain gitar. Mereka akan katakan, jika bermain di kaki lima tidak mendapat apa-apa bayaran, lebih baik bermain lagu di gereja setiap hari Ahad dengan pendapatan lumayan. Dari situ ramai yang tertarik. Dari segi wanita Islam pula, yang saya perhatikan senarai namanya terlalu ramai orang Melayu yang memohon menukar nama di Jabatan Pendaftaran Negara (JPN). Itu yang menyedihkan saya. Di JPN, beratus nama sedang menunggu, apabila pihak JPN meluluskan nama-nama tersebut, maka akan murtadlah nama-nama itu. Itu kelemahan undang-udang negara, kami tidak boleh berbuat apa-apa kerana mereka ini berpegang pada peruntukan yang mengatakan apabila seseorang yang berumur 18 tahun ke atas bebas beragama. Apa ikhtiar kita?

Ada seorang wanita berjumpa saya tetapi keadaannya meragukan. Beliau memakai tudung. Saya menggunakan isteri saya untuk memerhatikan wanita ini. Bila mereka tinggal berdua, barulah saya tahu di dalam tudungnya itu ada salib. Isteri saya memberitahu saya. Saya memanggilnya. Saya katakan kepadanya, "Kamu tidak sayangkan Islam ke? Tolong buang benda yang ada di dalam tudungkamu itu". Dia tidak mengaku, tetapi saya yakin beliau memakainya. Sejurus kemudian beliau mengeluarkan rantai salib di lehernya dan mengatakan beliau sengaja memakainya tanpa mempunyai niat apa-apa. Saya katakan padanya yang saya dahulu memakai rantai yang lebih besar daripadanya. Akhirnya saya megambil rantai tersebut dan menyimpannya di pejabat saya untuk dibawa ke pihak atasan dan menerangkan bagaimana seriusnya penyakit ini di kalangan anak remaja kita. Wanita jika tidak kuat pegangan memang mudah dipengaruhi. Ada juga taktik orang-orang Yahudi yang menjadikan perkahwinan sebagai langkah paling mudah untuk memurtadkan gadis Islam. Untuk berkahwin, mereka (lelaki Kristian) akan memeluk Islam, kemudian akan membawa isterinya ke negara asalnya dan memurtadkan isterinya itu.

Kemenangan Islam, Keadilan Sejagat

'Sesungguhnya orang-orang yang berkata: Tuhan kami ialah Allah, kemudian mereka beristiqamah, turun kepada mereka malaikat Allah berkata: jangankamu takut dan jangan berdukacita, dan bergembiralah dengan syurga yangdijanjikan kepada kamu.'






...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

Sunnah perlahan zikir, doa elak ganggu Muslim lain bersolat

PENDAPAT Imam Syafie mengenai zikir berjemaah ialah: "Imam dan makmum boleh memilih sama ada ingin berzikir kepada Allah selepas salam atau tidak. Jika berzikir, mereka hendaklah memperlahankan zikir kecuali imam. Imam wajib mengajar makmum berzikir. Imam saja boleh menguatkan zikir sehingga mereka mempelajari zikir itu. Kemudian, imam hendaklah berzikir secara perlahan.."


Al-Nawawi al-Syaife berkata, “Imam Syafie berpegang pada hadis menyatakan bahawa zikir boleh dikuatkan sekali sekala. Tetapi, pendapat yang paling tepat ialah makmum dan imam memperlahankan suara ketika berzikir dan boleh menguatkannya ketika mengajar makmum.”

Apa yang menghairankan pada hari ini, kebanyakan mereka mengaku bermazhab Syafie menguatkan bacaan zikir dan doa selepas solat fardu setiap waktu. Sedangkan beliau sendiri melarang perbuatan itu.


Mengenai doa beramai-ramai pula, Nabi SAW tidak pernah melakukannya. Bahkan Imam Syafie tidak pernah menukilkan pendapat mengenai harus berdoa secara berjemaah selepas solat. Adakah Imam Syafie tidak mengetahui bahawa ia juga termasuk bidaah hasanah?

Ketika mengulas hadis Ibn Abbas, Imam Syafie menegaskan mengenai sunnah berzikir selepas solat. Katanya: “Aku berpendapat, Baginda menguatkan suara ketika berzikir hanya untuk seketika (sekejap) saja. Tujuannya supaya sahabat dapat mempelajari zikir itu daripadanya. Kebanyakan riwayat yang telah kami tulis sama ada bersama kitab ini (al-Umm) atau selainnya langsung tidak menyebut adanya bacaan tahlil atau takbir selepas Baginda memberi salam.

Kadang-kadang riwayat yang datang menyebut Baginda SAW berzikir selepas solat seperti apa yang aku nyatakan (secara kuat) dan kadangkala Baginda beredar (meninggalkan saf) tanpa berzikir. Menurut apa yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah, Baginda tidak berzikir secara kuat selepas solat.

Oleh itu, aku berpendapat bahawa Baginda SAW tidak akan duduk sama sekali kecuali untuk berzikir secara perlahan.”

Kesimpulannya, sunnah berzikir dengan perlahan namun, imam boleh menguatkan suaranya sekali-sekala untuk mengajar makmum. Imam juga berhak meninggalkan saf tanpa berzikir jika dia kehendaki.

Bukan seperti apa yang disangkakan oleh sebahagian pengikut Syafie yang jahil lalu memandang serong terhadap imam yang meninggalkan perbuatan berzikir selepas solat.

Perbincangan mengenai hukum berdoa selepas solat bersendirian secara berterusan tidak sabit dan tidak pernah diamalkan oleh salafussoleh. Apatah lagi secara berjemaah dan diaminkan oleh makmum kerana boleh mengganggu seseseorang sedang solat.

Pendapat terpilih, diharuskan berdoa secara bersendirian sekali sekala selepas berzikir secara perlahan kecuali doa tertentu diamalkan oleh salafussoleh pada waktu tertentu. Ia boleh diamalkan secara berterusan seperti doa yang diajar oleh Nabi SAW kepada Mu’az bin Jabal tanpa mengangkat tangan..

Mengenai perbuatan berdoa tanpa zikir, ia dianggap menyanggahi sunnah Nabi SAW sedangkan tidak ada seorang pun generasi terdahulu melakukannya. Semoga Allah memberi hidayah kepada hamba-Nya menyanggah sunnah Rasul-Nya.






...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

Isteri setia obor kebahagiaan rumah tangga


SESUAI dengan sifatnya yang lembut, pengasih dan penyayang, wanita adalah pelengkap kepada kehidupan lelaki sesuai dengan pendapat mengatakan di sisi lelaki yang berjaya berdiri di belakangnya seorang perempuan.


Wanita dari perspektif Islam sewajarnya memelihara diri daripada sifat tercela, perlakuan tidak sihat yang menyalahi tata susila. Sifat wanita dijadikan sebagai seorang yang lemah lembut, berbudi bahasa, pengasih serta penyayang dengan naluri keibuan.


Allah berfirman yang bermaksud: "Wahai nabi, katakanlah kepada isteri dan anak perempuan kamu serta isteri orang mukmin, hendaklah mereka melabuhkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka, yang demikian itu tujuannya ialah untuk mereka lebih mudah dikenali serta tidak diganggu." (Surah al-Ahzab, ayat 59)

Sabda Nabi Muhammad SAW yang bermaksud: "Sesungguhnya wanita itu adalah aurat, maka apabila dia keluar dari rumah dia akan ditunggu oleh gerombolan syaitan."

Perubahan yang berlaku memperlihatkan wanita sekarang ramai yang keluar bekerja untuk membantu suami serta menyumbang kepada pembangunan negara dan mereka mampu menjaga kehormatan diri.

Sesungguhnya bagaimana hebatnya kerjaya seorang wanita tetapi apabila berada di rumah, mereka perlu memikul tanggungjawab sebagai isteri, ibu selain memastikan diri tidak melakukan perkara menyalahi syariat.

Nabi Muhammad SAW bersabda yang bermaksud: "Jika seandainya Tuhan memerintahkan supaya manusia itu sujud kepada sesama manusia, maka nescaya Aku perintahkan isteri supaya sujud kepada suami."

Sabda Baginda SAW lagi yang bermaksud: "Apabila seseorang perempuan mendirikan sembahyang lima waktu, berpuasa Ramadan dan taat kepada suami, maka berhaklah ia masuk ke syurga dari sebarang pintu yang ia kehendaki."

Sesungguhnya isteri yang setia adalah sebesar-besar perbendaharaan untuk suami dan ibu yang pengasih serta penyayang menjadi obor kebahagiaan yang tinggi nilainya bagi anak.

Syair Arab menyebut: Ada tiga perkara yang boleh membawa kebahagiaan, rumah yang lapang, kereta yang tidak rosak dan isteri yang setia.

Diriwayatkan oleh Muslim, "Dunia ini adalah perhiasan dan harta benda, maka sebaik-baik perhiasan dan harta benda itu ialah isteri yang salihah."

Tanggungjawab wanita penting kerana selain perhatian kepada keluarga mereka juga adalah tenaga kerja yang banyak memberi sumbangan kepada negara. Yang pastinya, kedudukan itu menjadikan mereka memikul amanah berat yang perlu dilaksanakan.

Justeru, bagi memastikan semua amanah serta tanggungjawab dapat dilaksanakan dengan baik, wanita perlu kembali kepada ajaran al-Quran dan sunnah yang banyak memberi panduan bagaimana seharusnya tugas itu dipenuhi untuk mendapat keberkatan dunia dan akhirat.

Tangan yang menghayun buaian boleh menggoncang dunia. Itulah kuasa wanita dan jika terbabas dari landasan, kuasa wanita juga boleh menjurus kepada kemusnahan.

Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: "Apabila baik akhlak wanita sesuatu bangsa maka baiklah masyarakatnya tetapi apabila buruk akhlak wanitanya maka akan rosaklah sesuatu masyarakat dan bangsa itu sendiri."

Menyorot keadaan yang berlaku hari ini, banyak gejala negatif membabitkan maruah wanita berlaku seperti pergaulan bebas antara lelaki dan perempuan, hubungan seks luar nikah, pengguguran anak serta pembuangan bayi yang kesemuanya disabitkan kepada wanita.

Penghayatan nilai Islam boleh menjadi benteng berkesan dan pada masa sama, kegiatan dakwah terutama kepada golongan hawa terdiri daripada mereka yang muda remaja perlu dipertingkatkan supaya mereka tidak terus hanyut dengan godaan dunia.

Wanita yang menjadi teman lelaki boleh menjadi musuh atau sebab kemusnahan lelaki kerana mereka mempunyai keistimewaan untuk mencairkan iman serta kewarasan lelaki hingga tergelincir daripada jalan diredai Allah.

Dalam perjalanan ke langit dalam peristiwa Israk dan Mikraj, Nabi Muhammad SAW tiba-tiba terdengar suara perempuan yang memanggilnya dari arah belakang, ketika Baginda hendak berpaling ke arah suara halus itu maka Jibril menampar muka Baginda sehingga terpaling lalu Jibril berkata: "Jangan pedulikan suara itu! Nabi SAW bertanya kepada Jibril: Kenapa dengan suara itu? Lalu Jibril menjawab: Itulah perempuan dan itulah dunia."






...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

Sunday, July 20, 2008

7 perkara dalam diri sahabat Nabi

(1) Apakah maksud kalimah iman "Laa Ilaha Illallah "?

Bermaksud Tiada Tuhan Melainkan Allah serta bermaksud mengeluarkan 100% kebesaran makhluk dan memasukkan kebesaran Allah di dalam hati kita.] Maksudnya juga "Tiada yang berkuasa membuat sesuatu tanpa izin Allah SWT dan Allah SWT boleh membuat apa sahaja tanpa izin makhluk." Iman tidak ada hadnya (batasnya) sepertimana tidak ada hadnya kebesaran dan keagungan Allah SWT. Untuk memperkuatkan iman kita perlu membuat tiga (3) perkara: (i) Banyak bercakap tentang Laa ilaha Illallah; (ii) Bila orang bercakap kepada kita tentang Laa ilaha Illallah, maka hendaklah kita mendengar dengan tumpuan serta membenarkannya. (iii) Kita hendaklah berdoa memohon iman seperti seorang fakir memohon. Apabila iman kita menjadi kuat, maka dengan izin Allah SWT kita akan dapat mentaati seluruh perintah Allah SWT dengan cara Nabi Muhammad s.a.w.

Iman sebesar zarah harganya di sisi Allah SWT ialah syurga yang luasnya sepuluh 10 kali dunia. Harta sebanyak dunia tetapi mati tanpa iman tidak akan dapat walaupun baunya syurga. Di dalam sebuah hadith Nabi s.a.w bersabda lebih kurang: Allah SWT akan memerintahkan pada Hari Pengadilan "Keluarkan dari neraka jahannam, semua mereka yang berkata Laa ilaha Illallah dan yang mempunyai iman walaupun sebesar zarah di dalam hatinya. Keluarkan semua mereka yang berkata Laa ilaha Illallah atau mengingati Aku dengan berbagai cara atau takut kepada Aku pada bila-bila masa". Iman itu nilainya adalah syurga. Iman yang paling kecil, iaitu sebesar zarah dihargai oleh Allah SWT dengan syurga yang luasnya sepuluh 10 kali dunia. Allah SWT akan berkata kepada mereka yang paling akhir masuk syurga, "Hendakkah kamu syurga yang luasnya seperti dunia yang kamu hidup dahulu? Maka mereka menyangka bahawa Allah SWT mempermain-mainkan mereka dan mereka berkata, "Oh,! Ya, Allah! Kamu adalah Rab (Tuhan) dan kami adalah hambaMu. Oleh itu janganlah kamu mempermain-mainkan kami". Allah SWT akan berkata bahawa Allah SWT bukan sahaja memberi mereka syurga yang luasnya seperti dunia yang mereka hidup dahulu malahan sepuluh 10 kali ganda luasnya.

Siapa yang akhir Kalamnya (meninggal dunia) dapat menyebut Kalimah Lailahailallah nescaya Allah akan memberi syurga 10 kali ganda besar dunia

Dakwah maksud, kelebihan dan cari cerita hadis kisah para sahabat s.a.w. ketika Khalid Alwalid menjadi tawanan Saidina Umar sebelum beliau masuk Islam; Nafikan dalam hati kebesaran dan keagungan makhluk tetapi isbatkan Keagungan Allah; Doa supaya Allah mengurniakan kalimah tersebut kepada kita


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

(2) Apakah maksud kalimah "Muhammadarasulullah"?

Bermaksud Muhammad itu pesuruh Allah serta yakin cara sunnah nabi membawa kejayaan di dunia dan akhirat tidak cara lain.] Kalimah Muhammadar- Rasulullah juga adalah kalimah amal. Ianya tidak boleh dipisahkan dari kalimah iman. Seluruh sunnah Nabi Muhammad s.a.w. adalah amalan keseluruhan agama. Kekurangan di dalam mengamalkan sunnah menandakan kekurangan di dalam mengamalkan agama. Kekurangan di dalam mengamalkan agama menandakan kekurangan iman.

Kelebihan
Barangsiapa yang menghidupkan sunnah nabi s.a.w di zaman kerosakkan fasyak dan mungkar ummat, Allah akan beri ganjaran 100 pahala mati syahid

Cara hendak mendapatkannya
Dakwah maksud, kelebihan dan cari hadis kisah para sahabat s.a.w. cerita dua 2 orang sahabat berjalan di suatu lorong; Amal semudah-mudah sunnah hingga sesukar-sukar sunnah Rasulullah s.a.w.; Doa supaya dicampakkan hakikat kalimah ini

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

(3) Apakah maksud Solat khusyuk ,khuduk & tawaduk? Bermaksud bagaimana hendak membawa ketaatan mengingati Allah dalam solat hingga ke luar solat.] Solat adalah perintah Allah SWT yang paling unggul yang dikurniakan kepada Rasulullah s.a.w. tanpa perantaraan malaikat Jibril a.s. Solat yang terbaik adalah solat Nabi Muhammad s.a.w dan juga solat sahabat-sahabat baginda yang telah belajar terus dari baginda sa.w. Untuk mendapatkan solat yang baik, kita perlu membuat tiga 3 perkara: (i) Apabila kita melihat orang yang tidak bersolat maka kita hendaklah merasa sedih dan kasihan serta berusaha untuk menyediakan dia kepada solat. (ii) Apabila kita berdiri di dalam solat, kita hendaklah membawa di dalam solat kita lima 5 perkara: (a) Yakin yang betul (sahih). (Berdiri di dalam solat dengan yakin bahawa semua makhluk termasuk dirinya tidak boleh berbuat apa-apa tanpa izin Allah SWT). (b) Bersolat dengan cara Nabi Muhammad s.a.w. (Membetulkan bacaan di dalam solat, dan bacaan al-Quran di dalam solat serta mengetahui perkara masa'il di dalam solat. Jika kita tidak tahu tentang perkara masa'il di dalam solat, hendaklah bertanya dengan alim-ulama'. (c) Berdiri di dalam solat, seumpama menghadap Allah SWT atau seumpama Allah SWT melihat kita (Ehsan). (d) Membayangkan faedah serta ganjaran yang dijanjikan oleh Allah SWT di atas amalan di dalam solat. (e) Melakukan solat semata-mata dengan niat untuk mencari keredhaan Allah SWT. (iii) Apabila selesai mengerjakan solat, maka kita hendaklah bersyukur kerana Allah SWT telah memberi taufik kepada kita untuk bersolat serta beristighfar di atas kecacatan di dalam solat. Solat yang baik akan dapat menjadi asbab untuk turunnya bantuan Allah SWT dan dapat mencegah kita daripada melakukan maksiat dan kemungkaran.

Nilai Solat
Diriwayatkan di dalam hadith bahawa Allah SWT mengurniakan lima 5 perkara kepada mereka yang menjaga solatnya

Kelebihan 5 jaminan orang yang menjaga solat
Berkat rezeki; Diangkat azab kubur; Diberi buku catitan amal di Padang Mahsyar dengan tangan kanan; Melalui titian sirat sepantas kilat; Masuk syurga tanpa hisab; kelepasan jaga solat;-jauh dari sifat nifaq (munafik) dan neraka

Cara hendak mendapatkannya
Dakwah kelebihan, maksud, dan cari hadis kisah para sahabat s.a.w. iaitu cerita mengenai Saidina Ali ketika kelaparan; Solat di mana azan diazankan (masjid); Doa supaya selalu dikurniakan hakikat

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

(4) Apakah maksud Ilmu dan Zikir?

Ilmu bermaksud apakah adanya perasaan haus dan keinginan untuk mencari perkara yang diredhai (disukai) oleh Allah untuk kita melakukannya hari ini dan bagaimana mengikut cara Nabi Muhammad saw. Untuk mengetahui apakah perintah yang paling Allah SWT sukai pada bila-bila masa, kita perlu kepada ilmu fadhail ( hadis-hadis dan kelebihan-kelebihan amalan soleh dan amalan sunnah). Untuk mendapatkan ilmu fadhail, kita perlu duduk di dalam halkah ta'alim fadhail di masjid dan di rumah. Untuk mengetahui apakah cara untuk melakukan sesuatu amalan mengikut cara Nabi Muhammad SAW, kita memerlukan ilmu masa'il (ilmu feqah, ilmu syariat, ilmu muamalat, ilmu hudud dan lain-lain lagi). Untuk mendapatkan ilmu masa'il kita perlu pergi berjumpa dengan alim-ulama.

Nilai Ilmu
Dilaporkan di dalam hadith, lebih kurang maksudnya bahawa, "Allah akan memudahkan jalan ke syurga kepada seseorang yang berjalan di dalam jangka beberapa jarak untuk mencari ilmu pengetahuan. Para malaikat pula akan menghamparkan sayap-sayap mereka di bawah kakinya dan kesemua makhluk-makhluk yang berada di langit dan di bumi (sekalipun ikan-ikan di laut) akan mendoakan agar dia mendapat keampunan. Kelebihan seseorang yang berpengetahuan dari seorang yang hanya beribadat adalah diibaratkan seperti kelebihan bulan dari bintang-bintang.

Zikir
Maksudnya, sentiasa merasai bahawa Allah SWT sentiasa melihat dan memerhati kita dan dalam apa sahaja yang kita lihat, kita teringat akan Allah SWT. Untuk mendapatkan hakikat zikir kita perlu membuat tiga perkara: (i) Kita hendaklah melakukan zikir sebanyak tiga ratus (300) selepas Solat Subuh dan selepas Solat Asar pada setiap hari; (A1)Seratus (100) kali istighfar dengan membayangkan dosa-dosa yang telah lalu. (A2)Seratus (100) Subhanallah (Maha Suci Allah), Alhamdullillah (Segala puji bagi Allah), Laailahaillallah (tiada yang aku cinta melainkan Allah) dan Allahu Akbar (Allah Maha Besar), (A3)Seratus (100) selawat kepada Rasulullah s.a.w dengan membayangkan bahawa tidak ada manusia yang telah berbuat baik kepada kita lebih dari Nabi Muhammad s.a.w. (ii) Membaca al-Quran pada setiap hari, sebaik-baiknya satu juz dengan faham maknanya. Jika tidak boleh membaca al-Quran satu juz pada satu hari, maka kita hendaklah membacanya seberapa banyak yang mampu pada setiap hari. Jika pada hari itu kita tidak dapat membaca al-Quran, maka kita hendaklah mengadu kepada Allah SWT dengan berkata "Oh! Ya Allah,! apakah dosaku sehinggakan daku tidak diberi taufik untuk membaca al-Quran? (iii) Kita hendaklah mengamalkan doa-doa masnun di dalam amalan seperti makan, minum, tidur dan sebagainya.

Nilai Zikir
Abu Musa rr.h. memberitahukan bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda yang maksudnya lebih kurang: "Perbandingan orang yang berzikir dengan orang yang tidak berzikir adalah seperti orang yang hidup dengan orang yang mati. Orang yang tidak berzikir itu adalah seperti orang yang mati.";- Riwayat Bukhari, Muslim dan al-Baihaqi.

Kesimpulan Maksud Ilmu
Maksud ilmu ialah mengetahui perintah Allah yang dikehendakiNya pada ketika itu.

Kelebihan Ilmu
Allah mudahkan jalan ke syurga; malaikat menghamparkan sayap di bawah tapak kaki orang yang menuntut ilmu

Cara hendak mendapatkannya
Dakwah maksud, doa hakikat kelebihan dan cari hadis kisah para sahabat s.a.w. yang datang dari Damsyiq yang sanggup meredah padang pasir untuk ke Madinah semata-mata sepotong hadis.

Kesimpulan Maksud Zikir
Cahaya atau Nur

Kelebihan Zikir
Masuk ke syurga dalam keadaan tersenyum-senyum

Cara hendak mendapatkannya
Dakwah maksud, kelebihan dan cari hadis kisah para sahabat s.a.w. iaitu Khalid Al-Walid yang meminta 6 orang lawan 60,000 orang kafir; Amal zikir tiga ratus 300 pagi dan 300 petang, amal doa Masnun, solat Nafil; Doa dikurniakan hakikat tersebut

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

(5) Apakah maksud Ikram Muslimin?
Bermaksud memuliakan setiap orang Islam kerana imannya dengan menunaikan hak mereka tanpa menuntut hak daripada mereka] Apabila Allah SWT memuliakan seorang Islam yang mempunyai iman walaupun sebesar zarah dengan syurga yang luasnya sepuluh 10 kali dunia, maka wajarlah (sepatutnyalah) kita memuliakannya. Setiap orang Islam adalah berharga. Orang Islam berharga kerana mereka mempunyai iman. Kita patut memuliakan setiap orang yang beriman walaupun iman mereka hanyalah sebesar zarah. Apabila kita dapat memuliakan setiap mereka yang mempunyai iman walaupun imannya hanya sebesar zarah, maka kita akan dapat sifat tawadhuk. Dengan sifat tawadhuk kita akan dapat akhlak yang mulia. Dengan akhlak yang mulia kita akan dapat bersatu hati dan berkasih sayang. Apabila kita dapat bersatu hati dan berkasih sayang, maka mudahlah untuk kita menunaikan hak-hak orang Islam

Nilai Ikram Muslimin
Diberitahu di dalam sebuah hadith lebih kurang maksudnya "Sesiapa yang dapat menyempurnakan keperluan saudara muslimnya maka itu adalah lebih baik baginya dari mengerjakan iktikaf sepuluh 10 tahun. Sesiapa yang melakukan iktikaf untuk sehari kerana mencari keredhaan Allah SWT, maka Allah SWT akan menjauhkan dia dari api Neraka sejauh tiga 3 parit dan satu parit jaraknya adalah di antara langit dan bumi;- Riwayat At-Tabrani. Maksud hadith, dari Abdullah bin Amr r.a. sesungguhnya seorang lelaki telah bertanya kepada Rasulullah s.a.w: "Siapakah yang lebih baik keislamannya?". Rasulullah s.a.w. menjawab "Kamu memberi makan dan mengucapkan salam kepada setiap orang yang kamu kenal dan yang tidak kamu kenal.";- Riwayat Muslim dan Bukhari. Maksud hadith, dari Abu Hurairah r.a. Dia berkata, bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: "Tidak akan masuk syurga sehingga kamu beriman dan kamu tidak dianggap beriman sehingga kamu saling cinta-mencintai. Mahukah saya tunjukkan kepada kamu sesuatu amalan yang jika kamu melakukannya nescaya kamu akan saling cinta-mencintai? Sebarkanlah salam di antara kamu.";- Riwayat Muslim.

Kesimpulan maksud
Tunaikan hak saudara seIslam kita tanpa menuntut hak darinya

Kelebihan
Diberi tujuh puluh tiga 73 ganjaran di dunia dan tujuh puluh dua 72 di Akhirat

Cara hendak mendapatkannya
Dakwah maksud, kelebihan dan cari hadis Kisah 3 orang sahabat ketika hampir syahid; Sayangi kanak-kanak, kasih hormat Ulamak dan orang tua; Doa supaya dikurniakan hakikat tersebut.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

(6) Apakah maksud Ikhlas Niat?
Bermaksud melakukan setiap amalan hanya untuk mendapatkan keredhaan (yang disukai) Allah SWT dengan menunaikan perintah atau meninggalkan laranganNya. Walaupun Allah SWT menjanjikan bagi setiap amalan pahala, syurga, keampunan atau bantuanNya, namun kita tidak beramal untuk mendapatkan perkara itu. Kita hendaklah yakin dengan janji-janji Allah SWT serta membayangkannya ketika beramal tetapi niat kita hanyalah untuk mendapatkan keredhaan Allah SWT. Kita hendaklah membayangkan janji-janji Allah SWT ketika beramal agar amal itu dapat dilaksanakan dengan penuh keghairahan dan kesungguhan. Amalan yang dibuat dengan penuh keghairahan adalah lebih baik mutunya daripada amal yang dibuat tanpa keghairahan. Ikhlas adalah nama lain bagi iman. Semakin kuatnya iman, maka semakin kuatlah ikhlas. Untuk mendapatkan ikhlas, kita perlu mendapatkan iman yang kuat. Untuk memperkuatkan iman, kita perlu membuat kerja Nabi s.a.w. dengan cara Nabi s.a.w. Untuk mempastikan setiap amalan yang kita lakukan itu ikhlas, maka kita hendaklah memeriksa niat kita di permulaan, di pertengahan dan di akhir setiap amalan.

Nilai ikhlas
maksud Hadith, dari Abu Umamah r.h katanya: "Seseorang lelaki telah datang menemui Rasulullah s.a.w dan berkata, "Bagaimanakah pendapatmu mengenai seorang yang keluar di jalan Allah SWT semata-mata kerana mencari upah dan supaya terkenal, Apakah yang diperolehi oleh orang itu?" Rasulullah s.a.w bersabda: "Dia tidak mendapat apa-apa." Rasulullah s.a.w. mengulanginya hingga tiga kali dan kemudian berkata: "Sesungguhnya Allah SWT AzzawaJalla tidak akan menerima amalan melainkan yang dilakukan dengan ikhlas, semata-mata untuk mencari (kesukaan) keredhaanNya"-An-Nasai.

Kesimpulan maksud
Tunaikan perintah dan tinggalkan larangan Allah keranaNya

Kesimpulan Kelebihan
Dikurniakan ganjaran sebesar Bukit Uhud

Cara hendak mendapatkannya
Dakwah kelebihan, maksud dan cari cerita hadis s.a.w. kisah Saidina Ali r.a. ketika berlawan dengan orang Yahudi; Periksa amalan dari awal, pertengahan sehingga ke akhir waktu; Doa supaya dikurniakan hakikatnya

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

(7) Apakah maksud Diri dan Harta Orang Mukmin Telah Dibeli Allah SWT Dengan Syurga?

[Bermaksud
keyakinan bahawa harta, nyawa, masa bukan milik kita tapi milik Allah, dan Allah telah membeli jiwa orang yang berjalan di jalan Allah dengan syurgaNya. Untuk berjalan di jalan Allah kita perlu berfikir bagaimana hendak menyampaikan dakwah (tabligh) kepada diri keluarga dan umat seluruh alam sehingga bayi yang lahir pada Hari Kiamat dapat selamat dari Neraka dan masuk Syurga Allah]. Di dalam surah At-Taubah ayat 111 Allah SWT berfirman, maksudnya: "Sesungguhnya Allah SWT telah membeli diri dan harta mereka yang beriman, sebagai ganti bagi mereka itu syurga."; At-Taubah ayat 111. Allah SWT telah membeli seluruh diri dan harta orang yang beriman sebagai ganti bagi mereka syurga. Allah SWT ingin agar diri dan harta kita digunakan untuk membuat kerja Nabi s.a.w., ibadat, akhlak, membantu mereka yang miskin juga dalam kesusahan dan untuk keperluan diri sendiri. Diri dan harta hendaklah digunakan paling utama untuk memenuhi keperluan agama. Kita hendaklah melihat di seluruh dunia, di mana orang Islam berada di pinggir kekafiran dan kemurtadan. Di mana dunia umat Islam dilanda mala petaka, menunjukkan di situ banyak perintah-perintah Allah SWT yang telah ditinggalkan. Kita hendaklah bersedia melapangkan masa, dan berkorban diri dan harta untuk menziarahi umat Islam di sana dan mengajak mereka kepada usaha memperbetulkan iman dan amal. Apabila iman dan amal umat Islam di sana menjadi baik, maka kemurkaan Allah SWT akan terangkat dan Allah SWT akan menurunkan rahmat dan bantuannya. Untuk maksud memenuhkan keperluan agama di negara kita dan di seluruh dunia, maka kita hendaklah melapangkan masa pada setiap tahun selama empat 4 bulan atau empat puluh 40 hari. Baki waktu di dalam setahun, kita hendaklah melapangkan masa untuk memenuhi keperluan agama di tempat kita dengan melakukan lima 5 amalan;-

Cara
Sampaikan maksud, kelebihan dan bercerita mengenai hadis yang berkaitan, Buat 5 amal masjid;(1) setiap bulan kita melapangkan masa tiga hari untuk mengajak orang Islam kepada usaha membetulkan iman dan amal (2) membuat dua 2 usaha ziarah seminggu untuk menjemput orang Islam di kawasan kita kepada majlis yang menerangkan faedah dan keuntungan mengamalkan agama yang dibuat di masjid kita dan di masjid jiran (3) membuat dua halkah Taalim Fadhail setiap hari yang dibuat di masjid selepas satu waktu solat dan satu lagi dibuat di rumah (4) mengadakan mesyuarat, sekali setiap hari di masjid yang bermaksud memikirkan keperluan agama di kawasan kita, di bandar dan di seluruh dunia (5) melapangkan masa pada setiap hari selama 8 jam atau paling kurang 2 1/2 jam memakmurkan masjid dan memperbetulkan iman serta mengutamakan usaha meningkatkan iman dengan menziarahi jiran ketua keluarga orang Islam dari rumah ke rumah dan berpesan kepada mereka akan hakikat kalimah iman Laailahaillallah. Baki waktu kita, bolehlah digunakan untuk mengadakan halkah taalim, bersolat, membaca Al-Quran, berzikir atau bermesyuarat

Kelebihan
sepagi-sepetang di jalan Allah adalah lebih baik dari dunia dan seisi-isinya

Nilai Berkorban Di Jalan Allah SWT
(1) maksud Hadith, dari Abu Hurairah r.a., Sesungguhnya Rasulullah s.a.w bersabda: "Allah SWT menjamin bagi orang yang berjuang di jalanNya yang mana dia tidak keluar dari rumahnya melainkan berjihad di jalanNya serta membenarkan kalimahNya, bahawa Allah SWT akan memasukkannya ke dalam syurga ataupun ia akan dikembalikan oleh Allah ke tempat tinggalnya dengan apa yang diperolehinya berupa ganjaran ataupun harta rampasan."-Bukhari, Muslim (2) maksud hadith, dari Ibayah bin rifa'al r.h bahawa Abu Abs telah menghampiri aku ketika aku sedang berjalan untuk solat Jumaat lalu berkata: Aku mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: " Barangsiapa yang kedua kakinya terkena debu ketika berada di jalan Allah, maka Allah mengharamkan kedua kakinya bersentuh api neraka."-Al-Bukhari, Tirmidzi, An-Nasai

Kesimpulan maksud
Hendaklah yakin bahawa harta, masa, nyawa bukan milik kita tetapi milik Allah; Berfikir cara bagaimana diri keluarga dan umat seluruh alam hingga bayi yang lahir pada Hari Kiamat dapat selamat dari Neraka dan masuk syurga Allah

Kesimpulan Kelebihan
Berjalan sepagi-sepetang di Jalan Allah adalah lebih baik daripada dunia dan seisi-isinya

Cara hendak mendapatkannya
Dakwah maksud, kelebihan, dan cari cerita hadis s.a.w kisah sahabat yang bernama Hawzalah r.a.tidak bersama dengan isterinya di malam pertama, syahid di Medan Uhud; Buat 5 amal masjid;






...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

Yang Tersirat di Sebalik 4



-4 alamat orang cerdik:
1. Berani menempuh bahaya
2. Pandai bermanis muka dengan musuh
3. Pandai melihat kesempatan
4. Dapat menimbang pertimbangan orang
lain

-4 alamat orang beriman:
1. Meninggalkan maki
2. Menjauhi menyakiti hati orang
3. Lekas memberi ampun
4. Lama baru menjatuhkan hukuman

-4 tanda orang berakal:
1. Cinta pada ilmu
2. Tidak berubah muka menerima umpat dan
puji
3. Bagus jawabnya
4. Banyak benarnya

-4 alamat orang rendah:
1. Membuka rahsia
2. Pendendam
3. Penggunjing
4. Memburukkan kawan

-4 yang menimbulkan cinta:
1. Muka jernih
2. Sudi menolong
3. Sudi menghindarkan selisih
4. Menjauhi munafik

-4 soal yang membawa keuntungan hidup:
1. Benar perbicaraannya
2. Malu melakukan pekerjaan yang tidak
malu
3. Baik budinya
4. Suka berterima kasih

-4 sempurna dengan 4:
1. Ilmu dengan larangan
2. Agama dengan taqwa
3. Amal dengan niat
4. Kemuliaan dengan kelebihan

-4 mesti dijaga:
1. Teguh menjaga kehormatan
2. Redha menerima sedikit
3. Berbuat kebaikan setiap hari
4. Memelihara lidah

-4 macam pencarian:
1. Pertama akal, ialah orang yang hidup
dengan bertani
2. Pertengahan akal, orang yang hidup
berdagang
3. Penghabisan akal, orang yang hidup
membunuh
4. Kehilangan akal, mencari dengan tidak
halal

"REBUTLAH 5 PELUANG INI SEBELUM TIBA 5 RINTANGAN"

* WAKTU KAYA SEBELUM MISKIN,
* WAKTU SENANG SEBELUM SIBUK,
* WAKTU SIHAT SEBELUM SAKIT,
* WAKTU MUDA SEBELUM TUA DAN
* WAKTU HIDUP SEBELUM MATI"












...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

10 AMALAN YANG TERBALIK

Marilah kita bermuhasabah atau menilai dan menghitung kembali tentang
amalan harian kita. Kadang-kadang kita akan dapati amalan kita adalah
terbalik atau bertentangan dari apa yang patut dilakukan dan dituntut oleh
Islam. Mungkin kita tidak sedar atau telah dilalaikan atau terikut-ikut
dengan budaya hidup orang lain. Perhatikan apa yang dipaparkan dibawah
sebagai contoh amalan yang terbalik:-

1. Amalan kenduri arwah beberapa malam yang dilakukan oleh keluarga simati
selepas sesuatu kematian (malam pertama, kedua, ketiga, ketujuh dan
seterusnya) adalah terbalik dari apa yang dianjurkan oleh Rasulullah di
mana Rasulullah telah menganjurkan jiran tetangga memasak makanan untuk
keluarga simati untuk meringankan kesusahan dan kesedihan mereka. Keluarga
tersebut telah ditimpa kesedihan, terpaksa pula menyedia makanan dan
belanja untuk mereka yang datang membaca tahlil. Tidakkah mereka yang hadir
makan kenduri tersebut khuatir kalau-kalau mereka termakan harta anak yatim
yang ditinggalkan oleh simati atau harta peninggalan simati yang belum
dibahagikan kepada yang berhak menurut Islam?

2. Kalau hadir ke kenduri walimatul urus (kenduri kahwin) orang kerap salam
berisi (hadiah wang yang diberi semasa bersalam). Kalau tak ada duit nak
dikepit dalam tangan, maka segan ia nak pergi makan kenduri. Tetapi kalau
ia menziarah orang mati, tidak segan pula salam tak berisi. Sepatutnya
kalau menziarah keluarga si matilah kita patut memberi sedekah. Kalau ke
kenduri kahwin, tak bagi pun tak apa kerana tuan rumah panggil untuk diberi
makan bukan untuk ia menambah pendapatan.

3. Ketika menghadiri majlis pemimpin negara, kita berpakaian cantik kemas
dan segak tetapi bila mengadap Allah baik di rumah maupun di masjid,
pakaian lebih kurang saja bahkan ada yang tak berbaju. Tidakkah ini suatu
perbuatan yang terbalik.

4. Kalau menjadi tetamu di rumah orang dan di beri jamuan, kita rasa segan
nak makan sampai habis apa yang dihidangkan kerana rasa segan dan malu,
sedangkan yang dituntut dibanyakkan makan dan dihabiskan apa yang dihidang
supaya tuan rumah rasa gembira dan tidak membazir.

5. Kalau bersolat sunat di masjid amat rajin, tapi kalau di rumah, sangat
malas. Sedangkan sebaik-baiknya solat sunat banyak dilakukan di rumah
seperti yang dianjurkan oleh Rasulullah untuk mengelakkan rasa riak.

6. Bulan puasa adalah bulan mendidik nafsu termasuk nafsu makan yang
berlebihan tetapi kebanyakan orang mengaku bahawa dalam carta perbelanjaan
setiap rumah orang Islam akan kita dapati perbelanjaan di bulan puasa
adalah yang tertinggi dalam setahun. Sedangkan sepatutnya perbelanjaan di
bulan puasa yang terendah. Bukankah terbalik amalan kita?

7. Kalau nak mengerjakan haji, kebanyakan orang akan membuat kenduri
sebelum bertolak ke Mekah dan apabila balik dari Mekah tak buat kenduri
pun. Anjuran berkenduri dalam Islam antaranya ialah kerana selamat dari
bermusafir, maka dibuat kenduri, bukan kerana nak bermusafir, maka dibuat
kenduri. Bukankah amalan ini terbalik? Atau kita mempunyai tujuan lain.

8. Semua ibubapa amat bimbang kalau-kalau anak mereka gagal dalam periksa.
Maka dihantarlah ke kelas tuisyen walau pun banyak belanjanya. Tapi kalau
anak tak boleh baca Quran atau solat, tak bimbang pula bahkan tak mahu
hantar tuisyen baca Quran atau kelas khas mempelajari Islam. Kalau guru
tuisyen sanggup dibayar sebulan RM20.00 satu pelajaran 8 kali hadir tapi
kepada Tok Guru Quran nak bayar RM15.00 sebulan 20 kali hadir belajar pun
menggeletar tangan. Bukankah terbalik amalan kita? Kita sepatutnya lebih
berbimbang jika anak tidak dapat baca Al Quran atau bersolat dari tidak
lulus periksa.

9. Kalau bekerja mengejar rezeki Allah tak kira siang malam, pagi petang,
mesti pergi kerja. Hujan atau ribut tetap diharungi kerana hendak mematuhi
peraturan kerja. Tapi ke rumah Allah (masjid) tak hujan, tak panas, tak
ribut pun tetap tak datang ke masjid. Sungguh tak malu manusia begini,
rezeki Allah diminta tapi nak ke rumahNya segan dan malas.

10. Seorang isteri kalau nak keluar rumah samada dengan suami atau tidak,
bukan main lagi berhias. Tetapi kalau duduk di rumah, masyaAllah. Sedangkan
yang dituntut seorang isteri itu berhias untuk suaminya, bukan berhias
untuk orang lain. Perbuatan amalan yang terbalik ini membuatkan rumahtangga
kurang bahagia.


Cukup dengan contoh-contoh di atas. Marilah kita berlapang dada menerima
hakikat sebenarnya. Marilah kita beralih kepada kebenaran agar hidup kita
menurut landasan dan ajaran Islam yang sebenar bukan yang digubah mengikut
selera kita. Allah yang mencipta kita maka biarlah Allah yang menentukan
peraturan hidup kita.






...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

Friday, July 18, 2008

Dengan siapa kamu duduk...

Sekadar renungan ...

Barangsiapa yang duduk dengan lapan macam manusia akan ditambah Allah baginya lapan corak hidup:


  • Barangsiapa suka duduk berserta orang kaya,
Akan ditambah Allah kecintaannya kepada dunia dan keinginan kepadanya.



  • Barangsiapa suka duduk berserta orang miskin,
Akan dijadikan Allah baginya kesukaan bersyukur dan redha menerima pembahagian yang ditentukan Allah.


  • Barangsiapa suka duduk dengan Sultan (Pemerintah Negara),
Akan ditambah Allah kasarnya dan sombongnya.


  • Barangsiapa suka duduk dengan perempuan, (bukan muhrim)
Akan ditambah Allah bodohnya dan syahwatnya.




  • Barangsiapa suka duduk bersama kanak-kanak,
Akan ditambah kesukaannya bermain-main dan bersenda gurau.



  • Barangsiapa suka duduk dengan orang fasiq,
Akan bertambahlah beraninya berbuat dosa dan menunda-nunda taubat.




  • Barangsiapa suka duduk dengan orang-orang soleh,
Akan bertambahlah keinginannya untuk taat.




  • Barangsiapa suka duduk dengan para ulama'
maka bertambahlah ilmunya dan waraknya

fikirkanlah ...

wallahu a'lam ...








...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

Baca lah untuk Allah SWT

UNTUK DIFIKIRKAN, DIRENUNGKAN SEJAUH MANA KITA MENGABDIKAN DIRI KITA KEPADA ALLAH.
SEMOGA KITA TERGOLONG DALAM GOLONGAN ORG2 YANG MENDAPAT PERTUNJUK & HIDAYAH SERTA TIDAK TERPESONG DARI GOLONGAN ORANG2 YANG MENDAPAT RAHMAT & KEBERKATAN.


Baca jika anda ada masa untuk ALLAH.
Bacalah sehingga habis.
Saya hampir membuang email ini namun saya telah diberi keberkatan untuk membaca terus hingga ke penghujung.
ALLAH , bila saya membaca e-mail ini, saya fikir saya tidak ada masa untuk ini.... Lebih lebih lagi diwaktu kerja.
Kemudian saya tersedar bahawa pemikiran semacam inilah yang .... Sebenarnya, menimbulkan pelbagai masaalah di dunia ini.


Kita cuba
menyimpan ALLAH didalam MASJID pada hari Jumaat .........

Mungkin malam JUMAAT?

Dan sewaktu solat MAGRIB SAJA?

Kita suka ALLAH pada masa kita sakit....

Dan sudah pasti waktu ada kematian...


Walau bagaimanapun kita tidak ada masa atau ruang untuk ALLAH, waktu bekerja dan beriman?

berjuang untuk islam....menghalang kemungkaran....menegakkan kebenaran dan keadilan....

Kerana... Kita merasakan diwaktu itu kita mampu dan sewajarnya mengurus sendiri tanpa bergantung padaNYA.

Semoga
ALLAH mengampuni aku kerana menyangka......

Bahawa nun di sana
masih ada tempat dan waktu dimana ALLAH bukan lah yang paling utama dalam hidup ku. (nauzubillah)

Kita sepatutnya senantiasa mengenang akan segala yang telah DIA berikan kepada kita.

DIA telah memberikan segala-galanya kepada kita sebelum kita meminta. RENUNGKANLAH

Sebarkan lah seandaianya ANDA BENAR-BENAR MENGHAYATI!!!

Ya aku CINTA ALLAH
Dia adalah sumber kewujudanku dan Penyelamatku
IA lah yang mengerakkan ku setiap detik dan hari. TanpaNYA aku adalah
HAMPAS yang tak berguna.
Ini adalah ujian yang mudah.
Kalau anda benar meyintai ALLAH dan tidak berasa malu akan segala kebaikan yang telah diberi ALLAH kepada mu...
Kirimkan kepada seramai mungkin kenalan untuk peringatan dan renungan.

Sekarang!!! Anda ada masa kah untuk berbuat demikian?
Pastikan anda scroll hingga ke penghabisan.

Susah
vs. Senang
Kenapa susah sangat nak sampaikan kebenaran?
Kenapa mengantuk dalam
MASJID tetapi sebaik saja selesai ceramah kita segar kembali?
Kenapa mudah sekali membuang e-mail agama tetapi kita bangga mem "forward" kan email yang tak senonoh?
Hadiah yang paling istemewa yang pernah kita terima.
Solat adalah yang terbaik....
Tidak perlu bayaran , tetapi ganjaran lumayan.


Notes: Tidak kah melucukan betapa mudahnya bagi manusia
TIDAK Beriman PADA ALLAH setelah itu hairan kenapakah dunia ini menjadi neraka bagi mereka.

Tidakkah melucukan bila seseorang berkata "AKU BERIMAN PADA ALLAH" TETAPI SENTIASA MENGIKUT SYAITAN. (who, by the way, also "believes" in ALLAH).

Tidakkah melucukan bagaimana anda mampu hantar ribuan email lawak yang akhirnya tersebar bagai api yang tidak terkawal., tetapi bila anda hantar email mengenai
ISLAM, ramai orang fikir 10 kali untuk berkongsi?

Tidakkah melucukan bagaimana bila anda mula menghantar mesej ini anda tidak akan menghantar kepada semua rakan anda kerana memikirkan apa tanggapan mereka terhadap anda atau anda tak pasti samaada mereka suka atau tidak?.

Tidakkah melucukan bagaimana anda merasa risau akan tanggapan orang kepada saya lebih dari tanggapan ALLAH terhadap anda.

Aku berDOA, untuk semua yang menghantar mesej ini kepada semua rakan mereka di rahmati ALLAH.








...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

Sakaratulmaut

Air Mata Rasulullah

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya.

Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam", kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.


Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?"
"Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.

Seolah-olah bagian demi bagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah,


Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.
Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.


Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.


"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?", tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.


"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.
"Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu, " kata Jibril.


Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?", tanya Jibril lagi.

"Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"

"Jangan khawatir, wahai Rasul! Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku:
"Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.


Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas.
Perlahan ruh Rasulullah ditarik.
Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.

"Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."

Perlahan Rasulullah mengaduh.
Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.

"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.

"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku."


Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu,! Ali segera mendekatkan telinganya.

"Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanukum"

"peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."


Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.

Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

"Ummatii,ummatii, ummatiii? " - "Umatku, umatku, umatku"

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.


Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?


Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi


Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.


NB:
Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mengingat maut dan mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita.






...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

Doa untuk bayi yang baru lahir

Allah berfirman:...Aku melindungi dia dengan peliharaan-Mu, demikian juga zuriat keturunannya daripada godaan syaitan yang kena rejam (yang dikutuk dan disingkirkan). (ali-‘Imran: 36)

Keterangan ayat:

Hinnah Faquza, isteri Imran sewaktu telah lanjut usianya melihat seekor burung memberi makan kepada anaknya. Terlintas dalam fikirannya untuk mendapat anak. Dia bernazar kepada Allah jika mendapat anak lelaki akan disuruh memberi khidmat kepada Baitulmaqdis.

Allah memakbulkan doanya tetapi dikurniakan anak perempuan. Lazimnya, tanggapan umum kepada anak lelaki ialah fizikalnya lebih hebat untuk menjaga rumah suci itu.

Walaupun begitu, bayi ini adalah anugerah Allah yang wajib disyukuri. Tambahan pula ia adalah bayi perempuan yang sempurna dan cantik. Nama yang diilhamkan oleh Allah untuk diberikan ialah Mariam yang bermakna kuat ibadat dan khidmatnya untuk Allah.

Ia juga dinamakan dengan keyakinan akan menjadi wanita yang paling tinggi kedudukannya di sisi Allah.

Munajatnya kepada Allah ialah ayat di atas,...memohon kasih-Nya agar dijaga Mariam dan keturunannya daripada syaitan yang dilaknat.

Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah bersabda, “setiap anak yang dilahirkan akan diganggu oleh syaitan melainkan Mariam kerana doa yang dibacakan oleh ibunya itu”.

Khasiat dan kaifiat beramal:

Amalkanlah membaca doa ini kepada anak yang baru dilahirkan untuk mendapat perlindungan Allah. (Tafsir al-Khazin, tafsir ayat 36 surah ali-‘Imran)








...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

APAKAH WANITA PENGHUNI TERBANYAK NERAKA ?

Disebutkan dalam hadis sahih bahwa Rasulullah bersabda untuk para wanita:

"Sesungguhnya aku melihat kalian sebagai penghuni neraka terbanyak." (Hr. Bukhari dan Muslim). Dalam hadis lain Rasulullah saw. bersabda:

"Sesungguhnya penghuni surga yang paling sedikit jumlahnya adalah kaum wanita." (Hr. Bukhari dan Muslim).

Dan bersama itu, terdapat pula hadis sahih yang lain bahwa bagi setiap laki-laki penghuni dunia ini akan mempunyai dua isteri (di surga) (Hr. Bukhari dan Muslim) yakni dari penghuni dunia. Dalam masalah di atas, para ulama berbeda pendapat dalam menggabungkan hadis-hadis di atas yaitu apakah wanita merupakan kebanyakan penghuni surga atau penghuni neraka ?

Sebagian ulama berkata: "bahwa wanita adalah kebanyakan penghuni surga dan juga kebanyakan penghuni neraka, karena memang jumlah mereka banyak. Qadhi 'Iyadl berkata: "Wanita adalah anak cucu Adam yang terbanyak."(Tharh Tatsrib, 4/270)

Sebagian ulama yang lain berkata: "Wanita adalah penghuni neraka terbanyak berdasarkan hadis-hadis di atas dan mereka juga adalah penduduk surga terbanyak jika digabungkan jumlahnya dengan bidadari surga, karenanya jumlahnya kemudian menjadi lebih banyak dari pada laki-laki di surga."(Al-Tadzkirah, 2/148). Yang lainnya lagi berkata: "Semula wanita adalah penghuni neraka terbanyak, namun kemudian mereka menjadi penghuni surga terbanyak setelah yang muslimahnya keluar dari neraka." Al-Qurthubi mengomentari hadis Nabi saw.:

"Sesungguhnya aku melihat kalian sebagai penghuni neraka terbanyak."(Hr. Bukhari dan Muslim), bahwasanya ini mungkin saat mereka menjadi penghuni neraka terbanyak, akan tetapi setelah mereka keluar dari neraka karena syafa'at dan rahmat Allah, sehingga tidak ada yang tersisa di neraka orang yang pernah mengucapkan kalimat Syahadah, maka wanita pun kemudian menjadi yang terbanyak di surga.(Hadi al-Arwah li Ibn al-Qayyim, 144). Karenanya kesimpulannya adalah hendaknya wanita berusaha untuk menjadi penghuni surga.

Apabila wanita masuk ke surga, maka Allah SWT akan mengembalikan usia mudanya dan kegadisannya berdasarkan sabda Rasulullah saw.:

"Sesungguhnya surga tidaklah dimasuki oleh orang lanjut usia …Sesungguhnya jika Allah memasukkan mereka ke surga, maka Dia akan mengembalikan mereka menjadi gadis-gadis."(Hr. Abu Nu'aim dalam Shifat al-Jannah, 391 dan dihasankan oleh al-Albani dalam Irwa' al-Ghalil, 375).

Disebutkan dalam beberapa atsar bahwa wanita di dunia saat berada di surga akan jauh lebih cantik melebihi kecantikan bidadari-bidadari surga, ini karena kesungguhan mereka dalam beribadah kepada Allah SWT.(Hadi al-Arwah, 223, Tafsir al-Qurthubi, 6/154, dan Shifat al-Jannah li Ibn Abi Dunya, 87).

Ibn al-Qayyim berkata: "Sesungguhnya setiap orang dilarang untuk mendekati selain pasangannya saat berada di sana (surga)." (Hadi al-Arwah, 87).

Demikianlah saat ini surga tengah berhias untuk kalian, wahai kaum wanita! Sebagaimana mereka juga tengah berhias untuk laki-laki.

di tempat yang disenangi di sisi (Rabb) Yang Maha Berkuasa. (QS. Al-Qamar:55)

Maka berhati-hatilah kalian dari menyia-nyiakan kesempatan itu. Sesungguhnya umur ini adalah terbatas dan pasti akan berakhir dan tidak ada setelah itu kecuali kekekalan. Maka jadikanlah kekekalan kalian adalah di surga insya Allah. Ketahuilah kalian, sesungguhnya maharnya surga adalah iman dan amal saleh, bukan angan-angan yang batil yang tidak pernah terwujudkan. Dan ingatlah sabda Rasulullah saw.:

"Apabila seroang wanita shalat lima waktu dan puasa ramadhan dan menjaga kesuciannya serta mentaati suaminya dikatakanlah kepadanya masuklah kedalam surga darimana saja yang anda inginkan." (Shahihul Jami' li al-Albani, 660).

Dan tinggalkanlah sejauh-jauhnya penyeru-penyeru fitnah dan penghina kaum wanita yang menginginkan kerusakan kalian dan ingin menanggalkan rasa malu dari kalian serta memalingkan kalian dari memperoleh kenikmatan surga. Dan janganlah kalian tertipu dengan ungkapan-ungkapan dan olesan bibir-bibir mereka yang mengajak pada kesetaraan gender. Karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang digambarkan oleh Allah SWT dalam firmanNya:

Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka)… (QS. Al-Nisa':89





...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

BALASAN SYURGA BAGI PARA WANITA YANG BERIMAN

Keadaan wanita di dunia ini tidaklah lebih dari:

* Mereka meninggal sebelum sempat menikah.

* Mereka meninggal setelah diceraikan suaminya, dan belum sempat menikah dengan yang lain.

* Mereka telah menikah, akan tetapi suaminya tidak bersamanya di surga, semoga Allah SWT melindungi kita dari hal ini.

* Mereka meninggal setelah suaminya meninggal.

* Suaminya meninggal dan mereka tetap tidak bersuami baru hingga meninggalnya.

* Suaminya meninggal kmudian merekapun dinikahi oleh laki-laki lain.

Keadaan di atas masing-masing kelak akan mempunyai balasan tersendiri saat mereka di surga (bagi yang beriman) sebagai berikut:

Wanita yang meninggal sebelum sempat menikah, maka Allah SWT akan menikahkan mereka di surga dengan seorang laki-laki dari penduduk dunia, ini berdasarkan sabda Rasulullah saw.:

"Di surga tidaklah ada orang yang membujang (tidak memiliki pasangan."(Hr. Muslim).

Syeikh Ibn 'Utsaimin berkata: "Apabila seseorang belum menikah, yaitu seorang wanita di dunia ini, maka sesungguhnya Allah SWT akan menikahkan dengan laki-laki yang ia sukai di surga. Karena kenikmatan surga tidaklah hanya khusus untuk laki-laki saja, akan tetapi semuanya adalah juga untuk laki-laki dan wanita termasuk bentuk kenikmatan (surga) adalah perkawinan."(Al-Majmu' al-Tsamin, 1/175).

Dan juga seperti mereka yang meninggal setelah diceraikan, wanita yang suaminya tidak masuk surga. Syeikh Ibn 'Utsaimin berkata: "Seorang apabila termasuk ahli surga dan belum menikah atau suaminya tidak termasuk ahli surga, maka sesungguhnya bila ia masuk surga, di sana akan ada laki-laki ahli surga yang akan memperisterinya." (Al-Majmu' al-Tsamin, 1/173) Maksudnya akan menikah dengan salah seorang dari mereka.

Wanita yang meninggal setelah sempat menikah, maka saat di surga ia untuk suaminya yang dahulu.

Wanita yang suaminya meninggal kemudian tetap tidak menikah setelah kematian suaminya hingga ia pun meninggal, maka ia akan tetap menjadi isterinya di surga.

Wanita yang suaminya meninggal dan kemudian menikah dengan laki-laki lain, maka ia untuk suami yang paling terakhir, walaupun sempat menikah berkali-kali, berdasarkan sabda Rasulullah saw.:

"Wanita adalah untuk suami terakhirnya."(Silsilah al-Ahadits al-Shahihah li al-Albani, 1281).

Dan berdasarkan perkataan Hudzaifah ra. kepada isterinya: "Jika kamu tetap ingin menjadi isteriku di surga, maka janganlah menikah dengan siapapun sepeninggalku. Sesungguhnya wanita saat di surga adalah untuk suami terakhirnya di duania karena itulah Allah SWT pun mengharamkan isteri-isteri Nabi untuk dinikahi oleh orang lain sepeninggalnya, karena mereka itu kelak akan menjadi isteri-isterinya di surga." (Silsilah al-Ahadits al-Shahihah li al-Albani, 1281).

Petanyaan: Bila ada yang berkata: "Sesungguhnya tersebut dalam do'a jenazah kita membaca:

"Dan gantikanlah (untuknya) suami yang lebih baik dari suaminya (yang terdahulu)."(Hr. Muslim).

Maka jika ia telah bersuami, bagaimana kita mendo'akan untuknya dengan do'a seperti itu dan kita mengetahui bahwa suami di dunia akan menjadi suami di surga, akan tetapi bila ia belum mempunyai suami dimanakah suaminya ?

Jawaban: Adalah seperti yang disebutkan oleh Syeikh Ibn 'Utsaimin yaitu: "Jika dia belum menikah, maka yang dimaksud adalah suami yang lebih baik dari suami yang ditakdirkan untuknya jika dia tetap hidup. Adapun jiaka dia sudah menikah, maka yang dimaksud dengan suami yang lebih baik adalah yang lebih baik sifat-sifatnya di dunia, karena yang disebut dengan menggantikan adalah bisa dengan menggantikan orangnya seperti bila kita menukar kambing dengan unta, atau bisa dengan mengganti sifat-sifatnya seperti bilamana kita berkata: semoga Allah menggantikan kekufuran orang itu dengan keimanan, atau seperti pada firman Allah SWT:

(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit,… (QS. Ibrahim:48). Dimana buminya adalah tetap bumi ini akan tetapi diratakan dan langitnya adalah tetap langit ini akan tetapi terbelah." (Al-Bab al-Maftuh, 3/23-24).





...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

KISAH BINATANG YANG BERNAMA HURAISY

Dikisahkan dalam sebuah kitab bahwa apabila tiba hari kiamat nanti maka akan keluar seekur binatang dari neraka Jahannam yang digelar Huraisy, yang mana panjangnya ialah jarak antara langit dan bumi dan lebarnya pula dari timur hingga ke barat.
Apabila ia keluar maka malaikat Jibril a.s berkata, "Wahai Huraisy, kamu hendak ke mana dan kamu hendak mencari siapa?"
Lalu berkata Huraisy : "Aku mencari lima jenis orang ."

1. Orang yang tidak mengerjakan solat.
2. Orang yang tidak mahu mengeluarkan zakat.
3. Orang yang mendurhakai kedua orang tuanya.
4. Orang yang suka minum arak.
5. Orang yang sangat suka bercakap-cakap dalam masjid hal dunia.






...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

Thursday, July 17, 2008

HIKMAH MENINGGALKAN CAKAP BOHONG

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Luqman Hakim, menceritakan pada suatu hari ada seorang telah datang berjumpa dengan Rasulullah S.A.W. kerana hendak memeluk agama Islam. Sesudah mengucapkan dua kalimah syahadat, lelaki itu lalu berkata :
"Ya Rasulullah. Sebenarnya hamba ini selalu saja berbuat dosa dan payah hendak meninggalkannya." Maka Rasulullah menjawab : "Mahukah engkau berjanji bahwa engkau sanggup meninggalkan cakap bohong?"
"Ya, saya berjanji" jawab lelaki itu singkat. Selepas itu, dia pun pulanglah ke rumahnya.

Menurut riwayat, sebelum lelaki itu memeluk agama Islam, dia sangat terkenal sebagai seorang yang jahat. Kegemarannya hanyalah mencuri, berjudi dan meminum minuman keras. Maka setelah dia memeluk agama Islam, dia sedaya upaya untuk meninggalkan segala keburukan itu. Sebab itulah dia meminta nasihat dari Rasulullah S.A.W.
Dalam perjalanan pulang dari menemui Rasulullah S.A.W. lelaki itu berkata di dalam hatinya :
"Berat juga aku hendak meninggalkan apa yang dikehendaki oleh Rasulullah itu."

Maka setiap kali hatinya terdorong untk berbuat jahat, hati kecilnya terus mengejek.
"Berani engkau berbuat jahat. Apakah jawapan kamu nanti apabila ditanya oleh Rasulullah. Sanggupkah engkau berbohong kepadanya" bisik hati kecil. Setiap kali dia berniat hendak berbuat jahat, maka dia teringat segala pesan Rasulullah S.A.W. dan setiap kali pulalah hatinya berkata :
"Kalau aku berbohong kepada Rasulullah bererti aku telah mengkhianati janjiku padanya. Sebaliknya jika aku bercakap benar bererti aku akan menerima hukuman sebagai orang Islam. Oh Tuhan....sesungguhnya di dalam pesanan Rasulullah itu terkandung sebuah hikmah yang sangat berharga."

Setelah dia berjuang dengan hawa nafsunya itu, akhirnya lelaki itu berjaya di dalam perjuangannya menentang kehendak nalurinya. Menurut hadis itu lagi, sejak dari hari itu bermula babak baru dalam hidupnya. Dia telah berhijrah dari kejahatan kepada kemuliaan hidup seperti yang digariskan oleh Rasulullah S.A.W. Hingga ke akhirnya dia telah berubah menjadi mukmin yang soleh dan mulia.





...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

Mukmin sejati kagum pencipta bila mendengar ayat suci

KATANYA: Ingatlah! Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: "Awaslah! Sesungguhnya akan berlaku kekacauan dan bala bencana yang besar. Aku bertanya: Apakah caranya untuk menyelamatkan diri daripada bencana itu, Ya Rasulullah? Baginda SAW menjawab: (Caranya ialah berpegang teguh kepada ajaran) kitab Allah, ia mengandungi kisah perihal umat yang terdahulu dari kamu, dan berita perkara yang akan datang sesudah kamu, serta hukum mengenai apa yang berlaku di antara kamu; (kitab Allah al-Quran) dialah yang menjadi pemutus (antara yang benar dengan salah), bukan keterangan olok-olok; sesiapa juga daripada golongan yang sombong angkuh, meninggalkannya (dengan tidak menurut hukumnya): akan dibinasakan Allah, dan sesiapa yang mencari petunjuk daripada yang lainnya – akan disesatkan oleh Allah; al-Quran ialah tali Allah yang teguh kukuh, dan dialah pengajaran yang menjadi ikutan, dan dialah juga As-Siratul Mustaqim (jalan yang lurus). Dialah kitab yang dengan sebab berpegang teguh kepada ajarannya, hawa nafsu seseorang tidak akan menyeleweng atau terpesong; dan dialah kitab yang kalimahnya tidak akan bercampur aduk atau samar-samar dengan kata-kata makhluk; dan alim ulama pula tidak berasa puas daripada mengkaji isi kandungannya; (demikian juga) keindahan, kemanisan dan kelazatan membacanya tidak akan susut atau hilang, meskipun ia dibaca dengan berulang-ulang; dan kandungannya yang menakjubkan, tidak berkesudahan. Dialah kitab yang menjadikan sekumpulan jin semasa mendengarnya tidak tertahan hati menerimanya sehingga mereka memujinya dengan berkata: Sesungguhnya kami mendengar bacaan al-Quran yang menakjubkan, yang memimpin ke jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. (Demikian juga) sesiapa yang memperkatakannya; dan sesiapa yang beramal dengan ajarannya, diberikan pahala; dan sesiapa yang membuat keputusan berdasarkan hukumnya, adillah keputusannya; dan sesiapa yang berdakwah supaya orang ramai menurut ajarannya, sudah tentu ia (dan mereka) beroleh hidayah petunjuk ke jalan yang lurus." (Ali)

Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: "Bacalah al-Quran dan menangislah, dan jika tidak boleh menangis buat-buatlah menangis" (Hadis riwayat at-Tabrani)

Perasaan khusyuk, takwa dan kehambaan kepada Allah hendaklah dipupuk dalam jiwa setiap individu Muslim. Ia dapat dicapai melalui pembacaan al-Quran, mengerjakan sembahyang dan merenung (tafakur) mengenai kejadian makhluk Allah di muka bumi ini.

Orang alim dan mempunyai sifat mukmin sebenarnya adalah mereka yang akan tersentuh hatinya sebaik saja membaca atau mendengar ayat Allah dibaca. Begitu juga mereka akan terharu dan merasai keagungan Allah apabila terpandang ciptaan-Nya yang begitu cantik dan mengagumkan.

Segala ini adalah tanda kemanisan dan kelazatan iman yang sebenarnya dan hanya dapat dirasai oleh hati yang hidup iaitu hati sentiasa digilap dengan cahaya keimanan serta jauh daripada dosa dan maksiat.

Inilah mukmin sejati di mana mata, hati dan seluruh anggotanya dikawal oleh akal yang mendapat hidayah Allah. Ia tidak mati tapi sentiasa menghayati sebagaimana dianugerahkan kepada rasul, wali dan salafussoleh yang mencintai Allah.

Sumber: Jabatan Kemajuan Islam Malaysia







...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

Tarikh Luput Tong Gas

Ramai kat luar sana yang tak tahu. Saya tahu pun
dari stokist gas sebab ada insiden yang berlaku.

Selinder gas yang dah expired tidak selamat diguna
dan boleh menyebabkan accident. So hati-hati bila menerima
selinder gas dari penjual gas.

Di sini caranya bagaimana memeriksa selinder gas
LPG :

Di salah satu sisi selinder gas expiry date akan
dikodkan secara alpha-numerical seperti berikut;

A , B , C atau D diikuti dua digit, contohnya D06.

Huruf bermaksud suku ke berapa dalam satu tahun -

A utk March ( Suku pertama ),

B utk June (Suku kedua ),

C utk Sept ( Suku ketiga ), &

D utk December ( Suku keempat ).

2 digit itu pula menunjukkan sehingga tahun berapa
selinder itu selamat digunakan

Jadi D06 bermaksud selamat digunakan sehingga
December 2006.

Kongsi message ini dengan rakan-rakan anda. Ia
mungkin dapat menimbulkan kesedaran dan menyelamatkan
nyawa.






...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

Adab sebelum, ketika dan selepas makan mengikut Islam

BANYAK penyakit yang menyerang manusia berkait rapat dengan makan minum. Justeru, Nabi Muhammad s.a.w sering mengingatkan umat Islam berkaitan bahaya perut agar me reka berwaspada dengannya.

Dalam kitab Ihya Ulumuddin, Imam al-Ghazali menye naraikan tujuh adab sebelum makan yang perlu dijaga:


1. Memastikan makanan daripada sumber halal.

2. Membersihkan tangan.

3. Meletakkan makanan dalam bekas yang diletakkan di lantai kerana ia melatih diri untuk bertawaduk. Tetapi jika makanan diletakkan di atas meja tanpa melampaui batas, ia tidaklah dilarang.

4. Duduk secara betul. Dilarang makan sambil berbaring atau bersandar.

5. Berniat agar makanan itu mendatangkan kekuatan untuk beribadat kepada Allah.

6. Bergembira dengan rezeki yang terhidang dan ber syukur.

7. Berusaha untuk tidak makan seorang diri, tetapi ber sama-sama dengan orang lain walaupun daripada kalangan keluarga dan anak sendiri.

Imam al-Ghazali juga menyenaraikan adab ketika makan yang perlu dijaga agar makanan itu diberkati oleh Allah.

1. Mulakan dengan bismillah dan doa.

2. Makan dengan tangan kanan.

3. Mengunyah dengan baik.

4. Jangan dicaci sebarang makanan.

5. Sebaik-baiknya dijamah makanan yang terdekat kecuali buah-buahan.

6. Jangan menghembus di atas makanan yang panas. Tunggulah dengan sabar.

7. Jangan makan secara berlebihan.

8. Apabila terpaksa minum air, pastikan ia sedikit saja kecuali jika perlu.

Berhubung dengan adab selepas makan, Imam al-Ghazali memberikan beberapa panduan.

1. Berhenti makan sebelum kenyang.

2. Menjilat jari.

3. Membasuh tangan.

4. Berdoa.

5. Mengeluarkan makanan yang terlekat di celah gigi.

6. Banyak bersyukur kepada Allah.

7. Beristighfar agar diampunkan Allah andai ada unsur syubhah pada makanan.






...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

Tuesday, July 15, 2008

Suburkan Sedekah Jariah

TANGAN yang memberi lebih mulia daripada tangan yang menerima. Sekecil mana sumbangan yang dihulurkan, ia cukup bermakna kepada si penerima yang hidup serba kekurangan, malah ‘buah tangan’ yang tidak seberapa itu mampu menerbitkan senyuman, walaupun cuma untuk seketika.

Islam sangat menggalakkan umatnya membantu mereka dalam kesempitan. Nas daripada al-Quran dan hadis Nabi s.a.w jelas menganjurkan umat Islam menghidupkan amalan sedekah, kerana banyak manfaatnya.


Sedekah adalah perkataan berasal daripada bahasa Arab, iaitu sadaqah yang turut diguna pakai dalam bahasa Malaysia. Maksud yang sama ialah menderma, membelanjakan wang atau memberikan sesuatu kepada pihak lain dengan hati yang ikhlas, tanpa mengharapkan sebarang imbalan.

“Dan belanjakanlah (dermakanlah) sebahagian daripada rezeki yang Kami berikan kepada kamu sebelum seseorang daripada kamu sampai ajal kepadanya, (kalau tidak) maka ia (pada saat itu) akan merayu dengan berkata: Wahai Tuhanku alangkah baiknya kalau engkau lambatkan kedatangan ajal matiku ke suatu masa yang sedikit saja lagi, supaya aku dapat bersedekah dan dapat pula aku menjadi orang yang soleh.” (al-Munafiquun: 10)

Sedekah umumnya terbahagi dua iaitu sedekah wajib (zakat) dan sedekah sunat. Ditekankan di sini ialah sedekah sunat dipandang ringan sesetengah pihak, tetapi sebenarnya ia memberikan manfaat yang besar, seperti dapat meringankan beban dan penderitaan si penerima, khususnya di kalangan orang fakir, miskin dan anak yatim.

Bagi pemberi sedekah, setidak-tidaknya dengan pemberian itu diharapkan dapat menebus dosanya dan memberikan ketenangan, malah yang lebih utama mendapat ganjaran berkali ganda di sisi Allah, seperti dijelaskan Allah pada ayat 261, surah al-Baqarah, bermaksud:

“Bandingan (pemberian) orang yang membelanjakan har tanya pada jalan Allah, sama seperti sebiji benih yang tumbuh mengeluarkan tujuh tangkai, tiap-tiap tangkai itu pula me ngandungi seratus biji. Dan (ingatlah), Allah akan me lipatgandakan pahala bagi sesiapa yang dikehendaki-Nya dan Allah Maha Luas (rahmat) kurnia-Nya, lagi meliputi ilmu pengetahuan-Nya.” (al-Baqarah:261)

Amalan bersedekah daripada satu sudut menggambarkan sifat insani, kemurahan hati dan keluhuran budi seorang manusia.

Tidaklah dikatakan seseorang manusia itu kaya perike manusiaannya jika tiada di dalam jiwanya sikap prihatin dan kasihan belas kepada sesama manusia, yang menggerakkan hatinya untuk memberikan pertolongan sekadar kemam puannya.

Cuma disebabkan golongan fakir miskin tidak menzahirkan keperluannya, atas alasan segan, perasaan rendah diri dan ingin menjaga maruah, membuatkan sesetengah pihak me nyangka tiada pihak yang berada dalam kesempitan.

Malah, dengan kefahaman samar sesetengah pihak yang kerap membuat tafsiran dan andaian sendiri terhadap takrif fakir serta miskin, ia sedikit sebanyak menjejaskan amalan bersedekah, kerana apabila disangka tidak ada yang layak untuk menerima sumbangan, tiadalah amalan sedekah.

Ini belum lagi termasuk sifat keakuan individu tertentu yang mendakwa harta diperolehnya adalah miliknya seorang, kerana beralasan dia yang bersusah payah bekerja siang dan malam. Tetapi hakikatnya, harta terbabit adalah kurniaan daripada yang Maha Kaya melaluinya dan ia berupa pinjaman untuk dikongsi sebagai bekal di dunia.

Jika menurut penjelasan Imam Syafie Rahimahullah ‘Orang fakir ialah orang yang tidak berharta dan tidak ada mata pencarian (sumber rezeki), manakala orang miskin pula ialah orang yang ada harta (ala kadarnya) atau ada mata pencarian tetapi tidak mencukupi sara hidupnya’.

Baginda Rasulullah s.a.w menerangkan golongan yang dikatakan fakir miskin, seperti dalam satu hadis daripada Abu Hurairah r.a, maksudnya:

“Orang fakir miskin (yang sangat menderita) bukanlah orang yang (menadah tangan) meminta-minta ke sana ke mari kepada orang ramai, yang apabila ia mendapat satu atau dua suap makanan atau mendapat sebiji atau dua biji buah kurma - ia akan pergi ke tempat lain meminta lagi. Se benarnya orang fakir miskin (yang sangat-sangat menderita) itu ialah orang yang tidak mempunyai sesuatu yang men cukupi sara hidupnya. Dan ia pula malu hendak meminta bantuan kepada orang ramai dan orang ramai pula tidak mengetahui keadaan penderitaannya untuk diberi bantuan.” (Hadis sahih, riwayat Imam Ahmad).

Justeru, menjadi tanggungjawab kepada penderma atau pihak berkenaan untuk mengenal pasti orang fakir dan miskin terlebih dulu bagi memastikan sumbangan amal yang diberikan kena pada sasarannya, sekali gus mencapai mat lamatnya iaitu meringankan mereka yang kesempitan.

Pada zaman moden ini, antara kaedah yang diguna pakai bagi melakukan penilaian terhadap golongan fakir dan miskin ialah pendapatan isi rumahnya dan ia berbeza mengikut lokasi, di kota dan desa kadarnya adalah berlainan, kerana kos hidup di kota lebih tinggi berbanding di kampung.

Bagi Malaysia, sebuah negara dihuni masyarakat majmuk, berbilang bangsa dan budaya, dengan penduduk Muslim berkongsi hidup bersama bukan Muslim, kemiskinan bukan hanya membabitkan orang Islam, malah ada antaranya di kalangan bukan Muslim.

Dalam situasi ini, apakah orang Islam juga dibenarkan untuk memberikan bantuan atau sumbangan kepada orang fakir dan miskin di kalangan bukan Muslim, terutama di kalangan sahabat handai dan mereka yang tinggal berjiran?

Seorang cendekiawan Muslim, Sheikh Ahmad Kutty, dipetik sebagai berkata: “Islam menggalakkan pemberian sedekah kepada semua manusia, tanpa mengira perbezaan agama, kaum, warna atau bahasa.”

Menurutnya, Nabi Muhammad s.a.w ada membantu orang bukan Muslim (jahiliah) di kalangan yang menentangnya dan mereka tidak menghalangnya untuk memberikan bantuan dalam memenuhi keperluan yang mendesak.

“Mereka juga memberi makan benda makanan yang dihajati dan disukainya, kepada orang miskin dan anak yatim serta orang tawanan.

“Sesungguhnya kami memberi makan kepadamu kerana Allah semata-mata. Kami tidak menghendaki sebarang ba lasan darimu atau ucapan terima kasih.” (al-Insaan:8-9)

Beliau berkhidmat sebagai pensyarah kanan Institut Islam Toronto, Ontario, Kanada, menjelaskan, orang Islam ber tanggungjawab untuk memberikan bantuan kepada jiran atau rakan di kalangan bukan Muslim.

Katanya, Nabi s.a.w ada bersabda, maksudnya: “Sekiranya seseorang tidur dengan perut kosong, jaminan perlindungan Allah akan jauh daripadanya.”

“Jadi, mari kita sama-sama menentang kemiskinan dan membantu mereka yang memerlukan bantuan tanpa mengira perbezaan agama, kaum atau etnik, warna kulit atau bahasa.

“Semoga Allah memasukkan kita di kalangan mereka yang digambarkan Nabi s.a.w, umat yang terbaik ialah mereka suka menolong hamba Allah,” katanya.

Cuma, menurut fatwa yang pernah dikeluarkan negeri Johor hendaklah didahulukan bersedekah kepada saudara di ka langan orang Islam sebelum bersedekah kepada orang bukan Islam.

Alangkah indah Islam sebagai agama universal, yang mem berikan manfaat kepada semua pihak termasuk bukan Islam, sekali gus mencerminkan keluhuran budi umat Islam itu sendiri.

“Allah tidak melarang kamu daripada berbuat baik dan berlaku adil kepada orang-orang yang tidak memerangi kamu kerana agamamu, dan tidak mengeluarkan kamu dari kam pung halaman kamu; sesungguhnya Allah mengasihi orang yang berlaku adil.

Sesungguhnya Allah hanyalah melarang kamu daripada menjadikan teman rapat orang yang memerangi kamu kerana agama (kamu), dan mengeluarkan kamu dari kampung halamanmu, serta mereka membantu (orang lain) untuk mengusir kamu. Dan (ingatlah) sesiapa yang menjadikan mereka teman rapat, maka mereka itulah orang yang zalim.” (al-Mumtahanah:8-9)






...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

HIKMAH BERBAKTI KEPADA KEDUA IBUBAPA

Selain seorang nabi, Sulaiman a.s. juga seorang raja terkenal. Atas izin Allah ia berhasil menundukkan Ratu Balqis dengan jin ifrit-Nya. Dia dikenal sebagai manusia boleh berdialog dengan segala binatang. Dikisahkan, Nabi Sulaiman sedang berkelana antara langit dan bumi hingga tiba di satu samudera yang bergelombang besar. Untuk mencegah gelombang, ia cukup memerintahkan angin agar tenang, dan tenang pula samudera itu.
Kemudian Nabi Sulaiman memerintahkan jin Ifrit menyelam ke samudera itu sampai ke dasarnya. DI sana jin Ifrit melihat sebuah kubah dari permata putih yang tanpa lubang, kubah itu diangkatnya ke atas samudera dan ditunjukkannya kepada Nabi Sulaiman.

Melihat kubah tanpa lubang penuh permata dari dasar laut itu Nabi Sulaiman menjadi terlalu heran, "Kubah apakah gerangan ini?" fikirnya. Dengan minta pertolongan Allah, Nabi Sulaiman membuka tutup kubah. Betapa terkejutnya dia begitu melihat seorang pemuda tinggal di dalamnya.
"Sipakah engkau ini? Kelompok jin atau manusia?" tanya Nabi Sulaiman keheranan.
"Aku adalah manusia", jawab pemuda itu perlahan.
"Bagaimana engkau boleh memperolehi karomah semacam ini?" tanya Nabi Sulaiman lagi. Kemudian pemuda itu menceritakan riwayatnya sampai kemudian memperolehi karomah dari Allah boleh tinggal di dalam kubah dan berada di dasar lautan.

Diceritakan, ibunya dulu sudah tua dan tidak berdaya sehingga dialah yang memapah dan menggendongnya ke mana jua dia pergi. Si anak selalu berbakti kepada orang tuanya, dan ibunya selalu mendoakan anaknya. Salah satu doanya itu, ibunya selalu mendoakan anaknya diberi rezeki dan perasaan puas diri. Semoga anaknya ditempatkan di suatu tempat yang tidak di dunia dan tidak pula di langit.
"Setelah ibuku wafat aku berkeliling di atas pantai. Dalam perjalanan aku melihat sebuah terbuat dari permata. Aku mendekatinya dan terbukalah pintu kubah itu sehingga aku masuk ke dalamnya." Tutur pemuda itu kepada Nabi Sulaiman.

Nabi Sulaiman yang dikenali boleh berjalan di antara bumi dan langit itu menjadi kagum terhadap pemuda itu.
"Bagaimana engkau boleh hidup di dalam kubah di dasar lautan itu?" tanya Nabi Sulaiman ingin mengetahui lebih lanjut.
"Di dalam kubah itu sendiri, aku tidak tahu di mana berada. Di langitkah atau di udara, tetapi Allah tetap memberi rezeki kepadaku ketika aku tinggal di dalam kubah."
"Bagaimana Allah memberi makan kepadamu?"
"Jika aku merasa lapar, Allah menciptakan pohon di dalam kubah, dan buahnya yang aku makan. Jika aku merasa haus maka keluarlah air yang teramat bersih, lebih putih daripada susu dan lebih manis daripada madu."

"Bagaimana engkau mengetahui perbedaan siang dan malam?" tanya Nabi Sulaiman a.s yang merasa semakin heran.
"Bila telah terbit fajar, maka kubah itu menjadi putih, dari situ aku mengetahui kalau hari itu sudah siang. Bila matahari terbenam kubah akan menjadi gelap dan aku mengetahui hari sudah malam." Tuturnya. Selesai menceritakan kisahnya, pemuda itu lalu berdoa kepada Allah, maka pintu kubah itu tertutup kembali, dan pemuda itu tetap tinggal di dalamnya. Itulah keromah bagi seorang pemuda yang berbakti kepada kedua orang tuanya.




...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

KAMAR-KAMAR DI SYURGA

Rasulullah S.A.W pernah bersabda bahwa di dalam syurga itu terbahagi dalam kamar-kamar. Dindingnya tembus pandang dengan hiasan di dalamnya yang sangat menyenangkan. Di dalamnya pula terdapat pemandangan yang tidak pernah dilihat di dunia dan terdapat satu hiburan yang tidak pernah dirasakan manusia di dunia.
"Untuk siapa kamar-kamar itu wahai Rasulullah S.A.W?" tanya para sahabat.
"Untuk orang yang mengucapkan dan menyemarakkan salam, untuk mereka yang memberikan makan kepada yang memerlukan, dan untuk mereka yang membiasakan puasa serta solat di waktu malam saat manusia lelap dalam mimpinya."

"Siapa yang bertemu temannya lalu memberi salam, dengan begitu ia bererti telah menyemarakkan salam. Mereka yang memberi makan kepada ahli dan keluarganya sampai berkecukupan, dengan begitu bererti termasuk orang-orang yang membiasakan selalu berpuasa. Mereka yang solat Isya' dan Subuh secara berjemaah, dengan begitu bererti termasuk orang yang solat malam di saat orang-orang sedang tidur lelap." Begitu Nabi menjelaskan sabdanya kepada sahabatnya.





...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

KISAH PEMUDA YANG BERNAMA 'UZAIR'

Pada suatu hari ketika 'Uzair memasuki kebunnya yang menghijau dengan pokok-pokok tamar dan tiba-tiba hatinya telah terpesona serta tertarik untuk memikirkan rahsia keindahan dan keajaiban alam ini. Sesudah memetik buah-buahan dia pulang dengan keldainya sambil menikmati keindahan-keindahan alam sekitarnya sehingga keldai yang ditungganginya tersesat jalan. Setelah sekian lama barulah dia sedar bahwa dia telah berada di suatu daerah yang tidak dikenali oleh beliau serta sudah jauh dari negerinya sendiri.

Sebaik saja dia sampai ke daerah itu dilihatnya kampung itu baru saja diserbu oleh musuh-musuh sehingga menjadi rosak-binasa sama sekali. Di tapak atau bekas runtuhan terdapat mayat-mayat manusia yang bergelimpangan yang sudah busuk serta hancur. Melihatkan pemandangan yang mengerikan itu, dia pun turun dari keldainya dengan membawa dua keranjang buah-buahan. Manakala keldainya itu ditambat di situ, kemudian dia pun duduk bersandar pada dinding sebuah rumah yang sudah runtuh bagi melepaskan penatnya. Dalam pada itu, fikirannya mula memikirkan mayat manusia yang sudah busuk itu.

"Bagaimana orang-orang yang sudah mati dan hancur itu akan dihidupkan oleh Tuhan kembali di negeri akhirat?" begitulah pertanyaan yang datang bertalu-talu da tidak terjawab olehnya sehingga dia menjadi lemah-longlai dan kemudian terus tertidur. Dalam tidur itu, dia seakan-akan bertemu dengan semua arwah (roh-roh) orang-orang yang sudah meninggal itu. Tidurnya amat luar biasa sekali, bukan hanya sejam atau semalam, tetapi dia telah tidur terus-menerus tanpa bangun-bangun selama seratus tahun lamanya.

Dalam masa dia tertidur itu, keadaan di sekitarnya sudah ramai lapisan baru, rumah serta bangunan-bangunan banyak yang telah didirikan. Dalam masa seratus tahun itu, segala-galanya sudah berubah, manakal 'Uzair tetap terus tidur tersandar di dinding buruk itu menjadi jasad (tubuh) yang tidak bernyawa lagi. Dagingnya sudah hancur dan tulang belulangnya sudah hancur lebur berderai.
Kemudian jasad 'Uzair yang telah mati, daging dan tulangnya yang sudah hancur itu disusun kembali oleh Allah pada bahagiannya masing-masing lalu ditiupkan ruhnya. Dan ketika itu juga 'Uzair hidup kembali seperti dahulu. 'Uzair terus berdiri seperti orang yang bangun dari tidur lantas dia mencari keldai dan buah-buahannya di dalam keranjang dahulu.

Tidak berapa lama kemudian, turunlah beberapa malaikat seraya bertanya, "Tahukah engkau ya 'Uzair berapa lama engkau tidur?"
Tanpa berfikir panjang 'Uzair menjawab, "Saya tertidur sehari dua ataupun setengah hari."
Lalu malaikat pun berkata kepadanya, "Bahwa engkau terdampar di sini genap seratus tahun lamanya. Disinilah engkau berbaring, berhujan dan berpanas matahari, kadang-kadang ditiup badai dan berhawa sejuk dan juga panas terik. Dalam masa yang begitu panjang, makanan engkau tetap baik keadaannya. Tetapi cuba lihat keadaan keldai itu, dia sendiri pun sudah hancur dan dagingnya sudah busuk."

Berkata malaikat lagi, "Lihatlah dan perhatikanlah sungguh-sungguh. Demikianlah kekuasaan Allah. Allah dapat menghidupkan kembali orang yang sudah mati dan mengembalikan jasad-jasad yang sudah hancur lebur dan dengan semudah itu pulalah Tuhan akan membangkitkan semua manusia yang sudah mati itu nanti di akhirat untuk diperiksa dan diadili segala perbuatannya. Hal ini diperlihatkan oleh Tuhan kepada engkau supaya iman engkau tetap dan engkau sendiri dapat menjadi bukti kepada manusia-manusia lain supaya engkau dan manusia-manusia lain tiada syak dan ragu-ragu lagi tentang apa yang diterangkan Tuhan tentang akhirat itu."

Setelah 'Uzair melihat makanan dan keldainya yang sudah hancur itu, maka 'Uzair pun berkata, "Sekarang tahulah saya bahwa Allah itu adalah berkuasa ke atas tiap-tiap sesuatu." Tiba-tiba keldai yang sudah hancur berderai itu dilihatnya mulai dikumpulkan daging dan tulangnya. Dan akhirnya menjadi seperti sediakala iaitu hidup kembali bergerak-gerak dan berdiri sebagaimana sebelum mati. Maka 'Uzair pun berkata, "Sekarang tahulah saya bahwa Allah berkuasa di atas segala-galanya." Lalu dia pun terus mengambil keldainya dahulu dan terus menunggangnya pulang ke rumahnya dahulu dengan mencari-cari jalan yang sukar untuk dikenali. Dilihatnya segala-gala telah berubah. Dia cuba mengingati apa yang pernah dilihatnya seratus tahun dahulu. Setelah menempuhi berbagai kesukaran, akhirnya dia pun sampai ke rumahnya. Sebaik saja dia sampai di situ, dia mendapati rumahnya sudah pun buruk di mana segala dinding rumahnya telah habis runtuh. Semasa dia memandang keadaan sekeliling rumahnya, dia ternampak seorang perempuan tua, lantas dia pun bertanya, "Inikah rumah tuan 'Uzair?"

"Ya," jawab perempuan itu. "Inilah rumah 'Uzair dahulu, tetapi 'Uzair telah lama pergi dan tiada didengar berita tentangnya lagi sehingga semua orang pun lupa padanya dan saya sendiri tidak pernah menyebut namanya selain kali ini saja." Kata perempuan itu sambil menitiskan airmata.
'Sayalah 'Uzair," jawab 'Uzair dengan pantas. "Saya telah dimatikan oleh Tuhan seratus tahun dahulu dan sekrang saya sudah dihidupkan oleh Allah kembali."
Perempuan tua itu terkejut seakan-akan tidak percaya, lalu dia pun berkata, "'Uzair itu adalah seorang yang paling soleh, doanya selalu dimakbulkan oleh Tuhan dan telah banyak jasanya di dalam menyembuhkan orang yang sakit tenat." Sambunya lagi, "Saya ini adalah hambanya sendiri, badan saya telah tua dan lemah, mata saya telah pun buta kerana selalu menangis terkenangkan 'Uzair. Kalaulah tuan ini 'Uzair maka cubalah tuan doakan kepada Tuhan suaya mata saya terang kembali dan dapat melihat tuan."

"Uzair pun mendaha kedua belah tangannya ke langit lalu berdoa ke hadrat Tuhan. Tiba-tiba mata orang rua itupun terbuka dan dapat melihat dengan lebih terang lagi. Tubuhnya yang tua dan lemah itu kembali kuat seakan-akan kembali muda. Setelah merenung wajah 'Uzair dia pun berkata, "Benar, tuanlah 'Uzair. Saya masih ingat." Hambanya itu terus mencium tangan 'Uzair lalu keduanya pergi mendapatkan orang ramai, bangsa Israil. 'Uzair memperkenalkan dirinya bahwa dialah 'Uzair yang pernah hidup di kampung itu lebih seratus tahun yang lalu.

Berita itu bukan saja mengejutkan bangsa Israil, tetapi ada juga meragukan dan ada yang tidak percaya kepadanya. Walau bagaimanapun berita itu menarik perhatian semua orang yang hidup ketika itu. Kerana itu mereka ingin menguji kebenaran 'Uzair. Kemudian datanglah anak kandungnya sendiri seraya bertanya, "Saya masih ingat bahwa bapa saya mempunyai tanda di punggungnya. Cubalah periksa tanda itu. Kalau ada benarlah dia 'Uzair."
Tanda itu memang ada pada 'Uzair, lalu percayalah sebahagian daripada mereka. Akan tetapi sebahagian lagi mahukan bukti yang lebih nyata, maka mereka berkata kepada 'Uzair, "Bahwa sejak penyerbuan Nebukadnezar ke atas bangsa dan negara Israil dan setelah tentera tersebut membakar kitab suci Taurat, maka tiadalah seorang pun bani Israil yang hafal isi Taurat kecuali 'Uzair saja. Kalau benarlah tuan Uzair, cubalah tuan sebutkan isi Taurat yang betul."

'Uzair pun membaca isi Taurat itu satu persatu dengan fasih dan lancar serta tidak salah walaupun sedikit. Mendengarkan itu barulah mereka percaya bahwa sungguh benar itulah 'Uzair. Ketika itu, semua bangsa Israil punpercaya bahwa dialah 'Uzair yang telah mati dan dihidupkan semual oleh Tuhan. Banyak di antara mereka yang bersalam dan mencium tangan 'Uzair serta meminta nasihat dan panduan daripadanya. Tetapi sebahagian daripada kaum Yahudi yang bodoh menganggap 'Uzair sebagai anak Tuhan pula. Maha Suci Allah tidak mempunyai anak samada 'Uzair mahupun Isa kerana semua makhluk adalah kepunyaan-Nya belaka. Janganlah kita was-was tentang kekuasaan Allah, maka hendaklah dia fikir siapakah yang menciptakan dirinya itu. Adalah mustahil sesuatu benda itu terjadi dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakan. Kalau masih ada orang yang ragu-ragu tentang kekuasaan Allah, ubatnya hanya satu saja, hendaklah dia membaca dan memahami al-Qur'an, was-was terhadap kekuasaan Allah itu hanya datangnya dari syaitan.

Allah S.W.T telah meletakkan komputer dalam kepala kita untuk berfikir, oleh itu gunakanlah akal kita untuk berfikir.





...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

KISAH NERAKA JAHANNAM

Dikisahkan dalam sebuah hadis bahwa sesungguhnya neraka Jahannam itu adalah hiam gelap, tidak ada cahaya dan tidak pula ia menyala. Dan ianya memiliki 7 buah pintu dan pada setiap pintu itu terdapat 70,000 gunung, pada setiap gunung itu terdapat 70,000 lereng dari api dan pada setiap lereng itu terdapat 70,000 belahan tanah yang terdiri dari api, pada setiap belahannya pula terdapat 70,000 lembah dari api.
Dikisahkan dalam hadis tersebut bahwa pada setiap lembah itu terdapat 70,000 gudang dari api, dan pada setiap gudang itu pula terdapat 70,000 kamar dari api, pada setiap kamar itu pula terdapat 70,000 ular dan 70,000 kala, dan dikisahkan dalam hadis tersebut bahwa setiap kala itu mempunyai 70,000 ekor dan setiap ekor pula memiliki 70,000 ruas. Pada setiap ruas kala tersebut ianya mempunyai 70,000 qullah bisa.

Dalam hadis yang sama menerangkan bahwa pada hari kiamat nanti akan dibuka penutup neraka Jahannam, maka sebaik saja pintu neraka Jahannam itu terbuka, akan keluarlah asap datang mengepung mereka di sebelah kiri, lalu datang pula sebuah kumpulan asap mengepung mereka disebelah hadapan muka mereka, serta datang kumpulan asap mengepung di atas kepala dan di belakang mereka. Dan mereka (Jin dan Mausia) apabila terpandang akan asap tersebut maka bergetarlah dan mereka berlutut dan memanggil-manggil, "Ya Tuhan kami, selamatkanlah."

Diriwayatkan bahwa sesungguhnya Rasulullah S.A.W telah bersabda : "Akan didatangkan pada hari kiamat itu neraka Jahannam, dan neraka Jahannam itu mempunyai 70,000 kendali, dan pada setiap kendali itu ditarik oleh 70,000 malaikat, dan berkenaan dengan malaikat penjaga neraka itu besarnya ada diterangkan oleh Allah S.W.T dalam surah At-Tahrim ayat 6 yang bermaksud : "Sedang penjaganya malaikat-malaikat yang kasar lagi keras."
Setiap malaikat apa yang ada di antara pundaknya adalah jarak perjalanan setahun, dan setiap satu dari mereka itu mempunyai kekuatan yang mana kalau dia memukul gunung dengan pemukul yang ada padanya, maka nescaya akan hancur lebur gunung tersebut. Dan dengan sekali pukulan saja ia akan membenamkan 70,000 ke dalam neraka Jahannam.





...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

SEJARAH TERJADINYA ISRAK DAN MIKRAJ

Adapun terjadinya peristiwa Israk dan Mikraj adalah kerana bumi merasa bangga dengan langit. Berkata dia kepada langit, "Hai langit, aku lebih baik dari kamu kerana Allah S.W.T. telah menghiaskan aku dengan berbagai-bagai negara, beberapa laut, sungai-sungai, tanam-anaman, beberapa gunung dan lain-lain."
Berkata langit, "Hai bumi, aku juga lebih elok dari kamu kerana matahari, bulan, bintang-bintang, beberapa falah, buruj, 'arasy, kursi dan syurga ada padaku."
Berkata bumi, "Hai langit, ditempatku ada rumah yang dikunjungi dan untuk bertawaf para nabi, para utusan dan arwah para wali dan solihin (orang-orang yang baik)."

Bumi berkata lagi, "Hai langit, sesungguhnya pemimpin para nabi dan utusan bahkan sebagai penutup para nabi dan kekasih Allah seru sekalian alam, seutama-utamanya segala yang wujud serta kepadanya penghormatan yang paling sempurna itu tinggal di tempatku. Dan dia menjalankan syari'atnya juga di tempatku."
Langit tidak dapat berkata apa-apa, apabila bumi berkata demikian. Langit mendiamkan diri dan dia mengadap Allah S.W.T dengan berkata, "Ya Allah, Engkau telah mengabulkan permintaan orang yang tertimpa bahaya, apabila mereka berdoa kepada Engkau. Aku tidak dapat menjawab soalan bumi, oleh itu aku minta kepada-Mu ya Allah supaya Muhammad Engkau dinaikkan kepadaku (langit) sehingga aku menjadi mulia dengan kebagusannya dan berbangga."

Lalu Allah S.W.T mengabulkan permintaan langit, kemudian Allah S.W.T memberi wahyu kepada Jibrail A.S pada malam tanggal 27 Rejab, "Janganlah engkau (Jibrail) bertasbih pada malam ini dan engkau 'Izrail jangan engkau mencabut nyawa pada malam ini."
Jibrail A.S. bertanya, " Ya Allah, apakah kiamat telah sampai?"
Allah S.W.T berfirman, maksudnya, "Tidak, wahai Jibrail. Tetapi pergilah engkau ke Syurga dan ambillah buraq dan terus pergi kepada Muhammad dengan buraq itu."
Kemudian Jibrail A.S. pun pergi dan dia melihat 40,000 buraq sedang bersenang-lenang di taman Syurga dan di wajah masing-masing terdapat nama Muhammad. Di antara 40,000 buraq itu, Jibrail A.S. terpandang pada seekor buraq yang sedang menangis bercucuran air matanya. Jibrail A.S. menghampiri buraq itu lalu bertanya, "Mengapa engkau menangis, ya buraq?"

Berkata buraq, "Ya Jibrail, sesungguhnya aku telah mendengar nama Muhammad sejak 40 tahun, maka pemilik nama itu telah tertanam dalam hatiku dan aku sesudah itu menjadi rindu kepadanya dan aku tidak mahu makan dan minum lagi. Aku laksana dibakar oleh api kerinduan."
Berkata Jibrail A.S., "Aku akan menyampaikan engkau kepada orang yang engkau rindukan itu."
Kemudian Jibrail A.S. memakaikan pelana dan kekang kepada buraq itu dan membawanya kepada Nabi Muhammad S.A.W. Wallahu'alam.

Buraq yang diceritakan inilah yang membawa Rasulullah S.A.W dalam perjalanan Israk dan Mikraj.



...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

Rahsia Syafaat (Pertolongan ALLAH Bagi Orang Berdosa) Di Akhirat

Abu Umamah r.a. berkata : "Rasulullah S.A.W telah menganjurkan supaya kami semua mempelajari Al-Qur'an, setelah itu Rasulullah S.A.W memberitahu tentang kelebihan Al-Qur'an."
Telah bersabda Rasulullah S.A.W : Belajarlah kamu akan Al-Qur'an, di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya."
Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, " Kenalkah kamu kepadaku?" Maka orang yang pernah membaca akan menjawab : "Siapakah kamu?"

Maka berkata Al-Qur'an : "Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari."
Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Qur'an itu : "Adakah kamu Al-Qur'an?" Lalu Al-Qur'an mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca mengadap Allah S.W.T. Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya.
Pada kedua ayanh dan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya : "Dari manakah kami memperolehi ini semua, pada hal amal kami tidak sampai ini?"

Lalu dijawab : "Kamu diberi ini semua kerana anak kamu telah mempelajari Al-Qur'an."

Nabi Muhammad s.a.w. bersabda yang bermaksud:

"Barangsiapa hendak berdialog dengan Allah s.w.t. maka bacalah Al-Quran"

Riwayat dari Utsman ibn Affan r.a. berkata :Nabi Muhammad s.a.w. bersabda yang bermaksud: "Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari Al-Quran lalu mengajarnya."

Al-Hakim mengikhraj dari Ibnu Mas'ud:"Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitab Allah s.w.t. (Al-Quran) maka baginya pahala satu HASANAH (satu kebajikan) dan satu HASANAH itu berganda sepuluh. Tidak aku katakan ALIF-LAAAM-MIIIN adalah satu huruf, melainkan ALIF satu huruf, LAAAM satu huruf dan MIIIN satu huruf."

Nabi Muhammad s.a.w. bersabda yang bermaksud:

"Kau pergi dipagi hari lalu kau belajar satu ayat dari Kitab Allah s.w.t. (AL-QURAN), sungguh hal itu lebih baik bagimu daripada kau lakukan solat seratus rakaat."

Dan diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a.:

"Barangsiapa mendengarkan satu ayat dari Kitab Allah s.w.t. maka dicatatkan untuknya HASANAH berganda, dan barangsiapa membaca satu ayat Kitab Allah s.w.t. maka ayat itu merupakan nur baginya kelak dihari kiamat."

Juga diriwayatkan dari Abu Hurairah bahawa Nabi Muhammad s.a.w. bersabda yang bermaksud:

"Hai Abu Hurairah, pelajarilah Al-Quran dan ajarkanlah kepada manusia, dan kau selalu begitu hingga datang maut menghampirimu dalam keadaan begitu maka para malaikat berduyun-duyun kemakammu sebagaimana orang-orang mukmin berduyun-duyun keBaitullah al-Haram."

Nabi Muhammad s.a.w. bersabda yang bermaksud:

"Barangsiapa mengajarkan kepada anaknya satu ayat Al-Quran maka hal itu lebih baik baginya daripada ibadah selama seribu tahun, (iaitu) berpuasa disiang hari dan solat dimalam hari selama seribu tahun dan lebih baik baginya daripada seribu dinar yang ia sedekahkan kepada kaum fakir miskin."

Rahsia syafaat diakhirat dengan membaca surah Al-Mulk.

Ini antara fadhilat-fadhilat surah al-Mulk :-

1) Mendapat syafaat

Daripada Abu Hurairah r.a dari Rasulullah SAW bersabda: " Sesungguhnya di dalam al Quran ada 30 ayat memberi syafaat kepada pembacanya sehingga diberi keampunan untuknya iaitu surah al-Mulk"

2) Menyelamatkan daripada seksa kubur

Daripada Ibnu Abbas r.a berkata seorang sahabat Rasulullah SAW telah mendirikan khemah di atas kubur dan beliau tidak tahu ianya kubur. Maka di dalamnya terdengar suara bacaan surah al-Mulk sehingga khatam maka beliau menemui baginda SAW dan berkata : Wahai Rasulullah SAW, saya dirikan satu khemah di atas satu kubur dan saya tidak tahu bahawa ianya kuburdan saya terdengar seorang manusia sedang membaca surah al-Mulk sehingga khatam. " Nabi SAW bersabda itulah yang menahan dan menyelamatkan dia daripada siksa kubur. (HR At-Tarmizi)

Secara umumnya, surah ini banyak mengisahkan tentang kekuasaan Allah terhadap makhluk ciptaan-Nya. Ini jelas digambarkan daripada tajuk surah ini, al-Mulk, yang bermaksud 'kerajaan'.

Pada awal surah, ayat tersebut menceritakan kesempurnaan ciptaan alam ini, yang tidak ada cacat-celanya. Allah telah menciptakan alam ini 'from scratch/nothingness', dan seterusnya menjaga alam ini dengan penuh kesempurnaan. Sebagai nota kaki, Bilal Philips ada menyarankan bahawa teori Einstein yang terkenal, iaitu E = mc^2 adalah suatu pernyataan yang berunsurkan syirik, kerana ianya membawa maksud tenaga itu kekal, yakni tidak boleh dicipta atau dimusnahkan. Ini adalah bertentangan dengan sifat Allah yang berkuasa menciptakan dan mematikan sesuatu menurut kehendak-Nya.

Beberapa ayat yang seterusnya mengisahkan azab di neraka, di mana setiap kali sekumpulan manusia di campakkan ke dalam api neraka, malaikat penjaga bertanya " Apakah belum pernah datang orang yang memberi peringatan kepada kamu?". "Ya, tetapi kami mendustakannya". Begitulah respons mereka. Cuba kita lihat dalam kehidupan seharian kita. Adakah kita sering menolak ajakan untuk membuat kebaikan? Jika ya, cuba check iman, mudah-mudahan kita tidak termasuk ke dalam golongan yang akan menyesal di akhirat kelak.

Dan secara ringkasnya, ayat-ayat yang berikutnya berkisarkan kuasa Allah yang mengetahui perkara yang disembunyikan, berkuasa menciptakan burung yang terbang di angkasa, dan yang berkuasa memberi dan menahan rezeki kita. Allah amatlah murka terhadap mereka yang mendustakannya, walhal telah jelas bukti kewujudan dan kekuasaaan-Nya.

Surah ini ditutup dengan suatu pernyataan yang harus kita renungi bersama :

" Katakanlah (Muhammad), Terangkanlah kepadaku, jika sumber air kamu menjadi kering, maka siapa yang akan memberimu air yang mengalir?"





...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

Iblis Datang Mengganggu Ketika Sakaratul Maut ...

Syaitan dan Iblis akan sentiasa mengganggu manusia, bermula dengan
memperdayakan manusia dari terjadinya dengan setitik mani hinggalah
ke akhir hayat mereka, dan yang paling dahsyat ialah sewaktu akhir
hayat iaitu ketika sakaratul maut. Iblis mengganggu manusia sewaktu
sakaratul maut disusun menjadi 7 golongan dan rombongan. Hadith
Rasulullah SAW. menerangkan:
Yang bermaksud: "Ya Allah aku berlindung dengan Engkau daripada
perdayaan syaitan di waktu maut."

Rombongan 1
Akan datang Iblis dengan banyaknya dengan berbagai rupa yang pelik
dan aneh seperti emas, perak dan lain-lain, serta sebagai makanan dan
minuman yang lazat-lazat. Maka disebabkan orang yang di dalam
sakaratul maut itu di masa hidupnya sangat tamak dan loba kepada
barang-barang tersebut, maka diraba dan disentuhnya barangan Iblis
itu, di waktu itu nyawanya putus dari tubuh. Inilah yang dikatakan
mati yang lalai dan lupa kepada Allah SWT inilah jenis mati fasik dan
munafik, ke nerakalah tempatnya.
Rombongan 2

Akan datang Iblis kepada orang yang didalam sakaratul maut itu
merupakan diri sebagai rupa binatang yang di takuti seperti, Harimau,
Singa, Ular dan Kala yang berbisa. Maka Apabila yang sedang didalam
sakaratul maut itu memandangnya saja kepada binatang itu, maka dia
pun meraung dan melompat sekuat hati. Maka seketika itu juga akan
putuslah nyawa itu dari badannya, maka matinya itu disebut sebagai
mati lalai dan mati dalam keadaan lupa kepada Allah SWT, matinya itu
sebagai Fasik dan Munafik dan ke nerakalah tempatnya.
Rombongan 3

Akan datang Iblis mengacau dan memperdayakan orang yang di dalam
sakaratul maut itu dengan merupakan dirinya kepada binatang yang
menjadi minat kepada orang yang hendak mati itu, kalau orang yang
hendak mati itu berminat kepada burung, maka dirupai dengan burung,
dan jika dia minat dengan Kuda lumba untuk berjudi, maka dirupakan
dengan Kuda lumba (judi). Jika dia minat dengan dengan ayam sabung,
maka dirupakan dengan ayam sabung yang cantik. Apabila tangan orang
yang hendak mati itu meraba-raba kepada binatang kesayangan itu dan
waktu tengah meraba-raba itu dia pun mati, maka matinya itu di dalam
golongan yang lalai dan lupa kepada Allah SWT. Matinya itu mati Fasik
dan Munafik, maka nerakalah tempatnya.
Rombongan 4

Akan datang Iblis merupakan dirinya sebagai rupa yang paling dibenci
oleh orang yang akan mati, seperti musuhnya ketika hidupnya dahulu
maka orang yang di dalam sakaratul maut itu akan menggerakkan dirinya
untuk melakukan sesuatu kepada musuh yang dibencinya itu. Maka
sewaktu itulah maut pun datang dan matilah ia sebagai mati Fasik dan
Munafik, dan nerakalah tempatnya

Rombongan 5
Akan datang Iblis merupakan dirinya dengan rupa sanak-saudara yang
hendak mati itu, seperi ayah ibunya dengan membawa makanan dan
minuman, sedangkan orang yang di dalam sakaratul maut itu sangat
mengharapkan minuman dan makanan lalu dia pun menghulurkan tangannya
untuk mengambil makanan dan minuman yang dibawa oleh si ayah dan si
ibu yang dirupai oleh Iblis, berkata dengan rayu-merayu "Wahai anakku
inilah sahaja makanan dan bekalan yang kami bawakan untukmu dan
berjanjilah bahawa engkau akan menurut kami dan menyembah Tuhan yang
kami sembah, supaya kita tidak lagi bercerai dan marilah bersama kami
masuk ke dalam syurga." Maka dia pun sudi mengikut pelawaan itu
dengan tanpa berfikir lagi, ketika itu waktu matinya pun sampai maka
matilah dia di dalam keadaan kafir, kekal ia di dalam neraka dan
terhapuslah semua amal kebajikan semasa hidupnya.

Rombongan 6
Akan datanglah Iblis merupakan dirinya sebagai ulamak-ulamak yang
membawa banyak kitab-kitab, lalu berkata ia: "Wahai muridku, lamalah
sudah kami menunggu akan dikau, berbagai ceruk telah kami pergi,
rupanya kamu sedang sakit di sini, oleh itu kami bawakan kepada kamu
doktor dan bomoh bersama dengan ubat untukmu." Lalu diminumnya ubat,
itu maka hilanglah rasa penyakit itu, kemudian penyakit itu datang
kembali. Lalu datanglah pula Iblis yang menyerupai ulamak dengan
berkata: "Kali ini kami datang kepadamu untuk memberi nasihat agar
kamu mati didalam keadaan baik, tahukah kamu bagaimana hakikat
Allah?" Berkata orang yang sedang dalam sakaratul maut: "Aku tidak
tahu." Berkata ulamak Iblis: "Ketahuilah, aku ini adalah seorang
ulamak yang tinggi dan hebat, baru sahaja kembali dari alam ghaib dan
telah mendapat syurga yang tinggi.
Cubalah kamu lihat syurga yang telah disediakan untukmu, kalau kamu
hendak mengetahui Zat Allah SWT hendaklah kamu patuh kepada
kami." Ketika itu orang yang dalam sakaratul maut itu pun
memandang ke kanan dan ke kiri, dan dilihatnya sanak-saudaranya
semuanya berada di dalam kesenangan syurga, (syurga palsu yang
dibentangkan oleh Iblis bagi tujuan mengacau orang yang sedang dalam
sakaratul maut). Kemudian orang yang sedang dalam sakaratul maut itu
bertanya kepada ulamak palsu: "Bagaimanakah Zat Allah?" Iblis merasa
gembira apabila jeratnya mengena. Lalu berkata ulamak palsu: "Tunggu,
sebentar lagi dinding dan tirai akan dibuka kepadamu." Apabila
tirai dibuka selapis demi selapis tirai yang berwarna warni itu, maka
orang yang dalam sakaratul maut itu pun dapat melihat satu benda yang
sangat besar, seolah-olah lebih besar dari langit dan bumi.

Rombongan 7
Rombongan Iblis yang ketujuh ini Iblis terdiri dari 72 barisan sebab
menjadi 72 barisan ialah kerana dia menepati Iktikad Muhammad SAW
bahawa umat Muhammad akan terbahagi kepada 73 puak (barisan). Satu
puak sahaja yang benar (ahli sunnah waljamaah) 72 lagi masuk ke
neraka kerana sesat. Ketahuilah bahawa Iblis itu akan mengacau
dan mengganggu anak Adam dengan 72 macam yang setiap satu berlain di
dalam waktu manusia sakaratul maut. Oleh itu hendaklah kita
mengajarkan kepada orang yang hampir meninggal dunia akan talkin Laa
Ilaaha Illallah untuk menyelamatkan dirinya dari gangguan Iblis dan
syaitan yang akan berusaha bersungguh-sungguh mengacau orang yang
sedang dalam sakaratul maut. Bersesuaian dengan sebuah hadith
yang bermaksud: "Ajarkan oleh kamu (orang yang masih hidup) kepada
orang yang hampir mati itu: Laa Ilaaha Illallah."




...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

Sunday, July 13, 2008

Menuntut ilmu perlu ikhlas kerana Allah

ADAB menuntut ilmu hendaklah ikhlas dan diniatkan dalam hati kerana Allah. Apabila seseorang menuntut ilmu hanya untuk mendapatkan gelaran, kedudukan atau ingin menjadi orang dipandang, maka Rasulullah SAW memberi peringatan.
Baginda SAW bersabda yang bermaksud: “Barang siapa menuntut ilmu yang dipelajari hanya kerana Allah sedangkan ia tidak menuntutnya kecuali untuk mendapatkan mata benda dunia, ia tidak akan mendapat bau syurga pada hari kiamat.” (Hadis riwayat Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah)
Jika ada yang berhajat menuntut ilmu untuk mendapatkan syahadah (sarjana muda atau doktor falsafah) kerana menjadi peraturan yang tertulis hanya mereka yang memiliki pendidikan tinggi boleh menyampaikan atau mengajar ilmu, niat itu termasuk dalam niat yang benar. Menuntut ilmu dengan niat untuk menghilangkan kebodohan diri dan selepas memiliki ilmu kita harus mengajarkan kepada orang lain untuk menghilang kebodohan daripada diri mereka. Mengajarkan kepada orang lain itu dengan pelbagai cara membolehkan orang lain mendapat manfaat ilmu kita.
Apakah disyaratkan untuk memberi manfaat kepada orang lain kita perlu duduk di masjid atau memberi manfaat dengan ilmu itu pada setiap saat? Jawapan yang benar adalah yang kedua kerana Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Sampaikanlah dariku walaupun cuma satu ayat.” (Hadis riwayat Bukhari)
Imam Ahmad berkata: “Ilmu tidak ada bandingannya apabila niatnya benar. Muridnya bertanya: Bagaimanakah yang demikian itu? Beliau menjawab: ia berniat menghilangkan kebodohan daripada dirinya dan orang lain.” Menjadi keharusan bagi penuntut ilmu berniat menuntut ilmu untuk membela syariat kerana kedudukan syariat sama dengan pedang jika tidak ada seseorang menggunakannya ia tidak bererti.
Penuntut ilmu harus membela agamanya daripada hal yang menyimpang daripada agama. Perkara itu hanya boleh dilakukan jika seseorang itu memiliki ilmu yang benar, sesuai petunjuk al-Quran dan as-Sunnah.
Apabila ada perbezaan pendapat, hendaknya penuntut ilmu menerima perbezaan itu dengan lapang dada selama perbezaan itu pada persoalan ijtihad, bukan akidah kerana persoalan akidah adalah masalah yang tidak ada perbezaan pendapat di kalangan salaf.
Berbeza dalam masalah ijtihad, perbezaan pendapat sudah ada sejak zaman sahabat, bahkan pada masa Rasulullah SAW masih hidup tetapi jangan sampai menghina atau menjelekkan orang lain yang kebetulan berbeza pendapat dengan kita. Mengamalkan ilmu yang diperoleh termasuk adab terpenting bagi penuntut ilmu kerana amal adalah buah daripada ilmu, baik akidah, ibadah, akhlak mahupun muamalah. Orang yang memiliki ilmu seperti orang memiliki senjata yang tidak akan ada gunanya kecuali diamalkan (digunakan).
Kebenaran dan sabar termasuk adab paling penting bagi kita sebagai penuntut ilmu. Mencari kebenaran daripada berita yang sampai kepada kita yang menjadi sumber hukum. Ketika sampai kepada kita sebuah hadis misalnya, kita harus meneliti lebih dulu kesahihan hadis itu.
Jika menemui bukti bahawa hadis itu sahih, berusaha lagi mencari makna (pengertian) hadis itu.




...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

KISAH DI SEBALIK MEMBACA BISMILLAH

Ada seorang perempuan tua yang taat beragama, tetapi suaminya seorang yang fasik dan tidak mahu mengerjakan kewajipan agama dan tidak mahu berbuat kebaikan.Perempuan itu sentiasa membaca Bismillah setiap kali hendak bercakap dan setiap kali dia hendak memulakan sesuatu sentiasa didahului dengan Bismillah. Suaminya tidak suka dengan sikap isterinya dan sentiasa memperolok-olokkan isterinya.Suaminya berkata sambil mengejak, "Asyik Bismillah, Bismillah. Sekejap-sekejap Bismillah."
Isterinya tidak berkata apa-apa sebaliknya dia berdoa kepada Allah S.W.T. supaya memberikan hidayah kepada suaminya. Suatu hari suaminya berkata : "Suatu hari nanti akan aku buat kamu kecewa dengan bacaan-bacaanmu itu."Untuk membuat sesuatu yang memeranjatkan isterinya, dia memberikan wang yang banyak kepada isterinya dengan berkata, "Simpan duit ini." Isterinya mengambil duit itu dan menyimpan di tempat yang selamat, di samping itu suaminya telah melihat tempat yang disimpan oleh isterinya. Kemudian dengan senyap-senyap suaminya itu mengambil duit tersebut dan mencampakkan beg duit ke dalam perigi di belakang rumahnya.
Setelah beberapa hari kemudian suaminya itu memanggil isterinya dan berkata, "Berikan padaku wang yang aku berikan kepada engkau dahulu untuk disimpan."Kemudian isterinya pergi ke tempat dia menyimpan duit itu dan diikuti oleh suaminya dengan berhati-hati dia menghampiri tempat dia menyimpan duit itu dia membuka dengan membaca, "Bismillahirrahmanirrahiim." Ketika itu Allah S.W.T. menghantar malaikat Jibrail A.S. untuk mengembalikan beg duit dan menyerahkan duit itu kepada suaminya kembali.
Alangkah terperanjat suaminya, dia berasa bersalah dan mengaku segala perbuatannya kepada isterinya, ketika itu juga dia bertaubat dan mula mengerjakan perintah Allah, dan dia juga membaca Bismillah apabila dia hendak memulakan sesuatu kerja.





...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

PERCAKAPAN MUSA A.S DENGAN ALLAH AZZAWAJALLAH

Musa A.S: Oh Tuhanku, ajarilah kami sesuatu yang dapat kami pakai untuk berzikir dan berdo'a kepada Engkau.ALLAH: Ucapkan, Laa Ilaaha Illlallaah ha Musa.Musa A.S: Oh Tuhanku, semua hamba-Mu telah mengucapkan kalimat itu.ALLAH: Hai Musa, andaikan langit yang tujuh berserta seluruh penghuninya selain Aku, dan bumi yang tujuh ditimbang dengan Laa Ilaaha Illallaah, nescaya masih berat Laa Ilaaha Illallaah.Kata Hikmah :

1. Kisah ini diambil dari hadis Nabi S.A.W yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Hibban dan Imam Al-Hakim dari Abi Sa'id Al-Khud riyyi r.a.
2. Nilai Laa Ilaaha Illallaah lebih hebat daripada langit, bumi dan seluruh penghuninya.
3. Langit itu berpenghuni.
4. Bumi itu tujuh lapis sebagaimana langit.
5. Seutama-utama zikir adalah Laa Ilaaha Illallaah.





...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

Kisah Nabi Adam a.s.

Setelah Allah s.w.t.menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya,laut-lautannya dan tumbuh-tumbuhannya,menciptakan langit dengan mataharinya,bulan dan bintang-bintangnya yang bergemerlapan menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis makhluk halus yangdiciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba terutama para rasul dan nabinya maka tibalah kehendak Allah s.w.t. untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi bumi memeliharanya menikmati tumbuh-tumbuhannya,mengelola kekayaan yang terpendam di dalamnya dan berkembang biak turun-temurun waris-mewarisi sepanjang masa yang telah ditakdirkan baginya.
Kekhuatiran Para Malaikat.
Para malaikat ketika diberitahukan oleh Allah s.w.t. akan kehendak-Nya menciptakan makhluk lain itu,mereka khuatir kalau-kalau kehendak Allah menciptakan makhluk yang lain itu,disebabkan kecuaian atau kelalaian mereka dalam ibadah dan menjalankan tugas atau karena pelanggaran yang mereka lakukan tanpa disadari.Berkata mereka kepada Allah s.w.t.:"Wahai Tuhan kami!Buat apa Tuhan menciptakan makhluk lain selain kami,padahal kami selalu bertasbih,bertahmid,melakukan ibadah dan mengagungkan nama-Mu tanpa henti-hentinya,sedang makhluk yang Tuhan akan ciptakan dan turunkan ke bumi itu,nescaya akan bertengkar satu dengan lain,akan saling bunuh-membunuh berebutan menguasai kekayaan alam yang terlihat diatasnya dan terpendam di dalamnya,sehingga akan terjadilah kerusakan dan kehancuran di atas bumi yang Tuhan ciptakan itu."
Allah berfirman,menghilangkan kekhuatiran para malaikat itu:"Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui dan Aku sendirilah yang mengetahui hikmat penguasaan Bani Adam atas bumi-Ku.Bila Aku telah menciptakannya dan meniupkan roh kepada nya,bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai penghormatan dan bukan sebagai sujud ibadah,karena Allah s.w.t. melarang hamba-Nya beribadah kepada sesama makhluk-Nya."Kemudian diciptakanlah Adam oleh Allah s.w.t.dari segumpal tanah liat,kering dan lumpur hitam yang berbentuk.Setelah disempurnakan bentuknya ditiupkanlah roh ciptaan Tuhan ke dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang sempurna
.
Iblis Membangkang.
Iblis membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah seperti para malaikat yang lain,yang segera bersujud di hadapan Adam sebagai penghormatan bagi makhluk Allah yang akan diberi amanat menguasai bumi dengan segala apa yang hidup dan tumbuh di atasnya serta yang terpendam di dalamnya.Iblis merasa dirinya lebih mulia,lebih utama dan lebih agung dari Adam,karena ia diciptakan dari unsur api,sedang Adam dari tanah dan lumpur.Kebanggaannya dengan asal usulnya menjadikan ia sombong dan merasa rendah untuk bersujud menghormati Adam seperti para malaikat yang lain,walaupun diperintah oleh Allah.
Tuhan bertanya kepada Iblis:"Apakah yang mencegahmu sujud menghormati sesuatu yang telah Aku ciptakan dengan tangan-Ku?"Iblis menjawab:"Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul dari dia.Engkau ciptakan aku dari api dan menciptakannya dari lumpur."Karena kesombongan,kecongkakan dan pembangkangannya melakukan sujud yang diperintahkan,maka Allah menghukum Iblis dengan mengusir dari syurga dan mengeluarkannya dari barisan malaikat dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat pd.dirinya hingga hari kiamat.Di samping itu ia dinyatakan sebagai penghuni neraka.
Iblis dengan sombongnya menerima dengan baik hukuman Tuhan itu dan ia hanya mohon agar kepadanya diberi kesempatan untuk hidup kekal hingga hari kebangkitan kembali di hari kiamat.Allah meluluskan permohonannya dan ditangguhkanlah ia sampai hari kebangkitan,tidak berterima kasih dan bersyukur atas pemberian jaminan itu,bahkan sebaliknya ia mengancam akan menyesatkan Adam,sebagai sebab terusirnya dia dari syurga dan dikeluarkannya dari barisan malaikat,dan akan mendatangi anak-anak keturunannya dari segala sudut untuk memujuk mereka meninggalkan jalan yang lurus dan bersamanya menempuh jalan yang sesat,mengajak mereka melakukan maksiat dan hal-hal yang terlarang,menggoda mereka supaya melalaikan perintah-perintah agama dan mempengaruhi mereka agar tidak bersyukur dan beramal soleh.
Kemudian Allah berfirman kepada Iblis yang terkutuk itu:"Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yang semuanya akan menjadi isi neraka Jahanam dan bahan bakar neraka.Engkau tidak akan berdaya menyesatkan hamba-hamba-Ku yang telah beriman kepada Ku dengan sepenuh hatinya dan memiliki aqidah yang mantap yang tidak akan tergoyah oleh rayuanmu walaupun engkau menggunakan segala kepandaianmu menghasut dan memfitnah."
Pengetahuan Adam Tentang Nama-Nama Benda.Allah hendak menghilangkan anggapan rendah para malaikat terhadap Adam dan menyakinkan mereka akan kebenaran hikmat-Nya menunjuk Adam sebagai penguasa bumi,maka diajarkanlah kepada Adam nama-nama benda yang berada di alam semesta,kemudian diperagakanlah benda-benda itu di depan para malaikat seraya:"Cubalah sebutkan bagi-Ku nama benda-benda itu,jika kamu benar merasa lebih mengetahui dan lebih mengerti dari Adam."Para malaikat tidak berdaya memenuhi tentangan Allah untuk menyebut nama-nama benda yang berada di depan mereka.Mereka mengakui ketidak-sanggupan mereka dengan berkata:"Maha Agung Engkau! Sesungguhnya kami tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu kecuali apa yang Tuhan ajakan kepada kami.Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana."
Adam lalu diperintahkan oleh Allah untuk memberitahukan nama-nama itu kepada para malaikat dan setelah diberitahukan oleh Adam,berfirmanlah Allah kepada mereka:"Bukankah Aku telah katakan padamu bahawa Aku mengetahui rahsia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan."
Adam Menghuni Syurga.
Adam diberi tempat oleh Allah di syurga dan baginya diciptakanlah Hawa untuk mendampinginya dan menjadi teman hidupnya,menghilangkan rasa kesepiannya dan melengkapi keperluan fitrahnya untuk mengembangkan keturunan. Menurut cerita para ulamat Hawa diciptakan oleh Allah dari salah satu tulang rusuk Adam yang disebelah kiri diwaktu ia masih tidur sehingga ketika ia terjaga,ia melihat Hawa sudah berada di sampingnya.ia ditanya oleh malaikat:"Wahai Adam! Apa dan siapakah makhluk yang berada di sampingmu itu?"
Berkatalah Adam:"Seorang perempuan."Sesuai dengan fitrah yang telah diilhamkan oleh Allah kepadanya."Siapa namanya?"tanya malaikat lagi."Hawa",jawab Adam."Untuk apa Tuhan menciptakan makhluk ini?",tanya malaikat lagi.Adam menjawab:"Untuk mendampingiku,memberi kebahagian bagiku dan mengisi keperluan hidupku sesuai dengan kehendak Allah."
Allah berpesan kepada Adam:"Tinggallah engkau bersama isterimu di syurga,rasakanlah kenikmatan yang berlimpah-limpah didalamnya,rasailah dan makanlah buah-buahan yang lazat yang terdapat di dalamnya sepuas hatimu dan sekehendak nasfumu.Kamu tidak akan mengalami atau merasa lapar,dahaga ataupun letih selama kamu berada di dalamnya.Akan tetapi Aku ingatkan janganlah makan buah dari pohon ini yang akan menyebabkan kamu celaka dan termasuk orang-orang yang zalim.Ketahuilah bahawa Iblis itu adalah musuhmu dan musuh isterimu,ia akan berusaha membujuk kamu dan menyeret kamu keluar dari syurga sehingga hilanglah kebahagiaan yang kamu sedang nikmat ini."
Iblis Mulai Beraksi.
Sesuai dengan ancaman yang diucapkan ketika diusir oleh allah dari Syurga akibat pembangkangannya dan terdorong pula oleh rasa iri hati dan dengki terhadap Adam yang menjadi sebab sampai ia terkutuk dan terlaknat selama-lamanya tersingkir dari singgahsana kebesarannya.Iblis mulai menunjukkan rancangan penyesatannya kepada Adam dan Hawa yang sedang hidup berdua di syurga yang tenteram, damai dan bahagia.
Ia menyatakan kepada mereka bahawa ia adalah kawan mereka dan ingin memberi nasihat dan petunjuk untuk kebaikan dan mengekalkan kebahagiaan mereka.Segala cara dan kata-kata halus digunakan oleh Iblis untuk mendapatkan kepercayaan Adam dan Hawa bahawa ia betul-betul jujur dalam nasihat dan petunjuknya kepada mereka.Ia membisikan kepada mereka bahwa.larangan Tuhan kepada mereka memakan buah-buah yang ditunjuk itu adalah karena dengan memakan buah itu mereka akan menjelma menjadi malaikat dan akan hidup kekal.Diulang-ulangilah bujukannya dengan menunjukkan akan harumnya bau pohon yang dilarang indah bentuk buahnya dan lazat rasanya.Sehingga pada akhirnya termakanlah bujukan yang halus itu oleh Adam dan Hawa dan dilanggarlah larangan Tuhan.
Allah mencela perbuatan mereka itu dan berfirman yang bermaksud: "Tidakkah Aku mencegah kamu mendekati pohon itu dan memakan dari buahnya dan tidakkah Aku telah ingatkan kamu bahawa syaitan itu adalah musuhmu yang nyata."Adam dan Hawa mendengar firman Allah itu sedarlah ia bahawa mereka telah terlanggar perintah Allah dan bahawa mereka telah melakukan suatu kesalahan dan dosa besar.Seraya menyesal berkatalah mereka:"Wahai Tuhan kami! Kami telah menganiaya diri kami sendiri dan telah melanggar perintah-Mu karena terkena bujukan Iblis.Ampunilah dosa kami karena nescaya kami akan tergolong orang-orang yang rugi bila Engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami."
Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi.
Allah telah menerima taubat Adam dan Hawa serta mengampuni perbuatan pelanggaran yang mereka telah lakukan hal mana telah melegakan dada mereka dan menghilangkan rasa sedih akibat kelalaian peringatan Tuhan tentang Iblis sehingga terjerumus menjadi mangsa bujukan dan rayuannya yang manis namun berancun itu.
Adam dan Hawa merasa tenteram kembali setelah menerima pengampunan Allah dan selanjutnya akan menjaga jangan sampai tertipu lagi oleh Iblis dan akan berusaha agar pelanggaran yang telah dilakukan dan menimbulkan murka dan teguran Tuhan itu menjadi pengajaran bagi mereka berdua untuk lebih berhati-hati menghadapi tipu daya dan bujukan Iblis yang terlaknat itu.Harapan untuk tinggal terus di syurga yang telah pudar karena perbuatan pelanggaran perintah Allah,hidup kembali dalam hati dan fikiran Adam dan Hawa yang merasa kenikmatan dan kebahagiaan hidup mereka di syurga tidak akan terganggu oleh sesuatu dan bahawa redha Allah serta rahmatnya akan tetap melimpah di atas mereka untuk selama-lamanya.Akan tetapi Allah telah menentukan dalam takdir-Nya apa yang tidak terlintas dalam hati dan tidak terfikirkan oleh mereka. Allah s.w.t.yang telah menentukan dalam takdir-nya bahawa bumi yang penuh dengan kekayaan untuk dikelolanya,akan dikuasai kepada manusia keturunan Adam memerintahkan Adam dan Hawa turun ke bumi sebagai benih pertama dari hamba-hambanya yang bernama manusia itu.Berfirmanlah Allah kepada mereka:"Turunlah kamu ke bumi sebagian daripada kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain kamu dapat tinggal tetap dan hidup disan sampai waktu yang telah ditentukan."
Turunlah Adam dan Hawa ke bumi menghadapi cara hidup baru yang jauh berlainan dengan hidup di syurga yang pernah dialami dan yang tidak akan berulang kembali.Mereka harus menempuh hidup di dunia yang fana ini dengan suka dan dukanya dan akan menurunkan umat manusia yang beraneka ragam sifat dan tabiatnya berbeda-beda warna kulit dan kecerdasan otaknya.Umat manusia yang akan berkelompok-kelompok menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa di mana yang satu menjadi musuh yang lain saling bunuh-membunuh aniaya-menganianya dan tindas-menindas sehingga dari waktu ke waktu Allah mengutus nabi-nabi-Nya dan rasul-rasul-Nya memimpin hamba-hamba-Nya ke jalan yang lurus penuh damai kasih sayang di antara sesama manusia jalan yang menuju kepada redha-Nya dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.
Kisah Adam dalam Al-Quran. Al_Quran menceritakan kisah Adam dalam beberapa surah di antaranya surah Al_Baqarah ayat 30 sehingga ayat 38 dan surah Al_A'raaf ayat 11 sehingga 25
Pengajaran Yang Terdapat Dari Kisah Adam.
Bahawasanya hikmah yang terkandung dalam perintah-perintah dan larangan-larangan Allah dan dalam apa yang diciptakannya kadangkala tidak atau belum dapat dicapai oelh otak manusia bahkan oleh makhluk-Nya yang terdekat sebagaimana telah dialami oleh para malaikat tatkala diberitahu bahawa Allah akan menciptakan manusia - keturunan Adam untuk menjadi khalifah-Nya di bumi sehingga mereka seakan-akan berkeberatan dan bertanya-tanya mengapa dan untuk apa Allah menciptakan jenis makhluk lain daripada mereka yang sudah patuh rajin beribadat, bertasbih, bertahmid dan mengagungkan nama-Nya.
Bahawasanya manusia walaupun ia telah dikurniakan kecergasan berfikir dan kekuatan fizikal dan mental ia tetap mempunyai beberapa kelemahan pada dirinya seperti sifat lalai, lupa dan khilaf.Hal mana telah terjadi pada diri Nabi Adam yang walaupun ia telah menjadi manusia yang sempurna dan dikurniakan kedudukan yang istimewa di syurga ia tetap tidak terhindar dari sifat-sifat manusia yang lemah itu.Ia telah lupa dan melalaikan peringatan Allah kepadanya tentang pohon terlarang dan tentang Iblis yang menjadi musuhnya dan musuh seluruh keturunannya, sehingga terperangkap ke dalam tipu daya dan terjadilah pelanggaran pertama yang dilakukan oleh manusia terhadap larangan Allah.
Bahawasanya seseorang yang telah terlanjur melakukan maksiat dan berbuat dosa tidaklah ia sepatutnya berputus asa dari rahmat dan ampunan Tuhan asalkan ia sedar akan kesalahannya dan bertaubat tidak akan melakukannya kembali.Rahmat allah dan maghfirah-Nya dpt mencakup segala dosa yang diperbuat oleh hamba-Nya kecuali syirik bagaimana pun besar dosa itu asalkan diikuti dengan kesedaran bertaubat dan pengakuan kesalahan. Sifat sombong dan congkak selalu membawa akibat kerugian dan kebinasaan.Lihatlah Iblis yang turun dari singgahsananya dilucutkan kedudukannya sebagai seorang malaikat dan diusir oleh Allah dari syurga dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat kepada dirinya hingga hari Kiamat karena kesombongannya dan kebanggaaannya dengan asal-usulnya sehingga ia menganggap dan memandang rendah kepada Nabi Adam dan menolak untuk sujud menghormatinya walaupun diperintahkan oleh Allah s.w.t.
Kisah Habil Dan Qabil, putera Nabi Adam a.s.
Tatacara hidup suami isteri Adam dan Hawa di bumi mulai tertib dan sempurna tatkala Hawa bersedia untuk melahirkan anak-anaknya yang akan menjadi benih pertama bagi umat manusia di dunia ini. Siti Hawa melahirkan kembar dua pasang.Pertama lahirlah pasangan Qabiel dan adik perempuannya yang diberi nama "Iqlima",kemudian menyusul pasangan kembar kedua Habiel dan adik perempuannya yang diberi nama "Lubuda". Kedua orang tua,Nabi Adam dan Siti Hawa, menerima kelahiran keempat putera puterinya itu dengan senang dan gembira, walaupun Hawa telah menderita apa yang lumrahnya dideritai oleh setiap ibu yang melahirkan bayinya. Mereka meharapkan dari keempat anak pertamanya ini akan menurunkan anak cucu yang akan berkembang biak untuk mengisi bumi Allah dan menguasai sesuai dengan amanat yang telah dibebankan keatas bahunya.
Di bawah naungan ayah ibunya yang penuh cinta dan kasih sayang maka membesarlah keempat-empat anak itu dengan cepatnya melalui masa kanak-kanak dan menginjak masa remaja.Yang perempuan sesuai dengan qudrat dan fitrahnya menolong ibunya mengurus rumahtangga dan mengurus hal-hal yang menjadi tugas wanita,sedang yang laki-laki menempuhi jalannya sendiri mencari nafkah untuk memenuhi keperluan hidupnya.Qabiel berusaha dalam bidang pertanian sedangkan Habiel dibidang perternakan.
Penghidupan sehari-hari keluarga Adam dan Hawa berjalan tertib sempurna diliputi rasa kasih sayang saling cinta menyintai hormat menghormati masing-masing meletakkan dirinya dalam kedudukkan yang wajar si ayah terhadap isterinya dan putera-puterinya,si isteri terhadap suami dan anak-anaknya.Demikianlah pula pergaulan di antara keempat bersaudara berlaku dalam harmoni damai dan tenang saling bantu membantu hormat menghormati dan bergotong-royong.
Keempat Anak Adam Memasuki Alam Remaja.
Keempat putera-puteri Adam mencapai usia remaja dan mamasuki alam akil baligh di mana nafsu berahi dan syahwat serta hajat kepada hubungan kelamin makin hari makin nyata dan nampak pada gaya dan sikap mereka hal mana menjadi pemikiran kedua orang tuanya dengan cara bagaimana menyalurkan nasfu berahi dan syahwat itu agar terjaga kemurnian keturunan dan menghindari hubungan kelamin yang bebas di antara putera-puterinya. Kepada Nabi Adam Allah memberi ilham dan petunjuk agar kedua puteranya dikahwinkan dengan puterinya.Qabiel dikahwinkan dengan adik habiel yang bernama Lubuda dan Habiel dengan adik Qabiel yang bernama Iqlima.
Cara yang telah diilham oleh Allahs.w.t. kepada Nabi Adam telah disampaikan kepada kedua puteranya sebagai keputusan si ayah yang harus dipatuhi dan segera dilaksanakan untuk menjaga dan mengekalkan suasana damai dan tenang yang meliputi keluarga dan rumahtangga mereka.Akan tetapi dengan tanpa diduga dan disangka rancangan yang diputuskan itu ditolak mentah-mentah oleh Qabiel dan menyatakan bahawa ia tidak mahu mengahwini Lubuda, adik Habiel dengan mengemukakan alasan bahawa Lubuda adalah buruk dan tidak secantik adiknya sendiri Iqlima.Ia berpendapat bahawa ia lebih patut mempersunting adiknya sendiri Iqlima sebagai isteri dan sekali-kali tidak rela menyerahkannya untuk dikahwinkan oleh Habiel.Dan memang demikianlah kecantikan dan keelokan paras wanita selalu menjadi fitnah dan rebutan lelaki yang kadang-kadang menjurus kepada pertentangan dan permusuhan yang sampai mengakibatkan hilangnya nyawa dan timbulnya rasa dendam dan dengki diantara sesama keluarga dan sesama suku.
Kerana Qabiel tetap berkeras kepala tidak mahu menerima keputusan ayahnya dan meminta supaya dikahwinkan dengan adik kembarnya sendiri Iqlima maka Nabi Adam seraya menghindari penggunaan kekerasan atau paksaan yang dapat menimbulkan perpecahan di antara saudara serta mengganggu suasana damai yang meliputi keluarga beliau secara bijaksana mengusulkan agar menyerahkan masalah perjodohan itu kepada Tuhan untuk menentukannya.Caranya ialah bahawa masing-masing dari Qabiel dan Habiel harus menyerahkan qurban kepada Tuhan dengan catatan bahawa barangsiapa di antara kedua saudara itu diterima qurbannya ialah yang berhad menentukan pilihan jodohnya.
Qabiel dan Habiel menerima baik jalan penyelesaian yang ditawarkan oleh ayahnya.Habiel keluar dan kembali membawa peliharaannya sedangkan Qabiel datang dengan sekarung gandum yang dipilih dari hasil cucuk tanamnya yang rusak dan busuk kemudian diletakkan kedua qurban itu kambing Habiel dan gandum Qabiel diatas sebuah bukit lalu pergilah keduanya menyaksikan dari jauh apa yang akan terjadi atas dua jenis qurban itu. Kemudian dengan disaksikan oleh seluruh anggota keluarga Adam yang menanti dengan hati berdebar apa yang akan terjadi di atas bukit dimana kedua qurban itu diletakkan, terlihatlah api besar yang turun dari langit menyambar kambing binatang qurbannya Habiel yang seketika itu musnah ternakan oleh api sedang karung gandum kepunyaan Qabiel tidak tersentuh sedikit pun oleh api dan tetap tinggal utuh.
Maka dengan demikian keluarlah Habiel sebagai pemenang dalam pertaruhan itu karena qurbannya kambing telah diterima oleh Allah sehingga dialah yang mendapat keutamaan untuk memilih siapakah di antara kedua gadis saudaranya itu yang akan dipersuntingkan menjadi isterinya.
Pembunuhan Pertama Dalam Sejarah Manusia.
Dengan telah jatuhnya keputusan dari langit yang menerima qurban Habiel dan menolak qurban Qabiel maka pudarlah harapan Qabiel untuk mempersuntingkan Iqlima.Ia tidak puas dengan keputusan itu namun tidak ada jalan untuk menolaknya. Ia menyerah dan menerimanya dengan rasa kesal dan marah sambil menaruh dendam terhadap Habiel yang akan dibunuhnya di kala ketiadaan ayahnya. Ketika Adam hendak berpergian dan meninggalkan rumah beliau mengamanahkan rumahtangga dan keluarga kepada Qabiel. Ia berpesan kepadanya agar menjaga baik-baik ibu dan saudara-saudaranya selama ketiadaannya.Ia berpesan pula agar kerukunan keluarga dan ketenangan rumahtangga terpelihara baik-baik jangan sampai terjadi hal-hal yang mengeruhkan suasana atau merusakkan hubungan kekeluargaan yang sudah akrab dan intim.
Qabiel menerima pesanan dan amanat ayahnya dengan kesanggupan akan berusaha sekuat tenaga menyelenggarakan amanat ayahnya dengan sebaik-baiknya dan sesempurna berpergiannya akan mendapat segala sesuatu dalam keadaan baik dan menyenangkan.Demikianlah kata-kata dan janji yang keluar dari mulut Qabiel namun dalam hatinya ia berkata bahawa ia telah diberi kesempatan yang baik untuk melaksanakan niat jahatnya dan melepaskan rasa dendamnya dan dengkinya terhadap Habiel saudaranya.
Tidak lama setelah Adam meninggalkan keluarganya datanglah Qabiel menemui Habiel di tempat penternakannya.Berkata ia kepada Habiel:"Aku datang ke mari untuk membunuhmu.Masanya telah tiba untuk aku lenyapkan engkau dari atas bumi ini." "Apa salahku?"tanya Habiel.Dengan asalan apakah engkau hendak membunuhku?" Qabiel berkata:"Ialah karena qurbanmu diterima oleh Allah sedangkan qurbanku ditolak yang bererti bahawa engkau akan mengahwini adikku Iqlima yang cantik dan molek itu dan aku harus mengahwini adikmu yang buruk dan tidak mempunyai gaya yang menarik itu."
Habiel berkata:"Adakah berdosa aku bahawa Allah telah menerima qurbanku dan menolak qurbanmu?Tidakkah engkau telah bersetuju cara penyelesaian yang diusulkan oleh ayah sebagaimana telah kami laksanakan?Janganlah tergesa-gesa wahai saudaraku, mempertaruhkan hawa nasfu dan ajakan syaitan! Kawallah perasaanmu dan fikirlah masak-masak akan akibat perbuatanmu kelak! Ketahuilah bahawa Allah hanya menerima qurban dari orang-orang yang bertakwa yang menyerahkan dengan tulus ikhlas dari hati yang suci dan niat yang murni.Adakah mungkin sesekali bahawa qurban yang engkau serahkan itu engkau pilihkannya dari gandummu yang telah rusak dan busuk dan engkau berikan secara terpaksa bertentangan dengan kehendak hatimu, sehingga ditolak oleh Allah, berlainan dengan kambing yang aku serahkan sebagai korban yang sengaja aku pilihkan dari perternakanku yang paling sihat dan kucintai dan ku serahkannya dengan tulus ikhlas disertai permohonan diterimanya oleh Allah.
Renungkanlah, wahai saudaraku kata-kataku ini dan buangkanlah niat jahatmu yang telah dibisikkan kepadamu oleh Iblis itu, musuh yang telah menyebabkan turunnya ayah dan ibu dari syurga dan ketahuilah bahawa jika engkau tetap berkeras kepala hendak membunuhku, tidaklah akan aku angkat tanganku untuk membalasmu karena aku takut kepada Allah dan tidak akan melakukan sesuatu yang tidak diredhainya.Aku hanya berserah diri kepada-Nya dan kepada apa yang akan ditakdirkan bagi diriku."
Nasihat dan kata-kata mutiara Habiel itu didengar oleh Qabiel namun masuk telinga kanan keluar telinga kiri dan sekali-kali tidak sampai menyentuh lubuk hatinya yang penuh rasa dengki, dendam dan iri hati sehingga tidak ada tempat lagi bagi rasa damai, cinta dan kasih sayang kepada saudara sekandungnya. Qabiel yang dikendalikan oleh Iblis tidak diberinya kesempatan untuk menoleh kebelakang mempertimbangkan kembali tindakan jahat yang dirancangkan terhadap saudaranya, bahkan bila api dendam dan dengkin didalam dadanya mulai akan padam dikipasinya kembali oleh Iblis agar tetap menyala-yala dan ketika Qabiel bingung tidak tahu bagaimana ia harus membunuh Habiel saudaranya, menjelmalah Iblis dengan seekor burung yang dipukul kepalanya dengan batu sampai mati. Contoh yang diberikan oleh Iblis itu diterapkannya atas diri Habiel di kala ia tidur dengan nyenyaknya dan jatuhlah Habiel sebagai kurban keganasan saudara kandungnya sendiri dan sebagai kurban pembunuhan pertama dalam sejarah manusia
Penguburan Jenazah Habiel.
Qabiel merasa gelisah dan bingung menghadapi mayat saudaranya.ia tidak tahu apa yang harus diperbuat dengan tubuh saudaranya yang semakin lama semakin busuk itu.Diletakkannyalah tubuh itu di sebuah peti yang dipikulnya seraya mundar-mundir oleh Qabiel dalam keadaan sedih melihat burung-burung sedang berterbangan hendak menyerbu tubuh jenazah Habiel yang sudah busuk itu. kebingungan dan kesedihan Qabiel tidak berlangsung lama karena ditolong oleh suatu contoh yang diberikan oleh Tuhan kepadanya sebagaimana ia harus menguburkan jenazah saudaranya itu.Allah s.w.t. Yang Maha Pengasih lagi Maha Bijaksana, tidak rela melihat mayat hamba-Nya yang soleh dan tidak berdosa itu tersia-sia demikian rupa, maka dipertujukanlah kepada Qabiel, bagaimana seekor burung gagak menggali tanah dengan kaki dan paruhnya, lalu menyodokkan gagak lain yang sudah mati dalam pertarungan, ke dalam lubang yang telah digalinya, dan menutupi kembali dengan tanah.Melihat contoh dan pengajaran yang diberikan oleh burung gagak itu, termenunglah Qabiel sejenak lalu berkata pada dirinya sendiri:"Alangkah bodohnya aku, tidakkah aku dapat berbuat seperti burung gagak itu dan mengikuti caranya menguburkan mayat saudaraku ini?"
Kemudian kembalilah Adam dari perjalanan jauhnya.Ia tidak melihat Habiel di antara putera-puterinya yang sedang berkumpul.Bertanyalah ia kepada Qabiel:"Di manakah Habiel berada?Aku tidak melihatnya sejak aku pulang." Qabiel menjawab:"Entah, aku tidak tahu dia ke mana! Aku bukan hamba Habiel yang harus mengikutinya ke mana saja ia pergi." Melihat sikap yang angkuh dan jawapan yang kasar dari Qabiel, Adam dapat meneka bahawa telah terjadi sesuatu ke atas diri Habiel, puteranya yang soleh, bertakwa dan berbakti terhadap kedua orang tuanya itu.Pada akhirnya terbukti bahawa Habiel telah mati dibunuh oleh Qabiel sewaktu peninggalannya.Ia sangat sesal di atas perbuatan Qabiel yang kejam dan ganas itu di mana rasa persaudaraan, ikatan darah dan hubungan keluarga diketepikan sekadar untuk memenuhi hawa nafsu dan bisikan yang menyesatkan.
Menghadapi musibah itu, Nabi Adam hanya berpasrah kepada Allah menerimanya sebagai takdir dan kehendak-Nya seraya mohon dikurniai kesabaran dan keteguhan iman baginya dan kesedaran bertaubat dan beristighfar bagi puteranya Qabiel.
Kisah Qabiel dan Habiel Dalam Al-Quran. Al-Quran mengisahkan cerita kedua putera Nabi Adam ini dalam surah"Al-Maaidah" ayat 27 sehingga ayat 32 .
Pengajaran Dari Kisah Putera Nabi Adam A.S. Bahawasanya Allah s.w.t. hanya menerima qurban dari seseorang yang menyerahkannya dengan tulus dan ikhlas, tidak dicampuri dengan sifat riyak, takabur atau ingin dipuji.Barang atau binatang yang diqurbankan harus yang masih baik dan sempurna dan dikeluarkannya dari harta dan penghasilan yang halal.Jika qurban itu berupa binatang sembelihan, harus yang sihat, tidak mengandungi penyakit atau pun cacat, dan jika berupa bahan makanan harus yang masih segar baik dan belum rusak atau busuk.
Bahawasanya penyelesaian jenazah manusia yang terbaik adalah dengan cara penguburan sebagaimana telah diajarkan oleh Allah kepada Qabiel.itulah cara paling sesuai dengan martabat manusia sebagai makhluk yang dimuliakan dan diberi kelebihan oleh Allah di atas makhluk-makhluk lainnya, menurut firman Allah dalam surah "Al-Isra" ayat 70 yang bererti ; "Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam.Kami angkut mereka di daratan dan di lautan.Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan."





...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

Kisah Nabi Idris a.s

Atas daya usaha Nabi Sheth A.S., sesetengah manusia mula mempercayai Allah. Masa berlalu, mereka mula menyembah berhala nabi mereka. Mereka mula menjadi tidak beragama, menyembah banyak tuhan dan tidak lagi beriman dengan Allah. Mereka mengambil jalan yang salah dalam hidup mereka. Pada suatu masa tertentu, Allah telah mengutuskan Nabi Idris A.S. untuk memulih dan membimbing mereka yang telah hanyut itu. Allah telah menyebutnya dalam al-Quran seperti berikut:
" Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka kisah) Idris (yang tersebut) dalam al-Quran. Sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi" (Maryam, 19: 56)
Seruan dan Penentangan
Nabi Idris A.S. menyeru umatnya kembali menyembah Tuhan yang satu. Baginda mengarahkan umatnya untuk meninggalkan penyembahan berhala mereka. Baginda menekankan bahawa mereka tidak boleh dikuasai oleh sifat cintakan harta dan kekayaan. Baginda menegah mereka daripada meminum arak dan minuman lain yang memabukkan. Hanya segelintir sahaja yang mendengar seruan baginda tetapi majoriti daripada mereka menentang keras terhadap baginda. Namun begitu, Nabi Idris A.S. tetap tidak berputus asa dan terus menyeru tanpa goyah pendiriannya. Baginda dihargai atas keimanan dan kesabaran yang kental.
"Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris, dan Dzulkifli. Mereka semua termasuk orang-orang yang sabar. Kami telah memasukkan mereka ke dalam rahmat Kami, sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang soleh" (Al-Anbiyya, 21: 85-86)
Penghijrahan ke Mesir
Walaupun dengan usaha yang tidak mengenal penat, Nabi Idris A.S. masih tidak dapat mencapai kejayaan yang sepatutnya dan baginda rasa tercabar dengan kelakuan para penduduk zaman itu. Lalu baginda diarahkan untuk berhijrah ke Mesir dan melaksanakan tugasnya di tebing sungai Nil. Baginda menyeru supaya menuju kepada agama Allah kepada pelbagai kumpulan masyarakat dan menasihati mereka supaya berbuat baik dan bertamadun. Akhirnya baginda berjaya membawa perubahan dari segi moral dan sosial hidup masyarakat tersebut.
Kata-kata daripada Nabi Idris
Baginda mengajar dengan teguran dan nasihat yang baik seperti berikut:1. Jangan berasa dengki dengan kekayaan orang lain.2. Sesiapa yang mempunyai keinginan yang tidak terbatas, akan menghalangnya daripada berpuashati dengan kekayaan yang diperolehi.3. Seseorang mestilah ikhlas dalam pengabdian kepada Allah.4. Berdosa jika melakukan sumpah yang salah.
5. Sabar adalah kunci kejayaan6. Sesiapa yang mengawal nafsunya adalah seorang yang bertuah. Golongan yang berbuat baik sahaja akan hidup dalam syafaat daripada Allah semasa hari pembalasan.7. Sesiapa yang ingin mencapai kesempurnaan dalam ilmu, sepatutnya tidak terlibat dengan perlakuan yang tidak bermoral.
Nabi yang Mengetahui
Nabi Idris dilahirkan seratus tahun selepas kematian Nabi Adam A.S. Baginda adalah manusia pertama yang belajar menulis. Diketahui bahawa 30 bahagian ayat-ayat suci Allah diwahyukan kepada baginda. Baginda adalah manusia yang menemui sains astronomi dan aritmetik.
Kematian Nabi Idris A.S.
Nabi Idris A.S. diangkat ke syurga ketika berusia 365 tahun. Ibn Jarir mengaitkannya dalam Rauzatul Ahbab yang Nabi Idris A.S. adalah sahabat kepada malaikat di dalam syurga. Malaikat telah mengangkat baginda ke syurga dan apabila mereka sampai di syurga aras keempat, mereka terjumpa dengan malaikat maut. Malaikat yang mengiringi Nabi Idris A.S. bertanya kepada malaikat maut tentang usia hidup Nabi Idris A.S. dan malaikat maut menjawab:
"Dimanakah Idris ? kerana aku diperintahkan untuk mencabut nyawanya"
Nabi Idris kemudiannya bersemadi di syurga aras keempat dan wafat di dalam sayap malaikat yang membawanya ke syurga. Mutwaslah adalah salah seorang anaknya yang diketahui telah membina tanda untuk Nabi Idris di bumi.





...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

Kisah Nabi Yusuf a.s

Nabi Ya'qub A.S. mempunyai 12 orang anak lelaki. Salah seorang daripadanya bernama Yusuf yang mempunyai perjalanan hidup yang menarik. Yusuf adalah seorang pemuda yang kacak, berbudi pekerti mulia dan berpersonaliti menarik. Nabi Ya'qub mempunyai pengaruh yang besar terhadap Yusuf, anak yang paling disayangi baginda. Saudara-saudara Yusuf mula berasa cemburu dan mereka bersatu menentang Yusuf dan merancang untuk menyingkirkannya keluar.
Mimpi Nabi Yusuf dan Tafsirannya
Apabila Nabi Yusuf A.S. meningkat remaja, baginda mendapat mimpi yang istimewa. Baginda segera memberitahu bapanya mimpi tersebut. Baginda bermimpi yang terdapat 11 butir bintang dan bulan serta matahari melutut di hadapan baginda. Nabi Yusuf A.S. sangat gembira mendapat mimpi yang menakjubkan itu. Jantung baginda berdegup kencang semasa mengkhabarkan mimpi tersebut kepada bapanya. Al-Quran menerangkan peristiwa tersebut dalam ayat berikut:
"(Ingatlah) ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku"" (Yusuf, 12: 4)
Apabila mendengar mimpi tersebut, Nabi Ya'qub secara membisik menasihati anaknya supaya tidak memberitahu saudara-saudaranya yang lain memandangkan rasa cemburu mereka yang meluap-luap. Baginda memberitahu Yusuf, kemungkinan mereka akan merancang pakatan menentang Yusuf. Nabi Ya'qub A.S. telah mentafsirkan mimpi tersebut bahawa Yusuf akan menjadi seorang yang terkenal. Allah akan mengurniakan kebijaksanaan, nikmat dan penghormatan. Baginda juga akan mendapat kelebihan meramalkan kejadian masa depan. Kesimpulannya, Yusuf akan diangkat sebagai seorang nabi. Saudara-saudaranya yang sebelas lagi (11 bintang), ibu dan bapanya (bulan dan matahari) akan memerlukannya dan akan tunduk terhadap kedudukannya yang mulia. Ayat dalam al-Quran yang berkaitan adalah seperti berikut:
"Ayahnya berkata: "Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpi-mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia." Dan demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkan-Nya kepadamu sebahagian dari ta'bir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya'qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan ni'mat-Nya kepada dua orang bapamu sebelum itu, (iaitu) Ibrahim dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana" (Yusuf, 12: 6-7)
Pakatan Menentang Nabi Yusuf A.S.
Saudara-saudara Yusuf tidak suka baginda seorang sahaja yang disayangi Nabi Ya'qub A.S. Perasaan cemburu membara dalam hati mereka dan mereka mengambil keputusan untuk menghapuskan baginda Nabi Yusuf A.S. Salah seorang daripada mereka mencadangkan supaya dibunuh sahaja Nabi Yusuf A.S. tetapi saudara-saudara yang lain tidak bersetuju kerana menganggap perbuatan itu adalah amat keterlaluan. Kemudian, saudara yang lain menyarankan supaya dicampakkan Nabi Yusuf A.S. ke dalam lubang. Semua bersetuju dengan cadangan tersebut.
"Sesungguhnya ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya. (Yaitu) ketika mereka berkata: "Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita daripada kita sendiri, padahal kita (ini) adalah satu golongan (yang kuat). Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kekeliruan yang nyata. Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu daerah (yang tidak dikenal) supaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja, dan sesudah itu hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik". Seorang daripada mereka berkata: "Janganlah kamu bunuh Yusuf, tetapi masukkanlah dia ke dasar sumur supaya dia dipungut oleh beberapa orang musafir, jika kamu hendak berbuat." " (Yusuf, 12: 7-10)
Rancangan Dilaksanakan
Bagi melaksanakan rancangan tersebut, saudara-saudara yang lain telah mendekati bapa mereka dan memujuk Nabi Ya'qub untuk membawa anak kesayangannya Yusuf bersama-sama mereka menggembala kambing. Mereka memujuk sehingga menimbulkan kecurigaan di hati baginda. Baginda risau disebabkan rasa cemburu, mereka akan berbuat sesuatu terhadap Yusuf. Pada mulanya Nabi Ya'qub A.S. berat hati membenarkan Yusuf mengikuti mereka, namun anak-anaknya yang lain memujuk dengan sedaya upaya untuk memuaskan hati bapa mereka. Mereka memberi jaminan bahawa mereka akan menjaga adik mereka walaupun mengancam nyawa mereka. Oleh kerana tidak mahu Yusuf jauh daripada saudaranya, baginda pun dengan membenarkan mereka membawa Yusuf . Jadi mereka berpeluang untuk melaksanakan rancangan jahat mereka.
"Mereka berkata: "Wahai ayah kami, apa sebabnya kamu tidak mempercayai kami terhadap Yusuf, padahal sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengungini kebaikan baginya. Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar dia (dapat) bersenang-senang dan (dapat) bermain-main, dan sesungguhnya kami pasti menjaganya." Berkatalah Ya'qub; "Sesungguhnya kepergian kamu bersama Yusuf amat menyedihkanku dan aku khuatir kalau-kalau dia dimakan serigala, sedang kamu lengah daripadanya." Mereka berkata: "Jika ia benar-benar dimakan serigala, sedang kami golongan (yang kuat), sesungguhnya kami kalau demikian adalah orang-orang yang merugi" Maka tatkala mereka membawanya dan sepakat memasukkannya ke dasar sumur (lalu mereka masukkan dia), dan (di waktu itu dia sudah dalam sumur) Kami wahyukan kepada Yusuf: "Sesungguhnya kamu akan menceritakan kepada mereka perbuatan mereka ini, sedang mereka tiada ingat lagi." " (Yusuf, 12: 11-15)
Mereka meneruskan perjalanan menuju ke gunung. Mereka semua berasa gementar kecuali Nabi Yusuf A.S. yang akan menjadi mangsa.
Semasa mereka bergembira dengan perjalanan tersebut, mereka telah menolak Nabi Yusuf A.S. masuk ke dalam sebuah perigi buta. Baginda jatuh dan berasa sakit seluruh badannya. Tiada makanan dan minuman dalam perigi yang gelap dan menakutkan itu. Baginda menjerit tetapi suaranya tidak dapat didengar ke atas. Baginda menyedari ini merupakan muslihat saudara-saudaranya.
Nabi Ya'qub Dimaklumkan Tentang Kehilangan Yusuf
Saudara-saudara Nabi Yusuf A.S. berasa bersalah dalam diri mereka kerana mereka telah melakukan satu perkara yang memalukan. Mereka berjalan pulang dengan wajah-wajah yang muram. Mereka mendekati bapanya yang menangis. Mereka berpura-pura menangis semasa memberitahu baginda bahawa Nabi Yusuf A.S. telah ditelan serigala. Mereka menunjukkan baju yang dipenuhi darah sebagai bukti. Ayat al-Quran ada menyebut tentang kejadian ini.
"Kemudian mereka datang kepada ayah mereka di petang hari sambil menangis. Mereka berkata: "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlumba-lumba dan kami tinggalkan Yusuf berdekatan barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala; dan kamu sekali-kali tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami adalah orang-orang yang benar." Mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) dengan darah palsu. Nabi Ya'qub berkata: "Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu; maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan" " (Yusuf, 16-18)
Nabi Yusuf A.S. Dikeluarkan Dari Perigi Dan Dijual
Nabi Yusuf A.S. seorang yang sangat tabah dan cekal. Baginda cuba memanjat keluar daripada perigi yang dalam itu, tetapi gagal. Akhirnya dia duduk sahaja sambil berdoa memohon pertolongan Allah. Selepas beberapa lama, sebuah kafilah melalui perigi tersebut.
Sebahagian daripada mereka memerlukan air untuk mengurangkan dahaga. Salah seorang daripada mereka menurunkan bekas ke dalam perigi tersebut tetapi dia tidak dapat mendengar percikan air di dalamnya. Perigi itu kering dan kosong kecuali Nabi Yusuf A.S. yang duduk menunggu seseorang menyelamatkan baginda. Apabila bekas yang diturunkan mengenai baginda, baginda lantas memaut pada bekas tersebut dan akhirnya baginda berjaya keluar dari perigi tersebut. Baginda berasa sangat lega dan bersyukur kepada Allah yang mengurniakan bantuan kepada baginda. Dia membersihkan dirinya dan menerangkan kepada mereka tentang kejadian yang telah menimpa dirinya. Selepas itu Nabi Yusuf A.S. telah dibawa ke Mesir dan dijual sebagai hamba.
"Kemudian datanglah kelompok orang-orang musafir, lalu mereka menyuruh seorang pengambil air, maka dia menurunkan timbanya, dia berkata: "Oh, kabar gembira, ini seorang anak muda!" Kemudian mereka menyembunyikan dia sebagai barang dagangan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. Dan mereka menjual Yusuf dengan harga yang murah, yaitu beberapa dirham saja, dan mereka merasa tidak tertarik hatinya kepada Yusuf. Dan orang Mesir yang membelinya berkata kepada isterinya: "Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik, boleh jadi dia bermanfaat kepada kita atau kita pungut dia sebagai anak." Dan demikian pulalah Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di muka bumi (Mesir), dan agar Kami ajarkan kepadanya ta'bir mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya." (Yusuf, 12: 19-21)
Nabi Yusuf A.S. kemudiannya dibeli oleh seorang pembesar yang terkenal. Baginda kepada pembesar tersebut dan keluarga.
Nabi Yusuf A.S. Mengatasi Godaan
Nabi Yusuf A.S. adalah seorang pemuda yang tampan dan menarik. Baginda sangat mempersonakan dan menawan. Baginda adalah seorang budiman yang dikurniakan Allah dengan nikmat, kasih sayang dan sentiasa dipelihara Allah. Baginda disanjungi oleh ahli-ahli rumah tuannya. Masa berlalu, isteri tuannya telah meletakkan baginda pada kedudukan yang tidak sepatutnya. Dia telah jatuh cinta kepada baginda dan tidak dapat melupakan Nabi Yusuf A.S. Pada suatu hari, semasa ketiadaan suaminya, dia mendekati baginda dan berkeinginan untuk lebih rapat lagi dengan baginda. Nabi Yusuf A.S. mengelakkan diri daripadanya meskipun menjeling ke arah wanita tersebut. Baginda cuba melarikan diri, tetapi dia telah mengejar juga Nabi Yusuf A.S.. Dia menarik baju Nabi Yusuf A.S. dari belakang lantas terkoyaklah baju baginda. Tiba-tiba muncul pembesar di tempat kejadian dan dia berasa sangat marah melihat keadaan tersebut.
Isteri pembesar sangat malu dan menangis kekecewaan kerana gagal melaksanakan perbuatan jahat yang dirancangnya. Dia menuduh Yusuf yang tidak bersalah, telah cuba mencabulnya. Nabi Yusuf A.S. menerangkan kedudukannya yang sebenar dengan sokongan seorang pelayan sebagai saksi dan berkata: "Lihatlah bajunya. Ia terkoyak di bahagian belakang, Yusuf sgt tidak bersalah. Dia tidak sepatutnya dipersalahkan. Sekiranya koyak adalah di bahagian hadapan, tertuduh boleh dianggap penipu." Apabila diperiksa, nyatalah baju Nabi Yusuf A.S. terkoyak di bahagian belakang dan Nabi Yusuf A.S. didapati tidak bersalah. Tuannya yakin bahawa Nabi Yusuf A.S. tidak bersalah dan merayu supaya dilrahsiakan kejadian tersebut dari pengetahuan ramai. Kemudian dia menyuruh isterinya memohon maaf kepada Nabi Yusuf A.S.
Jamuan Diatur
Ramai orang mendengar khabar insiden yang telah berlaku itu. Mereka heboh memperkatakan tentang isteri pembesar yang telah jatuh hati dan cuba menggoda hambanya itu. Seluruh penduduk bandar bercakap tentang kejadian tersebut.
Apabila isteri pembesar mendapat tahu yang dia telah menjadi bahan bualan ramai, dia merancang satu jamuan istimewa. Dia mahu menunjukkan kepada orang lain bahawa daya tarikan Nabi Yusuf A.S. amat sukar ditandingi. Jadi dia telah menjemput kebanyakan wanita di bandar itu datang ke jamuan tersebut.
Pada hari jamuan diadakan, para tetamu berbual dan bergembira serta dihidangkan dengan makanan dan buah-buahan. Isteri pembesar tersebut telah memberikan sebilah pisau yang tajam kepada setiap tetamu wanita untuk mengopek kulit buah-buahan.
Sedang mereka sibuk menggunakan pisau tersebut, isteri pembesar telah menyuruh Nabi Yusuf A.S. masuk ke dalam ruang tetamu. Apabila terbuka sahaja pintu, suasana menjadi diam seketika dan Nabi Yusuf A.S. berdiri dengan tenang. Wanita-wanita tersebut melihat ke arahnya dan terpesona dengan ketampanan baginda. Baginda sangat menarik sehingga sebahagian besar daripada mereka terkejut. Mereka terlupa yang mereka sedang menggunakan pisau lalu mereka terpotong jari-jari mereka dalam suasana yang menakjubkan. Firman Allah dalam al-Quran yang bermaksud:
"Maka tatkala wanita itu (Zulaikha) mendengar cercaan mereka, diundangnyalah wanita-wanita itu dan disediakannya bagi mereka tempat duduk, dan diberikannya kepada masing-masing mereka sebilah pisau (untuk memotong jamuan), kemudian dia berkata (kepada Yusuf): "Keluarlah (nampakkanlah dirimu) kepada mereka". Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka kagum kepada (keelokan rupa)nya, dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata: "Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia, Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia". Wanita itu berkata: "Itulah dia orang yang kamu cela aku kerana (tertarik) kepadanya, dan sesungguhnya aku telah menggoda dia untuk menundukkan dirinya (kepadaku) akan tetapi dia menolak. Dan sesungguhnya jika dia tidak mentaati apa yang aku perintahkan kepadanya, nescaya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk dalam golongan orang-orang yang hinaaaa"" (Yusuf,12: 31-32)
Nabi Yusuf A.S. dalam Penjara
Nabi Yusuf A.S. mendapati dirinya terjebak dalam masalah yang serius. Semakin lama masalah tersebut menjadi semakin rumit. Nabi Yusuf A.S. berdoa kepada Allah Maha Kuasa untuk mengurniakan perlindungan daripada wanita-wanita tersebut. Baginda berharap dapat masuk ke dalam penjara daripada diperlakukan sedemikian. Baginda juga ingin melarikan diri daripada godaan naluri seksual mereka. Firman Allah yang bermaksud:
"Yusuf berkata: "Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan daripadaku tipu daya mereka, tentu aku ini akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh"" (Yusuf, 12: 33)
Allah telah memakbulkan doanya untuk menahan dari godaan syaitan. Golongan elit di bandar tersebut telah sedar bahawa wanita-wanita mereka telah terpikat dengan Nabi Yusuf A.S. Walaupun mereka mengetahui bahawa baginda pernah terlibat dengan sebarang jenayah, mereka mengambil keputusan untuk memenjarakan Nabi Yusuf A.S. bagi mengelakkan kekecohan dalam masyarakat. Baginda berada di dalam penjara selama beberapa tahun dan mendapat kawan dari golongan banduan. Di sana, baginda telah menyeru mereka kepada agama Allah dan berusaha memulihkan mereka yang terpegun dengan personaliti baginda.
Pada suatu hari, dua orang banduan telah mendapat mimpi yang aneh. Lalu mereka pun datang kepada baginda untuk mendapatkan tafsiran tentang mimpi mereka. Seorang daripada mereka telah berkata: "Aku melihat diriku sedang memerah arak" dan banduan kedua pula berkata: "Aku bermimpi membawa sebakul roti di atas kepala dan burung-burung memakannya dari dalam bakul tersebut." Nabi Yusuf A.S. menyuruh mereka menunggu sehingga berakhirnya waktu makan tengah hari. Mereka tidak sabar-sabar untuk mengetahui keputusannya. Pada waktu yang telah ditetapkan, Nabi Yusuf A.S. pun memberitahu tafsiran yang telah dibuat. Lelaki yang memerah arak, akan mendapat kebebasan dan akan menjamu arak kepada tuannya. Manakala seorang lagi akan disalib sebagai hukuman atas jenayah yang telah dilakukannya. Firman Allah dalam al-Quran yang bermaksud:
"Hai kedua penghuni penjara, "Adapun salah seorang di antara kamu berdua, akan memberi minum tuannya dengan khamar; adapun yang seorang lagi maka ia akan disalib, lalu burung memakan sebahagian dari kepalanya. Telah diputuskan perkara yang kamu berdua menanyakannya (kepadaku)"" (Yusuf, 12:41)
Tidak berapa lama kemudian, tafsiran mimpi tersebut menjadi nyata. Apabila lelaki yang pertama hendak meninggalkan penjara, Nabi Yusuf A.S. telah menyuruhnya mengingati tentang tuannya. Dia pun berbuat demikian sebagi satu penghormatan tetapi dia terlupa untuk memaklumkan kepada tuannya tentang Nabi Yusuf A.S. Jadi dia terpaksa tinggal di dalam penjara untuk beberapa tahun lagi.
Baginda terus berdoa dan mengajarkan ajaran-ajaran yang baik semasa dalam penjara.
Pada suatu hari, raja Mesir telah bermimpi yang tujuh ekor lembu gemuk dimakan oleh tujuh ekor lembu kurus. Raja itu juga bermimpi tujuh tangkai jagung yang elok dan tujuh lagi tangkai jagung yang lalu. Raja Mesir tersebut begitu ingin mengetahui tafsiran mimpinya. Semua orang menjadi buntu kerana tidak ada seorang pun yang benar-benar dapat mentafsirkan mimpi tersebut. Ada yang mengatakan bahawa ia adalah mimpi kejadian yang sudah lepas.
Bekas banduan yang telah bebas telah memberitahi mereka tentang Nabi Yusuf A.S. yang telah mentafsirkan dengan baik mimpinya sebelum ini. Raja tersebut sangat gembira dan menghantar lelaki tersebut sebagai wakil untuk bertemu dengan Nabi Yusuf A.S. di dalam penjara. Lelaki tersebut segera menemui baginda dan memohon maaf kerana tidak memberitahu tuannya tentang baginda. Kemudian dia bertanya tentang tafsiran mimpi yang pelik itu. Nabi Yusuf A.S. berkata: "Kamu akan menabur benih untuk tujuh tahun dengan gigih. Kemudian akan tiba tujuh tahun musim menuai yang mewah dalam negeri. Adalah lebih baik sekiranya dsimpan sebanyak mungkin makanan kerana kemungkinan besar akan terjadi kemarau yang berpanjangan selama tujuh tahun. Semasa tempoh kesukaran tersebut, simpanan perlu dijimatkan. Selepas itu akan tiba musim hujan lebat yang akan memusnahkan tanam-tanaman"
Nabi Yusuf A.S. Didapati Tidak Bersalah
Lelaki tersebut memohon kebenaran untuk pergi memaklumkan kepada raja tentang tafsiran mimpi tersebut. Lalu diapun pulang semula ke istana dan menceritakannya di hadapan para pengiring raja. Mereka semua sangat terkejut manakala raja pula sangat tertarik dan melahirkan keinginan untuk bertemu dengan Nabi Yusuf A.S. Dia segera memerintahkan supaya Nabi Yusuf A.S. dibebaskan dari penjara tetapi ditolak oleh baginda sehinggalah baginda didapati benar-benar tidak bersalah. Baginda mahu membersihkan nama yang telah tercemar. Raja lantas memanggil para wanita yang telah menyebabkan Nabi Yusuf A.S. dalam keadaan tidak selesa dan dipenjarakan. Mereka mengakui bahawa baginda sememangnya tidak bersalah.
"Berkata isteri Al-Aziz: "Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggodanya untuk menundukkan dirinya (kepadaku), dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang benar"" (Yusuf, 12:50)
Nabi Yusuf A.S. Dilantik Sebagai Pengurus Gudang
Raja sangat terpehun dengan budi pekerti dan kebijaksanaan baginda. Kemudian dia menawarkan kedudukan yang penting dalam kerajaan dengan melantik baginda sebagai pengurus gudang. Firman Allah dalam al-Quran yang bermaksud:"Dan raja berkata: "Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang rapat kepadaku". Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengan dia, dia berkata: "Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercayai pada sisi kami ". Berkata Yusuf: "Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan"" (Yusuf, 12: 54-55)
Nabi Yusuf A.S. bekerja dengan penuh dedikasi. Baginda telah mencipta nama sebagai pegawai yang baik dan berpengaruh.
Sementara itu, Nabi Ya'qub A.S. hidup dalam keadaan keadaan yang sangat sedih. Baginda sangat merindui Nabi Yusuf A.S.. Baginda yakin dengan Allah yang baginda akan menemui semula anak kesayangan baginda itu. Saudara-saudara Nabi Yusuf A.S. juga semakin meningkat dewasa dan tetap mengingati muslihat yang telah mereka lakukan. Kejadian itu adalah satu perkara yang memalukan. Pada ketika itu, sudah tiba musim kemarau dan kekurangan makanan. Keluarga Nabi Ya'qub A.S. juga mengalami keadaan yang sulit. Mereka mendengar bahawa orang-orang Mesir mempunyai simpanan makanan yang banyak dan menjualnya dengan harga yang berpatutan. Maka anak-anak lelaki Nabi Ya'qub A.S. menyediakan kelengkapan untuk pergi ke Mesir untuk membeli bijiran.
Saudara-saudara Nabi Yusuf A.S. ke Mesir Dan Membeli Makanan
Apabila mereka tiba di Mesir, Nabi Yusuf A.S. dengan cepat dapat mengenali saudara-saudara baginda dan jantungnya berdegup kencang. Baginda tidak mengingatkan mereka tentang perbuatan yang telah mereka lakukan dan menyembunyikan identity sebenar diri baginda. Baginda melayan dengan baik dan menjualkan makanan kepada mereka dengan harga yang sangat berpatutan. Mereka berasa sangat terhutang budi dengan jasa baik baginda. Sebelum berangkat pulang Nabi Yusuf A.S. berpesan: "Jika kamu kembali ke sini, bawalah bersama adik bongsu kamu dari sebelah bapa. Jika pemerintahan ini tidak kamu tunaikan, aku tidak akan jualkan bijirin kepada kamu lagi"
Mereka kembali semula ke rumah selepas perjalanan yang meletihkan. Mereka telah memberitahu bapa mereka bahawa penjaga gudang makanan di Mesir berminat untuk melihat adik bongsu mereka. Apabila bapa mereka mendengar akan berita tersebut, Nabi Ya'qub A.S. menjadi sangat risau. Baginda tidak mahu kejadian yang sama berlaku dan baginda amat berat hati membenarkan adik Nabi Yusuf A.S. pergi bersama-sama mereka. Mereka berusaha juga memujuk baginda dan berjanji dengan nama Allah, mereka akan membawa pulang semula adik Nabi Yusuf A.S. Apabila mereka membuka karung bijirin , mereka amat terkejut melihat wang mereka di dalam karung tersebut.
Selepas beberapa minggu, rombongan kedua sampai di Mesir dan mereka terus ke gudang utama. Nabi Yusuf A.S. sangat mengalu-alukan kedatangan mereka. Keadaan di sana pada waktu itu sangat sibuk. Nabi Yusuf A.S. menarik adiknya ke tepi dan memberitahunya bahawa baginda adalah Yusuf abangnya yang ditolak ke dalam perigi dahulu. Adik baginda sangat terkejut dan berasa sangat gembira tidak terhingga. Firman Allah bermaksud:
"Dan tatkala mereka masuk ke (tempat) Yusuf, Yusuf membawa saudaranya (Bunyamin) ke tempatnya, Yusuf berkata: "Sesungguhnya aku (ini) adalah saudaramu, maka janganlah kami berdukacita terhadap apa yang telah mereka kerjakan"" (Yusuf, 12:69)
Saudara Bongsu Ditahan
Nabi Yusuf A.S. mempunyai rancangan dalam fikirannya. Baginda menyediakan persiapan untuk mereka kembali ke rumah dan memasukkan cawan minuman ke dalam karung bijirin adik baginda. Semasa tersebut hendak berangkat pulang , seorang lelaki menjerit "Cawan perak raja sudah hilang!" Semua orang berasa cemas. Saudara-saudara Nabi Yusuf A.S. berkata : "Kami bukan pencuri dan kami ke sini bukan untuk berbuat kejahatan" Salah seorang rakyat Mesir berkata: "Sesiapa yang didapati bersalah perlu ditahan sebagai hukuman." Semua orang bersetuju dengan hukuman tersebut" Mereka mula mencari dalam setiap karung bijirin pelanggan. Mereka akhirnya menemui cawan minuman yang hilang dalam karung bijirin adik Nabi Yusuf A.S. Saudara-saudaranya yang lain cuba meyakinkan Nabi Yusuf A.S. supaya tidak menahan adik mereka tetapi baginda tetap menolak dan meminta supaya mereka tidak melanggar perjanjian yang telah dibuat. Mereka berasa sangat sedih dan abang yang sulung telah mengambil keputusan untuk pulang bertemu bapa mereka dengan membawa berita sedih itu. Dia tetap berada di Mesir dan menghantar saudaranya yang lain untuk memaklumkan kepada bapa mereka tentang semua yang telah berlaku. Mereka pulang dan menyampaikanberita yang menggemparkan itu kepada bapa mereka. Tetapi baginda tetap menunjukkan kesabaran yang tidak pernah goyah.
"Ya'qub berkata: "Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku; sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana"" (Yusuf, 12: 83).
Walaubagaimanapun, baginda mengarahkan anak baginda bertanyakan khabar Nabi Yusuf A.S. dan adik bongsunya yang dirindui siang dan malam. Mereka pergi ke Mesir sekali lagi selepas beberapa minggu. Pada kali ini, mereka hanya mempunyai wang yang sedikit. Mereka meminta Nabi Yusuf A.S. membantu mereka. Mereka berpakaian comot dan kelihatan sangat menyedihkan. Firman Allah yang bermaksud:
"Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, mereka berkata: "Hai al-Aziz, kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan dan kami dating membawa barang-barang yang tak berharga, maka sempurnakanlah sukatan untuk kami, sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersedekah."" (Yusuf,12: 88)
Nabi Yusuf A.S. Menolong Saudaranya dan memaklumkan identiti sebenar
Nabi Yusuf A.S. memang terkenal dengan sifat pemurahnya. Baginda mempunyai hati yang lembut dan mudah bersimpati. Baginda kasihan melihat mereka dan membantu mereka dengan ikhlas hati. Akhirnya baginda menerangkan dirinya yang sebenar.
"Mereka berkata: "Apakah kamu ini benar-benar Yusuf?". Yusuf menjawab: "Akulah Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan kurnia-Nya kepada kami". Sesungguhnya barangsiapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak mensia-siakan pahala orang-orang yang berbuat baik." (Yusuf,12: 90).
Pada waktu itu, semua saudaranya ingin segera memberitahu bapa mereka tentang berita gembira tersebut. Semasa mereka hendak berangkat pulang, Nabi Yusuf A.S. telah mengirimkan baju baginda untuk disampaikan kepada bapa mereka. Yusuf berkata:"Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini, lalu letakkanlah dia ke wajah ayahku, nanti ia akan melihat kembali; dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku. " (Yusuf, 12: 93)
Saudara-saudaranya kembali ke rumah dengan semangat yang ceria. Nabi Ya'qub sangat gembira mendengar berita tersebut dan kembali bersinar matanya. Baginda berasa lega apabila dapat mencium bau Nabi Yusuf A.S. daripada baju yang dikirimkan. Anak-anak baginda memohon maaf dan mereka dimaafkan dengan hati yang terbuka.
Nabi Ya'qub A.S. bertemu Nabi Yusuf A.S.
Mereka akhirnya mengambil keputusan untuk menyelesaikan segalanya di Mesir. Mereka pun memulakan perjalanan ke Mesir dan disambut dengan meriah setelah tiba di sana. Nabi Ya'qub A.S. bertemu dengan anak baginda Nabi Yusuf A.S. setelah sekian lama terpisah. Baginda berkata:
" Maka tatkala mereka masuk ke (tempat) Yusuf: Yusuf merangkul ibu bapanya dan dia berkata :"Masuklah kamu ke negeri Mesir, InsyaAllah dalam keadaan aman"" (Yusuf, 12: 99)
"Dan ia menaikkan kedua ibu bapanya ke atas singgahsana. Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf. Dan berkata Yusuf: "Wahai ayahku, inilah ta'bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu dari gurun padang pasir, setelah syaitan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta'bir mimpi. (Ya Tuhan). Pencipta langit dan bumi, Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang soleh."" (Yusuf, 12: 100-101)





...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

Kemampuan berfikir bezakan manusia dengan haiwan

BERSYUKUR atas jati diri kemanusiaan adalah penting. Apabila kita memahami hakikat kemanusiaan yang ada dalam diri, kita tidak mungkin melakukan perbuatan seperti perangai haiwan. Kita berusaha sekuat tenaga supaya bertindak berlandaskan akal dan fikiran.
Menurut falsafah, perbezaan manusia dengan haiwan itu tidak banyak. Manusia adalah haiwan yang berfikir. Oleh itu, daripada segi kemampuan berfikir, sesungguhnya manusia lebih unggul apabila dibandingkan dengan haiwan.
Apabila kemampuan ini tidak digunakan dengan baik, hilanglah keunggulan yang ada pada diri dan akhirnya kita seperti binatang, bahkan lebih buruk lagi.
Allah menganugerahkan pelbagai kelebihan kepada manusia. Anugerah terbesar dimiliki manusia berbanding makhluk lain adalah akal. Dengan akalnya manusia mampu mengambil pengajaran dan memanfaatkan semua kemudahan yang Allah ciptakan di dunia.
Manusia yang mampu menakluk semua makhluk di dunia ini. Allah memberikan pendengaran, penglihatan dan perasaan. Semua itu adalah modal supaya manusia mampu menduduki darjat yang paling tinggi di sisi Allah.
Keunggulan manusia melebihi jin dan syaitan. Oleh itu, janganlah sekali-kali merendahkan diri kita sehingga menyerupai binatang iaitu makhluk yang bergerak dan bertindak atas rasa dan sifat binatangnya. Binatang, sehariannya hanya sibuk memenuhi keperluan makan, minum dan syahwat. Tidak ada tujuan lain. Pada sebelah pihak lain, syaitan menggunakan seluruh kesempatan diberikan Allah bagi menyesatkan manusia supaya mereka mempunyai teman di neraka. Seluruh waktu syaitan digunakan bagi melakukan maksiat kepada Allah.
Allah menjelaskan dalam mafhumnya yang bermaksud: "Dan sesungguhnya kami jadikan neraka jahanam kebanyakannya daripada jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan bagi memahami (ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakan bagi melihat (tanda kekuasaan Allah) dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakan bagi mendengar (ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang yang lalai." (Surah al-A'raf, ayat 179)
Jagalah imej sebagai manusia. Gunakan kemampuan berfikir. Gunakan akal supaya kita mampu menjadi makhluk paling mulia. Apabila tidak mampu menjaga imej sebagai manusia pasti kemuliaan yang ada pada diri kita jatuh dan berubah menjadi hina.





...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

Saturday, July 12, 2008

Jangan belajar agama di tepi jalan

DI akhir zaman ini, kesatuan umat Islam tidak lagi seteguh zaman Rasulullah SAW, baik dari segi persaudaraan dan juga amalan. Namun, yang lebih menggusarkan ialah berlaku perpecahan atau wujud puak-puak akibat perbezaan pandangan dalam Islam yang jika tidak dibendung boleh membawa kepada pergaduhan sesama Islam.

Ini mengingatkan kita kepada sabda Rasulullah SAW: “Sesungguhnya Ahli Kitab berpecah dalam agama mereka kepada 72 golongan. Sesungguhnya umat ini akan berpecah belah kepada 73 golongan, semuanya ke neraka kecuali satu iaitu Jamaah”.

Adakah yang dimaksudkan oleh hadis ini?

Hadis ini menjelaskan tentang perpecahan dalam agama akibat kesesatan kerana melakukan dosa. Dan hanya satu golongan yang selamat masuk syurga.

Namun demikian, ada satu hadis lain yang menyebut antara lainnya, “Semua golongan masuk syurga kecuali satu.”

Dengan kata lain, yang betul-betul mengikuti ajaran Islam itu satu tetapi yang betul-betul sesat terkeluar dari Islam pun satu.

Yang dimaksudkan dengan semuanya ke neraka itu adalah sebab dosa dan kesesatan yang dilakukan. Namun, pada akhirnya, umat Islam akan dapat juga masuk ke syurga melainkan yang syirik kepada Allah.

Cuma tempoh masa diazab di neraka itu bergantung kepada banyak mana dan besar mana dosa yang mereka lakukan semasa hidup di dunia yang sementara ini.

Ada golongan yang bertopengkan agama dengan berjubah besar dan berserban.. Hakikatnya mereka memesongkan akidah dan bermatlamat ekonomi.

Bagaimana hendak memastikan kita tidak terperangkap dalam kumpulan sebegini?

Sebagai manusia kita menilai atau menghukum seseorang itu hanya berdasarkan zahir. Memanglah memakai serban itu sunah Rasulullah.

Namun, jangan disebabkan angkara segelintir orang yang menyalahgunakan pakaian demikian untuk melakukan maksiat atau jenayah, kita menjauhi sunah baginda.

Perbuatan bertopengkan agama ini adakalanya sengaja diada-adakan untuk menjatuhkan imej Islam. Malah di United Kingdom pun dilaporkan ada golongan yang membenci gerakan dakwah memakai purdah dan melakukan pelbagai jenayah. Tujuannya, mahu merosakkan nama Islam.

Sebab itu, dalam mempelajari agama ia tidak boleh dilakukan di tepi-tepi jalan atau secara tangkap muat.

Kita hendaklah menyelidiki dahulu disiplin ilmu seseorang itu sebelum menjadikannya guru kita. Setiap kita perlu belajar daripada guru-guru yang muktabar dan yang tidak mengajar agama secara sorok-sorok.

Cari guru atau ustaz yang mengajar di masjid dan surau-surau. Sekurang-kurangnya mereka telah ditapis oleh Jabatan Agama Islam Negeri sebelum mendapat tauliah mengajar.

Kalau hendak membaca buku atau majalah, pastikan siapa penulisnya. Pastikan ia bersumberkan yang sahih dan guru yang muktabar.

Ini seperti juga kita hendak membeli barang. Perlu berhati-hati kerana ada yang tulen atau asli dan ada yang palsu.

Tetapi ada pihak yang pada mulanya mengambil ayat suci al-Quran dan hadis. Cuma di pertengahan, ada campuran unsur-unsur jampi dan sebagainya untuk menyesatkan orang lain?

Sebab itu telah disebutkan tadi, kalau hendak mempelajari agama pastikan di tempat terbuka, yang boleh dihadiri oleh sesiapa sahaja yang inginkan ilmu. Bukannya dibuat di lokasi yang tersorok.

Antara sebab kenapa orang terpedaya dengan ajaran sesat adalah rasa malu untuk belajar di masjid. Malu sebab sudah tua tetapi masih tidak pandai baca al-Quran atau pandai dalam bab fardu ain. Lalu mereka pun mencarilah orang yang kononnya ‘guru’ itu tanpa menyedari mereka sebenarnya mempunyai niat lain menyesatkan kita.

Ada juga jemaah al-Quran yang terus mengetepikan hadis. Mereka digelar Freemason yang dipelopori oleh Ahmad al-Ehsaie di Iran yang kemudiannya dilanjutkan oleh Khazim Rushdi.

Satu lagi kelompok yang terlibat adalah yang diasaskan oleh Rashad Khalifa keturunan Arab yang kemudiannya menetap di Amerika Syarikat. Beliau menolak hadis malah turut menolak syahadah kepada Rasulullah.

Sebab itu, golongan ahli sihir ini pun gunakan selawat atau doa-doa pendek. Tetapi selepas itu, mereka akan baca apa sahaja mentera atau jampi yang kita tidak faham. Apabila guna ajaran sesat maka mereka bergurukan iblis.

Jampi ini ada dua. Satu yang dibenarkan oleh Islam iaitu dengan menggunakan ayat al-Quran sebagaimana Rasulullah menjampi kepada cucu baginda yang sakit. Demikian juga jampi malaikat Jibril ketika baginda sakit.

Namun yang tidak dibolehkan ialah jampi yang bukan terdapat dalam al-Quran.

Dari Ibnu Masud r.a. katanya Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya tawar jampi, tangkal azimat, ilmu guna-guna (ilmu pengasih untuk menambat hati suami kepada isterinya atau hati isteri kepada suaminya) adalah syirik”..

Namun, ada juga golongan ahli sihir begini yang mujarab dalam mengubati penyakit dan lain-lain. Apakah hikmahnya di sebalik hal itu?

Inilah yang dipanggil istidraj. Ibarat layang-layang yang di udara dan dilepaskan maka lama-kelamaan ia akan sesat.

Apabila disebut Allah mengistidrajkan hambanya-Nya, ia bermaksud setiap kami hamba itu membuat atau menambah kesalahan maka setiap kali itu juga Allah menambah atau membaharui nikmat-Nya ke atas hamba tersebut membuatkan hamba itu tadi merasakan dia disayangi dan lupa memohon ampun.

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila kamu melihat bahawa Allah memberikan nikmat kepada hambanya yang selalu membuat maksiat (durhaka), ketahuilah bahawa orang itu telah diistidrajkan oleh Allah SWT.” (riwayat At-Tabrani, Ahmad dan Al-Baihaqi)

Pemberian Allah itu juga berkaitan dengan sifat ar-Rahman (pemurah) yang akan dinikmati di dunia ini oleh sesiapa yang berusaha sama ada orang itu beriman atau kufur.

Bagaimanapun sifat ar-Rahim (penyayang) Allah hanya untuk hamba-hamba-Nya yang beriman di akhirat. Golongan kufur tidak akan mendapat nikmat ini.

Berkenaan dengan istidraj ini, Allah berfirman: Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, Kami akan menarik menarik mereka sedikit demi sedikit (ke jurang kebinasaan), menurut cara yang mereka tidak mengetahuinya. (al-A’raaf: 182)

Dengan kata lain, golongan yang bergelumang dalam kesesatan ini dibiarkan dalam keadaan tersebut hingga mereka tidak sedar yang mereka didekatkan secara beransur-ansur kepada kebinasaan.

Ada yang berpendapat, kalau hendak mendekatkan diri pada Allah kita mesti mengikut tarekat. Benarkah?

Dakwaan itu tidak betul. Bagi orang awam yang belum mendalami atau mantap ilmu akidah eloklah tidak memasuki tarekat.

Sebabnya dibimbangi mereka belum mempunyai ilmu ‘alat’ untuk membezakan tarekat yang betul dan salah. Ini kerana hakikatnya, lebih banyak tarekat yang salah daripada yang betul.

Tarekat juga tidak boleh terkeluar daripada akidah dan syariat. Ada kisah di mana seorang Arab bertemu Rasulullah dan bertanya tentang Islam, lalu baginda menyebut kelima-lima perkara yang terkandung dalam rukun Islam. Apabila ditanya oleh lelaki itu apakah ada amalan lain selain itu, maka Rasulullah menjawab, hanyalah amalan sunat yang ingin kamu lakukan.

Akhirnya, lelaki itu berkata, demi Allah aku tidak melakukan yang lebih daripada itu. Kemudian Rasulullah bersabda, kalau benar dia mengikut semua itu, maka dia akan masuk syurga. Baginda tidak menyebut supaya masuk mana-mana tarekat. Islam itu sendiri adalah tarekat kerana kita mengikut Nabi SAW..

Bagaimana kita hendak menyatukan umat Islam yang masih berpecah di merata tempat sekarang?

Tidak ada jalan lain kecuali dengan kita kembali kepada al-Quran dan sunah. Golongan yang bertelagah ini perlu bermusyawarah bukannya berdebat.

Sebab apabila bermusyawarah mengambil tindakan yang menepati al-Quran dan hadis kita akan mencari jalan kebenaran seterusnya menyelesaikan masalah. Sebaliknya kalau berdebat kita akan mencari siapa yang menang.

Jika kita tidak kembali kepada Allah dan Rasulnya, maka tidak akan selesailah pertelingkahan itu. Kita tidak boleh kata kalau hendak bersatu ikut aku, tetapi ikut perbuatan yang salah.

Ingatlah sabda Nabi SAW: “Hampir-hampir seluruh umat mengelilingi kamu seperti mana orang-orang yang kelaparan mengelilingi hidangan mereka. Ada yang bertanya, “Apakah itu disebabkan bilangan kita kurang?” Nabi SAW menjawab: “Bilangan kamu pada ketika itu ramai tetapi seperti buih. Allah mencabut dalam hati seteru kamu perasaan gerun terhadap kamu dan meletakkan perasaan al-wahn dalam hati kamu”. Ada yang bertanya: “Apa al-wahn itu wahai Rasulullah?” Jawab Baginda: “Cintakan dunia dan bencikan mati”.. (riwayat Abu Daud).






...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

10 PESANAN ALLAH S.W.T KEPADA NABI MUSA A.S.

Abul-Laits Assamarqandi meriwayatkan kepada sanadnya dari Jabir bin Abdillah r.a. berkata Rasulullah S.A.W bersabda : "Allah S.W.T. telah memberikan kepada Nabi Musa bin Imran a.s. dalam alwaah 10 bab :

1.Wahai Musa jangan menyekutukan aku dengan suatu apa pun bahwa aku telah memutuskan bahwa api neraka akan menyambar muka orang-orang musyrikin.
2· Taatlah kepada-Ku dan kedua orang tuamu nescaya Aku peliharamu dari sebarang bahaya dan akan Aku lanjutkan umurmu dan Aku hidupkan kamu dengan penghidupan yang baik.
3· Jangan sekali-kali membunuh jiwa yang Aku haramkan kecuali dengan hak nescaya akan menjadi sempit bagimu dunia yang luas dan langit dengan semua penjurunya dan akan kembali engkau dengan murka-Ku ke dalam api neraka.

4· Jangan sekali-kali sumpah dengan nama-Ku dalam dusta atau durhaka sebab Aku tidak akan membersihkan orang yang tidak mensucikan Aku dan tidak mengagung-agungkan nama-Ku.
5· Jangan hasad dengki dan irihati terhadap apa yang Aku berikan kepada orang-orang, sebab penghasut itu musuh nikmat-Ku, menolak kehendak-Ku, membenci kepada pembahagian yang Aku berikan kepada hamba-hamba-Ku dan sesiapa yang tidak meninggalkan perbuatan tersebut, maka bukan daripada-Ku.

6· Jangan menjadi saksi terhadap apa yang tidak engkau ketahui dengan benar-benar dan engkau ingati dengan akalmu dan perasaanmu sebab Aku menuntut saksi-saksi itu dengan teliti atas persaksian mereka.
7· Jangan mencuri dan jangan berzina isteri jiran tetanggamu sebab nescaya Aku tutup wajah-Ku daripadamu dan Aku tutup pintu-pintu langit daripadanya.
8· Jangan menyembelih korban untuk selain dari-Ku sebab Aku tidak menerima korban kecuali yang disebut nama-Ku dan ikhlas untuk-Ku.

9· Cintailah terhadap sesama manusia sebagaimana yang engkau suka terhadap dirimu sendiri.
10· Jadikan hari Sabtu itu hari untuk beribadat kepada-Ku dan hiburkan anak keluargamu. Kemudian Rasulullah S.A.W bersabda lagi : "Sesungguhnya Allah S.W.T menjadikan hari Sabtu itu hari raya untuk Nabi Musa a.s. dan Allah S.W.T memilih hari Juma'at sebagai hari raya untukku."






...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

KISAH SEEKOR ULAT DENGAN NABI DAUD A.S

Dalam sebuah kitab Imam Al-Ghazali menceritakan pada suatu ketika tatkala Nabi Daud A.S sedang duduk dalam suraunya sambil membaca kitab az-Zabur, dengan tiba-tiba dia terpandang seekor ulat merah pada debu.
Lalu Nabi Daud A.S. berkata pada dirinya, "Apa yang dikehendaki Allah dengan ulat ini?"
Sebaik saja Nabi Daud selesai berkata begitu, maka Allah pun mengizinkan ulat merah itu berkata-kata. Lalu ulat merah itu pun mula berkata-kata kepada Nabi Daud A.S. "Wahai Nabi Allah! Allah S.W.T telah mengilhamkan kepadaku untuk membaca 'Subhanallahu walhamdulillahi wala ilaha illallahu wallahu akbar' setiap hari sebanyak 1000 kali dan pada malamnya Allah mengilhamkan kepadaku supaya membaca 'Allahumma solli ala Muhammadin annabiyyil ummiyyi wa ala alihi wa sohbihi wa sallim' setiap malam sebanyak 1000 kali.

Setelah ulat merah itu berkata demikian, maka dia pun bertanya kepada Nabi Daud A.S. "Apakah yang dapat kamu katakan kepadaku agar aku dapat faedah darimu?"
Akhirnya Nabi Daud menyedari akan kesilapannya kerana memandang remeh akan ulat tersebut, dan dia sangat takut kepada Allah S.W.T. maka Nabi Daud A.S. pun bertaubat dan menyerah diri kepada Allah S.W.T.
Begitulah sikap para Nabi A.S. apabila mereka mentedari kesilapan yang telah dilakukan maka dengan segera mereka akan bertaubat dan menyerah diri kepada Allah S.W.T. Kisah-kisah yang berlaku pada zaman para nabi bukanlah untuk kita ingat sebagai bahan sejarah, tetapi hendaklah kita jadikan sebagai teladan supaya kita tidak memandang rendah kepada apa saja makhluk Allah yang berada di bumi yang sama-sama kita tumpangi ini.




....dalam DADA ada rasa CINTA. yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

Kisah Nabi Sulaiman a.s

Nabi Sulaiman a.s. adalah anak bongsu kepada Nabi Dawud a.s. Baginda dilahirkan di Jurusalem. Ibu baginda bernama Saba. Oleh kerana dia adalah anak lelaki yang berketerampilan, Nabi Dawud a.s. melantik baginda sebagai pewaris dan diangkat menaiki takhta selepas kematian bapa baginda. Baginda adalah seorang yang bijaksana, penguasa yang adil dan mempunyai pegangan kepercayaan yang utuh.

Nabi Sulaiman a.s. Membuat Keputusan.

Nabi Sulaiman dianugerahkan dengan kebijaksanaan membuat keputusan dalam kes yang rumit. Pada suatu hari berlaku pertikaian antara dua lelaki. Mereka telah mengutarakannya kepada Nabi Dawud a.s.

Salah seorangnya berkata: "Tuan, kambingnya telah menceroboh tanamanku. Tanamanku telah musnah dan menyebabkan kerugian. Kerugian ini mesti dibayar pampasan oleh pemilik kambing."

Pengembala kambing sangat miskin dan tiada berharta kecuali kambing-kambing itu. Kerosakan yang berlaku melebihi harga kambingnya. Nabi Dawud a.s. telah memerintahkan lelaki tersebut supaya memberikan kambingnya kepada pemilik tanah sebagai membayar gantirugi. Nabi Sulaiman a.s. yang ketika itu masih muda remaja telah mendengar pengadilan tersebut lalu dia bercakap dengan penuh hormat.

"Bapaku, tidak dinafikan, keputusanmu adalah betul tetapi adalah lebih sesuai sekiranya semua kambing digunakan untuk susu dan bulunya sahaja. Pengembala kambing patut diarah untuk berkhidmat kepada pemilik tanah sehingga keadaan ladang kembali sempurna. Apabila selesai semuanya, semua kambing mesti dipulangkan semula kepada pengembala tersebut."

Semua yang hadir menyaksikan pengadilan itu bersetuju dengan pendapat Sulaiman. Nabi Dawud a.s. sangat menghargai keputusan yang adil tersebut dan memerintahkan kedua pihak melaksanakan seperti yang disarankan itu. Allah berfirman dalam al-Quran yang bermaksud:

"Dan (ingatlah kisah) Dawud dan Sulaiman, di waktu kedua-duanya memberikan keputusan mengenai tanaman, kerana tanaman itu dirosakkan oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya. Dan adalah Kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu, maka Kami telah memberikan ilmu kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat) dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu."

(Al-Anbiya', 21: 78-79)

Kuasa Menundukkan Angin

Nabi Sulaiman a.s. mewarisi sifat murni bapanya. Baginda dianugerahkan dengan anugerah yang istimewa. Angin menjadi suruhan kepada baginda dan baginda dengan mudah dapat melakukan perjalanan jauh dengan sekelip mata sahaja. Allah telah menerangkan dalam ayat beberapa ayat al-Quran yang bermaksud:

"Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana sahaja yang dikehendakinya" (Shaad, 38: 36)

"Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu." (Al-Anbiyaa', 21: 81)

Memahami Bahasa Burung

Nabi Sulaiman a.s. dianugerahkan dengan ilmu untuk memahami bahasa burung, serangga dan binatang-binatang lain. Baginda juga mampu bercakap dengan mereka sebagaimana yang telah dinyatakan dalam al-Quran yang bermaksud:

"Dan Sulaiman telah mewarisi Dawud dan dia berkata: "Hai manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata"" (An-Naml, 27: 16)

Nabi Sulaiman a.s. dan jin

Nabi Sulaiman a.s. juga berkuasa ke atas jin dan syaitan. Baginda menggunakan mereka untuk berkhidmat dengan baginda. Baginda memberi arahan tanpa rasa dendam atau iri hati. Mereka akan dihukum sekiranya mereka ingkar akan suruhan baginda. Allah telah berfirman yang bermaksud:

"Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu petang sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin di antara mereka dari perintah Kami. Kami rasakan kepadanya azab neraka yang menyala-nyala. Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Dawud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih" (Saba', 34: 12-13)

"Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tenteranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan)" (An-Naml, 27: 17)

Telah dinyatakan bahawa Nabi Sulaiman a.s. menakluk jin-jin untuk menolong baginda membina rumah suci Baitul Muqaddis (Masjid Aqsa)

Nabi Yang Menyayangi Kuda

Nabi Sulaiman a.s. sangat menyayangi kuda. Kuda-kuda adalah aset penting dalam ketenteraan negara. Apabila kuda-kuda tersebut pulang daripada sesuatu misi, baginda akan memberikan rawatan yang rapi ke atas leher dan buku lali yang tercedera. Baginda akan melaksanakannya sebagai tanda terima kasih terhadap kesetiaan dan ketangkasan kuda-kuda tersebut.

Kisah Permaisuri Saba

Kawasan yang meliputi negara Yaman sekarang pernah diperintah oleh seorang permaisuri bernama Ratu Balqis. Kawasan itu dikenali sebagai Saba dan merupakan sebuah kerajaan yang makmur. Ratu Balqis telah mentadbir dengan begitu baik sehingga rakyatnya dapat mencapai tamadun yang tinggi pada waktu itu. Pada suatu hari burung Hud telah memaklumkan kepada Nabi Sulaiman a.s. tentang kemakmuran kerajaan Saba. Ia berkata:

"Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini. Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgahsana yang besar. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk, agar mereka tidak menyembah Allah Yang Mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan" (An-Naml, 27: 22-25)

Setelah mendengar berita tersebut, Nabi Sulaiman a.s. seorang nabi dan raja telah menulis surat kepada ratu tersebut yang disampaikan melalui burung hud. Baginda memberi amaran kepada Ratu Balqis supaya jangan sombong dengan kuasanya dan menasihatinya untuk beriman dengan Allah dan menuruti segala perintah-Nya. Ratu Balqis telah membaca surat tersebut dan berasa sangat keliru. Sebagai seorang wanita yang berwaspada, dia telah memanggil para pembesar yang lain untuk meminta pandangan mereka. Sesetengah pembesar yang angkuh menyarankan supaya menentang Nabi Sulaiman a.s. manakala yang lain menyerahkan kepada ratu untuk membuat keputusan.

"Berkatalah ia (Balqis): "Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia. Sesungguhnya surat itu (isi)nya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri. Berkata dia (Balqis): "Hai para pembesar berilah aku pertimbangan dalam urusanku (ini) aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kamu berada dalam majlis(ku)". Mereka menjawab: "Kita adalah orang-orang memiliki keberanian yang sangat (dalam peperangan), dan keputusan berada di tanganmu; maka pertimbangkanlah apa yang akan kamu perintahkan"" (An-Naml, 27: 29-33)

Ratu itu tidak mahu melibatkan negaranya dengan peperangan kerana akhirnya akan menyebabkan kemusnahan sahaja. Baginda memikirkan satu rancangan dan menyediakan hadiah yang berharga untuk Nabi Sulaiman a.s. Ratu Balqis merancang untuk mewujudkan hubungan baik dan mencari jalan perdamaian melalui pemberian tersebut. Namun kekayaan tiada bermakna bagi Nabi Sulaiman a.s. Baginda sangat kecewa dengan pemberian tersebut dan mengembalikannya bersama dengan kata-kata yang tajam kepada utusan ratu tersebut.

"Aku tidak inginkan kekayaan. Bagiku pemberian yang mahal ini adalah tidak penting. Aku harap ratu dan para pengikutnya menyembah Allah dan mengikut kepercayaan agama yang benar. Aku akan menyerang negara kamu sekiranya ratu itu enggan berbuat demikian"

Tidak beberapa lama kemudian, Nabi Sulaiman a.s. dan tenteranya bergerak melalui lembah semut untuk menyerang kerajaan Saba. Di lembah tersebut, baginda terdengar perbualan semut-semut yang bergegas melarikan diri ke lubang untuk mengelakkan dipijak oleh tentera-tentera Nabi Sulaiman a.s. Baginda berasa kasihan dan dan mendapat pengajaran untuk menyelamatkan nyawa dan kemuliaan makhluk yang merendah diri. Baginda merasakan bahawa ratu dan rakyatnya hanya seperti makhluk yang merendah diri. Mereka tidak sepatutnya diserang dan dibunuh untuk berkuasa di muka bumi. Telah diceritakan dalam al-Quran yang bermaksud:

"Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tenteranya, sedangkan mereka tidak menyedari, maka dia tersenyum dengan tertawa kerana (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdo'a: "Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni'mat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapaku dan untuk mengerjakan amal soleh yang Engkau redhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang soleh."" (An-Naml, 27: 18-19)

Baginda tidak meneruskan serangan kerana baginda suka pembunuhan beramai-ramai yang disebabkan oleh pertelingkahan antara kedua angkatan tentera. Matlamatnya ialah untuk memulihkan Ratu Balqis dan rakyat negara Saba. Baginda ingin membawa mereka ke jalan yang benar dan berharap dapat menyelamatkan mereka daripada godaan syaitan.

Apabila Ratu Balqis mendengar khabar angin tentang penyerangan oleh Nabi Sulaiman a.s., dia pun pergi menemui baginda bagi menyelesaikan masalah tersebut. Apabila kedatangan ratu itu diketahui oleh Nabi Sulaiman a.s., maka diperintahkan jin-jin untuk membawa singgahsana ratu dengan sekelip mata. Perintahnya ditunaikan dengan segera dan apabila Ratu Balqis sampai di tempat Nabi Sulaiman a.s. , dia ditanya mengenai singgahsana tersebut. Ratu Balqis mengenalinya dan berkata:

" Aku sudah sedia maklum akan kuasa dan keagungan tuanku. Aku datang kepadamu sebagai seorang hamba yang patuh"

Ayat al-Quran yang bermaksud:

"Dan ketika Balqis datang, ditanyakanlah kepadanya: "Serupa inikah singgahsanamu?" Dia menjawab: "Seakan-akan singgahsana ini singgahsanaku, kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri." Dan apa yang disembahnya selama ini selain Allah, mencegahnya (untuk melahirkan keislamannya), kerana sesungguhnya dia dahulunya termasuk orang-orang kafir" (An-Naml, 27: 42-43)

Ratu Balqis telah dibawa ke dalam istana yang yang sangat indah. Lantainya diperbuat daripada kaca yang bergemerlapan yang menampakkannya seperti air yang mengalir. Ratu Balqis mengangkat kainnya apabila melalui lantai tersebut apabila berjalan di atas lantai tersebut. Kemudian dia diberitahu bahawa ia bukanlah air sebenarnya.

"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam" (An-Naml, 27: 44)

Ratu Balqis akhirnya berasa menyesal dan menerima agama Allah. Nabi Sulaiman a.s. memerintah selama 30 tahun. Baginda meninggal pada usia 89 tahun. Selepas kematian baginda, putera baginda Rohoboam menjadi raja. Rohoboamhidup dalam kemewahan mengikut keinginannya. Rakyat telah bangun memberontak lalu menjatuhkannya .Tidak lama selepas itu warisan pemerintahan Nabi Dawud a.s. pun berakhir.



...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

Thursday, July 10, 2008

KEBESARAN SOLAT 2 RAKAAT

Allah SWT selesai menciptakan Jibrail as dengan bentuk yang cantik, dan Allah menciptakan pula baginya 600 sayap yang panjang , sayap itu antara timur dan barat (ada pendapat lain menyatakan 124, 000 sayap).


Setelah itu Jibrail as memandang dirinya sendiri dan berkata: "Wahai Tuhanku, adakah engkau menciptakan makhluk yang lebih baik daripada aku?."
Lalu Allah swt berfirman yang bermaksud.. "Tidak" Kemudian Jibrail as berdiri serta solat dua rakaat kerana syukur kepada Allah swt. dan tiap-tiap rakaat itu lamanya 20,000 tahun.Setelah selesai Jibrail as solat, maka Allah SWT berfirman yang bermaksud. "Wahai Jibrail, ka! mu telah menyembah aku dengan ibadah yang bersungguh-sungguh, dan tidak ada seorang pun yang menyembah kepadaku seperti ibadat kamu, akan tetapi di akhir zaman nanti akan datang seorang nabi yang mulia yang paling aku cintai, namanya Muhammad.' Dia mempunyai umat yang lemah dan sentiasa berdosa, sekiranya mereka itu mengerjakan solat dua rakaat yang hanya sebentar sahaja, dan mereka dalam keadaan lupa serta serba kurang, fikiran mereka melayang bermacam-macam dan dosa mereka pun besar juga. Maka demi kemuliaannKu dan ketinggianKu, sesungguhnya solat mereka itu aku lebih sukai dari solatmu itu.

Kerana mereka mengerjakan solat atas perintahKu, sedangkan kamu mengerjakan solat bukan atas perintahKu." Kemudian Jibrail as berkata: "Ya Tuhanku, apakah yang Engkau hadiahkan kepada mereka sebagai imbalan ibadat mereka?"

Lalu Allah berfirman yang bermak! sud. "Ya Jibrail, akan Aku berikan syurga Ma'waa sebagai tempat tinggal..."

Kemudian Jibrail as meminta izin kepada Allah untuk melihat syura Ma'waa. Setelah Jibrail as mendapat izin dari Allah SWT maka pergilah Jibrail as dengan mengembangkan sayapnya dan terbang, setiap dia mengembangkan dua sayapnya dia boleh menempuh jarak perjalanan 3000 tahun, terbanglah malaikat jibrail as selama 300 tahun sehingga ia merasa letih dan lemah dan akhirnya dia turun singgah berteduh di bawah bayangan sebuah pohon dan dia sujud kepada Allah SWT lalu ia berkata dalam sujud: "Ya Tuhanku apakah sudah aku menempuh jarak perjalanan setengahnya, atau sepertiganya, atau seperempatnya? "

Kemudian Allah swt berfirman yang bermaksud. "Wahai Jibrail, kalau kamu dapat terbang selama 3000 tahun dan meskipun aku memberikan kekuatan kepadamu seperti kekuatan yang engk! au miliki, lalu kamu terbang seperti yang telah kamu lakukan, nescaya kamu tidak akan sampai kepada sepersepuluh dari beberapa perpuluhan yang telah kuberikan kepada umat Muhammad terhadap imbalan solat dua rakaat yang mereka kerjakan.... ."


Marilah sama2 kita fikirkan dan berusaha lakukan... Sesungguhnya Allah S.W.T telah menyembunyikan enam perkara iaitu :

* Allah S.W.T telah menyembunyikan redha-Nya dalam taat.
* Allah S.W.T telah menyembunyikan murka-Nya di dalam maksiat.
* Allah S.W.T telah menyembunyikan nama-Nya yang Maha Agung di dalam Al-Quran.
* Allah S.W.T telah menyembunyikan Lailatul Qadar di dalam bulan Ramadhan.
* Allah S.W.T telah menyembunyikan solat yang paling utama di dalam solat (yang lima waktu).
* Allah S.W.T telah menyembunyikan (t! arikh terjadinya) hari kiamat didalam semua hari.

Semoga kita mendapat berkat daripada ilmu ini. Wallahualam





...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

Wednesday, July 9, 2008

Nabi Sulaiman Dengan Kubah Ajaib

Berbaktilah dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua kita ketika mereka masih ada .

Pada suatu hari Nabi Allah Sulaiman telah menerima wahyu daripada Allah supaya pergi ke tepi pantai untuk menyaksikan suatu benda yang ajaib yang akan ditunjukkan kepada Nabi Sulaiman. Setelah bersiap sedia, Nabi Sulaiman berangkat ke tepi pantai yang dinyatakan di dalam wahyu. Baginda diiringi oleh kaum jin, manusia dan binatang.

Setibanya di pantai, Nabi Sulaiman terus mengintai-ngintai untuk mencari sesuatu seperti yang dikatakan oleh Allah. Setelah lama mencari, baginda belum lagi menjumpai apa-apa. Kata salah seorang daripada mereka. "Mungkin tersalah tempat". Tetapi baginda menjawab "Tidak, di sinilah tempatnya".

Nabi Sulaiman mengarahkan Jin Ifrit supaya menyelam ke dalam laut untuk meninjau apa-apa yang pelik atau ajaib. Jin Ifrit menyelam agak lama juga barulah ia kembali kepada Nabi Sulaiman dan memaklumkan bahawa dia tidak menjumpai apa-apa benda yang ajaib. Tanya Nabi Sulaiman "Apakah kamu menyelam sehingga dasar laut" Jawab Jin Ifrit "Tidak". Nabi Sulaiman pun mengarahkan Jin Ifrit yang kedua supaya menyelam sehingga ke dasar laut.

Setelah puas menyelam dan mencari benda-benda yang dikatakan oleh Nabi Sulaiman, Jin Ifrit yang kedua juga tidak menjumpai apa-apa yang ajaib dan ia melaporkan kepada Nabi Sulaiman.

Perdana Menterinya yang bernama Asif bin Barkhiya telah berbisik ke telinga Nabi Sulaiman dan memohon kebenaran untuk menolongnya. Setelah mendapat izin Nabi Sulaiman, dia membaca sesuatu dan terus menyelam ke dalam laut. Tidak lama kemudian Asif menjumpai sebuah kubah yang sangat cantik.

Kubah tersebut mempunyai empat penjuru, setiap penjuru mempunyai pintu. Pintu pertama diperbuat daripada mutiara, pintu kedua diperbuat daripada zamrud berwarna merah, pintu ketiga diperbuat daripada jauhar dan pintu keempat diperbuat daripada zabarjad. Pintu-pintu tersebut terbuka luas, tetapi yang peliknya air tidak masuk kedalam kubah tersebut walaupun pintunya terbuka luas.

Dengan kuasa yang diberikan oleh Allah, Asif dapat membawa kubah tersebut naik ke darat dan diletakkan di hadapan Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman melihat kubah tersebut dengan penuh takjub di atas kebesaran Allah.

Baginda berangkat untuk melihat kubah tersebut, setelah menjenguk ke dalam didapati ada seorang pemuda berada di dalamnya. Pemuda tersebut masih belum sedar walaupun kubahnya telah diangkat ke darat kerana asyik bermunajah kepada Allah.

Nabi Sulaiman memberi salam kepada pemuda tersebut. Pemuda tersebut menyambut salam dengan perasaan terkejutnya apabila melihat orang ramai sedang berada di situ. Nabi Sulaiman memperkenalkan dirinya kepada pemuda itu bahawa beliau adalah Nabi Allah Sulaiman. Pemuda itu bertanya "Dari manakah mereka ini dan bagaimana mereka datang?". Pemuda itu merasa hairan dan setelah menjenguk keluar dia mendapati bahawa kubahnya telah berada di darat.

Nabi Sulaiman memberitahu pemuda itu bahawa mereka datang kerana diperintahkan oleh Allah untuk melihat keajaiban yang dikurniakan Allah kepadanya.

Setelah mendapat izin dari pemuda itu Nabi Sulaiman meninjau ke dalamnya untuk melihat benda yang ajaib yang dihiasi di dalamnya. Keindahan yang terdapat di dalam kubah itu sungguh menakjubkan.

Nabi Sulaiman bertanya kepada pemuda tersebut bagaimana dia boleh berada di dalam kubah ini yang terletak di dasar laut. Pemuda tersebut menceritakan bahawa dia telah berkhidmat kepada kedua ibu bapanya selama 70 tahun. Bapanya seorang yang lumpuh manakala ibunya pula seorang yang buta. Suatu hari ketika ibunya hendak meninggal dunia, ibunya memanggilnya dan memaklumkan bahawa ibunya telah rela di atas khidmat yang diberikan olehnya. Ibunya berdoa kepada Allah supaya anaknya dipanjangkan umur dan sentiasa taat kepada Allah.

Setelah ibunya meninggal dunia, tidak lama kemudian bapanya pula meninggal dunia. Sebelum bapanya meninggal dunia, bapanya juga telah memanggilnya dan memaklumkan bahawa dia juga telah rela di atas khidmat yang diberikan olehnya. Bapanya telah berdoa sebelum meninggal dunia supaya anaknya diletakkan di suatu tempat yang tidak dapat diganggu oleh syaitan.

Doa kedua-dua orang tuanya telah dimakbulkan oleh Alllah. Pada suatu hari ketika pemuda tersebut bersiar-siar di tepi pantai ia terlihat sebuah kubah yang sedang terapung-apung di tepi pantai. Ketika pemuda tadi menghampiri kubah tersebut . Ada suara menyeru supaya pemuda itu masuk ke dalam kubah tersebut. Sebaik sahaja ia masuk kubah dan meninjau di
dalamnya tiba-tiba ia bergerak dengan pantas dan tenggelam ke dasar laut.

Tidak lama kemudian muncul satu lembaga seraya memperkenalkan bahawa dia adalah malaikat yang diutuskan Allah. Malaikat itu memaklumkan bahawa kubah itu adalah kurniaan Allah kerana khidmatnya kepada orang tuanya dan beliau boleh tinggal di dalamnya selama mana dia suka, segala makan dan minum akan dihidangkan pada bila-bila masa ia memerlukannya.

Malaikat itu memaklumkan bahawa dia diperintahkah Allah untuk membawa kubah tersebut ke dasar laut. Semenjak dari itu pemuda tersebut terus bermunajah kepada Allah sehingga hari ini.

Nabi Sulaiman bertanya kepada pemuda itu "Berapa lamakah kamu berada di dalam kubah ini" Pemuda itu menjawab "Saya tidak menghitungnya tetapi ia mula memasukinya semasa pemerintahan Nabi Allah Ibrahim a.s lagi". Nabi Sulaiman menghitung ". Ini bermakna kamu telah berada di dalam kubah ini selama dua ribu empat ratus tahun". Nabi Sulaiman berkata "Rupa mu
tidak berubah malah sentiada muda walaupun sudah dua ribu empat ratus tahun lamanya".

Nabi Sulaiman bertanya pemuda itu sama ada dia mahu pulang bersamanya". Jawab pemuda tadi "Nikmat apa lagi yang harus aku pinta selain daripada nikmat yang dikurniakan oleh Allah kepada ku ini".

Nabi Sulaiman bertanya"Adakah kamu ingin pulang ke tempat asal mu" Jawab pemuda itu "Ya, silalah hantar aku ke tempat asalku". Nabi Sulaiman pun memerintahkan Perdana Menterinya membawa kubah tersebut ke tempat asalnya.

Setelah kubah tersebut diletakkan ke tempat asal, Nabi Sulaiman berkata kepada kaumnya "Kamu semua telah melihat keajaiban yang dikurniakan oleh Allah. Lihatlah betapa besar balasan yang Allah berikan kepada orang yang taat kepada orang tuanya dan betapa seksanya orang yang menderhakai kepada kedua ibu bapanya".

Nabi Sulaiman pun berangkat pulang ke tempatnya dan bersyukur kepada Allah Taala kerana telah memberi kesempatan kepadanya untuk menyaksikan perkara yang ajaib. "




...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

Berfikirlah untuk akhirat

PADA hakikatnya kita sentiasa berfikir. Setiap hari sewaktu bekerja kita sentiasa berfikir mengenai pekerjaan kita. Kita berfikir mengenai cara meningkatkan prestasi kerja. Kita berfikir mengenai cara untuk mengatasi masalah yang di hadapi.

Selepas itu, kita berfikir pula mengenai cara mengekalkan prestasi yang baik. Akhirnya kita akan berfikir pula mengenai cara menghasilkan prestasi yang terbaik. Begitulah keadaan akal kita yang tidak pernah berhenti daripada berfikir.

Bagaimanapun, kita akan berfikir dengan lebih serius apabila berhadapan dengan masalah, misalnya ketika ditimpa musibah, ketika kesempitan wang, ketika sakit atau ketika kita hadapi kegagalan.

Kita berfikir untuk mencari jalan penyelesaian. Lebih berat masalah yang kita hadapi, lebih besar juga usaha berfikir yang dilakukan.

Dalam banyak waktu kita habiskan untuk berfikir per nahkah ada dalam fikiran kita mengenai hubungan kita dengan Pencipta? Bagaimana prestasi iman kita? Bagaimana jalan hidup yang sudah dan sedang serta yang akan kita lalui, adakah mengikut kehendak kita atau kehendak Pencipta?

Pernahkah kita berfikir untuk 'menyemak' batin kita, adakah di dalamnya jernih laksana titisan embun atau lakaran hitam yang kelabu dan berdebu dengan dosa? Bagaimana solat kita, puasa kita, anak-anak kita, suami atau isteri kita, sudahkah jelas kefahaman hamba Allah?

Sudahkah matlamat kita selari dengan kehendak Pencipta? Sudah layakkah kita memegang 'gelaran' khalifah Allah yang mempunyai tugas besar sebagai ejen perubahan dalam ma syarakat?

Banyak-banyak maaf saya mohon kerana banyak sangat soalan yang ditanya. Kata orang kalau banyak sangat tanya dikata banyak 'songel'.

Katalah pun nak kata tetapi soalan yang ditanya sebenarnya sangat penting dalam kehidupan malah itulah penentu kita ini supaya beza antara hidup dan hidup-hidupan.

Semua soalan yang dilontarkan sebenarnya saya hendak kongsi mengenai kepentingan berfikir. Dalam satu hadis daripada Ibnu Hibban Rasulullah s.a.w pernah bersabda, maksudnya: “Berfikir sesaat lebih baik daripada beribadat setahun.”

Nah, betapa mahalnya nilai berfikir dan kesan yang di peroleh jika betul cara berfikir kita, berbanding ibadat begitu saja.

Berfikir sebenarnya adalah proses menyimpan, mengingat, menganalisis dan menyimpulkan berbagai-bagai maklumat yang ada di dalam dan luar diri kita sehingga menjadi idea dan akhirnya mendorong kita untuk bertindak.

Fikiranlah yang akan mengarahkan ke mana kita akan pergi dan bagaimana kita akan buat kerana dalam fikiran itu, seluruh keputusan, perencanaan serta konsep hidup di tentukan.

Malah, dengan pemikiran jugalah yang menjadi penentu kedekatan kita dengan Allah. Satu hadis Rasulullah s.a.w bersabda bermaksud: “Ketahuilah wahai Anas sesungguhnya orang yang bodoh itu lebih banyak tertimpa musibah kerana kebodohannya daripada orang jahat yang berakal. Sesung guhnya amat mudahlah seorang hamba mendekati Tuhannya dengan akalnya.”

Kata Napolean Hill: “ If a man is right, his world will be right.”

Jadi, dalam kesibukan kita mencari dunia jangan lupa memberikan waktu untuk berfikir. Bahagikan masa kita kepada empat waktu iaitu:

  • Waktu untuk dia bermunajat (berzikir dan berdoa) kepada Allah.

  • Waktu untuk dia bermuhasabah mengenai dirinya.

  • Waktu untuk dia berfikir mengenai ciptaan-ciptaan Allah.

  • Waktu untuk dia menumpukan kepada keperluannya seperti mencari makanan dan minuman




  • ...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

    Kebaikan tak diiktiraf selagi berterusan lakukan dosa

    UMAT Islam wajib mempercayai adanya syurga dan neraka. Orang yang beramal soleh akan ke syurga manakala orang yang ingkar akan ke neraka. Semua orang Islam yang beriman berkeyakinan sedemikian.


    Persoalan besar timbul ialah apakah kita menyedari bahawa gaya hidup dan tingkah laku sehari-hari itu termasuk sebagai persediaan sebagai ahli syurga atau sudah pun tergelincir sebagai ahli neraka.

    Gaya hidup dan tingkah laku manusia yang beruntung ialah hidup yang selalu diisi dengan amalan salih iaitu melaksanakan hak Allah, mengerjakan kebajikan dan melakukan perbuatan membawa kebaikan kepada masyarakat atau manusia umumnya.


    Sesungguhnya setiap kebajikan atau kejahatan yang dilakukan manusia akan dicatat, direkod dan dikumpulkan oleh Allah dengan perantaraan malaikatnya untuk dihitung dan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak..

    Allah menjadikan hidup di dunia bukan dengan tujuan sia-sia atau secara main-main tetapi ada tanggungjawab tertentu. Kerana itulah manusia diberi akal fikiran supaya tidak terikut-ikut dengan gaya menyalahi fitrah.

    Allah berfirman yang bermaksud: “Maka adakah patut kamu menyangka bahawa kami hanya menciptakan kamu sia-sia saja? Dan kamu tidak akan dikembalikan kepada kami? (Surah al-Mukminun, ayat 115)

    Justeru, kehidupan di dunia perlu selari dengan ajaran Islam dan menjauhi daripada gaya hidup penuh maksiat. Manusia yang bebas daripada budaya maksiat akan membentuk masyarakat bertamadun dan berintegriti.

    Orang yang baik bukan hanya sekadar melakukan kebaikan tetapi mestilah meninggalkan segala keburukan dan mencegahnya. Seseorang itu tidaklah dinamakan baik apabila ia pada sebelah pagi memberi sedekah kepada orang miskin tetapi petang pula melakukan kejahatan rasuah atau penyalahgunaan kuasa.

    Oleh itu, untuk mengelakkan rugi atau menyesal, gunakan kesempatan kehidupan yang dikurniakan untuk melakukan kebaikan sebanyak-banyaknya dan menghindarkan perbuatan yang merosakkan masyarakat.

    Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud: “Seorang lelaki melalui sebatang jalan dan ternampak satu ranting pokok yang berduri lalu dialihkan ke tepi. Maka Allah melimpahkan kasihnya kepada lelaki itu dan diberikan keampunan ke atasnya.” (Hadis riwayat al-Bukhari)

    Walaupun menjauhkan sebatang duri dari tengah jalan kelihatan mudah tetapi pekerjaan itu dianggap Allah sebagai satu kebajikan yang besar kerana boleh mengurangkan kesusahan dan penderitaan manusia sejagat.

    Janganlah berangan ingin memasuki syurga Allah jika usaha dan gaya hidup dipenuhi budaya maksiat. Oleh itu, setiap kita yang mengaku beriman dan ingin ke syurga perlu membuktikannya dengan melakukan amal ibadah dan amal salih bersungguh-sungguh.

    Antaranya memperbanyakkan amal soleh dan menjauhi kejahatan, memastikan kehidupan sehari-hari tidak bercanggah dengan hak Allah dan hak manusia, memperbanyakkan kebajikan dan memastikan kehidupan seharian tidak mencampuradukkan perkara halal dan haram.

    Firman Allah yang bermaksud: “Tidaklah sama ahli neraka dan ahli syurga. Ahli syurga merekalah orang yang beroleh kemenangan.” (Surah al-Hasyr, ayat 20)





    ...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

    Tuesday, July 8, 2008

    Pengharaman arak


    DARIPADA Ibnu Abas ra, katanya Rasulullah SAW bersabda: "Aku haramkan arak itu kerana zatnya dan barang yang lain kerana sifatnya yang memabukkan". (Hadis oleh Thothawi)

    Huraian:

    Dalam hadis ini Rasullullah SAW mengharamkan minuman arak adalah kerana najis zatnya (sekalipun tidak memabukkan) sedangkan minuman yang lain atau sebagainya sekiranya boleh memabukkan maka ianya juga diharamkan kerana sifatnya (yang boleh memabukkan) sahaja.

    Kesimpulan:

    Jauhilah minuman arak, banyak atau sedikit memabukan atau tidak. Sedangkan minuman yang lain, hendaklah dijauhi sekiranya akan menghilangkan (memabukan) juga.




    ..dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

    KISAH PEMUDA BERIBU-BAPAKAN BABI

    Nabi Musa adalah satu-satunya Nabi yang boleh bercakap terus dengan Allah S.W.T Setiap kali dia hendak bermunajat, Nabi Musa akan naik ke Bukit Tursina. Di atas bukit itulah dia akan bercakap dengan Allah.Nabi Musa sering bertanya dan Allah akan menjawab pada waktu itu juga. Inilah kelebihannya yang tidak ada pada nabi-nabi lain.

    Suatu hari Nabi Musa telah bertanya kepada Allah. "Ya Allah, siapakah orang di syurga nanti yang akan berjiran dengan aku?". Allah pun menjawab dengan mengatakan nama orang itu, kampung serta tempat tinggalnya. Setelah mendapat jawapan, Nabi Musa turun dari Bukit Tursina dan terus berjalan mengikut tempat yang diberitahu. Setelah beberapa hari di dalam perjalanan akhirnya sampai juga Nabi Musa ke tempat berkenaan.

    Dengan pertolongan beberapa orang penduduk di situ, beliau berjaya bertemu dengan orang tersebut. Setelah memberi salam beliau dipersilakan masuk dan duduk di ruang tamu.
    Tuan rumah itu tidak melayan Nabi Musa. Dia masuk ke dalam bilik dan melakukan sesuatu di dalam. Sebentar kemudian dia keluar sambil membawa seekor babi betina yang besar. Babi itu didukungnya dengan cermat. Nabi Musa terkejut melihatnya. "Apa hal ini?, kata Nabi Musa berbisik dalam hatinya penuh keheranan.

    Bai itu dibersihkan dan dimandikan dengan baik. Setelah itu babi itu dilap sampai kering serta dipeluk cium kemudian dihantar semula ke dalam bilik. Tidak lama kemudian dia keluar sekali lagi dengan membawa pula seekor babi jantan yang lebih besar. Babi itu juga dimandikan dan dibersihkan. Kemudian dilap hingga kering dan dipeluk serta cium dengan penuh kasih sayang. Babi itu kemudiannya dihantar semula ke bilik. Selesai kerjanya barulah dia melayan Nabi Musa. "Wahai saudara! Apa agama kamu?". "Aku agama Tauhid", jawab pemuda itu iaitu agama Islam. "Habis, mengapa kamu membela babi? Kita tidak boleh berbuat begitu." Kata Nabi Musa.

    "Wahai tuan hamba", kata pemuda itu. "Sebenarnya kedua babi itu adalah ibubapa kandungku. Oleh kerana mereka telah melakukan dosa yang besar, Allah telah menukarkan rupa mereka menjadi babi yang hodohrupanya. Soal dosa mereka dengan Allah itu soal lain. Itu urusannya dengan Allah. Aku sebagai anaknya tetap melaksanakan kewajipanku sebagai anak. Hari-hari aku berbakti kepada kedua ibubapaku sepertimana yang tuan hamba lihat tadi. Walaupun rupa mereka sudah menajdi babi, aku tetap melaksanakan tugasku.", sambungnya.

    "Setiap hari aku berdoa kepada Allah agar mereka diampunkan. Aku bermohon supaya Allah menukarkan wajah mereka menjadi manusia yang sebenar, tetapi Allah masih belum memakbulkan lagi.", tambah pemuda itu lagi.
    Maka ketika itu juga Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Musa a.s. 'Wahai Musa, inilah orang yang akan berjiran dengan kamu di Syurga nanti, hasil baktinya yang sangat tinggi kepasa kedua ibubapanya. Ibubapanya yang sudah buruk dengan rupa babi pun dia berbakti juga. Oleh itu Kami naikkan maqamnya sebagai anak soleh disisi Kami."

    Allah juga berfirman lagi yang bermaksud : "Oleh kerana dia telah berada di maqam anak yang soleh disisi Kami, maka Kami angkat doanya. Tempat kedua ibubapanya yang Kami sediakan di dalam neraka telah Kami pindahkan ke dalam syurga."
    Itulah berkat anak yang soleh. Doa anak yang soleh dapat menebus dosa ibubapa yang akan masuk ke dalam neraka pindah ke syurga. Ini juga hendaklah dengan syarat dia berbakti kepada ibubapanya. Walaupun hingga ke peringkat rupa ayah dan ibunya seperti babi. Mudah-mudahan ibubapa kita mendapat tempat yang baik di akhirat kelak.

    Walau bagaimana buruk sekali pun perangai kedua ibubapa kita itu bukan urusan kita, urusan kita ialah menjaga mereka dengan penuh kasih sayang sebagaimana mereka menjaga kita sewaktu kecil hingga dewasa.
    Walau banyak mana sekali pun dosa yang mereka lakukan, itu juga bukan urusan kita, urusan kita ialah meminta ampun kepada Allah S.W.T supaya kedua ibubapa kita diampuni Allah S.W.T. Doa anak yang soleh akan membantu kedua ibubapanya mendapat tempat yang baik di akhirat, inilah yang dinanti-nantikan oleh para ibubapa di alam kubur.


    ...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

    KISAH LIMA PERKARA ANEH

    Abu Laits as-Samarqandi adalah seorang ahli fiqh yang masyur. Suatu ketika dia pernah berkata, ayahku menceritakan bahwa antara Nabi-nabi yang bukan Rasul ada menerima wahyu dalam bentuk mimpi dan ada yang hanya mendengar suara.
    Maka salah seorang Nabi yang menerima wahyu melalui mimpi itu, pada suatu malam bermimpi diperintahkan yang berbunyi, "Esok engkau dikehendaki keluar dari rumah pada waktu pagi menghala ke barat. Engkau dikehendaki berbuat, pertama; apa yang negkau lihat (hadapi) maka makanlah, kedua; engkau sembunyikan, ketiga; engkau terimalah, keempat; jangan engkau putuskan harapan, yang kelima; larilah engkau daripadanya."

    Pada keesokan harinya, Nabi itu pun keluar dari rumahnya menuju ke barat dan kebetulan yang pertama dihadapinya ialah sebuah bukit besar berwarna hitam. Nabi itu kebingungan sambil berkata, "Aku diperintahkan memakan pertama aku hadapi, tapi sungguh aneh sesuatu yang mustahil yang tidak dapat dilaksanakan."
    Maka Nabi itu terus berjalan menuju ke bukit itu dengan hasrat untuk memakannya. Ketika dia menghampirinya, tiba-tiba bukit itu mengecilkan diri sehingga menjadi sebesar buku roti. Maka Nabi itu pun mengambilnya lalu disuapkan ke mulutnya. Bila ditelan terasa sungguh manis bagaikan madu. Dia pun mengucapkan syukur 'Alhamdulillah'.

    Kemudian Nabi itu meneruskan perjalanannya lalu bertemu pula dengan sebuah mangkuk emas. Dia teringat akan arahan mimpinya supaya disembunyikan, lantas Nabi itu pun menggali sebuah lubang lalu ditanamkan mangkuk emas itu, kemudian ditinggalkannya. Tiba-tiba mangkuk emas itu terkeluar semula. Nabi itu pun menanamkannya semula sehingga tiga kali berturut-turut.
    Maka berkatalah Nabi itu, "Aku telah melaksanakan perintahmu." Lalu dia pun meneruskan perjalanannya tanpa disadari oleh Nabi itu yang mangkuk emas itu terkeluar semula dari tempat ia ditanam.

    Ketika dia sedang berjalan, tiba-tiba dia ternampak seekor burung helang sedang mengejar seekor burung kecil. Kemudian terdengarlah burung kecil itu berkata, "Wahai Nabi Allah, tolonglah aku."
    Mendengar rayuan burung itu, hatinya merasa simpati lalu dia pun mengambil burung itu dan dimasukkan ke dalam bajunya. Melihatkan keadaan itu, lantas burung helang itu pun datang menghampiri Nabi itu sambil berkata, "Wahai Nabi Allah, aku sangat lapar dan aku mengejar burung itu sejak pagi tadi. Oleh itu janganlah engkau patahkan harapanku dari rezekiku."

    Nabi itu teringatkan pesanan arahan dalam mimpinya yang keempat, iaitu tidak boleh putuskan harapan. Dia menjadi kebingungan untuk menyelesaikan perkara itu. Akhirnya dia membuat keputusan untuk mengambil pedangnya lalu memotong sedikit daging pehanya dan diberikan kepada helang itu. Setelah mendapat daging itu, helang pun terbang dan burung kecil tadi dilepaskan dari dalam bajunya.
    Selepas kejadian itu, Nabi meneruskan perjalannya. Tidak lama kemudian dia bertemu dengan satu bangkai yang amat busuk baunya, maka dia pun bergegas lari dari situ kerana tidak tahan menghidu bau yang menyakitkan hidungnya. Setelah menemui kelima-lima peristiwa itu, maka kembalilah Nabi ke rumahnya. Pada malam itu, Nabi pun berdoa. Dalam doanya dia berkata, "Ya Allah, aku telah pun melaksanakan perintah-Mu sebagaimana yang diberitahu di dalam mimpiku, maka jelaskanlah kepadaku erti semuanya ini."

    Dalam mimpi beliau telah diberitahu oleh Allah S.W.T. bahwa, "Yang pertama engkau makan itu ialah marah. Pada mulanya nampak besar seperti bukittetapi pada akhirnya jika bersabar dan dapat mengawal serta menahannya, maka marah itu pun akan menjadi lebih manis daripada madu.
    Kedua; semua amal kebaikan (budi), walaupun disembunyikan, maka ia tetap akan nampak jua. Ketiga; jika sudah menerima amanah seseorang, maka janganlah kamu khianat kepadanya. Keempat; jika orang meminta kepadamu, maka usahakanlah untuknya demi membantu kepadanya meskipun kau sendiri berhajat. Kelima; bau yang busuk itu ialah ghibah (menceritakan hal seseorang). Maka larilah dari orang-orang yang sedang duduk berkumpul membuat ghibah."

    Saudara-saudaraku, kelima-lima kisah ini hendaklah kita semaikan dalam diri kita, sebab kelima-lima perkara ini sentiasa saja berlaku dalam kehidupan kita sehari-hari. Perkara yang tidak dapat kita elakkan setiap hari ialah mengata hal orang, memang menjadi tabiat seseorang itu suka mengata hal orang lain. Haruslah kita ingat bahwa kata-mengata hal seseorang itu akan menghilangkan pahala kita, sebab ada sebuah hadis mengatakan di akhirat nanti ada seorang hamba Allah akan terkejut melihat pahala yang tidak pernah dikerjakannya. Lalu dia bertanya, "Wahai Allah, sesungguhnya pahala yang Kamu berikan ini tidak pernah aku kerjakan di dunia dulu."

    Maka berkata Allah S.W.T., "Ini adalah pahala orang yang mengata-ngata tentang dirimu." Dengan ini haruslah kita sedar bahwa walaupun apa yang kita kata itu memang benar, tetapi kata-mengata itu akan merugikan diri kita sendiri. Oleh kerana itu, hendaklah kita jangan mengata hal orang walaupun ia benar.



    ...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

    KISAH TEMPAT TINGGAL ROH

    Abu Bakar r.a telah ditanya tentang ke mana ruh pergi setelah ia keluar dari jasad, maka berkata Abu Bakar r.a : "Ruh itu menuju ke tujuh tempat" :-

    · Ruh para nabi dan utusan menuju ke syurga Adnin.
    · Ruh para ulama menuju ke syurga Firdaus.
    · Ruh para mereka yang berbahagia menuju ke syurga Illiyyina.
    · Ruh para syuhadaa berterbangan seperti burung disyurga sekehendak mereka.
    · Ruh para mukmin yang berdosa akan tergantung di udara tidak di bumi dan tidak di langit sampai hari kiamat.
    · Ruh anak-anak orang yang beriman akan berada di gunung dari minyak misik.

    · Ruh orang-orang kafir akan berada dalam neraka Sijjin, mereka disiksa beserta jasadnya sampai hari kiamat.

    Telah bersabda Rasulullah S.A.W bahwa : "Tiga kelompok manusia yang akan berjabat tangannya oleh para malaikat pada hari mereka keluar dari kuburnya ialah" :-

    · Orang-orang yang mati syahid.
    · Orang-orang yang mengerjakan solat malam dalam bulan Ramadhan.
    · Orang yang puasa hari Arafah.



    ...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

    KASIH SAYANG ALLAH S.W.T

    Seorang lelaki dikenal sangat giat beribadah. Sayangnya ia selalu membuat orang menjadi putus asa terhadap kasih sayang Allah. Hal itu dilakukan sampai ia menemukan ajalnya.
    Dalam riwayat itu dikatakan, setelah lelaki itu mati lalu menuntut kepada Tuhan dari kekhusyukan ibadahnya selama di dunia, "Tuhanku, apakah kebahagiaanku di sisi-Mu?"
    "Neraka," jawab Allah.
    "Tuhan, lalu di mana balasan dari kerajinan ibadahku?" tanya lelaki itu keheranan.
    "Bagaimana boleh. Di dunia engkau selalu membuat orang berputus asa terhadap kasih-sayang-Ku, maka hari ini Aku juga membuat engkau putus asa terhadap kasih sayang-Ku," jawab Allah.

    Moral : Jangan lah berdakwah dengan ancaman semata mata... khabarkanlahlah kepada pendosa bahawa Allah maha pengampun lagi maha mengasihani hambanya, walaupun dosa dosa hambanya itu setinggi gunung.(ayat dari hadis sahih yang diwahyukan kepada Nabi Daud)


    ...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

    Sunday, July 6, 2008

    KISAH NAFSU YANG DEGIL PADA PERINTAH ALLAH

    Dalam sebuah kitab karangan 'Ustman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syaakir Alkhaubawiyi, seorang ulama yang hidup dalam abad ke XIII Hijrah, menerangkan bahwa sesungguhnya Allah S.W.T telah menciptakan akal, maka Allah S.W.T telah berfirman yang bermaksud : "Wahai akal mengadaplah engkau." Maka akal pun mengadap kehadapan Allah S.W.T., kemudian Allah S.W.T berfirman yang bermaksud : "Wahai akal berbaliklah engkau!", lalu akal pun berbalik.
    Kemudian Allah S.W.T. berfirman lagi yang bermaksud : "Wahai akal! Siapakah aku?". Lalu akal pun berkata, "Engkau adalah Tuhan yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu yang daif dan lemah."

    Lalu Allah S.W.T berfirman yang bermaksud : "Wahai akal tidak Ku-ciptakan makhluk yang lebih mulia daripada engkau."
    Setelah itu Allah S.W.T menciptakan nafsu, dan berfirman kepadanya yang bermaksud : "Wahai nafsu, mengadaplah kamu!". Nafsu tidak menjawab sebaliknya mendiamkan diri. Kemudian Allah S.W.T berfirman lagi yang bermaksud : "Siapakah engkau dan siapakah Aku?". Lalu nafsu berkata, "Aku adalah aku, dan Engkau adalah Engkau."
    Setelah itu Allah S.W.T menyiksanya dengan neraka jahim selama 100 tahun, dan kemudian mengeluarkannya. Kemudian Allah S.W.T berfirman yang bermaksud : "Siapakah engkau dan siapakah Aku?". Lalu nafsu berkata, "Aku adalah aku dan Engkau adalah Engkau."

    Lalu Allah S.W.T menyiksa nafsu itu dalam neraka Juu' selama 100 tahun. Setelah dikeluarkan maka Allah S.W.T berfirman yang bermaksud : "Siapakah engkau dan siapakah Aku?". Akhirnya nafsu mengakui dengan berkata, " Aku adalah hamba-Mu dan Kamu adalah tuhanku."
    Dalam kitab tersebut juga diterangkan bahwa dengan sebab itulah maka Allah S.W.T mewajibkan puasa.
    Dalam kisah ini dapatlah kita mengetahui bahwa nafsu itu adalah sangat jahat oleh itu hendaklah kita mengawal nafsu itu, jangan biarkan nafsu itu mengawal kita, sebab kalau dia yang mengawal kita maka kita akan menjadi musnah.


    ...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

    AWAN MENGIKUTI ORANG YANG BERTAUBAT

    Diriwayatkan bahwa seorang tukang jagal terpesona kepada budak tetangganya. Suatu saat gadis itu mendapatkan tugas menyelesaikan urusan keluarganya di desa lain. Si tukang jagal lalu mengikutinya dari belakang sampai akhirnya berhasil menemukannya. Si tukang jagal lalu memanggil gadis itu dan mengajaknya menikmati kesempatan langka dan indah itu. Tetapi gadis itu menjawab, "Jangan lakukan. Meskipun sangat mencintaimu, aku sangat takut kepada Allah."
    Mendengar jawapan itu, si tukang jagal merasa dunia berputar. Kerana menyesal dan sedar hatinya gementar, tenggoroknya kering dan hatinya semakin berdebar, dia lalu berkata, "Kau takut kepada Allah sedangkan aku tidak."

    Dia pulang sambil bertaubat. Di jalan ia diserang haus dan nyaris mati. Is kemudian bertemu seorang soleh. Mereka berjalan bersama. Mereka melihat gumpalan awan berjalan menaungi mereka berdua sampai mereka masuk ke sebuah desa. Mereka berdua yakin bahwa awan itu untuk orang yang soleh. Kemudian mereka berpisah di desa tersebut. Awan itu ternyata condong dan terus menaungi si tukang jagal itu sampai dia tiba di rumahnya. Orang soleh tadi heran melihat kenyataan ini. Dia lalu mengikuti tukang jagal tadi lantas bertanya kepadanya dan dijawabnya juga di tempat itu. Maka laki-laki soleh itu berkata, "Janganlah heran terhadap apa yang kau lihat, kerana orang yang bertaubat kepada Allah itu berada di suatu tempat yang tak seorang pun berada di situ."



    ...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

    PAHWALAN NERAKA

    Suatu hari satu pertempuran telah berlaku di antara pihak Islam dengan pihak Musyrik. Kedua-dua belah pihak berjuang dengan hebat untuk mengalahkan antara satu sama lain. Tiba saat pertempuran itu diberhentikan seketika dan kedua-dua pihak pulang ke markas masing-masing.
    Di sana Nabi Muhammad S.A.W dan para sahabat telah berkumpul membincangkan tentang pertempuran yang telah berlaku itu. Peristiwa yang baru mereka alami itu masih terbayang-bayang di ruang mata. Dalam perbincangan itu, mereka begitu kagum dengan salah seorang dari sahabat mereka iaitu, Qotzman. Semasa bertempur dengan musuh, dia kelihatan seperti seekor singa yang lapar membaham mangsanya. Dengan keberaniannya itu, dia telah menjadi buah mulut ketika itu.

    "Tidak seorang pun di antara kita yang dapat menandingi kehebatan Qotzman," kata salah seorang sahabat.
    Mendengar perkataan itu, Rasulullah pun menjawab, "Sebenarnya dia itu adalah golongan penduduk neraka."
    Para sahabat menjadi heran mendengar jawapan Rasulullah itu. Bagaimana seorang yang telah berjuang dengan begitu gagah menegakkan Islam boleh masuk dalam neraka. Para sahabat berpandangan antara satu sama lain apabila mendengar jawapan Rasulullah itu.
    Rasulullah sedar para sahabatnya tidak begitu percaya dengan ceritanya, lantas baginda berkata, "Semasa Qotzman dan Aktsam keluar ke medan perang bersama-sama, Qotzman telah mengalami luka parah akibat ditikam oleh pihak musuh. Badannya dipenuhi dengan darah. Dengan segera Qotzman meletakkan pedangnya ke atas tanah, manakala mata pedang itu pula dihadapkan ke dadanya. Lalu dia terus membenamkan mata pedang itu ke dalam dadanya."

    "Dia melakukan perbuatan itu adalah kerana dia tidak tahan menanggung kesakitan akibat dari luka yang dialaminya. Akhirnya dia mati bukan kerana berlawan dengan musuhnya, tetapi membunuh dirinya sendiri. Melihatkan keadaannya yang parah, ramai orang menyangka yang dia akan masuk syurga. Tetapi dia telah menunjukkan dirinya sebagai penduduk neraka."
    Menurut Rasulullah S.A.W lagi, sebelum dia mati, Qotzman ada mengatakan, katanya, "Demi Allah aku berperang bukan kerana agama tetapi hanya sekadar menjaga kehormatan kota Madinah supaya tidak dihancurkan oleh kaum Quraisy. Aku berperang hanyalah untuk membela kehormatan kaumku. Kalau tidak kerana itu, aku tidak akan berperang."

    Riwayat ini telah dirawikan oleh Luqman Hakim.




    ...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

    Teka-Teki Imam Al-Ghazali

    Suatu hari Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya dan kemudian beliau memberikan pertanyaan teka-teki…

    Imam Ghazali : “Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”
    Murid 1 : Orang tua
    Murid 2 : Guru
    Murid 3 : Teman
    Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu adalah janji Allah SWT

    "bahwa setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati "(Surah Ali-Imran : 185).

    Imam Ghazali : “Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?”
    Murid 1 : Negeri Cina
    Murid 2 : Bulan
    Murid 3 : Matahari
    Iman Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

    Imam Ghazali : “Apa yang paling besar di dunia ini?”
    Murid 1 : Gunung
    Murid 2 : Matahari
    Murid 3 : Bumi
    Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A’raf : 179).

    “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah SWT) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah SWT), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah SWT). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”.

    Imam Ghazali : “Apa yang paling berat di dunia?”
    Murid 1 : Baja
    Murid 2 : Besi
    Murid 3 : Gajah
    Imam Ghazali : Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72).

    “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat[*] kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh”.

    [*]: Yang dimaksud dengan amanat di sini ialah tanggung-jawab membawa Roh(roh kalu dlm al-Quran bermakna Amar Rabbi(urusan Tuhan) sedangkanTumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allad SWT meminta mereka menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusialah menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka karena gagal menunaikan janji memegang amanah. -ini adalah hakikat insan yg sy pelajari dlm pengajian sy....bukan huraian dr Imam Ghazali.

    Imam Ghazali : “Apa yang paling ringan di dunia ini?”
    Murid 1 : Kapas
    Murid 2 : Angin
    Murid 3 : Debu
    Imam Ghazali : Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali di dunia ini adalah MENINGGALKAN SHOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan sholat.

    Imam Ghazali : “Apa yang paling tajam sekali di dunia ini?”
    Murid-murid dengan serentak menjawab : Pedang
    Imam Ghazali : Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.







    ...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

    KISAH PENDITA YANG INSAF

    brahim al-Khawas ialah seorang wali Allah yang terkenal keramat dan dimakbulkan segala doanya oleh Tuhan. Beliau pernah menceritakan suatu peristiwa yang pernah dialaminya. Katanya, "Menurut kebiasaanku, aku keluar menziarahi Mekah tanpa kenderaan dan kafilah. Pada suatu kali, tiba-tiba aku tersesat jalan dan kemudian aku berhadapan dengan seorang rahib Nasrani (Pendita Kristian)."
    Bila dia melihat aku dia pun berkata, "Wahai rahib Muslim, bolehkah aku bersahabat denganmu?"

    Ibrahim segera menjawab, "Ya, tidaklah aku akan menghalangi kehendakmu itu."
    Maka berjalanlah Ibrahim bersama dengannya selama tiga hari tanpa meminta makanan sehinggalah rahib itu menyatakan rasa laparnya kepadaku, katanya, "Tiadalah ingin aku memberitakan kepadamu bahwa aku telah menderita kelaparan. Kerana itu berilah aku sesuatu makanan yang ada padamu."
    Mendengar permintaan rahib itu, lantas Ibrahim pun bermohon kepada Allah dengan berkata, "Wahai Tuhanku, Pemimpinku, Pemerintahku, janganlah engkau memalukan aku di hadapan seteru engkau ini."

    Belum pun habis Ibrahim berdoa, tiba-tiba turunlah setalam hidangan dari langit berisi dua keping roti, air minuman, daging masak dan tamar. Maka mereka pun makan dan minum bersama dengan seronok sekali.
    "Sesudah itu aku pun meneruskan perjalananku. Sesudah tiga hari tiada makanan dan minuman, maka di kala pagi, aku pun berkata kepada rahib itu, "Hai rahib Nasrani, berikanlah ke mari sesuatu makanan yang ada kamu. Rahib itu menghadap kepada Allah, tiba-tiba turun setalam hidangan dari langit seperti yang diturunkan kepadaku dulu."

    Sambung Ibrahim lagi, "Tatkala aku melihat yang demikian, maka aku pun berkata kepada rahib itu - Demi kemuliaan dan ketinggian Allah, tiadalah aku makan sehingga engkau memberitahukan (hal ini) kepadaku."
    Jawab rahib itu, "Hai Ibrahim, tatkala aku bersahabat denganmu, maka jatuhlah telekan makrifah (pengenalan) engkau kepadaku, lalu aku memeluk agama engkau. Sesungguhnya aku telah membuang-buang masa di dalam kesesatan dan sekarang aku telah mendekati Allah dan berpegang kepada-Nya. Dengan kemuliaan engkau, tiadalah dia memalukan aku. Maka terjadilah kejadian yang engkau lihat sekarang ini. Aku telah mengucapkan seperti ucapanmu (kalimah syahadah)."

    "Maka sucitalah aku setelah mendengar jawapan rahib itu. Kemudian aku pun meneruskan perjalanan sehingga sampai ke Mekah yang mulia. Setelah kami mengerjakan haji, maka kami tinggal dua tiga hari lagi di tanah suci itu. Suatu ketika, rahib itu tiada kelihatan olehku, lalu aku mencarinya di masjidil haram, tiba-tiba aku mendapati dia sedang bersembahyang di sisi Kaabah."
    Setelah selesai rahib itu bersembahyang maka dia pun berkata, "Hai Ibrahim, sesungguhnya telah hampir perjumpaanku dengan Allah, maka peliharalah kamu akan persahabatan dan persausaraanku denganmu."

    Sebaik saja dia berkata begitu, tiba-tiba dia menghembuskan nafasnya yang terakhir iaitu pulang ke rahmatullah. Seterusnya Ibrahim menceritakan, "Maka aku berasa amat dukacita di atas pemergiannya itu. Aku segera menguruskan hal-hal pemandian, kapan dan pengebumiannya. Apabila malam aku bermimpi melihat rahib itu dalam keadaan yang begitu cantik sekali tubuhnya dihiasi dengan pakaian sutera yang indah."
    Melihatkan itu, Ibrahim pun terus bertanya, "Bukankah engkau ini sahabat aku kelmarin, apakah yang telah dilakukan oleh Allah terhadap engkau?"

    Dia menjawab, "Aku berjumpa dengan Allah dengan dosa yang banyak, tetapi dimaafkan dan diampunkan-Nya semua itu kerana aku bersangka baik (zanku) kepada-Nya dan Dia menjadikan aku seolah-olah bersahabat dengan engkau di dunia dan berhampiran dengan engkau di akhirat."
    Begitulah persahabatan di antara dua orang yang berpengetahuan dan beragama itu akan memperolehi hasil yang baik dan memuaskan. Walaupun salah seorang dahulunya beragama lain, tetapi berkat keikhlasan dan kebaktian kepada Allah, maka dia ditarik kepada Islam dan mengalami ajaran-ajarannya."



    ...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

    MAKANAN DARI HASIL TILIK

    Abu Bakar mempunyai seorang hamba yang menyerahkan sebahagian daripada pendapatan hariannya kepadanya sebagai tuan. Pada suatu hari hambanya telah membawa makanan yang dimakannya sedikit oleh Abu Bakar. Hambanya berkata, "Kamu selalu bertanya tentang sumber makanan yang aku bawa, tetapi hari ini kamu tidak berbuat demikian ?"
    Abu Bakar menjawab, "Aku terlalu lapar sehingga aku lupa bertanya. Terangkanlah kepada aku di mana kamu mendapat makanan ini ?"
    Hamba menjawab, "Sebelum aku memeluk Islam, aku menjadi tukang tilik. Orang-orang yang aku tilik nasibnya kadang-kadang tidak boleh membayar wang kepadaku. Mereka berjanji membayarnya apabila saja memperolehi. Aku berjumpa dengan mereka hari ini. Merekalah yang memberikan aku makanan ini."

    Mendengar kata-kata hambanya, Abu Bakar memekik, "Ah! Nyaris-nyaris kau bunuh aku."
    Kemudian dia cuba mengeluarkan makanan yang telah ditelannya. Ada orang yang mencadangkan supaya dia mengisi perutnya dengan air dan kemudian memuntahkan makanan yang ditelannya tadi. Cadangan ini diterima dan dilaksanakannya sehingga makanan itu dimuntahkan keluar.
    Kata seorang pemerhati, "Semoga Allah mencucuri rahmat ke atasmu. Kamu telah bersusah-payah kerana makanan yang sedikit."

    "Aku sudah pasti memaksanya keluar walaupun dengan berbuat demikian aku mungkin kehilangan jiwaku sendiri. Aku mendengar Nabi berkata, "Badan yang tumbuh subur dengan makanan haram akan merasai api neraka. Oleh kerana itulah maka aku memaksa makanan itu keluar takut kalau-kalau ia menyuburkan badanku."




    ...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

    Perkara dilarang ketika solat

    - Menempelkan kaki yang satu dengan yang lain ketika berdiri.

    - Berdiri di atas satu kaki.

    Duduk di antara dua sujud dengan berjongkok (kedua-dua lutut terangkat dan telapak tangan di atas lantai).

    - Memasukkan kedua-dua tangan dalam baju ketika berdiri, rukuk dan sujud kerana menyamai perbuatan orang Yahudi.

    - Mengangkat pakaian ketika sujud manakala lelaki dilarang menyelak rambut ketika waktu solat.

    - Bercekak pinggang atau menjauhkan kedua-dua pangkal lengan daripada dada.

    - Menyambung antara bacaan al-Fatihah dan takbiratul-ihram serta antara rukuk dan bacaan surah. Perkara ini tidak baik jika seseorang itu menjadi imam. Dia sepatutnya berdiam diri sejenak sebelum membaca al-Fatihah dan sebelum rukuk.

    Bagi makmum, jangan menyambung takbiratul-ihram sendiri dengan takbiratul-ihram imam serta ucapan salamnya dengan salam imam. Dia patut mendiamkan diri sejenak sebelum takbiratul-ihram mengikuti imam.

    Bagi imam dan makmum, jangan sesekali menyambung ucapan salam pertama dengan yang kedua. Ia perlu dipisahkan kedua-duanya dengan diam sejenak.

    - Solat dalam keadaan mahu membuang air besar atau kecil atau mengenakan sepatu yang sempit. Perkara ini boleh menghalang seseorang khusyuk dalam solat.




    ...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

    BANGUNAN YANG TIDAK ROSAK DAN PEMILIK YANG TIDAK BOLEH MATI

    Diriwayatkan seorang raja berhasil membangunkan kota dengan segala keperluannya yang cukup megah. Kemudian raja itu mengundang rakyatnya untuk berpesta ria menyaksikan kota itu. Pada setiap pintu, penjaga diperintahkan untuk menanyai setiap pengunjung adakah cela dan kekurangan kota yang dibangunnya itu.
    Hampir seluruh orang yang ditanyai tidak ada cacat dan celanya. Tetapi ada sebahagian pengunjung yang menjawabnya bahwa kota itu mengandungi dua cacat celanya. Sesuai dengan perintah raja, mereka ditahan untuk dihadapkan kepada raja.

    "Apa lagi cacat dan cela kota ini?" tanya raja.
    "Kota itu akan rosak dan pemiliknya akan mati." Jawab orang itu. Tanya raja, "Apakah ada kota yang tidak akan rosak dan pemiliknya tidak akan mati?"
    "Ada. Bangunan yang tidak boleh rosak selamanya dan pemiliknya tidak akan mati." Jawab mereka.
    "Segera katakan apakah itu." Desak raja.
    "Syurga dan Allah pemiliknya," jawabnya tegas.
    Mendengar cerita tentang syurga dan segala keindahannya itu, sang raja menjadi tertarik dan merinduinya. Apa lagi ketika mereka menceritakan tentang keadaan neraka dan azabnya bagi manusia yang sombong dan ingin menandingi Tuhan. Ketika mereka mengajak raja kembali ke jalan Allah, raja itu pun ikhlas mengikutinya. Ditinggalkan segala kemegahan kerajaannya dan jadilah ia hamba yang taat dan beribadah kepada Allah.





    ...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

    NABI ILYAS A.S DAN MALAIKAT

    Ketika sedang berehat datanglah malaikat kepada Nabi Ilyas A.S. Malaikat itu datang untuk menjemput ruhnya. Mendengar berita itu, Ilyas menjadi sedih dan menangis.
    "Mengapa engkau bersedih?" tanya malaikat maut.
    "Tidak tahulah." Jawab Ilyas.
    "Apakah engkau bersedih kerana akan meninggalkan dunia dan takut menghadapi maut?" tanya malaikat.
    "Tidak. Tiada sesuatu yang aku sesali kecuali kerana aku menyesal tidak boleh lagi berzikir kepada Allah, sementara yang masih hidup boleh terus berxikir memuji Allah," jawab Ilyas.

    Saat itu Allah lantas menurunkan wahyu kepada malaikat agar menunda pencabutan nyawa itu dan memberi kesempatan kepada Nabi Ilyas berzikir sesuai dengan permintaannya. Nabi Ilyas ingin terus hdup semata-mata kerana ingin berzikir kepada Allah. Maka berzikirlah Nabi Ilyas sepanjang hidupnya.
    "Biarlah dia hidup di taman untuk berbisik dan mengadu serta berzikir kepada-Ku sampai akhir nanti." Kata Allah.




    ...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

    Kisah Luqman Al-Hakim Dengan Telatah Manusia

    Dalam sebuah riwayat menceritakan, pada suatu hari Luqman Hakim telah masuk ke dalam pasar dengan menaiki seekor himar, manakala anaknya mengikut dari belakang. Melihat tingkah laku Luqman itu, setengah orang pun berkata, 'Lihat itu orang tua yang tidak bertimbang rasa, sedangkan anaknya dibiarkan berjalan kaki."
    Setelah mendengarkan desas-desus dari orang ramai maka Luqman pun turun dari himarnya itu lalu diletakkan anaknya di atas himar itu. Melihat yang demikian, maka orang di passar itu berkata pula, "Lihat orang tuanya berjalan kaki sedangkan anaknya sedap menaiki himar itu, sungguh kurang adab anak itu."

    Sebaik saja mendengar kata-kata itu, Luqman pun terus naik ke atas belakang himar itu bersama-sama dengan anaknya. Kemudian orang ramai pula berkata lagi, "Lihat itu dua orang menaiki seekor himar, adalah sungguh menyiksakan himar itu."
    Oleh kerana tidak suka mendengar percakapan orang, maka Luqman dan anaknya turun dari himar itu, kemudian terdengar lagi suara orang berkata, "Dua orang berjalan kaki, sedangkan himar itu tidak dikenderai."
    Dalam perjalanan mereka kedua beranak itu pulang ke rumah, Luqman Hakim telah menasihatai anaknya tentang sikap manusia dan telatah mereka, katanya, "Sesungguhnya tiada terlepas seseorang itu dari percakapan manusia. Maka orang yang berakal tiadalah dia mengambil pertimbangan melainkan kepada Allah S.W.T saja. Barang siapa mengenal kebenaran, itulah yang menjadi pertimbangannya dalam tiap-tiap satu."

    Kemudian Luqman Hakim berpesan kepada anaknya, katanya, "Wahai anakku, tuntutlah rezeki yang halal supaya kamu tidak menjadi fakir. Sesungguhnya tiadalah orang fakir itu melainkan tertimpa kepadanya tiga perkara, iaitu tipis keyakinannya (iman) tentang agamanya, lemah akalnya (mudah tertipu dan diperdayai orang) dan hilang kemuliaan hatinya (keperibadiannya), dan lebih celaka lagi daripada tiga perkara itu ialah orang-orang yang suka merendah-rendahkan dan meringan-ringankannya."




    ...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

    Saturday, July 5, 2008

    Contohilah Pemimpin Yang Sebenar

    Kesabaran seorang nabi dan
    rasul
    Dari Abdullah r.a, katanya:"Seolah-olah saya melihat Nabi
    s.a.w menceritakan seseorang di antara nabi–nabi yang dipukul oleh
    kaumnya
    hingga mengalir darahnya dan nabi itu menghapuskan darah di mukanya
    sambil
    berdoa:"Wahai Tuhan! Ampunilah kiranya kaumku kerana sesungguhnya
    mereka belum
    tahu."
    (Bukhari)
    Huraian :
    Kebenaran (hak) itu datangnya daripada Allah S.W.T. Pemimpin
    kebenaran khususnya para rasul wajib menyampaikan kebenaran itu
    kepada seluruh
    manusia. Bahkan salah satu sifat wajib bagi rasul ialah menyampaikan
    (tabligh).
    Mereka tidak boleh menyembunyikan kebenaran walaupun satu huruf.
    Apabila datang
    penentangan terhadap yang hak itu, maka kebenaran sikap mereka tetap
    tidak
    berubah, melainkan terus mencari jalan bagaimana kebenaran itu boleh
    sampai dan
    diterima oleh para penentang. Sekiranya sudah tidak ada lagi jalan
    untuk
    penentangnya menerima kebenaran, maka didoakannya pula. Doanya kepada
    penentang
    ialah agar menerima kebenaran dan Tuhan ampunkan segala kesilapan dan
    dosa-dosa
    mereka. Begitulah mulianya hati dan jiwa insan yang Allah anugerahkan
    sebagai
    pemimpin umat. Inilah hati para rasul. Lihatlah sikap Rasulullah
    s.a.w yang
    memaafkan penduduk Thaif yang menghina baginda. Malah baginda
    mendoakan agar
    mereka nanti akan menerima kebenaran dan beriman kepada Tuhan suatu
    masa
    kelak. Semoga diantara kita tidak terlepas pandang KESABARANNYA yg
    patut dijadikan petunjuk kebaikan....



    ...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

    Pelihara percakapan elak dosa mengumpat

    LIDAH adalah alat komunikasi penting dalam menjalin hubungan mesra
    antara masyarakat manusia di dunia. Ia juga untuk menyebar ilmu dan
    banyak lagi manfaat lain. Sebaliknya, lidah boleh jadi bahaya, kerana
    boleh digunakan untuk memecah belahkan masyarakat, memfitnah,
    mencaci, mengumpat dan sebagainya.

    Justeru, Islam memberi perhatian serius terhadap penjagaan lidah.
    Peri pentingnya penjagaan lidah itu sehingga Rasulullah SAW bersabda
    yang bermaksud: "Siapa diam dia berjaya"(Hadis riwayat al-Tirmizi)

    Pada waktu lain Baginda SAW memberi jaminan kepada orang yang sanggup
    menjaga lidahnya. Sabda Baginda SAW yang bermaksud: "Sesiapa yang
    boleh memberi jaminan kepadaku apa yang ada antara misai dan
    janggutnya dan apa yang ada antara dua pahanya, aku jamin baginya
    syurga." (Hadis riwayat al-Bukhari)

    Al-Quran mengingatkan bahawa setiap ucapan yang diucapkan seseorang
    tidak akan terlepas daripada catatan malaikat-Nya. Allah berfirman
    yang bermaksud: "Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan
    ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." (Surah Qaf,
    ayat 18)

    Antara keburukan lidah ialah bercakap perkara yang tidak berfaedah,
    tidak baik, mengucapkan kata keji, mencaci, mencarut, menghina,
    membuka rahsia orang, mengumpat dan perbuatan negatif lain yang tidak
    sepatutnya.

    Mereka yang mengetahui nilai masa serta umur tidak akan membiarkan
    diri menggunakan lidah untuk berkata perkara tidak mendatangkan
    faedah, kemarahan orang lain atau menyebabkan perbalahan sesama
    manusia.

    Diriwayatkan bahawa Luqmanul Hakim pernah ditanya: "Apa rahsia
    kebijaksanaanmu? Jawabnya: Aku tidak bercakap perkara yang tidak
    memberi faedah kepadaku. Kata Luqman lagi: Diam itu bijaksana, tetapi
    sedikit pelakunya."

    Sewajarnya lidah digunakan untuk memberitahu atau mengajak orang lain
    kepada kebaikan dengan memberi nasihat serta menegur sahabat jika
    mereka melakukan perkara mungkar supaya segera kembali ke pangkal
    jalan.

    Sebaliknya, mengeji, mencaci dan mencarut adalah perkara yang
    dilarang Islam dan mereka yang melakukan perkara itu dengan lidahnya
    wajib bertaubat serta memohon maaf kepada mereka yang disakitinya.

    Selain itu, menghina orang lain termasuk keburukan lidah yang patut
    dijauhi, kerana ia boleh merosakkan hubungan mesra dan harmoni antara
    anggota masyarakat. Paling buruk tindakan lidah ini dalam konteks
    Islam ialah mengumpat.

    Allah Taala mengumpamakan pengumpat itu sebagai pemakan daging
    saudaranya yang sudah mati. Firman Allah yang bermaksud: "Dan
    janganlah mengumpat satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu
    yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah
    kamu berasa jijik kepadanya dan bertakwalah kepada Allah.
    Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." (Surah
    al-Hujurat, ayat 12)

    Mengumpat ialah menyebut di belakang saudaramu sesuatu yang tidak
    disukainya, sama ada kekurangan itu pada fizikalnya, keturunannya,
    peri lakunya, pakaiannya atau sebagainya.

    Berdasarkan pengertian ini, jika kita tidak menjaga betul-betul
    lidah, maka rata-rata kita tidak terlepas daripada dosa mengumpat.
    Pada hal dosa itu tidak akan diampun Allah jika tuannya tidak
    memaafkannya lebih dulu.

    Umumnya masyarakat kita kurang memberi perhatian serius terhadap
    amalan mengumpat yang kesannya akan menyebabkan berlaku pergaduhan,
    saling tuduh menuduh dan memburukkan orang lain dengan perkara
    mengaibkan.

    Namun, ulama menyenaraikan beberapa kelonggaran yang mengizinkan kita
    menyebut kekurangan orang lain di belakangnya iaitu tidak dikira
    dosa. Ia termasuk beberapa keadaan berikut:

    * Apabila seseorang itu dizalimi, maka dia dibolehkan menceritakan
    kezaliman ke atasnya kepada pihak yang bertanggungjawab;
    * Apabila hendak mendapat fatwa atau mengetahui hukum sesuatu;
    * Apabila ingin memberi peringatan kepada orang lain;
    * Apabila seseorang itu dikenali dengan gelaran itu secara menyeluruh;
    * Apabila ia terkenal dengan jahatnya.




    ...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

    Dahsyatnya Sakaratul Maut

    "Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa
    berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya)
    pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai
    menangisi diri kalian sendiri".

    (Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan). Datangnya Kematian Menurut Al
    Qur'an :

    1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun
    kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian. Katakanlah:
    "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah
    ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka
    terbunuh". Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada
    dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah
    Maha Mengetahui isi hati. (QS Ali Imran, 3:154)

    2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik
    benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang
    canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini. Di
    mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun
    kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka
    memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah",
    dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini
    (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang)
    dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik)
    hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? (QS An-Nisa 4:7
    Artinya :Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan
    ibu-bapak dan kerabatnya, dan bagi wanita ada hak bagian (pula) dari
    harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak
    menurut bahagian yang telah ditetapkan.'

    3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.
    Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka
    sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan
    dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata,
    lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". (QS
    al-Jumu'ah, 62:

    4. Kematian datang secara tiba-tiba. Sesungguhnya Allah, hanya pada
    sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang
    menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada
    seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan
    diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di
    bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha
    Mengenal. (QS, Luqman 31:34)

    5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau
    dipercepat Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian)
    seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui
    apa yang kamu kerjakan. (QS, Al-Munafiqun, 63:11)

    Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut

    Sabda Rasulullah SAW : "Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan
    tusukan tiga ratus pedang" (HR Tirmidzi)

    Sabda Rasulullah SAW : "Kematian yang paling ringan ibarat sebatang
    pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang
    pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera
    yang tersobek ?" (HR Bukhari)

    Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah SAW .

    Ka'b al-Ahbar berpendapat : "Sakaratul maut ibarat sebatang pohon
    berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki
    menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua
    bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa".

    Imam Ghozali berpendapat : "Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul
    maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga
    bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan
    dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap
    akar rambut dan kulit kepala hingga kaki".

    Imam Ghozali juga mengutip suatu riwayat ketika sekelompok Bani Israil
    yang sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT agar Ia
    menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka bisa
    mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu
    cara tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang pria yang muncul dari
    salah satu kuburan. "Wahai manusia !", kata pria tersebut. "Apa yang
    kalian kehendaki dariku? Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami
    kematian, namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum
    juga hilang dariku."

    Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeda untuk setiap
    orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran detik seperti hitungan
    waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian
    seseorang. Mustafa Kemal Attaturk, bapak modernisasi (sekularisasi)
    Turki, yang mengganti Turki dari negara bersyariat Islam menjadi
    negara sekular, dikabarkan mengalami proses sakaratul maut selama 6
    bulan (walau tampak dunianya hanya beberapa detik), seperti dilaporkan
    oleh salah satu keturunannya melalui sebuah mimpi.

    Rasa sakit sakaratul maut dialami setiap manusia, dengan berbagai
    macam tingkat rasa sakit, ini tidak terkait dengan tingkat keimanan
    atau kezhaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan
    mengatakan bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses
    pengurangan kadar siksaan akhirat kita kelak. Demikianlah rencana
    Allah. Wallahu a'lam bis shawab.

    Sakaratul Maut Orang-orang Zhalim

    Imam Ghozali mengutip sebuah riwayat yang menceritakan tentang
    keinginan Ibrahim as untuk melihat wajah Malaikatul Maut ketika
    mencabut nyawa orang zhalim. Allah SWT pun memperlihatkan gambaran
    perupaan Malaikatul Maut sebagai seorang pria besar berkulit legam,
    rambut berdiri, berbau busuk, memiliki dua mata, satu didepan satu
    dibelakang, mengenakan pakaian serba hitam, sangat menakutkan, dari
    mulutnya keluar jilatan api, ketika melihatnya Ibrahim as pun pingsan
    tak sadarkan diri. Setelah sadar Ibrahim as pun berkata bahwa dengan
    memandang wajah Malaikatul Maut rasanya sudah cukup bagi seorang
    pelaku kejahatan untuk menerima ganjaran hukuman kejahatannya, padahal
    hukuman akhirat Allah jauh lebih dahsyat dari itu.

    Kisah ini menggambarkan bahwa melihat wajah Malakatul Maut saja sudah
    menakutkan apalagi ketika sang Malaikat mulai menyentuh tubuh kita,
    menarik paksa roh dari tubuh kita, kemudian mulai menghentak-hentak
    tubuh kita agar roh (yang masih cinta dunia dan enggan meninggalkan
    dunia) lepas dari tubuh kita ibarat melepas akar serabut-serabut baja
    yang tertanam sangat dalam di tanah yang terbuat dari timah keras.

    Itulah wajah Malaikatul Maut yang akan mendatangi kita kelak dan
    memisahkan roh dari tubuh kita. Itulah wajah yang seandainya kita
    melihatnya dalam mimpi sekalipun maka kita tidak akan pernah lagi bisa
    tertawa dan merasakan kegembiraan sepanjang sisa hidup kita.

    Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang
    zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para
    malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): "Keluarkanlah
    nyawamu". Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat
    menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan)
    yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap
    ayat-ayat-Nya. (QS Al-An'am 6:93)

    (Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan
    berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri
    (sambil berkata); "Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu
    kejahatan pun". (Malaikat menjawab): "Ada, sesungguhnya Allah Maha
    Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan". Maka masukilah pintu-pintu
    neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat
    orang-orang yang menyombongkan diri itu. (QS, An-Nahl, 16 : 28-29)

    Di akhir sakaratul maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya
    wajah dua Malaikat Pencatat Amal. Kepada orang zhalim, si malaikat
    akan berkata, "Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik,
    engkaulah yang membuat kami terpaksa hadir kami ke tengah-tengah
    perbuatan kejimu, dan membuat kami hadir menyaksikan perbuatan
    burukmu, memaksa kami mendengar ucapan-ucapan burukmu. Semoga Allah
    tidak memberimu balasan yang baik ! " Ketika itulah orang yang
    sekarat itu menatap lesu ke arah kedua malaikat itu.

    Ketika sakaratul maut hampir selesai, dimana tenaga mereka telah
    hilang dan roh mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah
    saatnya Malaikatul Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat.
    Rasulullah SAW pernah bersabda, "Tak seorangpun diantara kalian yang
    akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya
    dan diperlihatkan padanya tempatnya di surga atau di neraka".

    Dan inilah ucapan malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang
    zhalim di neraka, "Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak, bersiaplah
    engkau merasakan siksa neraka". Naudzu bila min dzalik!

    Sakaratul Maut Orang-orang Yang Bertaqwa

    Sebaliknya Imam Ghozali mengatakan bahwa orang beriman akan melihat
    rupa Malaikatul Maut sebagai pemuda tampan, berpakaian indah dan
    menyebarkan wangi yang sangat harum.

    Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: "Apakah yang telah
    diturunkan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab: "(Allah telah menurunkan)
    kebaikan". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat
    (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih
    baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu)
    surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya
    sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang
    mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang
    yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik
    oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Assalamu
    alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah
    kamu kerjakan". (QS, An-Nahl, 16 : 30-31-32)

    Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun akan menunjukkan
    surga yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata
    padanya, "Bergembiaralah, wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak,
    bergembiralah dalam masa-masa menunggumu".




    ...dalam DADA..ada rasa CINTA yang MEMBARA..dalam CINTA ada KITA berdua..."Cinta agung itu hanyalah cinta kepada Maha Pencipta.."

    Menyucikan Najis

    Apa yang dimaksudkan najis?

    Najis bermaksud kekotoran yang menghalang sahnya sembahyang, yakni;
    tidak sah sembahyang jika terdapat pada pakaian atau badan atau tempat
    sembahyang. Pada dasarnya, setiap benda yang ada di alam ini adalah
    suci dan tidak najis kecualilah perkara-perkara yang telah dinyatakan
    oleh Syara' sebagai najis. Selagi tidak ada nas atau dalil Syara'
    menjelaskan bahawa sesuatu itu najis, maka ia kekal dengan hukum
    asalnya iaitu suci dan bersih.

    Apakah benda-benda yang dianggap najis oleh Syarak?

    Menurut Imam Ibnu Rusyd; empat benda disepakati oleh ulamak sebagai
    najis, iaitu;
    1. Bangkai haiwan darat yang berdarah mengalir
    2. Daging babi
    3. Darah dari haiwan darat jika ia mengalir, yakni banyak.
    4. Air kencing manusia dan tahinya.

    Selain dari empat di atas (seperti; arak, tahi binatang, muntah dan
    sebagainya lagi) di kalangan ulamak terdapat beza pandangan; ada yang
    menganggapnya najis dan ada yang tidak. Menurut Imam asy-Syaukani;
    perkara-perkara yang ada dalil Syarak menyebutnya sebagai najis ialah;
    1. Tahi dan air kencing manusia
    2. Air liur anjing
    3. Tahi binatang (khusus kepada tahi kuda, baghal dan kaldai sahaja
    menurut beliau)
    4. Darah haid (lain dari darah haid (iaitu darah biasa) tidak najis
    menurut beliau).
    5. Daging babi

    Hanya lima di atas sahaja –menurut Imam Syaukani- yang mempunyai dalil
    yang jelas dari Syarak tentang kenajisannya. Selain darinya adalah
    khilaf di kalangan ulamak".

    Adapun dalam mazhab Syafi'ie, ada 13 perkara yang diputuskan sebagai
    najis berdasarkan ijtihad ulamak-ulamak mazhab, iaitu;
    1. Anjing; semua juzuk di badan anjing adalah najis.
    2. Babi; semua juzuk di badan babi adalah najis.
    3. Air kencing; semua jenis air kencing adalah najis sama ada dari
    manusia atau haiwan.
    4. Tahi; semua jenis tahi adalah najis sama ada tahi manusia atau haiwan.
    5. Air mazi; iaitu cecair nipis berwarna kekuningan yang keluar dari
    kemaluan ketika naik syahwat.
    6. Air madi; iaitu cecair kental berwarna putih yang keluar dari
    kemaluan selepas kencing atau selepas keletihan.
    7. Arak dan semua minuman yang memabukkan seperti tuak dan seumpamanya.
    8. Bangkai/mayat; kecuali mayat manusia, bangkai haiwan laut (ikan dan
    sebagainya) dan belalang.
    9. Darah; semua jenis darah adalah najis sama ada darah manusia atau
    haiwan.
    10. Nanah
    11. Anggota yang terpisah dari haiwan ketika masih hidupnya; kecuali
    bulu binatang yang halal dimakan seperti bulu biri-biri, bulu ayam dan
    sebagainya.
    12. Susu binatang yang tidak halal dimakan dagingnya.
    13. Muntah

    Apakah kaifiyat bersuci dari najis yang ditetapkan oleh Syarak?

    1. Bersuci dengan menggunakan air
    2. Bersuci dengan air bercampur tanah
    3. Bersuci dengan benda-benda kesat
    4. Bersuci dengan menggosok ke tanah

    Bagaimana caranya bersuci dengan air?

    Menggunakan air adalah cara asal dalam bersuci. Tidak harus berpaling
    dari menggunakan air dalam bersuci kecuali dengan keizinan dari
    Syarak. Adapun cara bersuci dengan air ialah;
    Pertama; Buang najis terlebih dahulu,
    Kedua; Basuh tempat yang terkena najis itu dengan air hingga hilang
    sifat-sifatnya iaitu warnanya, baunya dan rasanya. Jika sekali basuhan
    telah dapat menghilangkannya, tidak perlu lagi diulangi basuhan. Jika
    tidak, wajib diulangi lagi basuhan termasuk dengan menggosok-gosoknya
    atau melakukan seumpamanya. Setelah dibasuh berulang kali, namun warna
    najis masih tidak tanggal atau baunya masih tidak hilang, ketika itu
    dimaafkan, yakni basuhan dianggap sempurna dan tidak perlu diulangi lagi.

    Dikecualikan jika najis itu ialah air kencing kanak-kanak lelaki yang
    belum berumur dua tahun dan belum menikmati sebarang makanan kecuali
    susu ibunya, maka memadai dengan merenjis air hingga meratai kawasan
    yang terkena air kencing itu, kemudian dibiarkan kering. Tidak perlu
    membasuhnya atau mengalirkan air ke atasnya. Ummu Qais binti Mihsan
    –radhiyallahu `anha-. Menceritakan; "Beliau membawa seorang bayi
    lelaki yang belum memakan sebarang makanan kepada Rasulullah
    –sallallahu `alaihi wasallam-, tiba-tiba bayi itu kencing di atas
    pakaian baginda. Baginda meminta air, lalu merenjis pakaiannya dan
    baginda tidak membasuhnya". (Riwayat Imam al-Bukhari)

    Apakah najis yang perlu dibasuh menggunakan air bercampur tanah?
    Bagaimana caranya?

    Iaitu najis anjing kerana Nabi –sallallahu `alaihi wasallam- bersabda;
    "Apabila bekas kamu dijilat oleh anjing, hendaklah kamu membasuhnya
    tujuh kali; kali pertama dengan tanah" (Riwayat Imam Muslim). Caranya
    ialah;

    Pertama; Buang najis terlebih dahulu
    Kedua; Basuh tempat yang terkena najis anjing itu dengan air yang
    bercampur tanah (sekali sahaja).
    Ketiga; Bilas dengan air biasa sebanyak enam kali.

    Oleh kerana cara membasuh najis anjing di atas lebih berat berbanding
    cara membasuh najis-najis yang lain, maka kerana itu najis anjing
    dinamakan ulamak dengan najis mughallazah (najis berat).

    Adakah najis babi juga mesti di basuh dengan air bercampur tanah?

    Ulamak-ulamak berbeza pandangan tentang babi; adakah ia termasuk dalam
    najis berat (mughalladzah) sebagaimana anjing di atas, atau ia hanya
    terdiri dari najis biasa (seperti arak, air kencing, tahi dan
    sebagainya) yang mencukupi dibasuh dengan air seperti biasa? Ada dua
    pandangan;

    Pertama; Jumhur ulamak berpandangan; babi sama seperti najis-najis
    yang lain, iaitu mencukupi dibasuh seperti biasa hingga hilang
    kesan-kesannya. Tidak perlu diulangi basuhan hingga tujuh kali dan
    tidak perlu menggunakan tanah. Mengikut pandangan jumhur ulamak, najis
    berat hanya satu sahaja iaitu anjing. Dalil mereka ialah sabda Nabi
    –sallallahu `alaihi wasallam-; "Apabila anjing menjilat bekas salah
    seseorang dari kamu, cara menyucinya ialah dengan ia membasuhnya
    sebanyak tujuh kali, kali pertamanya dengan tanah" (Riwayat Imam
    Muslim dari Abu Hurairah –radhiyallahu `anhu-). Di dalam hadis ini,
    Nabi hanya menyebut anjing sahaja, tidak menyebutkan najis yang lain
    termasuk babi.

    Kedua; mengikut mazhab Syafi'ie; babi sama seperti anjing, oleh itu ia
    mesti dibasuh sebanyak tujuh kali dan salah satu basuhan mesti dengan
    air bercampur tanah. Dalil mereka ialah dengan mengkiaskannya kepada
    anjing kerana babi lebih buruk keadaannya dari anjing di mana
    pengharaman memakannya adalah sabit dengan nas