^ Scroll to Top

Thursday, August 14, 2008

Memahami Anak-Anakmu

Ada dua perkara yang perlu kita amati:
Pertama, amati sifat-sifat khasnya masing-masing. Tidak ada dua manusia yang sama serupa seluruhnya. Tiap manusia unik. Fahami keunikan masing-masing, dan hormati keunikan pemberian Allah SWT.
Kedua, fahami di tahap apa saat ini si anak berada. Allah SWT mengkodratkan segala sesuatu sesuai tahapan atau prosesnya.
Anak-anak yang merupakan amanah pada kita ini, juga dibesarkan dengan tahapan-tahapan.
Tahap sebelum kelahirannya merupakan alam arwah. Di tahap ini kita mulai mendidiknya dengan kita sendiri menjalankan ibadah, amal ketaatan pada Allah dan juga dengan selalu menjaga hati dan badan kita secara prima. Itulah kebaikan-kebaikan dan pendidikan pertama kita pada buah hati kita.
Pendidikan anak dalam Islam, menurut Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra, dapat dibahagi menjadi 3 tahap mengikut umur;

1. Tahap BERMAIN (“la-ibuhum”/ajaklah mereka bermain), dari lahir sampai kira-kira 7 tahun.

2. Tahap PENANAMAN DISIPLIN (“addibuhum”/ajarilah mereka adab) dari kira-kira 7 tahun sampai 14 tahun.

3. Tahap SAHABAT/ LAWAN (“roofiquhum”/jadikanlah mereka sebagai sahabat) 14 tahun ke atas.

Ketiga tahap pendidikan ini mempunyai karakteristik pendekatan yang berbeza sesuai dengan perkembangan kepribadian anak yang sehat. Begitulah kita coba memperlakukan mereka sesuai dengan sifat-sifatnya dan tahapan hidupnya.
Ketiga adalah memilih metod pendidikan. Setidaknya, dalam buku dua pemikir Islam, yaitu Muhammad Quthb (Manhaj Tarbiyah Islamiyah) dan Abdullah Nasih ’Ulwan (Tarbiyatul Aulad fil Islam), ada lima Metod Pendidikan dalam Islam.
Yang pertama adalah melalui Tauladan atau Qudwah
yang kedua adalah dengan Pembiasaan atau Aadah,
yang ketiga adalah melalui Pemberian Nasihat atau Mau’izhoh,
yang keempat dengan melaksanakan Mekanisme Kontrol atau Mulahazhoh,
sedangkan yang terakhir dan merupakan pengaman hasil pendidikan adalah Metod Pendidikan melalui Sistem sangsi atau Uqubah.
Sahabatku, jangan tinggalkan satu-pun dari ke lima metod tersebut, meskipun yang terpenting adalah Tauladan (sebagai metod yang paling efektif).







"Serulah ke jalan Tuhanmu (wahai Muhammad) dengan hikmah kebijaksanaan dan nasihat pengajaran yang baik, dan berbahaslah dengan mereka (yang engkau serukan itu) dengan cara yang lebih baik; sesungguhnya Tuhanmu Dialah jua yang lebih mengetahui jalan orang yang sesat dari jalan-Nya, dan Dialah jua yang lebih mengetahui akan orang yang mendapat hidayah petunjuk."
(Surah an-Nahl: ayat 125)

No comments:

 
Dear Diary Blogger Template